Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Naskah Panggung Boneka -- 2 Timotius 3:16


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 755 - Apakah Anak-Anak Mendengar Injil atau Cerita dari Alkitab? (II)

Naskah Panggung Boneka -- 2 Timotius 3:16

Pemain Boneka:

P1 : Hope
P2 : Jonah (keduanya menjadi boneka anak.)
Ayat : 2 Timotius 3:16



Allan menyambut anak-anak, mengulang ayat minggu lalu, dan memanggil "teman-temannya" untuk keluar. Semua boneka mengatakan "Halo!" "Hai semuanya!" "Apa kabar kalian semua?"

P2 : Hei Allan, saya menemukan permainan daring yang menarik, di mana kamu mengajukan pertanyaan ke orang lain dan membuatmu mengenal mereka lebih baik.
Alan : Kedengarannya keren.
P2 : Saya ingin tahu apakah saya bisa mengajukan pertanyaan ke (nama P1)?
Alan : Tentu. Apakah kamu akan menjawab pertanyaan, (nama P1)?
P1 : Saya selalu siap. Ayo lakukan itu.
P2 : Oke. (Melihat ke bawah seolah-olah melihat kertas.) Pertanyaan nomor 1: Apakah kamu suka bayam?
P1 : Tidak.
P2 : Aku juga tidak suka. Itu mudah. Pertanyaan nomor 2: Apakah kamu memiliki olahraga favorit?
P1 : Umm, bermain tenis atau bola voli, dan menonton bisbol atau golf.
P2 : Hmm. Itu mengatakan banyak hal tentang dirimu. Pertanyaan nomor 3: Apakah kamu mempunyai hewan peliharaan?
P1 : Ya. Seekor kucing kecil yang lucu. Aku baru saja mendapatkannya dan saya beri nama Tabitha.
P2 : Nomor 4: Apa hari liburan favoritmu?
P1 : Paskah. Itu akan segera tiba, kau tahu?
P2 : Ya. Saya suka Paskah, juga. Oke, katakan mengapa kamu menyukai liburan yang kamu sebutkan.
P1 : Saya suka Natal dan semua tentang itu, tentu saja, tetapi Paskah mengingatkan saya bahwa Yesus mati di kayu salib menanggung hukuman saya untuk dosa-dosa dan hal-hal buruk yang telah saya lakukan. Akan tetapi, Dia tidak tetap mati--Dia hidup kembali dan mengalahkan maut!
P2 : Pertanyaan nomor 5 mungkin cukup jelas berdasarkan jawaban itu: Apakah kamu pergi ke gereja?
P1 : Hampir setiap hari Minggu dan kebanyakan hari Rabu malam untuk pergi ke Kingdom Kids.
P2 : (Melihat ke bawah seolah-olah membaca pertanyaan.) Jika ya: Apakah kamu membaca Alkitab setiap hari?
P1 : Umm, yah, tidak setiap hari. Namun, saya mencoba untuk membaca pada pagi hari dan kadang-kadang pada malam hari sebelum tidur.
P2 : Apakah kamu ingat apa yang guru sekolah minggu ajarkan kepadamu pada minggu lalu?
P1 : Wow, ini semakin sulit. Umm ... saya ingat-ingat dulu. Itu adalah sesuatu tentang bertumbuh, sepertinya.
P2 : Apakah pendetamu membacakan ayat-ayat dari Alkitab selama berkhotbah pada hari Minggu?
P1 : Wah ... Saya kira begitu. Saya tidak ingat.
P2 : Apakah gerejamu mengajarkan cara untuk mempelajari Alkitab?
P1 : (Frustrasi.) Mereka memiliki ... sedikit ... saya kira saya hanya harus membacanya, 'kan? Apakah saya benar-benar harus mempelajarinya?
P2 : (Melihat ke bawah kertas.) Siapa tokoh perempuan favoritmu dalam Perjanjian Lama?
P1 : Whoa ... ini benar-benar sulit. Bisakah kita kembali ke pertanyaan tentang makanan favorit saya atau sesuatu?
Allan : Sebenarnya, semua ini adalah pertanyaan yang sangat menarik.
P2 : Maaf--tidak bisa melanjutkan ke pertanyaan berikutnya sampai kamu menjawab yang satu ini. Siapa tokoh perempuan favoritmu di Perjanjian Lama?
P1 : Saya ... umm ... saya tidak bisa memikirkan ... satu ... saat ini. Kamu membuat ini jadi sulit!
P2 : Bukan saya. Saya hanya meneruskan pertanyaan-pertanyaan ini. Setelah kamu mengatakan kamu pergi ke gereja dan kadang-kadang membaca Alkitab, pertanyaan-pertanyaan mengarah ke ini.
Allan : Saya rasa saya tahu apa yang sedang coba dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan ini.
P1 : Apa? Karena saya pikir saya sudah selesai menjawab.
Allan : Saya pikir pertanyaan-pertanyaan ini mencoba untuk melihat apakah kamu benar-benar pengikut Yesus, atau jika kamu hanya pergi ke gereja dan berpura-pura.
P1 : Saya mengasihi Yesus!
P2 : Ya, benar. Dia berdoa di sekolah sebelum makan siang.
Allan : Itu bagus dan kamu harus terus melakukan itu. Namun, mari kita kembali ke pertanyaan tentang seberapa sering kamu membaca Alkitab. Apakah kamu tahu itulah cara Allah berbicara kepada kita? Melalui Firman-Nya.
P1 : Ya. Saya berbicara kepada-Nya dengan berdoa, dan Dia berbicara kepada saya melalui membaca Alkitab.
Allan : Jadi, jika kamu tidak membacanya, tetapi hanya beberapa kali seminggu, tetapi kamu berdoa setiap hari, maka terdengar sepertinya kamulah yang berbicara kepada Allah lebih banyak daripada kamu membiarkan-Nya berbicara kepadamu.
P2 : Saya tidak pernah berpikir seperti itu.
Allan : Dan, dengarkan ayat ini: 2 Timotius 3:16--Segala tulisan adalah diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
P1 : Oke, jelaskan satu-satu kepada saya. Itu kata-kata yang terlalu banyak.
Allan : (Saya akan menjelaskan ayat itu di sini tanpa persiapan.)
P1 : Itu masuk akal. Semakin saya membaca Alkitab, semakin saya akan menjadi seperti Yesus karena itu mengajarkan kebenaran dan memberitahukan kesalahan saya ketika saya berpikir secara salah.
P2 : (Menggeleng.) Saya tidak suka kalau sesuatu mengatakan saya salah.
P1 : Nah, Allah mengasihimu sehingga kamu tidak perlu berpikir seolah Dia mengoreksimu karena Dia mengira kau bodoh atau sesuatu. Dia mengoreksi dan mengajar kita karena Dia mengasihi kita dan ingin kita menjadi lebih seperti Yesus.

Allan : Kamu benar sekali. Jadi, sekarang kamu jangan menganggap membaca Alkitab sebagai sesuatu yang hanya "wajib kamu lakukan" setiap hari, seperti hal yang membosankan. Lakukan itu supaya Allah dapat berbicara denganmu sehingga dengan begitu kamu dapat belajar dari-Nya.
P1 : Kedengarannya seperti ide yang baik. Sekarang, adakah pertanyaan lagi untuk saya?
P2 : Saya kira sudah selesai. Mari kita istirahat.

Boneka-boneka mengucapkan "selamat tinggal" dan menghilang. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Nama situs : First Baptist Elgin
Alamat situs : http://fbcelgin.org/~fbcelgin/cms-assets/documents/161081-537578.2-timothy-3-16.pdf
Judul asli artikel : 2 Timothy 3:16
Penulis artikel : Kingdom Kids Puppets
Tanggal akses : 18 April 2017

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar