SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Suku Lintang di Sumatera



  • Suku Lintang di Sumatera
    Judul : [40-Hari-2004][32] Suku Lintang di Sumatera 
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                            Jumat, 5 November 2004
    
    
    SUKU LINTANG di SUMATERA 
    ========================
    
    Suku Lintang adalah sebuah suku Muslim yang populasinya berjumlah 
    70.000 orang. Mereka bertempat tinggal terutama di sepanjang Sungai 
    Lintang dan di lembah-lembah pegunungan Bukit Barisan di propinsi 
    Sumatra Selatan. Orang-orang Lintang tinggal secara berkeluarga dalam 
    rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu, yang biasanya terdiri 
    dari dua atau tiga ruangan kamar. Di bawah rumah adalah tempat 
    penyimpanan kayu bakar, yang sering juga dipakai sebagai tempat 
    bekerja. Di masa-masa modern ini, rumah-rumah kayu itu mulai 
    digantikan oleh rumah yang terbuat dari batu bata dan dibangun 
    langsung di atas tanah. 
    
    Warga Lintang umumnya bekerja sebagai petani yang menanam padi dan 
    pohon kelapa. Daerah mereka juga dijadikan perkebunan kopi (kopinya 
    dijual untuk diekspor), demikian juga perkebunan karet dan tanah 
    ladang yang ditanami sayur-sayuran dan rempah-rempah yang cocok dengan 
    daerah pegunungan. Pada musim panen rumah-rumah penduduk ditinggalkan 
    kosong, karena seluruh keluarga pindah ke perkebunan, dan tinggal di 
    sana pada malam hari sekalipun. Apalagi jika musim panen kopi yang 
    berlangsung sekali setahun. Selain itu suku Lintang juga memelihara 
    kerbau, kambing, ayam dan bebek. Meskipun tinggal di dekat sungai, 
    mereka tidak suka memelihara ikan. Dalam suku ini merupakan kebiasaan 
    bahwa pemuda-pemudi memilih sendiri jodoh yang akan mereka kawini. 
    Namun pesta perkawinan tetap diatur oleh orang tua. Apabila terjadi 
    perselisihan di desa orang Lintang, maka keluarga-keluarga akan 
    mencoba menyelesaikannya melalui jasa penasihat khusus. Jika tidak 
    terjadi kesepakatan, maka seorang penatua desa dapat berfungsi sebagai 
    penengah. Masalah-masalah tertentu terpaksa diselesaikan dengan 
    mengajukannya kepada kantor urusan agama di kota kecamatan terdekat.                    
    
    Warga Lintang setia menganut agama Islam Sunni selama berabad-abad dan 
    di setiap kota dan desa mereka terdapat banyak sekali mesjid dan 
    langgar. Mereka merayakan semua hari raya Islam, termasuk hari raya 
    Idul Fitri (mengakhiri bulan puasa) pada akhir bulan Ramadhan. 
    Meskipun setia sebagai penganut Islam, kebiasaan agama mereka telah 
    bercampur dengan adat istiadat setempat. Masyarakat berkumpul pada 
    waktu sembahyang sholat, tetapi mereka juga rajin berdoa kepada roh 
    nenek moyang karena mengharapkan bantuan rohroh tersebut. Dukun-dukun 
    dan orang "pintar" melakukan pengusiran setan untuk menyembuhkan orang 
    sakit.
     
    Hingga kini belum ada bagian Alkitab yang diterjemahkan ke dalam 
    bahasa Lintang, dan belum ada juga jemaat di antara penduduk asli. 
    Hanya ada satu kota kecil yang terdapat di daerah orang Lintang di 
    mana terdapat orang Kristen, tetapi mereka adalah orang Kristen 
    Tionghoa. Hanya satu orang perempuan yang asli suku Lintang dikenal 
    sebagai orang percaya, tetapi ia tidak tinggal di desa asalnya. 
    
    Topik-topik Doa
    --------------- 
    
    * Berdoa agar suku Lintang benar-benar menemukan damai sejahtera, 
      pengampunan dan kepastian mengenai keselamatan mereka di akhirat. 
      Berdoa agar segera terbentuk sebuah jemaat yang beranggotakan orang 
      Lintang yang asli.
    
    * Berdoa agar ada pembuatan kaset-kaset penginjilan dan film Yesus 
      dalam bahasa Lintang, demikian juga program siaran radio dalam 
      bahasa Oran, sebuah bahasa yang masih berkaitan dengan bahasa 
      Lintang tetapi juga dimengerti oleh mereka. Mereka juga mengerti 
      buku-buku dalam bahasa Indonesia, tetapi diperlukan suatu cara untuk 
      dapat mengirimkan buku-buku itu kepada mereka.     
    
    * Berdoa agar Tuhan mengirimkan duta-duta Injil ke suku Lintang, 
      berdoa mintakan hikmat dan pewahyuan sorgawi bagi mereka, agar dapat 
      menolong sesuai kebutuhan yang tepat bagi suku Lintang. 
      
      
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari-2004] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
    

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA