|
|
Biarlah Rohmu Menyala-nyala
Judul : [40-Hari-2004][x08] Biarlah Rohmu Menyala-Menyala
<>< <>< <>< <>< 40 HARI DOA BANGSA-BANGSA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Selasa, 23 November 2004
BIARLAH ROHMU MENYALA-MENYALA
=============================
Waktu-waktu yang telah kita lalui dengan bertekad untuk berdoa dan
berpuasa bagi keselamatan umat Islam membuahkan beberapa hal seperti:
Kesadaran untuk mendoakan kaum Muslim dengan fokus doa yang jelas,
makin bertambahnya orang-orang Muslim yang percaya Tuhan Yesus, dan
adanya utusan Injil yang bekerja di masyarakat Muslim yang terabaikan.
Kita bersyukur, namun semuanya ini belum berarti bahwa tugas telah
selesai. Kita perlu berkomitmen untuk lebih meningkatkan intensitas
doa-doa kita.
Kaum Muslim dengan disiplin yang tinggi setiap harinya melakukan
sembahyang lima waktu dari pagi subuh sampai tengah malam. Mereka
sangat bersungguh-sungguh dan terbuka memanggil nama Allah, dan
mengharapkan jawaban dari Allah. Kesungguhan mereka diekspresikan
dengan ketekunan dan berseru dengan suara yang keras. Keadaan ini
menunjukkan bahwa mereka sangat membutuhkan Allah, sekaligus
mendeklarasikan keyakinan iman mereka.
Sebagian besar dari kita hidup dikelilingi oleh mereka, setiap hari,
5x dalam sehari kita dapat mendengar suara sembahyang mereka dengan
jelas. Seringkali kita merasa terusik, merasakan suasana yang tidak
nyaman ketika mereka mulai memperdengarkan suara sembahyang mereka,
terlebih pada petang hari menjelang sembahyang “maghrib”. Sholat atau
sembahyang lima waktu adalah satu dari kelima rukun iman dalam agama
Islam. Rukun lima waktu ini mengandung kekuatan khusus bagi setiap
orang Muslim dalam kehidupan setiap harinya.
Seirama dengan berputarnya bola bumi, waktu yang berbeda antara tempat
dan negara satu dengan lainnya, maka dalam 24 jam sehari, selama lebih
dari 14 abad suara deklarasi umat Islam yang mengatakan “Allahku
besar, tiada tuhan selain Allah”, telah sambung menyambung bagaikan
gelombang yang membentuk suatu “lapisan awan kelabu” yang menyelimuti
bumi, dan menutupi mata rohani mereka dari sang Kebenaran (Yohanes
14:6). Untuk dapat menembus awan kelabu dan membuka selubung yang
menutupi mereka itu tidaklah sulit. Mengapa? Karena kita tidak
berperang sendiri. Tuhan Allahmu, ada di antaramu sebagai pahlawan
yang memberi kemenangan (Zefanya 3:17). Roh yang ada di dalam kamu
lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia (1Yohanes 4:4), dan
berbagai janji Tuhan yang telah diberikan kepada kita sebagai
orang-orang yang percaya pada Tuhan Yesus.
Yang diperlukan dari kita adalah komitmen dan tekad, lebih berdisiplin
dan berani berkorban waktu. Apa yang akan kita lakukan? Kita hanya
perlu mengambil waktu untuk berdoa lebih awal, sebelum kaum Muslim
sembahyang. Isi dari waktu doa kita selain “pujian, penyembahan, dan
Firman Tuhan”, dan ditambahkan “Doa peperangan rohani” yang bertujuan
mengadakan “pengikatan, penghadangan, dan pembersihan alam roh”,
sehingga saat umat Islam sembahyang, mereka siap menerima pewahyuan
yang benar dari Tuhan Yesus. Mintalah Tuhan Yesus agar berkenan
menampakkan diri-Nya secara supranatural kepada mereka, sehingga hati
mereka terbuka untuk menerima-Nya sebagai Tuhan. (Mazmur 149:1-9;
Matius 18:18-19; 28:18; 2Korintus 4:3-4; 10:3-5; Efesus 6:10-12;
1:16-29).
Tuhan itu Roh... (Yohanes 4:24), dan melalui Roh-Nya yang menyatu
dengan roh kita, maka kita dapat berdoa bersama-Nya (Roma 8:26).
Marilah kita menjadikan “Doa, Pujian, Penyembahan, dan peperangan
rohani sebagai jubah dan gaya hidup kita”. Untuk lebih jelas bacalah
penjelasan doa 5 patok pada halaman 64.
e-Doa ********************************************************* I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
Arsip 40 Hari Doa: http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________
|
|