Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > Doa 40 Hari > 2004 > Orang Islam di Zurich, Swiss
  Edisi Terbaru
Edisi tahun 2011
  Arsip
Lihat arsip (2002-2011)
  Cari
  Keanggotaan Milis
Berlangganan
Berhenti
Ganti alamat email
  Relasi
e-KJDN (Pokok Doa)
e-JEMMi (Buletin MISI)
  Edisi 2004 : Artikel-artikel | 40 pokok doa

  pokok doa sebelum | pokok doa berikut

Orang Islam di Zurich, Swiss

                       Minggu, 24 Oktober 2004


ORANG ISLAM di ZURICH, SWISS  
============================

Kota Zurich berpenduduk 368.000 jiwa, yang 30 persen (110.000 jiwa) di
antaranya terdiri dari warga negara asing. Tetapi ada juga kawasan-
kawasan dalam kota yang hampir 50 persen adalah warga negara luar. Di
tahun-tahun belakangan ini banyak orang Islam telah berpindah ke
Swiss. Sebagian besar mereka berasal dari Turki, meskipun ada juga
orang Bosnia, Albania, Kurdi dan Arab. Di seluruh negeri jumlah Muslim
lebih dari 250 ribu jiwa. Di daerah-daerah tertentu di Zurich jumlah
anak-anak usia sekolah yang asli orang Swiss tidak sampai 10 persen
sedangkan lebih kurang 50 persen adalah anak-anak dari keluarga Islam.

Warga Muslim di Zurich berusaha untuk tetap mempertahankan kebudayaan
mereka. Pada umumnya gadis-gadis disuruh tetap tinggal di rumah saja.
Banyak anak-anak lelaki mereka akhirnya bosan dengan rutinitas hidup
mereka dan menjadi frustrasi, dan akibatnya mereka sering bentrok
dengan polisi. Umumnya orangtua tidak dapat membantu anak-anaknya
dengan pekerjaan rumah yang diberikan oleh sekolah, karena masalah
bahasa. Pada akhirnya, banyak orangtua merasa tidak mampu lagi
mengendalikan generasi muda mereka.

Di sisi lain, banyak pemuda-pemudi suka untuk menerima program-program
yang disediakan bagi mereka. Mereka memerlukan pertolongan untuk dapat
belajar bahasa Jerman, untuk mengurus surat-surat di kantor pemerintah
dan untuk mencari pekerjaan. Mereka juga memerlukan bantuan pada waktu
menghadapi kesulitan akibat bencana alam dan peperangan yang pernah
mereka alami ketika masih berada di negeri asal. Mereka menderita
kesepian dan rindu untuk kembali ke negerinya, dan umumnya mereka
merasa terasing dan tidak punya tempat tinggal yang permanen. Sungguh
tidak mudah untuk melayani orang-orang yang baru saja masuk di tempat-
tempat penampungan pengungsi itu. Mereka belum dapat berbicara dalam
bahasa Jerman, dan seringkali mereka pun tidak akan tinggal lama.
Bahkan ada orang-orang dari negara tertentu yang dilarang menetap di
Swiss. Meskipun demikian, ada juga upaya-upaya penjangkauan yang
sederhana untuk menanamkan benih, tetapi benih itu baru akan bertunas
lama sesudahnya.

Ironisnya, jumlah penduduk asli Swiss terus menurun karena angka
kelahiran bayi yang sangat rendah, sedangkan jumlah penduduk Islam
justru terus meningkat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari warga
Swiss yang mulai menentang kedatangan orang-orang asing yang mau
menumpang hidup di negara mereka. Orang-orang Kristen Swiss
mengabaikan memberitakan Injil kepada orang-orang Islam yang ada di
negeri mereka sendiri.

Pelayanan mendoakan orang-orang sakit telah membuka banyak pintu bagi
pekabaran Injil. Dan beberapa keluarga telah menerima Tuhan Yesus,
melalui para pelayan konseling. Dalam konseling perlu diingat bahwa
keputusan seorang ayah biasanya akan diterima oleh seluruh keluarga.
Perubahan-perubahan besar terjadi ketika sekian banyak keluarga
dilayani dan ditangani dengan baik. Orangtua yang bertobat membawa
anak-anak mereka untuk menerima Yesus. Saat ini sedang diupayakan
beberapa kegiatan anak-anak, kegiatan muda-mudi dan pelayanan pemuda
gereja di derah Muslim di perkotaan. Saat ini banyak hal ajaib yang
sedang terjadi. Swiss membutuhkan lebih banyak lagi pekerja.

Topik-topik Doa
---------------

* Doakan agar makin banyak orang dan juga banyak gereja di Swiss melihat
  peluang terbuka yang ada di depan mata untuk melayani orang-orang 
  Islam. Menyeberangi perbedaan budaya sungguh tidak mudah, tetapi 
  bukannya mustahil jika dilakukan bersama Tuhan.

* Kebanyakan warga Islam di kota Zurich membutuhkan bantuan praktis.
  Berdoa agar kasih Tuhan bisa diperlihatkan kepada orang-orang sakit, 
  para tunawisma dan orang-orang yang sedang mencari Tuhan.

* Berdoa kepada Tuhan agar Ia membukakan pintu hati warga Muslim di
  Zurich, sehingga mereka mulai mengenali Siapa Dia sebenarnya.

"Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil
para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya
dengan minyak dalam nama Tuhan." (Yakobus 5:14)

		
  pokok doa sebelum | pokok doa berikut


Laporan Masalah/Saran