You are hereFeed aggregator
Feed aggregator
Konsep Misi 1 - Edisi No. 06 Vol. 15/2012 (7 February 2012)
e-JEMMi Terbaru - 21 hours 3 min ago
Bagaimana Bersaksi - Edisi No. 03 Vol. 15/2012 (17 January 2012)
e-JEMMi Terbaru - 21 hours 3 min ago
Panggilan untuk Bersaksi 2 - Edisi No. 02 Vol. 15/2012 (10 January 2012)
e-JEMMi Terbaru - 21 hours 3 min ago
Pelatihan Khotbah Langham di YLSA: Kitab Hagai
Terbaru dari Blog SABDA - Rab, 08/02/2012 - 16:32
Beberapa waktu yang lalu, YLSA mengadakan pelatihan khotbah Langham yang diikuti oleh semua staf untuk diterapkan dalam PA kelompok setiap pagi. Pelatihan ini merupakan oleh-oleh Ibu Yulia setelah beberapa waktu sebelumnya mengikuti pelatihan khotbah Langham di Bogor. Tujuannya bukan memaksa kami menjadi pengkhotbah, tetapi membekali kami agar tahu bagaimana menyampaikan atau menerima Firman Tuhan secara benar.
Dari pelatihan ini saya belajar bahwa sebelum seseorang bisa menyampaikan khotbah dengan benar, ia harus terlebih dahulu belajar bagaimana menggali Alkitab dengan benar — bukan sekadar membaca ayat dan mengartikannya sesuai dengan keinginannya sendiri. Dibutuhkan cara sistematis untuk mendapatkan hasil penggalian yang benar dan mendalam. Jika hasil penggalian ini dibagikan kepada orang lain, maka pasti akan menjadi berkat yang bermanfaat.
Metode Langham ini sebenarnya mirip dengan metode PA (metode PA studi kata, metode PA survei kitab) yang pernah YLSA gunakan sebelumnya. Langkah awal, setelah berdoa, adalah mengamati perikop Alkitab dengan 7 langkah obeservasi.
1. Apa yang dapat diamati dengan pancaindra?
(apa yang didengar, dilihat, dicium, diraba dan dirasa?)
2. Bagaimana kejadian peristiwanya?
3. Siapa saja yang terlibat dalam bacaan (tokoh)?
4. Dimana tempat kejadiannya?
5. Kapan waktu kejadiannya?
6. Adakah kata-kata yang diulang-ulang?
7. Apakah ada “kata-kata kecil” (kata penghubung, kata depan, dll.)
– tapi, kemudian kami tambah dengan satu langkah lagi (8), yaitu membandingkannya dengan beberapa versi Alkitab lain.
Untuk menjadikan teks Alkitab yang kita gali menjadi khotbah, dipakai ilustrasi pandangan negara, pulau, dan tiga kota. Sedangkan cara untuk mengevaluasi khotbah, adalah dengan menggunakan tiga prinsip yaitu SJR — apakah khotbah itu Setia pada teks Alkitab, apakah pesan atau struktur khotbah itu Jelas, dan apakah khotbah itu Relevan dengan kehidupan pendengarnya. (Langkah-langkah bisa dilihat di situs Khotbah.co.)
Training khotbah Langham itu sudah kami coba terapkan beberapa kali pada acara persekutuan pagi, dan buku-buku yang sudah kami bahas menggunakan 7(+1) langkah-langkah tersebut adalah kitab Filemon, Habakuk, dan Hagai. Secara khusus saya ingin ceritakan berkat yang saya terima ketika membahas kitab Hagai bersama teman-teman di kantor. Kitab Hagai menarik untuk dipelajari dan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan. O iya, sebelumnya saya belum pernah mempelajari kitab Hagai ini secara lengkap dan tuntas secara berseri meski kitab ini hanya terdiri dari dua pasal
Saya secara pribadi bersyukur karena sungguh luar biasa berkat yang saya rasakan. Melalui kitab Hagai Tuhan mengingatkan saya untuk memerhatikan keadaan atau sikap hidup saya. Tuhan menggerakkan semangat saya, seperti pemimpin Zerubabel ketika mau mendengarkan suara Tuhan, sehingga Tuhan menyertai dan menggerakkan semangatnya untuk membangun kembali Bait Allah.
Di akhir setiap pelajaran, kami membagikan apa yang kami pelajari, dan selebihnya kami mendengarkan pelajaran dari Sekolah Alkitab Audio (SAA) yang membahas pengantar kitab Hagai, sehingga kami semakin dibekali dengan pelajaran baru yang kami dapatkan.
Banyak berkat yang saya dapatkan dengan menerapkan prinsip Langham ini. Semoga yang saya sharingkan ini bisa menjadi berkat bagi yang lain. Silakan mencoba. Tuhan memberkati
Panggilan untuk Bersaksi 1 - Edisi No. 01 Vol. 15/2012 (3 January 2012)
e-JEMMi Terbaru - Sel, 07/02/2012 - 02:23
Bali, Indonesia - Edisi No. 50 Vol. 14/2011 (20 December 2011)
e-JEMMi Terbaru - Rab, 01/02/2012 - 02:23
Nonton CSI di YLSA
Terbaru dari Blog SABDA - Jum, 27/01/2012 - 14:52
Training hari ini, Jumat, 27 Januari 2012 adalah nonton film seri “Crime Scene Investigation (CSI)”, Last Vegas Season 1, dengan episode yang dipilih adalah “Gentle, gentle”.
Film seri CSI adalah salah satu favorit saya, dan kami memiliki koleksi beberapa season. Selain belajar tentang team work, film ini memberi banyak ‘insight’ untuk saya pribadi. Beberapa tahun yang lalu film ini sudah pernah saya pakai untuk memberi training staf, tapi sudah banyak staf baru yang belum menonton. Nah, acara PD kali ini kita gunakan untuk menonton sambil belajar.
Setelah menonton, biasanya kita akan berdiskusi dan berbagi apa saja yang kita pelajari dari film itu. Tapi hari ini kita kehabisan waktu. Karena itu, teman-teman mensharingkannya melalui komentar berikut. Semoga menjadi berkat bagi yang lain.
Biografi Yesus 2 - Edisi No. 49 Vol. 14/2011 (13 December 2011)
e-JEMMi Terbaru - Jum, 27/01/2012 - 02:22
Training Menulis Cepat di YLSA
Terbaru dari Blog SABDA - Sel, 24/01/2012 - 14:24
Tidak seperti training-training kepenulisan yang biasa dilaksanakan oleh Divisi Publikasi setiap hari Kamis, training kepenulisan kali ini berbeda dari biasanya. Mengapa? Begini ceritanya.
Ada staf YLSA yang dulu menghadiri seminar kepenulisan yang diadakan oleh Papirus — Yayasan Gloria, di Yogyakarta. Sebagaimana diwajibkan di YLSA, kalau ada staf yang ikut seminar, maka sepulang dari seminar dia harus bisa membagikan pengetahuan, pengalaman dan berkat yang didapat dari seminar itu kepada semua staf lain yang tidak ikut.
Oleh-oleh yang dibawa sepulang dari mengikuti pelatihan menulis di Papirus menurut saya cukup menarik. Salah satu berkat yang dibagikan adalah tentang “Menulis Cepat”. Menulis cepat? Apaan tuh? Apakah berarti ada menulis yang tidak cepat? Apa bedanya menulis cepat dan menulis tidak cepat? Pertanyaan ini sempat terlintas dalam benak saya.
“Menulis adalah sebuah kebiasaan…”. Menulis cepat itu seperti halnya belajar naik sepeda atau belajar berenang. Agar bisa mahir naik sepeda atau berenang, maka kita harus sering berlatih. Ketika kita sudah trampil naik sepeda atau berenang, maka ketrampilan tersebut tidak akan pernah hilang, tapi bisa menjadi ‘karatan’ kalau jarang dilakukan. Teknik terbaik untuk membangun kebiasaan menulis adalah dengan menulis cepat. Mengapa? Pertama, ide itu bagaikan angin — mudah datang dan mudah hilang. Kedua, untuk menjadi penulis andal, maka perlu proses pembiasaan — semakin banyak dipakai semakin mudah mendapatkan ide untuk diutak-atik, ditambahi, dikurangi, diperkaya, dll.. Ketiga, menulis cepat dapat menolong kita untuk bisa lebih fokus.
Sebagai aplikasinya, maka kami diberi tugas untuk mempraktikkan latihan menulis cepat. Idealnya, 30 menit setiap hari selama 30 hari, kita diminta untuk berlatih menulis sendiri — menulis apa saja, tidak usah terlalu dipusingkan apa yang kita tulis, apakah kalimat yang kita tulis nyambung dengan kalimat yang lainnya, jangan memusingkan masalah EYD (ejaan yang disempurnakan), apakah tata bahasanya benar, dll., pokoknya menulis apa saja. Dengan “semangat 45″, beberapa rekan yang mengikuti training, langsung mau berkomitmen untuk melakukan latihan menulis cepat ini. Saya secara pribadi agak mikir-mikir, “Ikut apa gak, ya?” Terus terang, saya khawatir tidak bisa mendisiplin diri untuk setiap hari menulis selama 30 menit selama 30 hari karena saat itu saya memiliki banyak kegiatan di gereja. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk ikut juga (walaupun dengan sedikit dipaksa dan tidak terlalu yakin ).
Setelah dijalankan, saya mengambil kesimpulan bahwa ternyata menulis itu bukan hal yang sulit. Kita bisa menulis apa saja dan kapan saja, entah ketika suasana hati kita sedang senang, atau baru kesal dengan orang lain, atau sedang pusing memikirkan pekerjaan kantor, pokoknya dalam situasi apa saja. Tapi yang paling sulit adalah mendisiplin diri untuk menulis 30 menit setiap hari selama 30 hari. Hasil praktik saya, masih banyak yang “bolong-bolong” . Eh, tapi bukan cuma aku lho, yang tidak disiplin, teman-teman yang lain juga pada “bolong-bolong” (membela diri sendiri )… Doakan semoga kami, terutama tim penulis YLSA, bisa terus disiplin belajar menulis, supaya talenta yang Tuhan berikan ini semakin terasah.
Biografi Yesus 1 - Edisi No. 48 Vol. 14/2011 (6 December 2011)
e-JEMMi Terbaru - Jum, 20/01/2012 - 02:22
Raker YLSA 2012 “Melangkah dengan Iman”
Terbaru dari Blog SABDA - Jum, 13/01/2012 - 16:10
Pada tanggal 9 — 10 Januari 2012, semua staf YLSA mengikuti Rapat Kerja 2012. Sebelumnya, sepanjang bulan November dan Desember 2010, sudah ada banyak rapat, training, dan terutama doa dilakukan untuk persiapan pelaksanaan Raker ini. Semua koordinator divisi sibuk menyiapkan laporan dan penyusunan rencana kegiatan tahun 2012. Divisi HRD, Admin, Publikasi, ITS, Komunitas, Web, PESTA, dan divisi yang terbaru di YLSA, yaitu divisi Multimedia “berusaha keras” mempersiapkan laporan dan rencana dengan sebaik-baiknya untuk dipresentasikan di Raker. Supaya kelihatan lebih cantik, banyak laporan yang disiapkan dengan PowerPoint.
Mengadakan Rapat Kerja Tahunan merupakan salah satu tradisi di YLSA yang dilaksanakan setiap awal tahun. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi hasil kerja tahun sebelumnya dan mempresentasikan rencana kerja tahun ini. Di setiap Raker selalu diberikan tema, misalnya tema tahun 2011 adalah “Terbang Tinggi Bagai Rajawali”, dan tahun 2012 “Melangkah dengan Iman”. Pada pembukaan Raker ini, Ibu Yulia membagikan beban, bahwa Tuhan sudah menyediakan tugas lebih besar bagi YLSA di tahun 2012, tapi masalahnya apakah kita mampu melaksanakannya? Jika kita tidak tinggal di dalam Kristus, dan jika Tuhan tidak menganugerahkan iman, maka tidak mungkin YLSA bisa melakukan tugas besar itu. Semua staf YLSA dituntut untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi melihat dan memandang kepada Tuhan saja. Dengan demikian, apa yang telah Tuhan rencana untuk YLSA, pasti akan bisa kita kerjakan dengan luar biasa.
Rencana semula, raker akan diadakan di luar kota Solo, seperti raker -raker sebelumnya. Namun, karena ada keberatan dari beberapa staf dan cuaca yang hujan terus menerus, akhirnya pimpinan sepakat untuk melaksanakan Raker di kantor saja. Sebagai gantinya, kami akan pergi berpiknik bersama semua keluarga staf ke luar kota jika nanti cuaca sudah lebih baik sehingga bisa lebih menikmati suasana di luar kantor.
Acara raker dilakukan pada jam kerja biasa, pkl. 08.00 sampai dengan pkl. 17.00 sore. Semua staf boleh pulang ke rumah, kecuali Benny , karena kami tidak ingin dia datang kesiangan Acara disusun sangat padat. Hampir 95% isinya adalah rapat dan diskusi, dengan diselingi permainan supaya ada sedikit hiburan. Meskipun padat, semua staf mengikuti raker dengan antusias dan terlibat aktif pada setiap sesi. Pemanfaatan waktu juga cukup baik, karena hanya beberapa acara yang molor. Pada hari pertama setiap divisi memberikan laporan kerja 2011. Ada banyak pertanyaan dan usulan dari rekan-rekan divisi lain. Pada hari kedua, setiap divisi mempresentasikan rencana kerja 2012. Saya lihat setiap divisi memiliki daftar planning yang sangat panjang untuk tahun 2012 ini. Setelah semua presentasi selesai, kita melanjutkan dengan pembahasan mengenai mapping staf dan mimpi-mimpi YLSA, baik mimpi tahun 2011 maupun mimpi tahun 2012.
Raker ini merupakan Raker pertama saya selama di YLSA. Melalui laporan tahun 2011, saya bisa melihat berkat dan anugerah Tuhan yang sangat besar bagi YLSA, karena banyak hasil yang dicapai sehingga YLSA dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Saya juga melihat Tuhan membuka banyak kesempatan dan hal-hal baru sepanjang tahun 2011 — seumpama rajawali, YLSA bisa terbang tinggi dan melihat luasnya pekerjaan yang Tuhan persiapkan bagi YLSA untuk tahun mendatang. Melalui setiap rencana kerja yang dipaparkan, saya juga melihat bahwa raker ini merupakan ajang pengujian iman, apakah seluruh staf berani melangkah untuk membuat program yang lebih besar lagi sesuai dengan kehendak Tuhan? Saya berharap jawabannya ya, karena Tuhan ada bersama dengan kita sehingga kita tidak menjadi lelah sebaliknya semakin giat melakukan pekerjaan Tuhan. Amin!
Orang-Orang Bugis, Indonesia - Edisi No. 47 Vol. 14/2011 (29 November 2011)
e-JEMMi Terbaru - Kam, 12/01/2012 - 02:22
Pakistan: Saleema dan Raheela - Edisi No. 46 Vol. 14/2011 (22 November 2011)
e-JEMMi Terbaru - Rab, 04/01/2012 - 02:21
Bengcu Menggugat Karena Stefanus Membual
Blog Misi dari SABDA Space - Sel, 03/01/2012 - 02:08
Ketika mengutus ke 12 dan ke 70 murid-Nya memberitakan “Kerajaan Allah Sudah dekat” ke seluruh penjuru Israel, saat itu Yesus bilang, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Dia lalu mengingatkan bahaya yang mungkin dihadapi selama penugasan tersebut. Saat itu, segala kuasa di sorga dan di dunia belum diberikan kepada-Nya. Ke 12 dan ke 70 murid pulang dengan selamat dan sukses. Ketika mengutus murid-murid-Nya memberitakan “Kerajaan Allah sudah datang” ke seluruh dunia, segala kuasa di sorga dan di dunia sudah diberikan kepada-Nya dan Yesus yang berjanji untuk senantiasa menyertai sampai akhir zaman. Kenapa banyak murid-murid-Nya yang dianiaya bahkan dibunuh? Yesus MEMBUAL atau ada sesuatu yang salah pada para murid Yesus?
Komisi Misi - Edisi No. 45 Vol. 14/2011 (15 November 2011)
e-JEMMi Terbaru - Kam, 22/12/2011 - 02:21
Sukacita Natal YLSA 2011
Terbaru dari Blog SABDA - Rab, 21/12/2011 - 14:00
Sudah dua kali saya ikut merasakan sukacita Natal bersama dengan keluarga besar YLSA. Namun Natal tahun ini, yang diadakan Senin kemarin, tanggal 19 Desember 2011, terasa beda untuk saya, mengapa? Karena Natal tahun ini, sayalah yang ditunjuk menjadi ketua panitia Natal! Sedikit surprise juga sich.., namun dengan segenap tenaga dan kemampuan saya, dan tentunya dengan bantuan teman-teman YLSA, saya melaksanakan amanat itu dengan sebaik-baiknya…hehehe. Tempat merayakan Natal kali ini tidak di kantor, tapi di rumah baru Mbak Evi. Ini sekaligus menjadi kunjungan kami yang pertama sejak kepindahan Mbak Evi dan Pak Broto di rumah barunya. Meski cuaca agak mendung, tapi kami bersyukur karena saat acara berlangsung hujan tidak turun. Saya yakin semua karena campur tangan Tuhan.
Pada Natal YLSA 2011 ini, kami mengundang Mas Hastjarjo (mantan staf YLSA) sebagai pembicara. Dengan gaya yang humoris tapi serius, Mas Has membawakan pesan Natal yang diambil dari Lukas 1:46-47, tentang “Nyanyian Maria”. Inti dari pesan Natal yang dibawakan pada acara ini, adalah biarlah pujian/sukacita hidup kita meluap dari hati yang mengenal Allah; karena kita mengalami kasih Allah, bukan karena berkat-berkat-Nya saja.
Pada sesi perayaan, suasana menjadi lebih santai, karena ada beberapa talent show yang menampilkan kebolehan teman-teman YLSA. Ada drama yang diperankan oleh Ami, Dicky, Yadi, Yudo, Sigit. Nggak kalah dengan OVJ (Opera Van Java), yang ini adalah YVJ (YLSA Van Java)…hehehe. Kemudian ada vokal group, dengan personilnya Hadi, Khenny, Tatik , Gunung. Penampilan yang tidak kalah dengan penyanyi papan atas…hehehe. Tak lupa, ada penampilan Benny dengan biolanya, yang ditemani dengan Ibu Yulia dan Jesica sebagai penyanyinya. Lagu hymne yang dibawakan terdengar sangat syahdu. Acara yang selalu diadakan dalam Natal YLSA adalah acara tukar kado, dibawakan oleh Setya. Acara terakhir, seperti biasa adalah makan bersama. Semuanya membuat sukacita Natal kian hangat.
Seperti biasanya, panitia juga mengundang para mantan staf YLSA dan pasangannya untuk ikut bergabung merayakan malam Natal YLSA. Tamu yang hadir malam kemarin adalah Theo, Titus, Irma, Ratri, Kristin, dan Jinjing. Setiap tahun selalu ada kesan Natal yang berbeda. Natal tahun ini sangat berkesan, khususnya buat saya. Suasana kehangatan dan kebersamaan keluarga besar YLSA mengingatkan saya akan kasih Kristus yang begitu besar dalam hidup saya. Kasih yang tidak tebang pilih, kasih yang rela memberikan nyawa-Nya, dan kasih yang telah mengubahkan hidup saya. Kiranya Natal tahun ini lebih memotivasi dan memberikan kita semangat berlipat untuk melayani Tuhan.
Melalui Blog SABDA ini, saya, Sigit (Divisi PESTA) mewakili semua personil di balik layar YLSA mengucapkan: “Selamat Natal 2011 & Tahun Baru 2012″. Damai Kristus menyertai kita semua. Amin.
Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 2 - Edisi No. 44 Vol. 14/2011 (8 November 2011)
e-JEMMi Terbaru - Sel, 13/12/2011 - 02:23
Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 1 - Edisi No. 43 Vol. 14/2011 (1 November 2011)
e-JEMMi Terbaru - Sel, 13/12/2011 - 02:23



Milis Publikasi e-JEMMi memuat berita-berita misi dan perkembangannya. Melalui milis ini, Anda bisa menemukan berbagai bahan seputar misi yang dapat memperlengkapi pemahaman dan wawasan Anda tentang pelayanan Misi. Semua bahan-bahan ini bisa Anda peroleh secara GRATIS. Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda. GBU.
sabda.org | Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati