|
|
Kita Tampil Beda dalam Roh
Judul : [40-Hari-2004][x02] Kita Tampil Beda dalam Roh
<>< <>< <>< <>< 40 HARI DOA BANGSA-BANGSA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Rabu, 6 Oktober 2004
KITA TAMPIL BEDA DALAM ROH
==========================
Salam sejahtera bagi semua pendoa terkasih,
Kami percaya, Anda sangat menantikan kehadiran buku panduan doa ini,
dan bertekad bersama umat percaya di seluruh dunia untuk menghadap
tahta Anak Domba guna menyampaikan doa dan permohonan (Wahyu 5:8) demi
keselamatan orang-orang yang belum mengenal Kristus.
Sebagai umat Kristen Indonesia di mana pun Anda berada, marilah kita
memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya atas Anugerah-Nya yang ajaib
dalam kehidupan gereja-Nya di Indonesia, juga bagi bangsa kita yang
tercinta. Silakan mulai membaca Mazmur 145 seluruh pasal: Bersyukurlah
atas kebesaran-Nya, keperkasaan-Nya, pekerjaan-Nya, semarak kemuliaan-
Nya, perbuatan-perbuatan-Nya yang dahsyat, kebajikan-Nya, keadilan-
Nya, kasih-Nya, kesetiaan-Nya, rahmat-Nya, atas kita, dan atas umat
yang belum mengenal Kristus serta bangsa Indonesia.
Kita bersyukur karena dalam kedaulatan-Nya, Tuhan terus memimpin
bangsa kita untuk melalui masa transisi menuju demokrasi dan masih
terus akan mengalami penyempurnaan. Selama 6 tahun masa transisi yang
telah berlalu, gereja Tuhan di negeri ini boleh dikatakan seperti
"telur di ujung tanduk", yang senantiasa siap untuk dipecahkan. Banyak
kerugian nyawa dan material dialami oleh umat yang percaya. Namun,
melalui semuanya itu, kita disadarkan bahwa keadaan kita sendiri masih
terpecah belah, dan kita tidak memiliki kekuatan. Kita masih harus
membangun kesatuan Roh di antara kita, sehingga "Kita tampil beda
dalam Roh" untuk melawan kenyataan yang kita hadapi (Efesus 6:12;
Yohanes 10:10; 8:44).
Lihat pada rekan-rekanmu, salamilah/rangkullah mereka satu demi satu
sembari mengucapkan, "Kita tampil beda dalam Roh, man!!" Biasakanlah
memakai kalimat singkat ini sebagai "motto" dalam keluarga, gereja,
serta kelompok orang percaya saat kita berjumpa. Setiap kalimat yang
kita ucapkan akan membangun kekuatan roh, sekaligus melindungi saudara
seiman kita. Orang yang tampil dengan roh yang beda adalah mereka yang
tahu mengandalkan Tuhan, dan hanya mereka yang mendapatkan kasih
karunia dan perkenan di hadapan Tuhan (Keluaran 32:16).
TIGA PRINSIP UTAMA BAGI PENDOA SYAFAAT
--------------------------------------
Di bawah ini diberikan tiga prinsip utama yang saling terkait satu
dengan yang lainnya, yang sebaiknya dipraktikkan secara berurutan,
karena dengan demikian akan menghasilkan terobosan dan jawaban doa
yang sangat dahsyat. Tiga prinsip utama ini menjadi panduan dasar dari
tiap hari doa, dilengkapi dengan pokok-pokok doa harian yang tercantum
dalam setiap artikel. Hendaknya, pendoa terbuka untuk menerima
tuntunan Roh Kudus untuk berdoa sampai tuntas.
1. Doa Pertobatan
Identifikasikan diri Anda pada kehidupan dan dosa-dosa yang
dilakukan oleh orang-orang atau kelompok masyarakat yang menjadi
fokus doa pada hari tersebut. Akuilah dosa-dosa mereka yang dapat
Anda simak saat membaca artikel yang tertera, dan yang Roh Kudus
tunjukkan kepada Anda (Yesaya 59:1-8; 12-17; Galatia 5:19-21).
Belalah mereka di hadapan tahta anugerah Bapa (Kejadian 18:22-32;
Keluaran 32:30-32).
2. Doa Peperangan
Lawanlah semua kekuatan, strategi, dan bentuk ikatan yang dipakai
dan dilakukan oleh musuh (Iblis) terhadap orang-orang yang menjadi
fokus doa hari ini (Yakobus 4:7; Matius 18:18; Daniel 10:13,20;
2Korintus 4:3-4; 10:4-5).
3. Doa Berkat
Turunkanlah berkat-berkat kerajaan Surga atas kehidupan orang-orang
yang menjadi fokus doa hari ini, seperti roh takut akan Tuhan
(membenci dan menjauhi dosa), hati yang terbuka disertai lapar dan
haus untuk menerima kebenaran, (Yohanes 8:31-32), turunkan roh
pertobatan, perkatakan keselamatan dan berkat atas kehidupan
mereka. Akhirilah dengan pengucapan syukur, deklarasikan dan imani
(Yohanes 10:9-16; Wahyu 5:9-13; Filipi 2:10-11).
Sebagai kesinambungan dari doa-doa kita yang tidak jemu-jemu demi
keselamatan kaum Muslim, kini tersedia buku panduan "Doa Terobosan"
2005.
Selamat berdoa dan berpuasa, anugerah-Nya menyertai semua pendoa.
Tuhan memberkati!
Koordinator Bahasa Indonesia
e-Doa ********************************************************* I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
Arsip 40 Hari Doa: http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________
Komunitas Islam Tionghoa di Indonesia
Judul : [40-Hari-2004][04] Komunitas Islam Tionghoa di Indonesia
<>< <>< <>< <>< 40 HARI DOA BANGSA-BANGSA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Jumat, 8 Oktober 2004
KOMUNITAS ISLAM TIONGHOA DI INDONESIA
=====================================
Belum ada data yang pasti mengenai jumlah penduduk Tionghoa dan
Tionghoa yang beragama Islam di Indonesia. Namun, ada beragam pendapat
yang dapat dijadikan pegangan untuk menaksir keberadaan kaum Muslim
Tionghoa. Pimpinan Persatuan Islam Tionghoa (PITI) memperkirakan
jumlah penduduk Tionghoa ada sekitar 10 juta orang, seorang ahli China
dari Universitas Indonesia mencatat 7,2 juta jiwa, dan seorang
peneliti masalah China dari Universitas Nasional Singapura menduga ada
5.76 juta. Namun, sampai periode tahun 2004 ini diyakini pertambahan
populasi etnis yang dikenal juga sebagai orang China ini berkembang
pesat dari segi jumlah.
Dari jumlah yang disebutkan di atas, orang Muslim Tionghoa menurut
pimpinan PITI mencapai 5%. Sedangkan peneliti lainnya memperkirakan,
Muslim Tionghoa hanya sekitar 2%. Seorang tokoh Muslim Tionghoa yang
sangat terkenal, yaitu Drs. H. Junus Jahja menduga, penduduk Muslim
Tionghoa sekitar 1% dari total seluruh penduduk Indonesia. Logika
perbandingannya adalah diantara 100 orang penduduk Indonesia terdapat
satu orang Muslim Tionghoa. Hal ini menunjukkan perkembangan yang
pesat dari syiar dakwah Islam di kalangan masyarakat Tionghoa.
Berbicara mengenai Muslim Tionghoa memang tak dapat dipisahkan dari
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang lahir pada tanggal 14
April 1961 di Jakarta. Organisasi ini mempunyai garis perjuangan
sebagai tempat berhimpunnya orang-orang Muslim Tionghoa. Tujuannya
adalah mengembangkan dakwah di kalangan orang Tionghoa yang sudah
Islam ataupun yang belum.
Beberapa strategi yang dilakukan dalam rangka menambah populasi
masyarakat Tionghoa ke dalam agama Islam adalah dalam pembauran: orang
Tionghoa ganti nama, menikah dengan pasangan pribumi, dan masuk agama
yang dianut oleh kelompok mayoritas. Karena kelompok mayoritas di
Indonesia adalah Muslim, maka agama yang selayaknya dianut masyarakat
Tionghoa dalam rangka pembauran adalah Islam. Cara pembauran ini
terbukti efektif di Thailand, karena orang Tionghoa pada umumnya
menganut agama mayoritas di negeri Gajah Putih itu, yakni Budha.
Demikian pula di Filipina, dimana mereka menganut agama mayoritas
penduduk Filipina, yakni Katholik. Cara lainnya seperti ganti nama dan
menikah dengan pasangan pribumi, dianggap kurang efektif (tapi masih
dilakukan) dibandingkan dengan cara berdakwah secara langsung. Namun,
tetap ada jarak antara orang Tionghoa dengan orang pribumi, Indonesia.
Sedangkan menikah dengan orang pribumi juga kurang efektif mendorong
perpindahan agama karena sering terganjal perundangan agama di
Indonesia.
Pada masa Orde Baru, kaum minoritas Tionghoa ini sengaja dibuat
eksklusif dan berkembang pesat dalam dunia bisnis yang difasilitasi
pemerintah. Namun, strategi Muslim Tionghoa yang diwakili organisasi
PITI berharap bahwa di era reformasi ini akan ada kerja sama yang
lebih baik antara pribumi dan Tionghoa yang berujung pada kesempatan
besar syiar dakwah kepada masyarakat Tionghoa yang non-Muslim.
POKOK DOA
Pepatah mengatakan: "Lepas dari mulut singa, masuk ke mulut buaya".
Tidak ada pembebasan yang sejati, yang ada hanyalah pergantian label,
tetapi mempunyai tuan yang sama.
* Rasakanlah hati Tuhan yang hancur bagi para Muslim Tionghoa
Indonesia. Berdoa agar anugerah Tuhan dapat dialami oleh para Muslim
Tionghoa Indonesia, khususnya saat bulan puasa ini. Berdoa agar
mereka bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan bukan peluang
keuntungan. Berdoa agar Tuhan menyembuhkan semua trauma dan luka
hati mereka karena peristiwa Mei '98. Damai hanya ada dalam Yesus.
* Berdoa bagi umat Tionghoa Indonesia yang percaya, agar tidak lupa
mendoakan dan membagikan kasih Yesus bagi saudara mereka yang
Muslim.
e-Doa ********************************************************* I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
Arsip 40 Hari Doa: http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________
|
|