Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Mengevaluasi Kembali tentang Sinterklas


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 768 - Natal (1)

Gambar: Hadiah Natal

Dengan hari Natal yang semakin menjelang, beberapa pendengar podcast Ask Pastor John memenuhi kotak surat dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Sinterklas. Corbin, seorang pendengar dari Gainesville, Georgia, bertanya: "Pastor John, haruskah orangtua membiarkan anak-anak mereka percaya bahwa Sinterklas membawa hadiah-hadiah untuk mereka pada hari Natal?"

Berikut ini adalah catatan dari bagian jawaban Pastor John yang penting.

Keselamatan orang berdosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus adalah tujuan dari Natal.

  • Yesus datang pada hari Natal untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang (Lukas 19:10).
  • Yesus datang pada hari Natal untuk menyelamatkan orang berdosa (1 Timotius 1:15).
  • Yesus datang pada hari Natal untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45).
  • Yesus datang pada hari Natal bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Matius 9:13).
  • Yesus datang pada hari Natal untuk membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis (1 Yohanes 3:8).
  • Yesus datang pada hari Natal sehingga melalui kematian, Dia memusnahkan dia yang berkuasa atas maut (Ibrani 2:14).

Jadi, kelahiran Anak Allah, Allah sejati, Manusia sejati, adalah tentang datangnya kabar gembira yang tidak terhingga memukau dan mulia dan hebatnya. Malaikat menyebutnya "kabar kesukaan yang besar" – sukacita besar, bukan sukacita kecil, bukan sedikit kesukaan, tetapi kesukaan besar (Lukas 2:10).

Gambar: Ornamen Natal

Adalah mengejutkan bagi saya bahwa ada orang Kristen yang bahkan merenungkan pertukaran seperti itu, sehingga perhatian kita teralihkan jauh dari inkarnasi Allah alam semesta ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan kita dan anak-anak kita. Bukan saja Sinterklas itu tidak benar – dan Yesus sendiri adalah yang benar – tetapi dibandingkan dengan Yesus, Sinterklas itu menyedihkan, dan anak-anak kita harus dibantu untuk memahami hal ini.

Sinterklas hanya menawarkan benda-benda duniawi, yang tidak bertahan lama, tidak abadi. Yesus memberikan sukacita kekal kepada dunia sebagai bonus - pemecahan masalah diberikan (1 Korintus 3:21-23).

Sinterklas memberikan barang-barangnya yang bersifat sementara dengan syarat perbuatan baik: "Dia tahu saat kamu sedang tidur, dia tahu saat kamu sedang bangun, dia tahu saat kamu bersikap baik atau nakal, jadi bersikaplah dengan baik." Itu adalah murni perbuatan agama. Akan tetapi, Yesus memberikan nyawa-Nya sebagai pemberian cuma-cuma, oleh anugerah karena iman.

Sinterklas adalah sesuatu yang dibuat-buat. Yesus lebih nyata daripada atap rumah Anda.

Sinterklas hanya muncul sekali setahun. Yesus berjanji, "Aku menyertaimu senantiasa" (Matius 28:20). Anda berkata kepada anak Anda setiap malam, "Dia ada di samping tempat tidurmu. Dia ada bersamamu saat kamu bangun pada pagi hari. Dia ada bersamamu ketika kamu pergi sekolah tiap hari. Jika ayah dan ibu meninggal, Dia akan ada bersama denganmu." Sinterklas tidak bisa dibandingkan dengan Yesus.

Sinterklas tidak bisa memecahkan masalah terbesar kita. Yesus memecahkan masalah terbesar kita: dosa kita dan keterpisahan kita dari Allah. Sinterklas bisa menaruh beberapa lapisan di atas kue untuk sikap yang baik, tetapi dia tidak bisa mengambil hidup yang hancur dan membangunnya lagi dengan pengharapan selamanya. Dan, anak-anak kita perlu mengetahui hal itu tentang Natal.

Sinterklas tidak relevan dengan banyak budaya di dunia. Yesus adalah Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan atas semua manusia di bumi.

Sinterklas akan dilupakan suatu hari nanti, tetapi Yesus "adalah sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya" (Ibrani 13:8).

Jadi, tidak ada kontes di sini. Saya tidak bisa mengerti mengapa orangtua, jika mereka tahu dan mengenal Yesus, jika mereka telah mendapati bahwa Yesus adalah harta paling berharga di dunia, mengapa mereka akan mengeluarkan Yesus dari perayaan dan memasukkan Sinterklas ke dalam perayaan – maksud saya, dia benar-benar tidak relevan. Dia tidak ada hubungannya. Sama sekali.

Jadi, nasihat saya adalah usahakanlah sungguh-sungguh untuk membuat anak-anak Anda sebahagia mungkin dengan berbagai kejutan yang berakar pada makna Natal yang sejati. Kiranya dekorasi Anda menunjuk kepada Yesus. Kiranya makanan Anda menunjuk kepada Yesus. Kiranya permainan Anda menunjuk kepada Yesus. Kiranya lagu nyanyian Anda menunjuk kepada Yesus. "Kesukaan yang melebihi dunia, Hadiah yang lebih daripada yang bisa diberikan dunia, Hiasan yang lebih indah daripada yang ada dunia, dan biarlah semua itu menunjuk kepada Yesus."

Jika berfokus pada Yesus merusak kesukaan Natal Anda, Anda tidak mengenal Dia dengan baik. (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
Alamat situs : https://www.desiringgod.org/articles/rethinking-santa
Judul asli artikel : Rethinking Santa
Penulis artikel : Tony Reinke
Tanggal akses : 7 November 2017

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar