SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Biarlah Rohmu Menyala-nyala



  • Biarlah Rohmu Menyala-nyala
    Judul : [40-Hari-2004][x08] Biarlah Rohmu Menyala-Menyala
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                           Selasa, 23 November 2004
                             
    BIARLAH ROHMU MENYALA-MENYALA 
    =============================
    
    Waktu-waktu yang telah kita lalui dengan bertekad untuk berdoa dan 
    berpuasa bagi keselamatan umat Islam membuahkan beberapa hal seperti: 
    Kesadaran untuk mendoakan kaum Muslim dengan fokus doa yang jelas, 
    makin bertambahnya orang-orang Muslim yang percaya Tuhan Yesus, dan 
    adanya utusan Injil yang bekerja di masyarakat Muslim yang terabaikan. 
    Kita bersyukur, namun semuanya ini belum berarti bahwa tugas telah 
    selesai. Kita perlu berkomitmen untuk lebih meningkatkan intensitas 
    doa-doa kita.
    
    Kaum Muslim dengan disiplin yang tinggi setiap harinya melakukan 
    sembahyang lima waktu dari pagi subuh sampai tengah malam. Mereka 
    sangat bersungguh-sungguh dan terbuka memanggil nama Allah, dan 
    mengharapkan jawaban dari Allah. Kesungguhan mereka diekspresikan 
    dengan ketekunan dan berseru dengan suara yang keras. Keadaan ini 
    menunjukkan bahwa mereka sangat membutuhkan Allah, sekaligus 
    mendeklarasikan keyakinan iman mereka. 
    
    Sebagian besar dari kita hidup dikelilingi oleh mereka, setiap hari, 
    5x dalam sehari kita dapat mendengar suara sembahyang mereka dengan 
    jelas. Seringkali kita merasa terusik, merasakan suasana yang tidak 
    nyaman ketika mereka mulai memperdengarkan suara sembahyang mereka, 
    terlebih pada petang hari menjelang sembahyang “maghrib”. Sholat atau 
    sembahyang lima waktu adalah satu dari kelima rukun iman dalam agama 
    Islam. Rukun lima waktu ini mengandung kekuatan khusus bagi setiap 
    orang Muslim dalam kehidupan setiap harinya. 
    
    Seirama dengan berputarnya bola bumi, waktu yang berbeda antara tempat 
    dan negara satu dengan lainnya, maka dalam 24 jam sehari, selama lebih 
    dari 14 abad suara deklarasi umat Islam yang mengatakan “Allahku 
    besar, tiada tuhan selain Allah”, telah sambung menyambung bagaikan 
    gelombang yang membentuk suatu “lapisan awan kelabu” yang menyelimuti 
    bumi, dan menutupi mata rohani mereka dari sang Kebenaran (Yohanes 
    14:6). Untuk dapat menembus awan kelabu dan membuka selubung yang 
    menutupi mereka itu tidaklah sulit. Mengapa? Karena kita tidak 
    berperang sendiri. Tuhan Allahmu, ada di antaramu sebagai pahlawan 
    yang memberi kemenangan (Zefanya 3:17). Roh yang ada di dalam kamu 
    lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia (1Yohanes 4:4), dan 
    berbagai janji Tuhan yang telah diberikan kepada kita sebagai 
    orang-orang yang percaya pada Tuhan Yesus.
     
    Yang diperlukan dari kita adalah komitmen dan tekad, lebih berdisiplin 
    dan berani berkorban waktu. Apa yang akan kita lakukan? Kita hanya 
    perlu mengambil waktu untuk berdoa lebih awal, sebelum kaum Muslim 
    sembahyang. Isi dari waktu doa kita selain “pujian, penyembahan, dan 
    Firman Tuhan”, dan ditambahkan “Doa peperangan rohani” yang bertujuan 
    mengadakan “pengikatan, penghadangan, dan pembersihan alam roh”,
    sehingga saat umat Islam sembahyang, mereka siap menerima pewahyuan 
    yang benar dari Tuhan Yesus. Mintalah Tuhan Yesus agar berkenan 
    menampakkan diri-Nya secara supranatural kepada mereka, sehingga hati 
    mereka terbuka untuk menerima-Nya sebagai Tuhan. (Mazmur 149:1-9; 
    Matius 18:18-19; 28:18; 2Korintus 4:3-4; 10:3-5; Efesus 6:10-12; 
    1:16-29). 
    
    Tuhan itu Roh... (Yohanes 4:24), dan melalui Roh-Nya yang menyatu 
    dengan roh kita, maka kita dapat berdoa bersama-Nya (Roma 8:26). 
    Marilah kita menjadikan “Doa, Pujian, Penyembahan, dan peperangan 
    rohani sebagai jubah dan gaya hidup kita”. Untuk lebih jelas bacalah 
    penjelasan doa 5 patok pada halaman 64.  
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA