Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Metode Mengajar Yesus


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Waktu belajar telah selesai, namun tak seorangpun mau bergerak dari tempatnya. Guru itu meneruskan pelajaran. Murid-murid-Nya berdesak- desakan ingin lebih mendekati-Nya sampai-sampai kaki mereka hampir masuk ke dalam air danau. Matahari terbenam dan udara menjadi dingin. Tetapi orang-orang itu masih tidak mau meninggalkan tempatnya. Apakah keadaan ini juga terjadi dalam kelas Sekolah Minggu Saudara? Ataukah begitu bel berbunyi anak-anak gaduh dan cepat-cepat keluar dari kelasnya?

Yesus tahu bagaimana memikat perhatian murid. Ia seorang guru yang mempesonakan, dan banyak orang datang dari tempat yang jauh-jauh untuk mendengarkan ajaran Yesus tentang hikmat dan kasih Allah. Yesus mengajar karena Ia sangat memperhatikan kesejahteraan orang lain. Pelajaran-pelajaran Yesus itu relevan dan berarti. Metode- metode mengajar yang digunakan-Nya dapat diterapkan di dalam kelas-kelas Sekolah Minggu dewasa ini.

Pengajaran Yesus itu hanya dibatasi oleh kemampuan pendengar- pendengar-Nya untuk mengerti kebenaran yang diajarkan-Nya. Yesus tidak dapat menyampaikan segenap kebenaran-Nya itu, oleh karena mereka juga tidak mungkin bisa menerima semuanya. Maka Yesus mengajar dengan memakai perumpamaan-perumpamaan, dan dengan demikian membukakan pengertian akan hal-hal yang dibutuhkan untuk perbaikan pribadi dan pelayanan Kristen.

Kepada orang-orang yang mencari, Ia menyampaikan kebenaran kasih Allah kepada manusia dan bagaimana Allah berusaha mencapai mereka melalui anak-Nya yang tunggal. Perumpamaan-perumpamaan Yesus merupakan mata rantai dalam rangkaian kebenaran yang mempersatukan Allah dengan manusia.

Dosa telah menyelubungi kebenaran sehingga menjadi tidak jelas. Yesus harus menyingkap selubung itu. Untuk melakukan hal itu Ia harus menerangkan nats Alkitab dari sudut pandangan yang baru. Hal belajar tidak dapat dibatasi lagi oleh pembatasan-pembatasan yang ditetapkan oleh para imam. Yesus menerangkan bahwa Allah ingin mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari setiap orang. Dengan cara yang baru dan yang memberikan harapan, Ia mengungkapkan bahwa Allah, Bapa yang pengasih, menaruh perhatian kepada keadaan sehari- hari dan anak-anak-Nya.

Yesus berusaha membangkitkan rasa ingin tahu dari dalam terhadap hal-hal rohani. Ia ingin agar mereka itu bertanya, "Mengapa?" Pengajaran Yesus menggoncangkan orang-orang yang sembrono dan yang bersifat masa bodoh, serta menghadap-mukakan mereka dengan kebenaran. Karena Ia memakai aneka ragam lukisan atau perumpamaan, maka orang-orang dari berbagai tingkat kecerdasan dan kerohanian sanggup mengerti ajaran-Nya. Semua lapisan masyarakat tertarik kepada ajaran-Nya, karena Ia menerapkan Firman Allah pada masalah- masalah mereka yang beranekaragam.

Manfaat-manfaat pengajaran dengan perumpamaan itu masih penting. Seorang peninjau yang tidak acuh akan menjadi seorang peserta yang aktif dalam proses belajar/mengajar bila pemikiran-pemikiran yang berhubungan dengan kepribadian dan kebutuhan-kebutuhannya diketengahkan. Seorang guru membangkitkan perhatian murid-muridnya dengan memberikan contoh-contoh yang diambil dari dunia mereka.

Untuk mengajar seperti Kristus, guru harus turut merasakan Kristus untuk mencapai manusia dengan menyatakan kasih Allah. Motivasi Yesus untuk mengajar itu sederhana tapi juga dalam. Ia menunjukkan bahwa kasih Allah selalu melampaui segala sesuatu. Sasaran terutama tiap-tiap orang Kristen, entah ia mempunyai pelayanan sebagai pengajar entah tidak, ialah menjadi saluran kasih karunia Allah.

Orang-orang dari segala lapisan masyarakat merasa tertarik kepada Kristus. Pengajaran-Nya menjangkau melewati rintangan-rintangan dan prasangka-prasangka kebudayaan. Murid-murid-Nya memberikan kesaksian tentang hal ini. Yesus memilih orang-orang dari bermacam-macam jabatan dan Ia membentuk mereka menjadi suatu kesatuan yang bekerja- sama. Contoh ini harus mengilhami guru-guru dewasa ini untuk mengambil pendekatan mengajar yang mencapai semua orang tanpa mempedulikan perbedaan-perbedaan mereka.

Pengajaran Kristus itu diberi kuasa dan dipimpin oleh Roh Kudus. Penolong ini juga dijanjikan kepada pengikut-pengikut-Nya. Roh Kudus merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan Kristen dan Ia berusaha bekerja melalui kehidupan orang-orang percaya yang sudah mengabdikan dirinya. Apabila Ia menguasai kehidupan guru, maka murid-murid akan merasa terdorong untuk menyelidiki dan mencapai rencana Allah buat kehidupannya.

Yesus menjadi teladan bagi semua guru. Ia mencerminkan kesukaan dan kepuasan yang diperoleh dalam pelayanan mengajar. Dan dengan mengikuti teladan-Nya, guru akan dapat melihat kehidupan murid- muridnya ditantang dan diubahkan oleh Firman Allah.

Kategori Bahan PEPAK: Guru - Pendidik

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
202 - 203
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar