Alkitab terbagi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yaitu janji dan penggenapan. Janji keselamatan yang mulia dari Allah ini telah dinubuatkan mulai dari Kitab Taurat Musa (Kej. 3:15) hingga tulisan nabi-nabi terakhir dari Perjanjian Lama (Za. 9:9). Salah satu gambaran yang paling kaya tentang zaman mesianis terdapat dalam Kitab Yesaya, di mana Sang Juruselamat dideskripsikan sebagai Mesias Ilahi (Yes. 9-5), yang akan datang sebagai Hamba Tuhan (Yes. 42:1-4; 49:5-7; 52:13-15), khususnya sebagai Hamba Tuhan yang menderita (Yes. 53:1-12). Kedatangan-Nya akan membawa penghakiman atas orang jahat dan pemulihan bagi umat Allah, serta pembaruan total atas segala sesuatu: langit dan bumi yang baru (Yes. 65:17; 66:22). Hal ini menjadi pengharapan setiap umat yang saleh.
Seluruh kehidupan dan pelayanan Yesus merupakan penggenapan dari semua yang tertulis dalam Perjanjian Lama (Mat. 5:17). Dia lahir di Betlehem (Mat. 2:5-6; Mi. 5:2), lahir dari seorang perawan (Mat. 1:23; Yes. 7:14), menyingkir ke Mesir (Mat. 2:14-15; Hos. 11:1), dielu-elukan ketika masuk Yerusalem (Mat. 21:4-5; Za. 9:9), dijual dengan harga tiga puluh keping perak (Mat. 26:15; Za. 11:12), dipaku di atas kayu salib (Yoh. 19:34; Za. 12:10), para serdadu mengundi pakaian-Nya (Mrk. 15:24; Mzm. 22:19), tulang-tulang-Nya tidak ada yang dipatahkan (Yoh. 19:33; Mzm. 34:21), dikuburkan di antara orang-orang fasik (Mat. 27:57-60; Yes. 53:9), bangkit dari kematian (Kis. 2:24-32; Mzm. 16:10), dan naik ke sorga (Kis. 1:9; Mzm. 68:19). Menurut para sarjana Alkitab, ada lebih dari 300 nubuat Perjanjian Lama tentang Yesus Kristus yang digenapi dalam diri Yesus. Semua ini merupakan kesaksian ilahi (Yes. 46:9-10) yang mengonfirmasikan reliabilitas pribadi dan karya Yesus sebagai Juru Selamat dari Allah.
Seperti kaum saleh lainnya, Simeon adalah seorang yang menantikan kedatangan Mesias. Oleh pimpinan Roh Kudus ia datang ke Bait Allah dan menjumpai bayi Yesus, dan ini membuat dia sangat bersyukur. "Sekarang" (Luk. 2:29), setelah melihat pemenuhan janji Allah tersebut, ia dapat mati dalam damai sejahtera (2:29). Allah telah menyediakan keselamatan bukan hanya untuk umat Israel, tetapi juga untuk "segala bangsa" (2:31), yang sekarang diwujudkan dalam kedatangan Mesias. Demikian juga Hana, seorang nabiah yang juga menantikan kelepasan yang sama dapat mengenali bayi Yesus dan membicarakan signifikasi Anak itu kepada semua yang menantikan "kelepasan untuk Yerusalem".
Diambil dan disunting seperlunya dari:
| Judul buku | : | Ready Bread Edisi KKR |
| Penulis | : | Solomon Yo |
| Penerbit | : | Momentum, 2005 | Halaman | : | tidak dicantumkan |



sabda.org
"Menurut kamu, siapakah Aku ini?"
"Sang Mesias", "Juruselamat","Gembala yang Baik", "Jalan Kebenaran dan Kehidupan"; begitu beraneka ragam "gelar" bagi Yesus sebagaimana tersurat di dalam Kitab Suci. Namun, pertanyaan Kristus terhadap Petrus:"Menurut kamu, siapakah Aku ini?" amat berkesan bagi kami. Murid yang lain menjawab bahwa Sang Guru adalah Elia, sebuah jawaban klise yang sudah tercatat di dalam Kitab Suci. Namun Petrus mempunyai jawaban yang berbeda sebagai kedalaman penghayatan terhadap jiwa Sang Guru:"Ya Tuhanku dan Allahku!". Sebagai murid Kristus, kami harus mempunyai sikap seperti Petrus, tidak hanya sebutan klise bagi Sang Guru. Permasalahannya, sampai sejauh mana kami sebagai murid mampu memaknai dan mendalami relung-relung batin Sang Guru, sehingga kami mempunyai jawaban yang berbeda bagi Sang Guru, antara aku dan kau. Ataukah kami selama ini hanya mengetahui Sang Guru bagaikan foto Sang Caleg seperti yang terpampang di baliho-baliho,tetapi buta melihat kedalaman batin Sang Guru yang begitu mengasihi Sang Murid sampai titik darah penghabisan? What a friend we have in Jesus!