SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Gerakan Mahasiswa Islam di Indonesia



  • Gerakan Mahasiswa Islam di Indonesia
    Judul : [40-Hari-2004][09] Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                            Rabu, 13 Oktober 2004
    
    
    GERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
    =================================
    
    Di Indonesia terdapat lima organisasi mahasiswa ekstra universitas
    atau sering dinamakan ormas mahasiswa. Yang cukup menonjol adalah HMI
    Dipo (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam
    Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), HMI MPO (Himpunan
    Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi), dan KAMMI (Kesatuan
    Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Kesemuanya menarik untuk dikaji
    karena sama-sama membawa label Islam sebagai identitas organisasi,
    namun memiliki corak wacana dan strategi perjuangan yang khas. Berikut
    sekilas perjalanan dari ormas mahasiswa Islam tersebut:
    
    1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dipo
    --------------------------------------
    HMI lahir di Yogyakarta di tengah-tengah revolusi guna mempertahankan
    kemerdekaan, pada tgl 5 Februari 1947. Lafran Pane dan kawan-kawan
    merasa prihatin dengan kondisi umat Islam saat itu yang terpecah-pecah
    dalam berbagai aliran keagamaan dan politik serta jurang kemiskinan
    dan kebodohan. Sebab itu dibutuhkan langkah-langkah strategis untuk
    mengambil peranan dalam berbagai aspek kehidupan. Kemudian
    didirikanlah wadah perkumpulan mahasiswa Islam yang memiliki potensi
    besar bagi terbinanya insan akademik, pencipta, pengabdi yang
    bernafaskan Islam.
    
    Dalam perjalanannya, HMI telah banyak melahirkan kader-kader yang
    berkecimpung di dunia pemerintahan. Hampir di sepanjang pemerintahan
    Orde Baru selalu ada mantan kader HMI yang duduk di kabinet terutama
    sekali pada masa pemerintahan Presiden Habibie. Beberapa departemen
    dan lembaga negara amat dikuasai oleh jaringan HMI ini, seperti Badan
    Urusan Logistik (BULOG), Sekretariat Negara (Setneg), dll. Tak sedikit
    pula kader HMI yang melontarkan wacana pemikiran Islam yang mengundang
    kontroversi. Misalnya saja, wacana sekulerisasi agama yang diungkapkan
    Nurcholish Madjid melalui slogannya yang terkenal "Islam Yes, Partai
    Islam No!"
    
    2. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
    ----------------------------------------------
    Nahdatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia pada
    tanggal 17 April 1960 di Surabaya mendirikan sebuah organisasi sebagai
    wadah pergerakan angkatan mudanya dari kalangan mahasiswa, yakni
    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pada perkembangannya di
    awal tahun 1970-an PMII secara struktural menyatakan diri sebagai
    organisasi independen, terlepas dari ormas apa pun, termasuk dari sang
    induknya, Nahdlatul Ulama.
    
    Pada masa pergerakan mahasiswa 1998, menjelang peristiwa jatuhnya
    Soeharto, PMII bersama kaum muda Nahdlatul Ulama lainnya telah
    bergabung dengan elemen gerakan mahasiswa lain untuk mendukung
    digelarnya people's power dalam menumbangkan rezim Soeharto. Sikap ini
    telah jauh mendahului sikap resmi kiai senior Nahdlatul Ulama yang
    lebih konservatif, yakni senantiasa menjaga kedekatan dengan pusat
    kekuasaan untuk membela kepentingan pesantren. Di jalur intelektual
    PMII banyak mengembangkan dan melontarkan gagasangagasan baru,
    misalnya mengenai hak-hak asasi manusia, gender, demokrasi dan
    lingkungan hidup.
    
    3. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
    --------------------------------------
    Ketika situasi nasional mengarah pada demokrasi terpimpin yang penuh
    gejolak politik di tahun 1960-an, dan perkembangan dunia kemahasiswaan
    yang terkotak-kotak dalam bingkai politik dengan meninggalkan arah
    pembinaan intelektual, beberapa tokoh angkatan muda Muhammadiyah
    seperti Muhammad Djaman Alkirdi, Rosyad Soleh, Amin Rais dan kawan-
    kawan memelopori berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di
    Yogyakarta pada tanggal 14 Maret 1964.
    
    Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, sifat gerakan IMM sama dengan
    Muhammadiyah yakni sebagai gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi
    mungkar. Ide dasar gerakan IMM adalah: PERTAMA, Vision, yakni
    membangun tradisi intelektual dan wacana pemikiran melalui intelectual
    enlightenment (pencerahan intelektual) dan intellectual enrichment
    (pengkayaan intelektual). Strategi pendekatan yang digunakan IMM ialah
    melalui pemaksimalan potensi kesadaran dan penyadaran individu yang
    memungkinkan terciptanya komunitas ilmiah. KEDUA, Value, ialah usaha
    untuk mempertajam hati nurani melalui penanaman nilai-nilai moral
    agama sehingga terbangun pemikiran dan konseptual yang mendapatkan
    pembenaran dari Al Qur'an. KETIGA, Courage atau keberanian dalam
    melakukan aktualisasi daerah yang merupakan basis HMI MPO seperti
    program, misalnya dalam melakukan advokasi terhadap permasalahan
    masyarakat dan keberpihakan kader-kader mereka cenderung radikal dan
    lebih ikatan dalam pemberdayaan umat.
    
    4. Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO)
    -------------------------------------------------------------------
    Kebijakan pemerintah untuk memberlakukan asas tunggal Pancasila
    sebagai satu-satunya dasar ormas mendapat tantangan yang cukup beragam
    dari kalangan umat Islam. Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat
    Organisasi (HMI MPO) sebagai organisasi pecahan/faksi dari HMI yang
    disebutkan sebelumnya, terlahir akibat konflik berkepanjangan
    keprihatinan mendalam menyikapi penerimaan asas tunggal tersebut. PB
    (Pengurus Besar) HMI melalui jumpa pers pada 10 April 1985 di
    Yogyakarta mengumumkan tentang penerimaan asas Pancasila oleh HMI.
    Sikap ini dinilai sebagian cabang seperti Yogyakarta, Jakarta,
    Bandung, Ujungpandang, Purwokerto sebagai kesalahan besar PB HMI
    karena tidak melalui forum kongres. Konflik tersebut berujung pada
    perlawanan dari cabang-cabang yang kemudian melahirkan HMI MPO pada 15
    Maret 1986 di Jakarta, sebagaimana tercantum dalam buku Berkas Putih
    yang terbit 10 Agustus 1986.
    
    Setelah beberapa tahun HMI MPO lebih banyak melakukan aktivitas
    gerakannya secara sembunyi-sembunyi, pada tahun 1990-an ketika
    pemerintah mulai menjalin hubungan baik dengan Islam, HMI MPO mulai
    nampak kembali ke permukaan. Di beberapa daerah yang merupakan basis
    HMI MPO seperti Yogyakarta, Bandung, Ujungpandang dan Purwokerto
    kader-kader mereka cenderung radikal dan lebih militan. Pada
    kenyataannya represi negara justru membuat HMI MPO menjadi lebih
    matang dan kuat.
    
    5. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
    ---------------------------------------------------
    KAMMI terbentuk dalam rangkaian acara FS LDK (Forum Sillaturahmi
    Lembaga Da'wah Kampus) Nasional X di kalangan umat Islam. Himpunan
    Mahasiswa Islam Nasional X di Universitas Muhammadiyah Malang tanggal
    25-29 Maret 1998. Setidaknya ada dua alasan terbentuknya KAMMI.
    Pertama, sebagai ekspresi keprihatinan mendalam dan tanggung jawab
    moral atas krisis dan penderitaan rakyat yang melanda Indonesia serta
    berperan aktif dalam proses perubahan. Kedua, untuk membangun kekuatan
    yang dapat berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral
    kepada pemerintah.
    
    Setelah tidak kuat menahan desakan rakyat, akhirnya Soeharto dengan
    terpaksa meletakkan tersebut berujung pada munculnya perlawanan dari
    jabatannya. Namun bagi KAMMI, proses reformasi di Indonesia belumlah
    selesai, bahkan masih membutuhkan proses yang panjang. Lewat Muktamar
    KAMMI yang pertama, 1-4 Oktober 1998, KAMMI memutuskan diri berubah
    dari organisasi gerakan menjadi ormas mahasiswa Islam. Peran utamanya
    adalah untuk menjadi pelopor, pemercepat dan perekat gerakan pro-
    reformasi.
    
    Topik-topik Doa
    ---------------
    
    * Berdoa agar pergerakan dari berbagai organisasi Mahasiswa Islam
      Indonesia memiliki motif yang benar dan berjiwa kebangsaan, yang
      mengakomodir keberagaman agama dan suku yang ada di Indonesia,
      sehingga reformasi bangsa dapat terwujud untuk kepentingan bersama.
    
    * Berdoa agar di masa mudanya, mahasiswa Islam sungguh memiliki hati
      yang merindukan kebenaran dan terbuka untuk menerimanya.
    
    * Berdoa agar Tuhan Yesus dengan cara-Nya akan menjumpai para
      mahasiswa muslim Indonesia di saat mereka mencari Tuhan dengan
      sungguh di masa yang istimewa ini.
    
    * Berdoa agar Tuhan menghalau semua kekuatan jahat yang menunggangi
      aktivitas mahasiswa Islam Indonesia yang hanya memihak pada
      keinginan golongan tertentu.
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
    

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA