SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Kita Tampil Beda dalam Roh
  • Komunitas Islam Tionghoa di Indonesia



  • Kita Tampil Beda dalam Roh
    Judul : [40-Hari-2004][x02] Kita Tampil Beda dalam Roh
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                             Rabu, 6 Oktober 2004
    
    KITA TAMPIL BEDA DALAM ROH
    ==========================
    
    Salam sejahtera bagi semua pendoa terkasih,
    
    Kami percaya, Anda sangat menantikan kehadiran buku panduan doa ini,
    dan bertekad bersama umat percaya di seluruh dunia untuk menghadap
    tahta Anak Domba guna menyampaikan doa dan permohonan (Wahyu 5:8) demi
    keselamatan orang-orang yang belum mengenal Kristus.
    
    Sebagai umat Kristen Indonesia di mana pun Anda berada, marilah kita 
    memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya atas Anugerah-Nya yang ajaib 
    dalam kehidupan gereja-Nya di Indonesia, juga bagi bangsa kita yang 
    tercinta. Silakan mulai membaca Mazmur 145 seluruh pasal: Bersyukurlah 
    atas kebesaran-Nya, keperkasaan-Nya, pekerjaan-Nya, semarak kemuliaan-
    Nya, perbuatan-perbuatan-Nya yang dahsyat, kebajikan-Nya, keadilan-
    Nya, kasih-Nya, kesetiaan-Nya, rahmat-Nya, atas kita, dan atas umat 
    yang belum mengenal Kristus serta bangsa Indonesia.
    
    Kita bersyukur karena dalam kedaulatan-Nya, Tuhan terus memimpin 
    bangsa kita untuk melalui masa transisi menuju demokrasi dan masih 
    terus akan mengalami penyempurnaan. Selama 6 tahun masa transisi yang 
    telah berlalu, gereja Tuhan di negeri ini boleh dikatakan seperti 
    "telur di ujung tanduk", yang senantiasa siap untuk dipecahkan. Banyak 
    kerugian nyawa dan material dialami oleh umat yang percaya. Namun, 
    melalui semuanya itu, kita disadarkan bahwa keadaan kita sendiri masih 
    terpecah belah, dan kita tidak memiliki kekuatan. Kita masih harus 
    membangun kesatuan Roh di antara kita, sehingga "Kita tampil beda 
    dalam Roh" untuk melawan kenyataan yang kita hadapi (Efesus 6:12; 
    Yohanes 10:10; 8:44).
    
    Lihat pada rekan-rekanmu, salamilah/rangkullah mereka satu demi satu
    sembari mengucapkan, "Kita tampil beda dalam Roh, man!!" Biasakanlah
    memakai kalimat singkat ini sebagai "motto" dalam keluarga, gereja,
    serta kelompok orang percaya saat kita berjumpa. Setiap kalimat yang
    kita ucapkan akan membangun kekuatan roh, sekaligus melindungi saudara
    seiman kita. Orang yang tampil dengan roh yang beda adalah mereka yang
    tahu mengandalkan Tuhan, dan hanya mereka yang mendapatkan kasih
    karunia dan perkenan di hadapan Tuhan (Keluaran 32:16).
    
    TIGA PRINSIP UTAMA BAGI PENDOA SYAFAAT
    --------------------------------------
    
    Di bawah ini diberikan tiga prinsip utama yang saling terkait satu 
    dengan yang lainnya, yang sebaiknya dipraktikkan secara berurutan, 
    karena dengan demikian akan menghasilkan terobosan dan jawaban doa 
    yang sangat dahsyat. Tiga prinsip utama ini menjadi panduan dasar dari 
    tiap hari doa, dilengkapi dengan pokok-pokok doa harian yang tercantum 
    dalam setiap artikel. Hendaknya, pendoa terbuka untuk menerima 
    tuntunan Roh Kudus untuk berdoa sampai tuntas.
    
    1. Doa Pertobatan
       Identifikasikan diri Anda pada kehidupan dan dosa-dosa yang
       dilakukan oleh orang-orang atau kelompok masyarakat yang menjadi
       fokus doa pada hari tersebut. Akuilah dosa-dosa mereka yang dapat
       Anda simak saat membaca artikel yang tertera, dan yang Roh Kudus
       tunjukkan kepada Anda (Yesaya 59:1-8; 12-17; Galatia 5:19-21).
       Belalah mereka di hadapan tahta anugerah Bapa (Kejadian 18:22-32;
       Keluaran 32:30-32).
    
    2. Doa Peperangan
       Lawanlah semua kekuatan, strategi, dan bentuk ikatan yang dipakai
       dan dilakukan oleh musuh (Iblis) terhadap orang-orang yang menjadi
       fokus doa hari ini (Yakobus 4:7; Matius 18:18; Daniel 10:13,20;
       2Korintus 4:3-4; 10:4-5).
    
    3. Doa Berkat
       Turunkanlah berkat-berkat kerajaan Surga atas kehidupan orang-orang
       yang menjadi fokus doa hari ini, seperti roh takut akan Tuhan
       (membenci dan menjauhi dosa), hati yang terbuka disertai lapar dan
       haus untuk menerima kebenaran, (Yohanes 8:31-32), turunkan roh
       pertobatan, perkatakan keselamatan dan berkat atas kehidupan
       mereka. Akhirilah dengan pengucapan syukur, deklarasikan dan imani
       (Yohanes 10:9-16; Wahyu 5:9-13; Filipi 2:10-11).
    
    Sebagai kesinambungan dari doa-doa kita yang tidak jemu-jemu demi
    keselamatan kaum Muslim, kini tersedia buku panduan "Doa Terobosan"
    2005. 
    
    Selamat berdoa dan berpuasa, anugerah-Nya menyertai semua pendoa. 
    Tuhan memberkati!
    
    Koordinator Bahasa Indonesia
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
    

    Komunitas Islam Tionghoa di Indonesia
    Judul : [40-Hari-2004][04] Komunitas Islam Tionghoa di Indonesia
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                            Jumat, 8 Oktober 2004
    
    KOMUNITAS ISLAM TIONGHOA DI INDONESIA
    =====================================
    
    Belum ada data yang pasti mengenai jumlah penduduk Tionghoa dan 
    Tionghoa yang beragama Islam di Indonesia. Namun, ada beragam pendapat 
    yang dapat dijadikan pegangan untuk menaksir keberadaan kaum Muslim 
    Tionghoa. Pimpinan Persatuan Islam Tionghoa (PITI) memperkirakan 
    jumlah penduduk Tionghoa ada sekitar 10 juta orang, seorang ahli China 
    dari Universitas Indonesia mencatat 7,2 juta jiwa, dan seorang 
    peneliti masalah China dari Universitas Nasional Singapura menduga ada 
    5.76 juta. Namun, sampai periode tahun 2004 ini diyakini pertambahan 
    populasi etnis yang dikenal juga sebagai orang China ini berkembang 
    pesat dari segi jumlah.
    
    Dari jumlah yang disebutkan di atas, orang Muslim Tionghoa menurut
    pimpinan PITI mencapai 5%. Sedangkan peneliti lainnya memperkirakan,
    Muslim Tionghoa hanya sekitar 2%. Seorang tokoh Muslim Tionghoa yang
    sangat terkenal, yaitu Drs. H. Junus Jahja menduga, penduduk Muslim
    Tionghoa sekitar 1% dari total seluruh penduduk Indonesia. Logika
    perbandingannya adalah diantara 100 orang penduduk Indonesia terdapat
    satu orang Muslim Tionghoa. Hal ini menunjukkan perkembangan yang
    pesat dari syiar dakwah Islam di kalangan masyarakat Tionghoa.
    
    Berbicara mengenai Muslim Tionghoa memang tak dapat dipisahkan dari 
    Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang lahir pada tanggal 14 
    April 1961 di Jakarta. Organisasi ini mempunyai garis perjuangan 
    sebagai tempat berhimpunnya orang-orang Muslim Tionghoa. Tujuannya 
    adalah mengembangkan dakwah di kalangan orang Tionghoa yang sudah 
    Islam ataupun yang belum.
    
    Beberapa strategi yang dilakukan dalam rangka menambah populasi 
    masyarakat Tionghoa ke dalam agama Islam adalah dalam pembauran: orang 
    Tionghoa ganti nama, menikah dengan pasangan pribumi, dan masuk agama 
    yang dianut oleh kelompok mayoritas. Karena kelompok mayoritas di 
    Indonesia adalah Muslim, maka agama yang selayaknya dianut masyarakat 
    Tionghoa dalam rangka pembauran adalah Islam. Cara pembauran ini 
    terbukti efektif di Thailand, karena orang Tionghoa pada umumnya 
    menganut agama mayoritas di negeri Gajah Putih itu, yakni Budha. 
    Demikian pula di Filipina, dimana mereka menganut agama mayoritas 
    penduduk Filipina, yakni Katholik. Cara lainnya seperti ganti nama dan 
    menikah dengan pasangan pribumi, dianggap kurang efektif (tapi masih 
    dilakukan) dibandingkan dengan cara berdakwah secara langsung. Namun,
    tetap ada jarak antara orang Tionghoa dengan orang pribumi, Indonesia. 
    Sedangkan menikah dengan orang pribumi juga kurang efektif mendorong 
    perpindahan agama karena sering terganjal perundangan agama di 
    Indonesia.
    
    Pada masa Orde Baru, kaum minoritas Tionghoa ini sengaja dibuat 
    eksklusif dan berkembang pesat dalam dunia bisnis yang difasilitasi 
    pemerintah. Namun, strategi Muslim Tionghoa yang diwakili organisasi 
    PITI berharap bahwa di era reformasi ini akan ada kerja sama yang 
    lebih baik antara pribumi dan Tionghoa yang berujung pada kesempatan 
    besar syiar dakwah kepada masyarakat Tionghoa yang non-Muslim.
    
    POKOK DOA
    
    Pepatah mengatakan: "Lepas dari mulut singa, masuk ke mulut buaya".
    Tidak ada pembebasan yang sejati, yang ada hanyalah pergantian label,
    tetapi mempunyai tuan yang sama.
    
    * Rasakanlah hati Tuhan yang hancur bagi para Muslim Tionghoa
      Indonesia. Berdoa agar anugerah Tuhan dapat dialami oleh para Muslim
      Tionghoa Indonesia, khususnya saat bulan puasa ini. Berdoa agar
      mereka bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan bukan peluang
      keuntungan. Berdoa agar Tuhan menyembuhkan semua trauma dan luka
      hati mereka karena peristiwa Mei '98. Damai hanya ada dalam Yesus.
    
    * Berdoa bagi umat Tionghoa Indonesia yang percaya, agar tidak lupa
      mendoakan dan membagikan kasih Yesus bagi saudara mereka yang
      Muslim.
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
    

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA