Rabu, 29 Oktober 2003
WARGA KABYLE DI AFRIKA UTARA
============================
Suku Kabyle tinggal di daerah pegunungan Kabylia dengan alamnya yang
keras di sebelah timur Algir, ibukota Aljazair. Mereka tergolong suku
Berber atau Imazighen. Suku Berber adalah penduduk asli Afrika Utara
sebelum masuknya bangsa Arab ke daerah itu sekitar 1.350 tahun yang
lalu. Ada berbagai suku Berber yang berbeda tersebar di seluruh
kawasan Afrika Utara, tetapi kebanyakan mereka terdapat di Aljazair
dan Maroko. Ketika bangsa Arab menguasai Afrika Utara, mereka
mengarabkan dan mengislamkan suku-suku Berber, yang sebenarnya telah
menjadi Kristen (paling tidak, Kristen KTP) pada abad kedua dan ketiga
Masehi. Banyak orang Berber telah menjadi martir untuk iman mereka di
bawah kampanye penindasan Roma, lama sebelum orang-orang Arab
berkuasa. Suku Berber Kabyle melarikan diri ke daerah gunung-gunung di
Kabylia dan walaupun negerinya telah dijajah orangorang Arab selama
berabad-abad, mereka berhasil mempertahankan bahasa mereka yang
diajarkan secara lisan turun-temurun. Dan mereka juga tetap
mempertahankan pakaian tradisional mereka (gaungaun berwarna-warni dan
hiasan kepala bagi wanita). Tetapi iman Kekristenan mereka tidak tahan
terhadap pengaruh Islam, walaupun mereka menjadi Muslim secara
terpaksa. Kenyataan bahwa Alkitab tidak pernah diterjemahkan ke dalam
bahasa Berber di jaman dahulu, merupakan salah satu faktor mengapa
pada akhirnya suku Kabyle menjadi Muslim. Mereka telah masuk Islam
selama berabad-abad. Banyak utusan Injil datang dan pergi tanpa hasil.
Malahan beberapa telah meninggal sebagai martir. Diawal tahun 1980-an,
Tuhan mulai bekerja dengan cara baru di antara warga Kabyle. Seorang
Kristen keturunan Arab menginjili beberapa anak muda Kabyle anggota
sebuah tim sepak bola. Mereka menerima Yesus dan pada gilirnya
menginjili bangsa mereka sendiri. Beberapa orang menerima mimpi dan
penglihatan. Gereja-gereja kecil (house church) mulai bermunculan di
gunung-gunung. Ini terjadi secara diam-diam karena mereka takut akan
aniaya dari pihak Muslim. Gereja-gereja ini mulai bertambah besar dan
pada akhirnya tidak dapat disembunyikan. Sekarang banyak orang tahu
bahwa cukup banyak orang-orang Kabyle menganut agama Kristen. Malahan
beberapa tahun yang lalu pemerintah Aljazair mengumumkan bahwa paling
sedikit ada 7.000 warga Kristen Kabyle. Beber apa warga Kabyle telah
memulai pekerjaan penterjemahan sehingga muncullah bahasa Kabyle dalam
bentuk tulisan. Buku pertama yang dibuat dalam tulisan Berber Kabyle
adalah Alkitab Perjanjian Baru dan film pertama yang telah
diterjemahkan adalah film Yesus. Bahkan sekarang telah dibuat kaset-
kaset pujian penyembahan. Dan dalam waktu singkat, seluruh Alkitab
(PL-PB) dalam bahasa Kabyle akan selesai dicetak. Warga Kabyle adalah
orang-orang yang pemberani, dan bersedia membagikan iman mereka kepada
sesamanya. Jelas sekali, suatu kebangunan rohani terjadi. “This Holy
Seed” karangan Robin Daniel adalah sebuah buku yang sangat bagus
menceritakan sejarah orang Kristen mula-mula di Afrika Utara (terbitan
Tamarisk Press di Inggris). Anda juga dapat menemukan lebih banyak
informasi mengenai Ka-bylia pada website (non-Kristen): www.kabyle.com
POKOK DOA
* Ucapkan syukur kepada Tuhan atas Gereja Kabyle. Panjatkan doa-doa
Paulus di Kol 1:2b-12, dengan menerapkannya untuk Gereja Kabyle.
* Doakan agar gereja-gereja muda tetapi penuh semangat ini dikuatkan
melalui program-program pelatihan yang sudah mulai berjalan.
* Doakan supaya terjalin hubungan yang akrab dan lebih baik di antara
para pemimpin gereja. Kerjasama yang menjanjikan sudah dimulai dan
perlu untuk bertumbuh.
* Doakan agar orang-orang Kristen Kabyle ini mendapatkan visi yang
lebih besar lagi untuk menjangkau suku-suku Muslim lainnya di Aljazair
dan sekitarnya. Biarlah mereka membawa berkat Abraham ke manapun
mereka pergi (Gal. 3:8-14).
|