Minggu, 2 November 2003
IBUKOTA KHARTOUM DI SUDAN
=========================
Populasi penduduk: 12 juta
Hampir segala-galanya di kota Khartoum berwarna coklat. Ada juga yang
berwarna merah, tetapi warna dasarnya tetap coklat! Panas terik
matahari di sini memudarkan warna semua bangunan di kota ini. Debu
menempel dan menembus segala sesuatu. Hanya warna langit saja yang
hampir selalu biru cerah di sini.
Khartoum adalah kota terbesar kedua di Kawasan Muslim Afrika (Utara).
Kotanya tidak dibangun seperti layaknya kota yang modern, tetapi
terdiri dari rumah-rumah sederhana berlantai satu yang terbuat dari
batu bata, berderet-deret ke segala penjuru hingga sekian kilometer.
Nama Khartoum berarti "belalai gajah". Letak kota persis pada
persimpangan antara Sungai Nil Putih dan Sungai Nil Biru, yang
tampaknya memang mirip sebuah belalai gajah karena aliran sungai-
sungai itu kota Khartoum terbagi menjadi 3 bagian. Di Khartoum Selatan
terdapat pemerintah pusat dan gedung-gedung perkantoran. Di sebelah
Barat sungai, (kota) Omdurman tetap mempertahankan karakter Islam
tradisionalnya dengan banyak gang kecil dan pasar (souk) yang besar.
Khartoum Utara (kota Bahri) semula direncanakan menjadi daerah
industri, tetapi seperti daerah-daerah lain di kota itu, akhirnya
menjadi makin padat dengan rumah-rumah kediaman.
Negeri Sudan terdiri dari berbagai kebudayaan yang berbeda-beda.
Dengan penduduknya sebesar 33 juta orang, Sudan sesungguhnya terdiri
atas 240 lebih suku bangsa. Di Khartoum sendiri penduduknya 12 juta
orang, 2 juta di antaranya adalah pengungsi dari Gunung Nuba dan
daerah Sudan Selatan. Selama 15 tahun belakangan, para pengungsi ini
telah melarikan diri menghindari peperangan di kawasan selatan.
Kebanyakan mereka tinggal di daerah pengungsian di pinggiran kota.
Kehidupan di daerah ini begitu sulit, kebanyakan orang tidak memiliki
pekerjaan, walaupun ada juga yang berhasil menjadi pembantu rumah
tangga, satpam atau pekerja kuli di kota (itupun kalau mereka dapat
menemukan transportasi yang memadai).
Banyak lembaga dari luar negeri telah bekerja tanpa mengenal lelah
untuk membantu menyediakan sarana-sarana dasar seperti bantuan pangan,
air minum, sanitasi (pembuangan air limbah), kesehatan, dan pendidikan
di kompleks pengungsian ini. Pelayanan pemerintah sendiri seperti
aliran listrik dan jalan-jalan umum pun sudah mulai tampak. Hidup
begitu sulit di sini, tetapi bagi sebagian warga masih ada harapan
untuk kehidupan yang lebih baik asalkan dapat memperoleh pendidikan
dan pekerjaan. Tetapi yang lainnya rindu untuk dapat kembali ke
kawasan selatan yang lebih subur dan hijau. Peperangan di Selatan
terjadi karena pemerintah mencoba memaksakan hukum syariah Islam. Sisi
lainnya, kota yang tadinya mayoritas beragama Islam ini, malah ribuan
orang penduduknya yang masuk Kristen. Di tahun 1997, resminya hanya
terdapat 171 gereja di kota Khartoum, tetapi sekarang sudah jauh lebih
banyak lagi.
Walaupun negeri Sudan menghadapi masalah peperangan, kemiskinan dan
kebudayaan yang multietnis, ibukota Khartoum sendiri aman-aman saja,
dan Tuhan sedang bekerja menyebarkan kabar baik tentang keselamatan
dan memperdamaikan orang-orang dengan Tuhan dan satu sama yang lain
POKOK DOA
* Doakan agar pemimpin-pemimpin negara Sudan memiliki visi dan tekad
untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan (termasuk juga,
menjamin kebebasan dalam berpikir dan mengutarakan pendapat bagi
semua kelompok etnis di negeri ini) (1Timotius 2:1-6).
* Doakan agar para pemimpin membela dan sungguh-sungguh mempertahankan
kesepakatan damai sehingga 2 juta pengungsi di sekitar Khartoum
dapat kembali membangun kampung halaman mereka di Sudan Selatan.
* Doakan agar mayoritas yang beragama Islam akan memperoleh kesempatan
untuk menyaksikan dan mendengar berita Injil.
* Doakan agar pemimpin-pemimpin Kristen di Khartoum terpanggil dan
dipersiapkan, sehingga mereka dapat memulai, merawat dan memelihara
banyak persekutuan kecil di kalangan penduduk pribumi.
|