SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2004


Oktober 2004
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

November 2004
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


Daftar Isi:
  • Selamat Datang
  • Peran Politik Muhammadiyah dan NU di Indonesia



  • Selamat Datang
    Judul : [40-Hari-2004][x01] Selamat Datang
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                                6 Oktober 2004
    
    Prakarsa untuk mendoakan umat Islam ini berawal dari sebuah pertemuan 
    yang diadakan pada tahun 1992 oleh beberapa pemimpin Kristiani di 
    lokasi tertentu di Timur Tengah. Para pemimpin pria dan wanita ini 
    merasa bahwa Tuhan menghendaki mereka untuk mengajak sebanyak mungkin 
    orang Kristen mulai berdoa bagi dunia Islam. Gerakan doa ini 
    direncanakan untuk dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Seperti 
    Anda ketahui, penetapan bulan Ramadhan dilakukan dengan penanggalan 
    Islam yang didasarkan pada peredaran bulan. Pada tahun 2004, bulan 
    Ramadhan diperkirakan mulai tanggal 15 Oktober 2004 dan berakhir pada 
    tanggal 13 Nopember 2004, meskipun tanggalnya bisa berbeda di setiap 
    negara. Masa puasa berakhir ketika bulan baru mulai terlihat, yang 
    akan terjadi pada akhir dari masa 30 hari tersebut. Doa dalam bahasa 
    Indonesia ini dimulai pada tanggal 5 Oktober 2004 dan berakhir pada 13 
    Nopember 2004. 
    
    Apabila umat Kristen berdoa selama bulan Ramadhan, hal itu bukannya 
    berarti bahwa kita meniru cara-cara orang Islam berdoa dan berpuasa. 
    Tujuannya semata-mata adalah untuk mendoakan umat Islam pada masa yang 
    sangat berarti bagi mereka, sehingga kita dapat berbagi rasa dengan 
    mereka. Tujuan panduan doa ini adalah untuk membangkitkan inspirasi 
    dan memberi petunjuk kepada setiap pembaca ketika akan bersyafaat bagi 
    dunia Islam. Panduan ini sesungguhnya memberikan informasi yang masih 
    sangat minim mengenai dunia Islam. 
    
    Mudah-mudahan, setiap halaman artikel akan memberikan sekilas gambaran 
    kepada Anda mengenai hal-hal yang sungguh-sungguh diperlukan oleh umat 
    Islam. Kami sarankan agar Anda mencari informasi lebih jauh dan dengan 
    demikian akan lebih memahami dunia Islam dan apa yang kini sedang 
    dikerjakan Tuhan di kalangan umat Muslim. 
    
    Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: 
       "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-
       meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu 
       Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan 
       bahasa dan kaum dan bangsa ...." (Wahyu 5:9) 
    
    Tim Redaksi
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
    

    Peran Politik Muhammadiyah dan NU di Indonesia
    Judul : [40-Hari-2004][02] Peran Politik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Indonesia
    
    <>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                             Rabu, 6 Oktober 2004
    
    PERAN POLITIK MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA INDONESIA
    ========================================================
    
    Sejak awal kelahirannya, Nahdlatul Ulama-Muhammadiyah sebetulnya
    memang tidak didirikan sebagai organisasi politik. Kedua ormas ini
    didirikan untuk mengembangkan dakwah Islam, kegiatan sosial,
    pendidikan, dan pengembangan sumberdaya manusia. Namun, tidak bisa
    dipungkiri bahwa aroma dan tarikan politik senantiasa mewarnai denyut
    nadi organisasi itu. Hal itulah yang menjadikan perdebatan dan
    tarikmenarik antara kubu kultural dan politik pada kedua organisasi
    tersebut. Keduanya memiliki peran yang cukup signifikan dalam sejarah
    dan dinamika perpolitikan Indonesia.
    
    Meskipun organisasi Islam terbesar di Indonesia ini bukan partai
    politik, pengaruh dan daya penekan (pressure power) mereka bisa
    melebihi partai-partai politik yang ada. Oleh karenanya, tidak heran
    jika dalam penentuan-penentuan kebijakan nasional oleh pemerintah atau
    partai pemenang pemilu mereka biasanya banyak dilibatkan. Dan pada
    pembagian jatah kekuasaan pun, mereka akan senantiasa diperhitungkan
    dan diberi tempat. Terbukti dalam dukungmendukung calon presiden pada
    Pemilu 5 Juli 2004 yang lalu, suara Nahdlatul Ulama-Muhammadiyah
    sangat diperhitungkan untuk meraih kemenangan.
    
    Siklus sejarah keterlibatan Nahdlatul Ulama-Muhammadiyah pada wilayah
    politik praktis ini kembali terjadi sesudah jatuhnya pemerintahan
    Soeharto pada Mei 1998. PKB dan PAN, pada akhirnya didirikan untuk
    menampung, memperjuangkan, dan mewadahi aspirasi serta misi politik
    dari kedua organisasi tersebut sebagai sebuah konsekuensi logis untuk
    mendapatkan akses kekuasaan.
    
    Bagi sebagian besar cendekiawan Islam, posisi Nahdlatul Ulama-
    Muhammadiyah yang jelas mempunyai jaringan dan basis massa luas di 
    masa mendatang diharapkan harus mampu menjadi kekuatan civil society 
    alternatif. Terlebih lagi, dengan pengalaman, SDM, serta amal usaha 
    yang sudah dimilikinya, keduanya akan relatif lebih independen dan 
    canggih memainkan peran ketika berhadapan dengan hegemoni negara dan 
    pasar bebas, terutama kekuatan Barat yang dianggap identik dengan 
    Kristen. Namun dalam sejarah di Indonesia, para dalam pertikaian yang 
    tidak dapat membuat mereka bersatu padu sebagai sebuah kekuatan Islam 
    kolektif.
    
    Belum diketahui secara pasti apakah sejarah bangsa ini selanjutnya,
    mereka akan berkoalisi sebagai kekuatan oposisi bagi pemerintahan baru
    atau tetap terpisah dengan kepentingan politik masing-masing. Apabila
    mereka bergabung dalam platform yang sama, maka jelas hal demikian
    akan menambah kekuatan tawar-menawar (bargaining power) terhadap
    pemerintahan yang baru. Imbasnya bisa berpengaruh terhadap tekanan
    yang semakin meningkat terhadap kelompok minoritas seperti umat
    Kristen di Indonesia. Hal ini sudah dibuktikan ketika kedua organisasi
    Islam yang diwakili PAN dan PKB dalam panggung politik Indonesia tahun
    2003 menyetujui disahkannya Undang-Undang SISDIKNAS yang memberatkan
    Dalam kaidah realitas politik, bentuk koalisi yang dilakukan tersebut
    jelas sah-sah saja. Pada pemilu tahun 1999 semua Partai Islam seperti
    PKB, PAN, PBB, Partai Keadilan, dan PPP bergabung menjadi satu dalam
    Poros Tengah yang membawa Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi
    presiden. Adapun penggabungan kekuatan ini digagas oleh mantan Ketua
    Umum Muhammadiyah Amien Rais yang dikenal sebagai tokoh Islam yang
    bersikap keras terhadap Amerika.
    
    POKOK DOA
    Bacalah Mazmur 2; Daniel 2:21-22
    
    * Doakan tokoh-tokoh utama dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama agar
      hati nurani mereka terbuka untuk mencari kebenaran yang sejati dan
      berani untuk menerima kebenaran yang ditunjukkan kepada mereka.
    
    * Berdoa meminta Tuhan dengan lengan-Nya yang teracung mengintervensi
      atas setiap rencana dan keputusan mereka, baik bagi kepentingan
      langsung golongan mereka ataupun untuk seluruh bangsa.
    
    * Berdoa dalam bulan suci umat Islam ini, agar Tuhan mencurahkan
      Roh-Nya secara melimpah dan menyelamatkan saudara-saudari kita umat
      Muslim di Indonesia.
    
    
    e-Doa ********************************************************* I-KAN
    
    Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
    Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org
    Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    _____________________________________________________________________
    

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA