Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading
Setiap pasangan memiliki tanggung jawab yang sangat besar ketika mereka menjadi orang tua. Seorang anak yang baru lahir bergantung pada ayah dan ibunya untuk mendapatkan cinta, makanan, pakaian, tempat tinggal, perlindungan, dan pendidikan. Selama kurun waktu 2 dekade atau lebih, anak-anak perlu diasuh secara mental, emosi, rohani, dan fisik oleh orang tua mereka.
Orang tua Kristen dan pelayan anak memunyai tugas penting yaitu mengajar anak untuk mengasihi Tuhan, menaati dan melakukan firman-Nya, serta percaya pada janji-janji-Nya. Dengan mengajar anak-anak untuk mengasihi Tuhan, maka orang tua secara tidak langsung akan membangun dasar rohani yang kuat bagi anak-anak mereka. Orang tua perlu melengkapi anak-anak mereka dengan peralatan rohani yang akan mereka butuhkan dalam perjalanan kehidupan mereka, yaitu: kepercayaan, doa, pengetahuan Alkitab, dan kasih. Anak-anak yang rohaninya kuat senantiasa bergantung kepada Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berdoa merupakan bagian dari kehidupan mereka. Pendalaman Alkitab setiap hari membantu mereka memandang kehidupan dari sudut pandang Alkitab. Orang tua yang mengajar anak-anaknya mengasihi Allah berarti memberikan warisan yang akan memampukan mereka untuk mengalahkan tragedi.
Cerita Alkitab Sebelum Tidur
Fallingwater, salah satu perumahan yang paling terkenal pada abad ke-20, didirikan di atas sungai kecil Bear Run, yang terletak di Bear Run, Pennsylvania, Amerika Serikat. Perumahan Fallingwater ini tampak begitu mengagumkan; tapi, ada satu kekurangan utamanya: dasar bangunannya terlalu rapuh untuk menyokong berat rumah-rumah itu. Karena dasar yang tidak kuat, rumah itu harus mengalami perbaikan utama untuk mencegahnya agar tidak runtuh. Jika saja arsiteknya membangun dasar yang kokoh, Fallingwater akan tetap berdiri kuat dan kokoh tanpa perlu perbaikan yang drastis.
Dasar Fallingwater ini merupakan sebuah contoh dari apa yang terjadi pada anak-anak ketika orang tua gagal membangun dasar rohani yang kuat di rumah. Orang tua terkadang sangat terpaku untuk mendandani anak-anak mereka dengan pakaian-pakaian karya perancang busana, menyekolahkan mereka di sekolah terbaik, dan memasukkan mereka ke klub sepak bola unggulan, sehingga mereka melupakan bagian terpenting dalam mengasuh anak: dasar rohani yang kokoh.
Bagaimana orang tua Kristen bisa mengajar anak-anak supaya mengasihi Tuhan? Bagaimana mereka bisa membangun dasar rohani yang kokoh? Orang tua dapat menanamkan suatu dasar rohani dalam diri anak-anak mereka melalui Alkitab, doa, gereja, dan peristiwa-peristiwa yang dapat dipakai untuk mengajarkan sesuatu.
Melalui Alkitab
Ketika saya dan Timothy memunyai anak pertama, Christian, kami tidak tahu bagaimana cara untuk mulai menanamkan nilai-nilai kekristenan. Namun, suami saya mulai membacakan Alkitab untuk Christian. Hari lepas hari, Christian mulai mengerti bahwa Alkitab merupakan bagian penting dalam kehidupan kami. Setelah beberapa tahun, Christian mulai mengenal dan mengasihi Allah.
Tidak ada kata terlalu cepat untuk mulai membacakan Alkitab kepada anak Anda. Simaklah saran-saran berikut ini untuk mengajarkan Alkitab kepada anak Anda.
Bacakanlah cerita-cerita Alkitab untuk anak-anak Anda dari buku-buku yang sesuai dengan usia anak Anda.
Terapkanlah kebenaran-kebenaran yang alkitabiah dalam kehidupan anak-anak Anda. (Contohnya: kamu diciptakan oleh Allah, Allah mengasihimu. Kamu dapat berbicara dengan Allah.)
Lagukan ayat-ayat Alkitab dengan nada yang akrab di telinganya dan nyanyikan bersama anak Anda.
Gunakanlah drama untuk menjelaskan cerita-cerita Alkitab dengan memeragakan suasana dan cerita dari Alkitab.
Hormatilah Alkitab, bacalah di saat teduh Anda, dan bawalah Alkitab ketika Anda ke gereja.
Melalui Doa
Saat ingat, saat saya masih kecil, saya dan kakek saya berdoa bersama. Saya mengenal dan mengasihi Allah karena ayah mengajar saya bagaimana cara kita berdoa dan saya sering melihat dia berlutut untuk berdoa di rumahnya.
Ajarkan kepada anak Anda bahwa ada banyak cara untuk berdoa, tempat untuk berdoa, dan kata-kata untuk berdoa. Berdoalah saat mereka makan dan tidur, tetapi jangan pada saat itu saja.
Berdoalah bersama-sama secara rutin sebagai satu keluarga ketika ada seseorang yang sakit.
Berdoalah dengan mata terbuka saat Anda mengantarkan anak Anda ke sekolah.
Buatlah doa "album foto". Ambillah foto keluarga dan bersyukurlah untuk setiap orang yang ada dalam foto tersebut.
Ambilah waktu untuk jalan-jalan di lingkungan sekitar Anda dan doakanlah tetangga-tetangga Anda.
Doakanlah para misionaris dengan menggunakan peta dunia. Tunjuklah negara-negara tempat para misionaris itu melayani. Doakanlah para misionaris dan orang-orang yang mereka tolong untuk mengenal Tuhan.
Duduklah di mal dan berdoalah tanpa bersuara untuk orang-orang yang melewati Anda.
Melalui Gereja
Ibu dan ayah saya membawa saya ke gereja. Mereka mengajarkan kepada saya untuk mendengarkan khotbah pendeta, menyanyikan lagu-lagu yang ada di buku pujian, dan menyapa anggota lain di gereja tersebut. Dengan demikian, mereka memberikan warisan yang akan terus saya syukuri. Anak-anak belajar dari teladan orang tua mereka. Rutin menghadiri ibadah gereja menunjukkan bahwa saat tersebut merupakan saat yang penting bagi keluarga Anda. Gereja merupakan waktu untuk bersekutu, menguatkan, dan belajar.
Melalui Peristiwa-Peristiwa
Peristiwa sehari-hari memberikan berbagai kesempatan untuk mengajarkan kepada anak-anak Anda cara pandang Kristen -- cara untuk melihat segala sesuatu dalam hidup melalui mata Yesus Kristus. Kristus masuk dalam hidup anak-anak Anda, dan pengajaran-pengajaran rohani itu akan terus menerus diwariskan untuk membangun dasar yang kuat pada diri cucu-cucu Anda.
Berikut ini contoh-contoh peristiwa yang pernah saya gunakan yang dapat dipakai untuk mengajarkan sesuatu. Namun, peristiwa yang dapat digunakan untuk mengajar ini bisa terjadi kapan saja, dan di mana saja. Peristiwa-peristiwa ini akan mengajar anak Anda bahwa Tuhan adalah bagian dari seluruh kehidupan mereka.
Biarkanlah anak-anak Anda melihat bahwa Anda belajar dari kesalahan-kesalahan Anda:
Biarkan anak-anak membuat kesalahan. Setelah itu tunjukkan kepada mereka kasih dan anugerah yang telah Allah tunjukkan kepada Anda.
Ketika Anda sedang berada di luar rumah, lihatlah sekitar Anda dan bersyukurlah karena Allah menciptakan alam yang indah.
Ketika pelangi melengkung menghiasi langit, ajarkan kepada anak-anak Anda tentang kisah Nuh dan Air Bah dan janji-janji Tuhan.
Saat bertamasya ke kebun binatang, ajaklah anak Anda berhenti sejenak, merenung, dan bersyukur kepada Tuhan atas mahkluk hidup ciptaan-Nya yang luar biasa.
Membangun dasar rohani anak-anak dengan mengajar mereka supaya mengasihi Allah sangatlah penting. Melalui pendalaman Alkitab, menghormati dan menghargai kuasa Kitab Suci, berdoa, dan menghadiri kebaktian di gereja bersama keluarga, serta melalui pelajaran-pelajaran tentang cara pandang Kristen yang diajarkan setiap hari, Anda dapat memberikan anak-anak Anda dasar yang kuat yang dibangun di dalam Kristus. Warisan terbesar yang dapat Anda berikan kepada anak-anak Anda ialah mengajarkan kepada mereka untuk mengasihi Allah.(t/uly)
Diterjemahkan dari:
| Judul Artikel | : | Teaching Children to Love God |
| Penulis Artikel | : | Denise George |
| Situs | : | http://www.lifeway.com/article/?id=154940 (www.lifeway.com) |