SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Minggu, 5 Juli 2009   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Pelakonan Cara Mengajar Bersaksi  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Bahan apa saja yang bisa Anda dapatkan dalam Situs PEPAK? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Pelakonan Cara Mengajar Bersaksi

Tanggal terbit:
9-10-2002

Topik:
Metode dan Cara Mengajar

Tipe Bahan:
Tips

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 96
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Banyak cara yang dapat digunakan guru SM untuk mulai mengajar anak SM-nya bersaksi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika guru melatih anak madya dan besar (kelas 3 SD - 6 SD) untuk belajar menjadi penjala jiwa.

PELAKONAN CARA MENGAJAR BERSAKSI

Pelakonan/peragaan (metode drama) adalah cara mengajar yang efektif untuk anak-anak belasan tahun. Cara ini terutama akan efektif dalam mendidik anak-anak bersaksi, sebab pelakonan:
  1. Memberi kesempatan untuk berlatih. Setelah berkali-kali menghadapi situasi bersaksi, anak-anak belasan tahun itu akan menjadi lebih yakin dan tenang.

  2. Memberi anak kesempatan untuk mengetahui berapa banyak pengetahuannya. Ia akan berusaha dengan sebaik-baiknya. Cara ini menantang setiap anak untuk menetapkan patokan yang tinggi bagi dirinya sendiri dalam belajar dan berdoa.

  3. Memberi kesempatan kepada pemimpin untuk menilai setiap anak secara perorangan, sehingga ia dapat memberikan bimbingan kepada mereka yang memerlukannya. Pelakonan membuat kesalahan jadi tampak dan dengan demikian kesalahan itu dapat dibetulkan.

  4. Mendorong untuk ikut ambil bagian. Itu menciptakan gagasan-gagasan baru sebab memanfaatkan pengetahuan dan pengertian yang ada pada kelompok itu sendiri. Dengan cara ini seorang anak belajar dari seorang anak yang lain.
Di bawah ini ada saran-saran untuk memperkenalkan pelakonan/peragaan cara bersaksi kepada kelompok Saudara:
  1. Usahakan agar kelompok itu menerima gagasan pelakonan ini. Terangkan bahwa cara yang menyenangkan ini akan menolong mereka menjadi saksi-saksi yang efektif. Tunjukkan bahwa meskipun mereka masing-masing mungkin mempunyai cara bersaksi yang berlainan, dengan melihat semua metode yang berbeda-beda itu, mereka dapat bersama-sama belajar.

    Banyak yang ragu-ragu untuk bersaksi sebab mereka tidak mengetahui caranya. Melatih bersama-sama dengan orang-orang Kristen lain dapat memecahkan masalah ini.

  2. Tetapkan suatu situasi. Biarlah kelompok memahami betul-betul syarat-syarat pelakonan dalam setiap situasi. Pakailah bermacam-macam situasi yang berkenaan dengan masalah-masalah yang biasa.

  3. Batasilah waktunya. Jika Saudara mengizinkan waktu terlalu banyak, Saudara akan membuka kesempatan untuk berkhotbah.

  4. Waspadalah jangan sampai ada yang melawak. Anak-anak belasan tahun itu pasti akan merasa malu dan mungkin akan menyembunyikan hal itu dengan melawak; jika itu terjadi hentikanlah cepat-cepat. Hal-hal yang lucu/jenaka mempunyai tempat tersendiri dan akan menghidupkan suatu pertemuan, tetapi terlalu banyak humor akan merusakkan tujuan pelajaran.

  5. Disarankan bahwa satu atau lebih jam pelajaran digunakan untuk menerangkan hal bersaksi sebelum mencoba pelakonannya. Namun demikian ini dapat diubah sesuai dengan kebutuhan kelompok. Biasanya satu pelajaran tentang hal bersaksi dan apa yang bersangkutan dengannya perlu diadakan.

  6. Setiap pelakonan harus diikuti dengan kritikan singkat. Kritik ini harus dilaksanakan dalam diskusi bebas, tetapi Saudara harus mengawasi diskusi ini supaya jangan menyimpang dari pokoknya. Jagalah supaya komentar-komentar itu bersifat membangun dan hindarilah olokan. Pertama, pujilah bagian-bagian yang baik. Kedua, beritahukanlah kesalahan yang mereka lakukan. Ketiga, beritahukanlah bagaimana mereka harus memperbaikinya.
Bila dilaksanakan dengan benar maka pelakonan/peragaan ini akan menarik sekali, efektif dan berguna dalam memberi anak muda keinginan untuk bersaksi, sebab mereka menjadi merasa yakin dan tenang.

Sumber:
  • Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , halaman 195 - 196, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Evaluasi Proses Belajar/Mengajar
    29-5-2008 | Tips
  • Mencapai Keberhasilan Bersama-sama
    29-5-2008 | Artikel
  • Teknik Mengajar: Menggunakan Sumber-Sumber di Sekitar Kita
    15-5-2008 | Artikel
  • Pusat Sumber Bahan
    15-5-2008 | Artikel
  • Kreasi Membaca Alkitab
    15-2-2008 | Tips
  • Masa Awal Kanak-Kanak: Pengajaran Alkitab
    15-2-2008 | Artikel
  • Memperlengkapi Diri untuk Mendapatkan Perhatian
    31-1-2008 | Tips
  • Bagaimana Mengajar Anak Pratama
    25-10-2007 | Artikel
  • Ide-Ide Bahan Mengajar untuk Kelas Balita
    18-10-2007 | Bahan Mengajar
  • Menanamkan Kebenaran Firman Tuhan: Metode Menghafal Ayat untuk Balita
    18-10-2007 | Artikel

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas