SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Suku Maba di Negara Chad



  • Suku Maba di Negara Chad
    Judul : [40-Hari-2004][27] Suku Maba di Negara Chad 
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                           Minggu, 31 Oktober 2004
    
    
    SUKU MABA di NEGARA CHAD 
    ========================
    
    Sekitar pertengahan abad ke-17 seorang tokoh bernama Abdelkerim 
    berhasil membawa suku Maba (yang juga disebut suku "Wadday") 
    meninggalkan animisme mereka dan masuk Islam. Beliau membebaskan 
    mereka dari penjajahan orang-orang yang menindas mereka, kemudian 
    menjadi sultan mereka yang pertama. Konon beliau itu masih keturunan 
    Abas, paman Nabi Muhammad. Hingga kini para sultan dalam kerajaan suku 
    Maba tetap merupakan keturunan Abas. Hingga pertengahan abad ke-19 
    para sultan tersebut memerintah dari sebuah kota bernama Wara. Selama 
    bertahun-tahun mereka membangun sebuah istana yang megah, sebuah 
    mesjid besar dan gedung-gedung lainnya. Semua bangunan itu dibuat 
    dengan bahan batu, padahal budaya mereka hanya mengenal rumah-rumah 
    pondok beratapkan rumbia. Belakangan mereka meninggalkan Wara dan 
    memindahkan pusat pemerintahan mereka ke Abéché, yang selanjutnya 
    menjadi ibukota propinsi. Banyak orang Maba kemudian pindah ke negara 
    tetangga Sudan. Hampir semua dari warga Maba yang berjumlah 500.000 
    jiwa itu menganut Islam, meskipun masih ada juga unsur-unsur animisme 
    dalam kebudayaan mereka. Apabila mereka berada di dalam kota, orang-
    orang Maba memakai bahasa Arab Chad, yaitu bahasa perdagangan yang 
    berlaku di hampir seluruh negeri (tingkat kemampuan baca tulis: 90 
    persen).
    
    Tempat kediaman orang Maba, yang disebut "Dar Wadday", terletak di 
    sebelah Utara gurun Sahel, dengan curah hujan hanya 300-400 mm. 
    
    Mayoritas warga Maba menanam millet (sejenis gandum berbiji lebih 
    kecil) sebagai makanan pokok mereka, juga kacang tanah, jagung, 
    buncis, bawang, dan sayuran lainnya, juga memelihara kambing dan sapi. 
    Air minum merupakan permasalahan terbesar bagi kebanyakan desa orang 
    Maba. Desa yang terletak dekat sebuah wadi (dasar sungai yang sudah 
    kering), harus menggali sumur sedalam 2-5 meter dari permukaan tanah. 
    Tetapi mereka yang jauh dari wadi terpaksa berjalan kaki cukup jauh 
    untuk mengambil air, atau harus menggali tanah yang sangat keras 
    sampai 20-50 meter. Ada beberapa lembaga pengembangan masyarakat yang 
    khusus bergerak di bidang pengadaan  air dan pengolahan wadi-wadi 
    untuk irigasi bagi pertanian, guna meningkatkan persediaan pangan bagi 
    penduduk daerah pedesaan.                                                           
    
    Pemerintahan negara Chad berada di tangan mayoritas muslim, tetapi 
    menurut konstitusi Chad bukanlah negara Islam. Mereka tetap 
    mengijinkan kegiatan dari lembaga-lembaga pengembangan masyarakat dan 
    pekabaran Injil. Di daerah tinggal suku Maba telah terbentuk kelompok 
    kecil orang-orang Kristen dan ada beberapa warga Maba turut dalam 
    persekutuan tersebut. Secara teoritis, ada kebebasan beragama di Chad 
    yang mayoritas Islam ini, namun banyak orang Kristen di hina dan 
    dicaci maki di depan umum, dilarang menjual barang-barang dagangan 
    mereka di pasar. Terkadang mereka diseret ke pengadilan di hadapan 
    Sultan, dilempari batu, dan diancam akan dibunuh. Tetapi pada waktu-
    waktu yang lain, orang Kristen dibiarkan, tanpa mendapat banyak 
    gangguan. 
                   
                   
    Topik-topik Doa 
    ---------------
    
    * Doakan kelompok kecil orang-orang percaya dari suku Maba, supaya 
      mereka terus tumbuh dalam iman dan tetap setia kepada Tuhan. 
    
    * Minta Tuhan supaya memberikan lebih banyak hikmat marifat dan cinta 
      kasih kepada para misionaris yang melayani di kawasan itu, agar 
      mereka dapat mengajar orang-orang percaya bagaimana menghayati iman 
      mereka secara kontekstual (sesuai dengan budaya setempat). 
    
    * Melihat dari banyaknya mesjid, sekolah madrasah dan lembaga pendidikan 
      Islam yang bermunculan (yang sebagian besar dibiayai dari luar 
      negeri), tampaknya masyarakat cukup haus akan pengetahuan dan ingin 
      maju. Berdoa agar kehausan itu membuka jalan bagi pekabaran Injil. 
    
    * Alkitab belum juga diterjemahkan ke dalam bahasa orang Maba. Berdoa 
      agar Tuhan menyediakan para penerjemah,yang melakukan pekerjaan 
      penerjamahan Alkitab tersebut. 
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari-2004] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA