|
|
Petunjuk untuk Doa Pribadi atau Bersama
Judul : [40-Hari-2004][x03] Kita Tampil Beda dalam Roh
<>< <>< <>< <>< 40 HARI DOA BANGSA-BANGSA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Selasa, 12 Oktober 2004
PETUNJUK UNTUK DOA PRIBADI ATAU BERSAMA
=======================================
Ada berbagai macam cara yang dapat digunakan untuk berdoa dan berpuasa
dalam minggu-minggu mendatang. Anda dapat menggunakan panduan ini
ketika berdoa seorang diri dalam saat-saat teduh Anda, atau ketika
Anda berdoa bersama dengan orang-orang lain. Kami anjurkan, Anda
memikirkan cara-cara yang kreatif untuk melibatkan sebanyak mungkin
orang dalam fokus doa ini. Yesus telah berjanji secara khusus untuk
memberkati umat yang datang kepada-Nya untuk berdoa dengan kesepakatan
bersama.
Selama periode 40 hari berikut ini, Anda dapat menyelenggarakan
pertemuan mingguan atau dua kali dalam seminggu bersama jemaat gereja
Anda, kelompok muda-mudi Anda, pertemuan pemimpin, pertemuan kaum
wanita, kelompok P.A., kelompok sel, bahkan pertemuan anak-anak juga.
Bahkan, Anda bebas memakai pertemuan apa saja, sewaktu teman teman dan
rekan-rekan Anda seiman sedang berkumpul.
Acara ulang tahun atau apa pun juga dapat dipakai untuk berdoa
bersama. Acara makan bersama dapat dimanfaatkan untuk memanjatkan doa
yang ditetapkan untuk hari yang bersangkutan. Carilah informasi
sebanyak-banyaknya mengenai kebudayaan yang bersangkutan, termasuk
makanan khas dan pakaian adat, musik tradisional, olahraga mereka, dan
sebagainya. Tunjuklah seseorang sebagai pemimpin/fasilitator untuk
momen doa bersama itu. Orang itu dapat memberikan arahan dan menjaga
suasana, serta membantu mereka yang hadir untuk melaksanakan petunjuk-
petunjuk yang diberikan. Ketika mendoakan topik-topik yang ditetapkan
untuk hari tersebut, mintalah kepada Roh Kudus dan percayalah bahwa Ia
akan secara khusus memimpin Anda dalam doa dan membukakan hal-hal
tertentu yang perlu disebutkan dalam doa tersebut (Roma 8:26). Jangan
lupa membuat dan menyimpan catatan mengenai waktu-waktu doa Anda.
Khususnya, catatlah ayat-ayat Firman, dimana Tuhan mungkin
menggerakkan Anda untuk membacanya sehubungan dengan topik pada hari
yang bersangkutan.
Sebaiknya, doa-doa berfokus kepada topik tertentu, satu per satu.
Jangan berdoa secara acak-acakan, lalu setiap kali berganti tema.
Sebelum pindah ke topik lain, sebaiknya menunggu dulu dan berilah
kesempatan kepada setiap orang untuk menaikkan doa mengenai topik yang
bersangkutan (1Korintus 14:40). Pastikan bahwa semua orang memperoleh
kesempatan untuk berdoa bagi suatu pokok atau kebutuhan tertentu, jika
mereka ingin melakukan hal itu.
Upayakanlah agar waktu-waktu doa Anda dibuat bervariasi dan menarik.
Sebagai Pencipta, Tuhan sangat kreatif, dan Ia telah menciptakan kita
menurut gambar-Nya. Karena itu, seharusnya kita juga dapat menaikkan
doa-doa dan permohonan yang kreatif ketika menghampiri Dia. Misalnya,
kita dapat menggunakan sebuah peta, membacakan sebuah cuplikan singkat
mengenai negara atau menyebutkan kebutuhan tertentu yang berkaitan
dengan tema doa hari itu, sehingga doa kita akan lebih menarik dan
menimbulkan ide-ide baru yang harus didoakan. Kita dapat melakukan hal
yang sama dengan menunjukkan foto-foto atau gambar, peta atau siaran
radio dan TV dan film (video) dokumenter. Malam "Lailatul Qadr" (Malam
Penuh Kuasa) merupakan malam yang sangat suci bagi orang Islam ketika
umat merayakan Nuzulul Quran (turunnya Al Quran) kepada Nabi Muhammad
(yang dilakukan pada petang hari ke-26). Alangkah baiknya, juga
mengadakan doa semalaman di gereja atau bersama kelompok misi Anda
pada malam tersebut.
Sebagian umat Muslim menghabiskan waktu berjam-jam di Masjid untuk
menaikkan doa-doa khusus kepada Allah pada malam hari itu. Marilah
kita percaya bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya atas orang Muslim di
seluruh dunia pada malam itu. Marilah kita percaya bahwa Wahyu 7:9
akan digenapi, dimana setiap suku bangsa dan kaum, termasuk mereka
yang beragama Islam akan dapat menghadap takhta Anak Domba pada hari
terakhir itu.
"Mungkinkah tangan-Ku terlalu pendek untuk membebaskan atau tidak
adakah kekuatan pada-Ku untuk melepaskan?" (Yesaya 50:2)
"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan,
dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar." (Yesaya 59:1)
MARI KITA MULAI !
e-Doa ********************************************************* I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
Arsip 40 Hari Doa: http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________
Kontroversi syariat Islam di Indonesia
Judul : [40-hari][08] Kontroversi Syariat Islam di Indonesia
<>< <>< <>< <>< 40 HARI DOA BANGSA-BANGSA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Selasa, 12 Oktober 2004
KONTROVERSI SYARIAT ISLAM di INDONESIA
======================================
Tahun 2004 ini adalah masa transisi menuju pemilihan pemerintahan
baru. Pemerintahan baru akan terbentuk meneruskan proses reformasi di
Indonesia yang seolah-olah berhenti di tengah jalan, sehingga situasi
politik ke depan belum diketahui kejelasannya. Meskipun pembahasan
amandemen Undang-Undang Dasar 45 di sidang tahunan MPR tahun 2000
telah lama berlalu, namun kemunculan mengenai perlu tidaknya
dihidupkannya kembali Piagam Jakarta yang mengandung penegasan soal
pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia masih menjadi momok yang
menakutkan bagi masyarakat non Muslim, mengingat konflik berskala
daerah yang bernuansa SARA masih terus terjadi di Poso dan kembali
meletus di Maluku pada tahun 2004 ini. Hal ini seakan menjadi ancaman
bagi umat Kristen dalam mengekspresikan kebebasan agamanya.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) dan Fraksi Partai Bulan
Bintang (FPBB) mengusulkan dihidupkannya kembali Piagam Jakarta,
sedangkan fraksi-fraksi yang lain menolaknya. Piagam Jakarta adalah
rancangan UUD yang dirumuskan pada 22 Juni 1945 di Jakarta. Dalam
rancangan UUD ini, baik pada pembukaan maupun pada batang tubuhnya
(pasal 29 ayat 1) ada kata-kata Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Inilah yang menjadi esensi
Piagam Jakarta. Tetapi kemudian tujuh kata tersebut telah dihapus
ketika rancangan UUD disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Hal inilah
yang kemudian coba dihidupkan kembali oleh Partai-partai politik yang
berasaskan Islam, seperti PPP dan PBB.
Golongan Islam garis keras berpendapat perlu suatu legitimasi dalam
bentuk Undang-Undang Dasar negara Indonesia yang mengakomodasi
terselenggaranya pelaksanaan Syariat Islam, dengan tujuan memudahkan
pengaturan kehidupan bernegara. Sebenarnya, meskipun Syariat Islam
belum mendapat pengesahan secara UUD, sebagian asas-asas Syariat Islam
itu telah dilaksanakan secara perlahan-lahan namun tetap dalam skala
yang intensif. Dibuktikan dengan adanya Undang-Undang Peradilan Agama
(UU No.7 tahun 1989), Kompilasi Hukum Islam yang mencakup hukum
perkawinan, kewarisan dan perwakafan (Inpres No.1 tahun 1991), Undang-
Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji (UU No. 17 Tahun 1999), dan Undang-
Undang Pengelolaan Zakat (UU No.38 Tahun 1999) dan terakhir UU Sistem
Pendidikan Nasional (Tahun 2004). Secara perlahan namun pasti, Syariat
Islam telah diberlakukan, meski baru sebagian. Syariat Islam juga
sudah berlaku di bidang ekonomi dan bisnis, seperti berdirinya Bank
Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri dan Bank Syariah BNI.
Beberapa bank swasta di Indonesia bahkan juga sudah mempraktekkan
sistem syariah. Begitu pula, banyak Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
sudah bersistem syariah. Sistem syariah juga sudah berlaku pada
asuransi, seperti Asuransi Takaful, dan bursa saham.
Saat ini satu-satunya bidang yang masih diperjuangkan dan belum
dijangkau Syariat Islam adalah hukum pidana, seperti hukuman potong
tangan bagi pencuri, pencopet, penodong, perampok dan koruptor.
Kemudian hukuman cambuk bagi yang minum minuman keras dan pecandu
narkoba, hukuman rajam dan cambuk bagi yang berzinah, hukum qishas
(hukum mati dengan memancung leher).
Betapa mengenaskan bagi negeri Indonesia yang memiliki asas final
Pancasila dan NKRI ini.
TOPIK DOA
Amsal 14:12; Mazmur 97:7
* Berdoa menolak semua hukum yang menghalangi pemerintahan dari Raja
segala raja untuk berdaulat dalam kehidupan bangsa Indonesia.
* Berdoa agar semua strategi dan rancangan pengislaman Indonesia
dibalikkan oleh Tuhan dan justru menjadi rancangan keselamatan kekal
bagi berjuta-juta umat muslim Indonesia. Deklarasikan (Yesaya 55:8-
11). Ingatkan Tuhan akan setiap janji-janji-Nya dan nubuatan dari
hamba-hamba-Nya, yakinilah aminkan.
e-Doa ********************************************************* I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
Arsip 40 Hari Doa: http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________
|
|