SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Suku Rohinja si Myanmar (Birma)



  • Suku Rohinja si Myanmar (Birma)
    Judul : [40-Hari-2004][39] Suku Rohingya di Myanmar (Birma)
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                           Jumat, 12 November 2004
    
    
    SUKU ROHINGYA di MYANMAR (BIRMA) 
    ================================
    
    Dengan mata terbelalak anak-anak duduk di lantai mengelilingi nenek 
    tua itu: "'Nek, ceritakanlah lagi kepada kami mengenai tempo dulu 
    ketika masih ada perdamaian. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana 
    keadaannya, dan Ayah pun sudah lupa." Dengan suaranya yang gemetar si 
    nenek pun berbicara: "Wah, cucu-cucuku, itu cerita yang sudah lama 
    sekali. Waktu itu aku masih kecil dan tentara Inggris masih di sini. 
    Itu sudah lebih dari 60 tahun yang lalu, ketika kita masih mengalami 
    hidup damai." 
    
    Cerita-cerita seperti ini seringkali terdengar di Arakan, yaitu daerah 
    pegunungan di sepanjang pantai Barat Myanmar (dulu Birma), tempat 
    tinggal suku Rohingya (diucapkan Rohinja). Kira-kira seribu tahun yang 
    lapau pedagang-pedagang Arab mulai bermukim di sepanjang Teluk 
    Benggala, kemudian menikah dengan warga setempat yang beragama Hindu 
    dan Budha. Karena itu, sudah ada orang-orang Muslim di Arakan bagian 
    Utara, sebelum Islam resmi masuk daerah Teluk Benggala pada abad ke-13
    
    Selama berabad-abad warga Muslim dan Budha hidup berdampingan dengan 
    damai. Warga Muslim menempati kedudukan-kedudukan penting  dalam 
    tentara Arakan dan  di istana raja. Di komplek istana raja yang 
    beragama Budha itu bahkan terdapat sebuah mesjid. Inggris mulai 
    menjajah Arakan pada tahun 1826 dan menjadikannya bagian dari jajahan 
    India yang dikuasai Kerajaan Inggris. Pada waktu itu ada banyak orang 
    Muslim berpindah dari India ke daerah Arakan. Selama Perang Dunia II 
    tentara Inggris terlibat dalam pertempuran hebat melawan tentara 
    Jepang di Arakan, dan hal itu menimbulkan penderitaan yang cukup berat 
    dikalangan penduduk sipil.
    
    Pada tahun 1948 Birma memperoleh kemerdekaannya dan ketegangan antara 
    warga Muslim dan mayoritas Budha meningkat. Setelah terjadi kudeta 
    militer pada tahun 1962 warga Muslim diperlakukan secara 
    diskriminatif. Pada prakteknya, suku Rohingya tidak diberi hak penuh 
    sebagai warga negara Birma. Sejumlah pelanggaran hak azasi manusia 
    terjadi dan keadaan makin memburuk, sehingga terjadi pengungsian 
    besar-besaran pada tahun 1978 dan 1992. Lebih dari 250.000 warga 
    Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan masuk Bangladesh. 
    Meskipun sebagian besar kini telah dipulangkan kembali, masalah-
    masalah tetap tidak diselesaikan. Kenyataannya sampai sekarang hampir 
    2 juta warga Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan, dan tidak 
    memiliki surat-surat tanda pengenal yang sah. Mereka dilarang 
    melakukan perjalanan dari satu desa ke desa lainnya, tanpa ijin 
    khusus. Status pendidikan dan ekonomi warga Rohingya hancul togal. 
    Bahkan ada larangan untuk menerbitkan bahan bacaan apapun dalam bahasa 
    Rohingya.
    
    Kebanyakan orang Rohingya hidup dalam keputus-asaan dan seperti tidak 
    mempunyai masa depan. Sebagian mereka mulai tertarik kepada gagasan-
    gagasan yang radikal. Makin banyak orang bercita-cita untuk 
    meninggalkan Myanmar tanpa menempuh jalur yang resmi. Diperkirakan 
    sekitar 1-2 juta orang Rohingya sudah tinggal di negara lain, seperti 
    Bangladesh, Arab Saudi, Pakistan dan Malaysia. Karena keadaan yang 
    rumit ini mereka disebut "warga Palestina baru di benua Asia."       
    
    Belum diketahui adanya gereja atau orang percaya di kalangan Rohingya. 
    Karena sangat dipengaruhi oleh kepercayaan Islam mistik, orang 
    Rohingya mencari petunjuk dengan memakai jimat, melakukan upacara-
    upacara mistik dan berziarah ke makam orang suci. Keadaan jasmani 
    mereka sungguh menyedihkan, apalagi keadaan rohani mereka. Video-video 
    dan siaran radio akan mulai diproduksi dalam bahasa Rohingya. 
    
    Topik-topik Doa
    --------------- 
    
    * Berdoa agar umat Kristiani Myanmar dan para duta Injil memperoleh 
      kesempatan untuk menginjili warga Rohingya yang tersebar. Berdoa 
      agar Tuhan membuka pintu untuk langkah-langkah perdamaian dan 
      pemulihan hak-hak orang Rohingya agar mereka dapat damai di tanah 
      mereka. 
    
    * Berdoa agar Tuhan akan menghibur dan menguatkan mereka dan ada jalan 
      keluar dalam mengatasi berbagai persoalan mereka. 
    
    * Berdoa agar  Firman Tuhan, dan berbagai  bacaan Kristen dapat 
      disiapkan dalam bahasa mereka dan disampaikan pada mereka.     
                                    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari-2004] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
                                    

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA