Sabda Katalog Yayasan Lembaga SABDA Pendidikan Elektronik Study Teologia Awam e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
Home | Bahan | Seri

Siapakah Yesus Kristus? - Historika

Kategori: Sistematika | Biblika | Praktika | Historika


Siapakah Yesus Kristus?

Kata Pengantar
A. Bagaimana Memulai Pelajaran Ini?
B. Bagaimana Menggunakan Buku Ini?
1. Yesus Sahabat Sampah Masyarakat
2. Perjamuan yang Mengejutkan
3. Diagnosis Kristus tentang Manusia
4. Tujuan dan Nasib Kehidupan
5. Identitas Yesus Kristus
6. Perikemanusiaan Menurut Yesus
7. Yesuskah Jawaban Hidup Ini?
8. Penyaliban Yesus
9. Mengapa Kristus Mati?
10. Kebangkitan Kristus
11. Kristus dan Pemberian Roh Kudus
12. Kebangkitan dan Kemuliaan Kristus




PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402] [Hak 17401]

12 Bahan PA
SIAPAKAH YESUS KRISTUS
Jane Hollingsworth
PERKANTAS
(Persekutuan Kristen Antar Universitas)
Jl. Pintu Air 7 Blok C/5
Jakarta 10710

Buku asli diterbitkan oleh InterVarsity Press dengan judul: DISCUSSIONS ON THE LIFE OF JESUS CHRIST, 1962 by Jane Hollingsworth. Diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Perkantas dengan izin InterVarsity Press, Downers Grove, Illinois 60515, USA. Dilarang mengutip dan memperbanyak atau menyalin, baik secara menyeluruh maupun sebagian, dengan mencetak, fotocopy, tanpa seizin Perkantas. Cetakan ke-3 1991 (Edisi Revisi) Desain sampul : Yahya Ramali

17403 KATA PENGANTAR
17404 A. BAGAIMANA MEMULAI PELAJARAN INI?
17405 B. BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI?
17402 DAFTAR ISI

[Lanjutkan 17401]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

HAK CIPTA

[Indeks 17402] [Info 17400]

* VERSI BUKU (TINTA-KERTAS) *

JUDUL        : Siapakah Yesus Kristus?                      TAHUN  : 1991
JUDUL ASLI   : Discussions on the Life of Jesus Christ      TAHUN  : 1962
PENULIS      : Jane Hollingsworth
PENERBIT     : PERKANTAS
PERCETAKAN   : -
COPYRIGHT    : Inter Varsity Press         Lihat Halaman Judul
JML HALAMAN  : 51
BIBLIGRAFI   : Hollingsworth, Jane. 1991. Siapakah Yesus Kristus. Jakarta: PERKANTAS

* VERSI ELEKTRONIK (SABDA) *

IZIN DARI    : PERKANTAS
DIPROSES OLEH: Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

DESKRIPSI :

Buku ini berisi 12 bahan PA yang sangat bagus untuk menjadi penuntun bagi petobat baru atau orang Kristen yang ingin mengenal Kristus lebih dekat. Setelah mengikuti dan mempelajari bahan ini, Anda akan menemukan bahwa seringkali kita mempunyai konsep dan pengenalan yang salah tentang Yesus. Bahan PA ini akan menolong kita mengenal Tuhan Yesus sebagaimana yang diceritakan oleh Alkitab.

PERHATIAN!

Pemegang Hak Cipta utama buku ini adalah PERKANTAS. YLSA mendapatkan izin untuk memproses teks buku ini ke dalam VERSI ELEKTRONIK untuk digunakan dalam program SABDA/OLB. Pengguna program SABDA dilarang mengutip, menerbitkan kembali, atau memperbanyak sebagian ataupun seluruh teks buku ini dengan bentuk dan cara apa pun juga untuk tujuan komersiil tanpa izin tertulis dari pemegang Hak Cipta buku ini yaitu PERKANTAS.

[Lanjutkan 17402]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Info 17400] [Hak 17401]

SIAPAKAH YESUS KRISTUS? DAFTAR ISI

17403 KATA PENGANTAR
17404 A. Bagaimana Memulai Pelajaran Ini?
17405 B. Bagaimana Menggunakan Buku Ini?

17406 1. Yesus Sahabat Sampah Masyarakat (Lukas 18:35-19:10)
17407 2. Perjamuan yang Mengejutkan (Lukas 7:35-50)
17408 3. Diagnosis Kristus tentang Manusia (Markus 7:1-23)
17409 4. Tujuan dan Nasib Kehidupan (Yohanes 8:12-47)
17410 5. Identitas Yesus Kristus (Lukas 5:17-26)
17411 6. Perikemanusiaan Menurut Yesus (Lukas 18:18-30)
17412 7. Yesuskah Jawaban Hidup Ini? (Yohanes 14:1-38)
17413 8. Penyaliban Yesus (Lukas 23:26-56)
17414 9. Mengapa Kristus Mati? (Yesaya 52:13; 53:12)
17415 10. Kebangkitan Kristus (Lukas 24:1-53)
17416 11. Kristus dan Pemberian Roh Kudus (Yoh 16:1-15; Kis 2:1-47)
17417 12. Kebangkitan dan Kemuliaan Kristus (1Korintus 15:1-13)

[Lanjutkan 17403] [Sebelumnya 17401]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

SIAPAKAH YESUS KRISTUS?
KATA PENGANTAR
DAFTAR PA
17406 1. Yesus Sahabat Sampah Masyarakat
17407 2. Perjamuan yang Mengejutkan
17408 3. Diagnosis Kristus Tentang Manusia
17409 4. Tujuan dan Nasib Kehidupan
17410 5. Identitas Yesus Kristus
17411 6. Perikemanusiaan Menurut Yesus
17412 7. Yesuskah Jawaban Hidup Ini?
17413 8. Penyaliban Yesus
17414 9. Mengapa Kristus Mati?
17415 10. Kebangkitan Kristus
17416 11. Kristus dan Pemberian Roh Kudus
17417 12. Kebangkitan dan Kemuliaan Kristus

Menjadi seorang Kristen, hampir sama seperti memasuki pernikahan yang menuntut penyerahan penuh dari masing-masing pihak. Karena itu kita perlu memperhatikan fakta-fakta dasar, seperti siapakah Kristus, tuntutan-tuntutan yang diajukan-Nya, dan apa akibat, tuntutan-tuntutan itu bagi hidup kita.

Dalam masyarakat kita, kekristenan sering disalahartikan. Untuk mendapat pengertian yang jernih tentang kekristenan, kita perlu mempelajari hidup Kristus itu sendiri. Dengan demikian kita dihadapkan kepada seorang Pribadi yang hidup, Kristus yang bangkit, yang menawarkan kepada kita persahabatan pribadi dengan diri-Nya.

Pelajaran-pelajaran berikut adalah pengantar kepada beberapa bagian Alkitab yang mengandung pengertian-pengertian tentang Kristus. Kiranya Roh Kudus memberikan kita pengertian dan perubahan hidup melalui pelajaran ini. Orang-orang Kristen akan makin melihat akibat-akibat dari mengenal Kristus; orang-orang yang bukan Kristen akan menemukan Kristus sebagai sumber kehidupan yang baru. Untuk maksud itulah buku ini ditulis.

17404 A. Bagaimana Memulai Pelajaran Ini?
17405 B. Bagaimana Menggunakan Buku Ini?

[Lanjutkan 17404] [Sebelumnya 17402]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

BAGAIMANA MEMULAI PELAJARAN INI?

  1. Berdoa
    1. Agar teman-teman Saudara yang bukan Kristen tertarik mempelajari sifat dan pengajaran Kristus.
    2. Agar Saudara bertemu dengan orang-orang yang mempertanyakan keberadaan Allah, kekristenan, arti kehidupan dan lain-lain, serta mau diajak untuk mempelajari Alkitab.

  2. Mengundang
    1. Setelah berdiskusi tentang kekristenan atau tentang kehidupan dan persoalannya dengan kawan Saudara itu, akan wajar sekali bila Saudara menyarankannya untuk bersama mempelajari hal tersebut dari pandangan Kristus.
    2. Jangan segan atau malu mengundang teman-teman yang dapat dijumpai di kampus, kafetaria, asrama, perpustakaan, dan sebagainya. Katakan pada mereka bahwa Saudara tertarik mempelajari Yesus Kristus bersama orang lain, dan mencoba menghubungkannya dengan kehidupan praktis. Jangan pula kecewa bila mereka menolak. Banyak orang menjadi Kristen karena bertemu dengan orang yang tak kenal putus asa mengundang mereka ke kelompok Penelaahan Alkitab (PA).

  3. Rencanakan
    Bahan-bahan PA ini terutama cocok untuk mereka yang belum Kristen, tapi juga cocok bagi mereka yang sudah Kristen. Karena itu suasananya haruslah sedemikian rupa sehingga persoalan-persoalan, keraguan-keraguan dan pertanyaan-pertanyaan dapat keluar dengan bebas. Jumlah orang Kristen jangan sampai melebihi yang belum Kristen, supaya jangan menghalangi kebebasan mereka berdiskusi. Jumlah yang terbaik kira-kira 4-5 orang non-Kristen dengan 2-3 orang Kristen. Jumlah orang Kristen yang terlalu banyak dapat menghalangi diskusi yang bebas. Mereka sebaiknya bekerja sama dan menganjurkan orang Kristen lainnya yang ingin ikut untuk membentuk satu kelompok baru.

[Lanjutkan 17405] [Sebelumnya 17403]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU INI?

  1. Persiapan Pemimpin

    Sebelum membaca pertanyaan diskusi, bacalah dahulu bahan Alkitabnya, kemudian ikuti persiapan pemimpin atau saran. Penting sekali bahwa Allah lebih dahulu berbicara kepada Saudara dan Saudara menanggapi kebenaran dinyatakan secara pribadi, sebelum Saudara mempersiapkan bahan tersebut untuk kelompok yang Saudara pimpin.

  2. Pendekatan

    Banyak sekali pertanyaan pendahuluan yang cocok untuk menciptakan cara berpikir yang baik sebelum kelompok membaca bahan Alkitab. Perhatikan saran-saran tertulis dan berdoalah agar Allah melengkapi Saudara dengan kebutuhan kelompok Saudara.

  3. Pertanyaan

    Pertanyaan-pertanyaan ini hanyalah saran-saran. Kalimatkan sendiri pertanyaan-pertanyaan tersebut menurut cara berpikir Saudara.

  4. Pertanyaan dan Saran Tambahan

    Hal-hal tambahan ini memberikan ide bagaimana PA dapat dikembangkan, namun tidak perlu dimasukkan ke dalam PA. Karena waktu dan latar belakang yang terbatas, beberapa kelompok akan merasakan bahwa pertanyaan pokok saja sudah cukup.

[Lanjutkan 17406] [Sebelumnya 17404]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

1. YESUS SAHABAT SAMPAH MASYARAKAT

Lukas 18:35-19:10*

======================================================================
Tujuan : Memperlihatkan sikap Kristus terhadap mereka yang membutuhkan
sesuatu, misalnya: Dia sangat memperhatikan mereka yang mempunyai
kebutuhan nyata, tak peduli siapa mereka. Tindakan-Nya memperlihatkan
kasih-Nya kepada mereka.
======================================================================

Persiapan Pemimpin

  1. Bacalah bahan di atas sambil memohon agar Tuhan memimpin pikiran dan pengertian Saudara.
  2. Tuliskan orang-orang (perorangan atau kelompok) yang terdapat dalam bagian ini, dan catat reaksinya satu terhadap yang lain.
  3. Bandingkan Yesus dan orang banyak dalam hal:
    1. Sikap mereka terhadap orang buta
    2. Sikap mereka terhadap Zakheus
    3. Tindakan-tindakan yang diambil dalam kedua kejadian tersebut.
  4. Periksa diri Saudara dalam hal:
    1. Kepekaan akan kebutuhan orang di sekitar Saudara.
    2. Sikap terhadap mereka yang tidak diterima masyarakat.
    3. Tindakan terhadap mereka. Apakah Saudara lebih menyerupai sikap Yesus atau orang banyak?

Memperkenalkan bahan PA

  1. Lukas 18:35-43* : Mintalah setiap orang membaca bahan ini dalam hati, dan minta seorang menceritakannya kembali, seolah ia pernah menyaksikan peristiwa tersebut. Kemudian pakailah pertanyaan-pertanyaan untuk bagian ini.

  2. Lukas 19:1-10* : Mintalah satu orang membaca cerita ini dengan suara yang keras. Sebelum Saudara mulai dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi dari bagian ini, jelaskan mengapa pemungut cukai dibenci oleh orang Yahudi. (Pemungut cukai adalah orang Yahudi yang mengumpulkan pajak bagi pemerintah penjajah Romawi, dan mereka sering mengumpulkan jumlah pajak secara paksa dan tidak jujur dari bangsanya sendiri.) Ingat bahwa Zakheus adalah kepala pemungut cukai/pajak.

Pertanyaan: (Lukas 18:35-43*)

  1. Bagaimana orang buta itu sampai bertemu dengan Yesus? Berapa besar inisiatif berasal dari pengemis itu? Berapa besar inisiatif dari pihak Yesus?
  2. Bagaimana sikap orang banyak terhadap orang buta itu?
  3. Apa akibat-akibat dari pertemuan ini:
    1. bagi orang buta,
    2. bagi orang banyak,
    3. bagi Kristus?
  4. Bagaimana sikap Kristus terhadap pengemis yang tidak disukai orang banyak itu? Mengapa Ia memperdulikannya?

Pertanyaan: (Lukas 19:1-10*)

  1. Bandingkan Zakheus dengan orang buta ini dalam:
    1. Kedudukan mereka dalam masyarakat.
    2. Kesadaran tentang kebutuhan mereka.
  2. Bagaimana Zakheus sampai berhubungan dengan Yesus? Berapa besar inisiatif berasal dari Zakheus? Berapa bagian inisiatif berasal dari Yesus? Bagaimana perbedaannya dengan peristiwa pertemuan dengan pengemisi?
  3. Bagaimana seharusnya sikap Yesus terhdap Zakheus menurut orang banyak?
  4. Mengapa Yesus menyatakan ingin ke rumah Zakheus? (Ingat sikap orang Yahudi terhadap orang berdosa.)
  5. Apa perbedaan sikap Yesus terhadap kedua orang ini dengan sikap orang banyak? Bagaimana sikap orang zaman sekarang bila terjadi hal yang sama?
  6. Menurut Saudara, mengapa Kristus mau berhubungan dengan orang seperti pengemis buta dan Zakheus dngan mengorbankan reputasi-Nya?

Pertanyaan dan Saran-saran Tambahan

  1. Apakah hubungan antara perhatian dan tindakan Kristus dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan sosial orang ini dengan pemenuhan rohaninya?
  2. Alasan-alasan apa yang menyebabkan kita mempelajari hidup Yesus Kristus? Kebutuhan apa yang dipenuhi-Nya?
  3. Buatlah daftar ciri-ciri Yesus yang dapat Saudara temukan dalam bagian ini.

[Lanjutkan 17407] [Sebelumnya 17405]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

2. JAMUAN MAKAN YANG MENGEJUTKAN

Lukas 7:35-50*

======================================================================
Tujuan : Memperlihatkan sikap Kristus terhadap orang berdosa, kasih-Nya dan
kesediaan-Nya mengampuni mereka; bukan karena perbuatan atau keadaan
orang itu, tapi karena iman mereka kepada-Nya.
======================================================================

Latar belakang

Pada zaman Kristus hidup, terdapat kebiasaan melepaskan sandal sebelum makan, dan para tamu bersandar pada lengannya dengan kaki ditekuk ke belakang. Mulai ayat 44, Yesus menyebutkan tiga tindakan penghormatan yang biasa dilakukan oleh tuan rumah ketika menerima tamu yang dihormatinya: membasuh kaki tamunya di pintu (karena perjalanan yang mengotori kaki), menyambut dengan ciuman (seperti jabat tangan sekarang), dan mengurapi kepala tamu dengan minyak (untuk menyatakan rasa hormat). Wanita itu melakukan ketiga tanda penghormatan tadi yang seharusnya dikerjakan oleh Simon. Pastikan bahwa tiap peserta tahu jelas bahwa orang Farisi adalah pemimpin agama yang menyombongkan diri dengan mentaati Taurat secara kaku dan umumnya merasa dirinya sangat benar.

Persiapan pemimpin

  1. Bacalah seluruh bagian. Catatlah orang-orang yang ada dan perhatikan reaksi mereka satu sama lain.
  2. Berdoalah agar mengerti, sementara Saudara mempelajari bagian ini.
  3. Perhatikan wanita itu dan Simon:
    1. Sikap mereka terhadap diri mereka sendiri.
    2. Sikap mereka terhadap Yesus.
    3. Bagaimana Yesus memperlakukan mereka masing-masing?
  4. Tempatkanlah diri Saudara sebagai:
    1. Yesus
    2. Wanita itu
    3. Simon Dan tanyakan:
      1. Apa persamaan saya dengan orang ini?
      2. Apa perbedaan saya dengan orang ini?
      3. Dalam hal-hal apa saya perlu berubah?

Pendekatan

  1. Diskusikan bagaimana perasaan Saudara bila tidak diterima sepenuhnya oleh orang-orang di sekitar Saudara. Anjurkan kelompok untuk mencari sikap dan tindakan Yesus menghadapi situasi sosial yang tegang dalam bagian ini.

  2. Seberapa jauh lingkup pergaulan seseorang mempengaruhi reputasinya? Apakah lingkungan yang baik merupakan tolok ukur tentang kehormatan seseorang? Anjurkan kelompok untuk mencari pendapat terhadap masalah dalam bagian ini. Bacalah bagian ini dengan suara keras.

Pertanyaan: (Lukas 7:35-40*)

  1. Mengapa Simon mengundang Kristus untuk makan? Petunjuk-petunjuk apa yang menyebabkan kita menyimpulkan bahwa Dia kurang disambut dengan baik?
  2. Mengapa Kristus menerima undangan ini?
  3. Bagaimana sikap wanita itu terhadap Kristus? Bagaimana hal itu dinyatakan melalui tindakannya?
  4. Mengapa Yesus membiarkan gangguan itu berlangsung terus? Mengapa Yesus tidak menyuruh wanita itu meninggalkan-Nya untuk menemui-Nya pada kesempatan lain?
  5. Apa yang menyusahkan Simon?
  6. Apa yang dimaksudkan Yesus dengan "orang berdosa"? (ayat 39,wanita bermoral rendah)
  7. Bagaimana Yesus memperlihatkan pada Simon bahwa ketidaktahuan yang membuat Kristus mengijinkan wanita itu menjamah-Nya?
  8. Minta seorang untuk menceritakan kembali perumpamaan itu dengan kata-katanya
  9. sendiri. Apa inti perumpamaan ini?
  10. Mengapa sikap Kristus terhadap wanita itu berbeda dengan sikap Simon? Seperti Kristus atau Simonkah kebanyakan orang masa kini akan bersikap terhadap wanita seperti ini?
  11. Bandingkan sikap dan tindakan wanita ini terhadap Kristus dan tindakan Simon terhadap Kristus?
  12. Apakah reaksi tamu lain dalam situasi ini?
  13. Tuturkan dengan singkat sikap Kristus terhadap orang berdosa.

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Dalam hal apakah cap yang diberikan masyarakat kepada orang-orang yang bergaul dengan para "sampah masyarakat" merintangi kita memenuhi kebutuhan orang-orang semacam itu?
  2. Apa yang mendorong kita untuk mengasihi Yesus? Bagaimana kasih itu dapat dinyatakan terhadap Dia yang tidak kelihatan?
  3. Apa yang Saudara artikan dengan kata "orang berdosa"? Bagaimana kita disadarkan akan dosa kita? Apakah Yesus secara tidak langsung mengajarkan tingkatan dosa?
  4. Buatlah daftar sifat Yesus Kristus yang dapat Saudara temui dalam bagian ini.

[Lanjutkan 17408] [Sebelumnya 17406]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

3. DIAGNOSIS KRISTUS TENTANG MANUSIA

Markus 7:1-23*

======================================================================
Tujuan: Mempertimbangkan pendefinisian Kristus tentang dosa, dan pendapat-Nya
tentang orang-orang yang lebih mengikuti tradisi manusia daripada
Firman Allah.
======================================================================

Latar belakang

Orang Farisi dan ahli Taurat adalah pemimpin-pemimpin agama di zaman Yesus. Seringkali Yesus menyalahkan kemunafikan mereka, seperti yang Ia lakukan dalam bagian ini (lihat Lukas 11:39* dan Lukas 12:1*). Peraturan mencuci tangan yang mereka tekankan, bukan untuk tujuan kesehatan tapi untuk membersihkan diri dari sentuhan-sentuhan yang tidak disengaja dengan orang-orang atau benda-benda yang dianggap kurang suci. Mereka juga membedakan antara makanan yang halal dan yang haram, tetapi Yesus mengatakan bahwa semua halal (ay Lukas 12:29*). Dalam agama Yahudi terdapat kewajiban bersumpah memberikan uang untuk kas Bait Allah dan yang pembayarannya dapat diangsur sampai kematian. Jadi seseorang dapat mengatakan pada orang tuanya bahwa ia tak punya uang untuk menolong orang tuanya ketika mereka dalam kesusahan karena "korban", yang artinya sudah dipersembahkan di bawah sumpah. Dengan cara ini tradisi "agama" dipakai untuk melarikan diri dari hukum-hukum Allah. Benar bahwa Yesus di sini tidak memakai kata "dosa", tapi jelas Dia menyebut adanya ketidaktaatan kepada Allah, kenajisan dan dalam ayat Lukas 12:21-22*, Ia mendaftarkan sejumlah "dosa." Topik yang dinyatakan-Nya, jelas tentang dosa.

Persiapan pemimpin

  1. Berdoalah supaya Allah dengan jelas memperlihatkan pada Saudara penilaian-Nya tentang dosa.
  2. Bacalah bagian ini dan catat hasil yang paling ditekankan orang Farisi. Apa beda Yesus dengan mereka.
  3. Baca Matius 22:37-40*. Pelajari dosa-dosa khusus dalam Markus 7:1-37*, dan catat bagaimana setiap dosa berhubungan erat dengan hukum utama.
  4. Periksa diri Saudara sehubungan dengan setiap perbuatan dosa yang disebut. Bagaimana bila Saudara juga memasukkan soal motif penilaian Saudara tentang diri sendiri.
  5. Setelah mempelajari semua ini, bagaimana Saudara mendifiniskan dosa?

Pendekatan

  1. Dalam pelajaran kita sebelumnya Yesus berbicara tentang "dosa dan orang berdosa." Carilah apa yang dimaksudkan-Nya dengan dosa dalam Markus 7:1-37*.
  2. Kalau seseorang menyebut istilah dosa, apa yang timbul dalam pikiran Saudara? Dalam Markus 7, kita melihat dua ide yang berbeda tentang dosa. Carilah sambil Saudara membacanya.

Pertanyaan: (Markus 7:1-23*)

  1. Perbuatan apa saja yang dikritik ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan murid-murid Yesus?
  2. Mengapa ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir bahwa masalah ini penting?
  3. Menurut Yesus sikap apa yang salah pada mereka? (ay Markus 7:6-8*)
  4. Perintah Allah yang manakah yang tidak ditaati oleh ahli Taurat dan orang Farisi? Apa yang menyebabkan manusia sering memutarbalikkan perintah Allah? (lihat latar belakang)
  5. Bagaimana Yesus meringkaskan perintah-perintah Allah? (lihat Matius 22:37-40*)
  6. Apa perintah ini berhubungan dengan tindakan nyata atau motif dan keinginan batin? Di mana penekanannya? Di mana orang Farisi memberi penekanan?
  7. Mengapa tradisi-tradisi manusia begitu penting bagi mereka?
  8. Dari bagian ini, bagaimana orang Farisi mendefinisikan dosa?
  9. Bacalah dosa-dosa yang disebutkan Kristus. Diskusikan bagaimana masing-masing melanggar salah satu atau kedua hukum utama. Perbedaan apa yang dibuat Yesus antara dosa besar dan dosa kecil?
  10. Ringkaskan pandangan Yesus tentang sumber dosa.
  11. Dapatkah kita mengatasi dosa dengan mendisiplinkan dan mengontrol tingkah laku kita? Kalau tidak, apa yang dapat kita lakukan terhadap keadaan kita ini?

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Pada masa kini dosa umumnya dianggap relatif. Bagaimana anggapan ini dibandingkan dengan pengajaran Yesus.
  2. Dapatkah seseorang mengasihi Allah tanpa mengasihi sesamanya atau diri sendiri? Bagaimana hubungannya?
  3. Daftarkan sifat-sifat Yesus Kristus yang Saudara temukan dalam bagian ini.

[Lanjutkan 17409] [Sebelumnya 17407]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

4. TUJUAN DAN NASIB KEHIDUPAN

Yohanes 8:12-47*

======================================================================
Tujuan : Untuk melihat keunikan Yesus Kristus dalam asal usul-Nya,
pengetahuan-Nya tentang diri-Nya sendiri, ketentuan hidup-Nya yang
Ilahi dan hubungan-Nya dengan Bapa.
======================================================================

Persiapan pemimpin

  1. Berdoalah agar memperoleh pengertian dan hubungan yang jelas antara bagian tersebut dengan hidup Saudara dan orang-orang lain dalam kelompok PA Saudara.
  2. Baca bagian tersebut sampai menemukan arti penjelasan Yesus tentang diri-Nya sebagai Terang Dunia.
  3. Alasan-alasan apa yang diberi Yesus kepada orang-orang Yahudi agar mempercayai Dia?
  4. Bandingkan Yesus dengan orang-orang Yahudi dalam hal:
    1. Asal usul mereka
    2. Nasib kekal mereka
    3. Hubungan mereka dengan Allah.
  5. Apakah akibat percaya bahwa Yesus Kristus adalah Terang Dunia? Perbedaan apa yang diakibatkannya dalam hidup Saudara?

Pendekatan

  1. Diskusikan tentang fungsi terang.
  2. Bacalah bagian ini dan temukan bagaimana Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Terang itu.

Pertanyaan : (Yohanes 8:12-47*)

  1. Bagaimana orang Farisi menanggapi pernyataan Yesus bahwa Ia adalah Terang dunia?
  2. Fakta-fakta apa saja yang Yesus berikan untuk membuktikan pernyataan-Nya?
  3. Mengapa Yesus berkata mereka tidak dapat ke tempat Ia akan pergi?
  4. Dapatkah mereka menangkap maksud-Nya?
  5. Apa yang Yesus katakan pada mereka mengenai:
    1. Asal usul mereka
    2. Nasib mereka
    3. Jalan keluar mereka.
  6. Bagaimana Yesus menyatakan diri-Nya?
  7. Apakah respon mereka?
  8. Apa yang diharapkan Yesus dari pengikut-Nya di samping percaya pada pribadi-Nya? (ayat Markus 8:31*)
  9. Menurut Saudara, apa yang Ia maksudkan dengan "tetap dalam Firman-Ku"? Menuju ke manakah kepercayaan semacam ini? (ayat Markus 8:32*) Bagaimana tanggapan orang-orang Yahudi yang hanya memiliki kepercayaan intelektual itu?
  10. Siapa yang diperbudak dosa? Dapatkah orang bukan Kristen menikmati kepercayaan intelektual itu?
  11. Petunjuk-petunjuk apa yang ada dalam bagian ini yang menyatakan bahwa asal-usul Yesus adalah berbeda dari asal-usul pendengar-pendengar-Nya?
  12. Terang menyatakan sesuatu sebagaimana adanya. Terang juga memberi arah. Bagaimana Yesus menerangi orang-orang Yahudi tentang:
    1. Mereka sendiri
    2. Yesus sendiri
  13. Arah mana yang Ia berikan kepada mereka?
  14. Bila seseorang menanggapi Yesus Kristus sebagai Terang bagaimana hal ini mempengaruhi:
    1. Asal-usul orang tersebut
    2. Keadaan orang itu sekarang; dan
    3. Nasib kekalnya.

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Bagaimana Yesus mempengaruhi pengertian kita tentang diri kita sendiri dan nasib kita? Bagaimana Ia menolong kita untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya? Kesalahpahaman apa saja yang kita punyai seperti orang Yahudi.
  2. Apakah sumber utama kebebasan manusia? Bagaimana kita dapat mengerti kebenaran? Bagaimana kita dapat mengerti kebebasan?
  3. Temukanlah semua sifat-sifat Yesus dalam bagian ini.

[Lanjutkan 17410] [Sebelumnya 17408]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

5. IDENTITAS YESUS KRISTUS

Lukas 5:17-26*

======================================================================
Tujuan : Menyelidiki jati diri Yesus Kristus.
======================================================================

Latar belakang

Ini mungkin berguna bila didiskusikan secara singkat di tempat yang tepat.

  1. Penyakit yang diderita orang itu adalah semacam kelumpuhan.
  2. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat telah datang dari "tiap kota di Galilea, Yudea dan Yerusalem" (Luk 5:17*) dengan melintasi jarak 75 mil atau lebih.
  3. Ahli-ahli Taurat adalah para pemelihara dan penafsir Taurat, ahli dalam masalah-masalah masyarakat maupun agama. Orang-orang Farisi adalah sekelompok orang yang mengabdikan diri pada pemeliharaan hukum-hukum agama mereka secara ketat.

Persiapan pemimpin

  1. Berdoalah supaya Saudara dapat mengerti dengan jelas arti pertanyaan-pertanyaan Yesus dalam bagian ini.
  2. Sementara Saudara membaca, catatlah orang-orang yang disebutkan dalam bagian ini dan reaksi mereka satu dengan yang lain.
  3. Apakah jawaban terhadap pertanyaan Yesus dalam ayat Lukas 5:23*?
  4. Catatlah semua sifat-sifat Yesus Kristus yang Saudara temui dalam bagian ini, terutama dalam hal:
    1. Pendapat-Nya tentang diri-Nya sendiri
    2. Pengertian-Nya tentang orang banyak; dan
    3. Kuasa-Nya.

Pendekatan

  1. Daya tarik untuk berada di tengah banyak orang, sering muncul karena adanya macam-macam reaksi orang-orang satu terhadap yang lain dan terhadap pusat perhatian masing-masing. Dalam Lukas 5:1-39*, Yesus berada dalam rumah yang dipenuhi orang. Ketika Saudara membaca tentang apa yang terjadi, perhatikan bermacam-macam emosi dan reaksi mereka.
  2. Bacalah bagian ini keras-keras dalam terjemahan yang berbeda.
  3. Untuk membuat tiap orang mengenal dengan baik bagian ini, ringkaslah tiap kejadian utama menjadi satu rangkaian yang terdiri dari tiga-empat kata, misalnya: Yesus mengajar orang banyak; orang membawa si lumpuh; orang banyak menghalangi pintu, dan seterusnya. Ini dapat dilakukan sebaik-baiknya dengan memberi beberapa menit agar tiap orang dapat menyusun daftarnya sendiri, kemudian membacakan 2-3 daftar pada kelompok.

Pertanyaan: (Lukas 5:17-26*)

  1. Berapa besar keinginan orang-orang itu menemui Yesus bersama teman mereka yang sakit? Apakah yang mendorong mereka sehingga membuat lubang di atap untuk menemui Kristus?
  2. Apakah reaksi pertama ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Mengapa mereka menolak kata-kata Yesus? Tidak setujukah Yesus dengan pertanyaan mereka bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dosa?
  3. Bandingkan sikap Yesus dengan sikap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terhadap si sakit dan teman-temannya. Bila kejadian ini terjadi di kampus Saudara, apakah sikap seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi akan terulang kembali.
  4. Mengapa penilaian Yesus tentang diri-Nya sendiri berbeda dengan penilaian ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Menurut dugaan Saudara mengapa mereka tidak mau menerima apa yang dikatakan-Nya tentang diri-Nya?
  5. Diskusikan maksud ayat Lukas 5:23* dari kemungkinan manusia, dan dari kemampuan Allah. Menurut ayat Lukas 5:24-25*, apakah arti masalah ini bagi Yesus?
  6. Untuk menyimpulkan diskusikan:
    1. Orang-orang macam apa saja dalam bagian ini yang mengeluarkan pendapatnya tentang Yesus.
    2. Apa yang Ia nyatakan tentang diri-Nya sendiri.

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Apakah hubungan mujizat-mujizat Yesus dengan pengajaran-Nya? Apakah Yesus hanya memikirkan kepentingan rohani manusia?
  2. Apa yang membuat orang-orang Yahudi sukar percaya bahwa Yesus adalah Allah? Alasan-alasan apa yang diberikan Yesus agar mereka percaya? Bagaimana orang Yahudi dapat menerangkan kata-kata dan karya-karya Yesus bila mereka tidak menerima-Nya sebagai Allah? Apakah di kampus masa kini, Saudara menemukan situasi-situasi yang mirip, yang disebabkan oleh ketidakpercayaan meskipun ada bukti yang penjelasannya tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan pada manusia Allah, Yesus Kristus?

[Lanjutkan 17411] [Sebelumnya 17409]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

6. PERIKEMANUSIAAN MENURUT YESUS

Lukas 18:18-30*

======================================================================
Tujuan: Menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan tidak memadai untuk mendapat
hidup kekal.
======================================================================

Persiapan pemimpin

  1. Mintalah Allah membimbing pikiran dan pengertian Saudara ketika mambawa bagian ini.
  2. Tulislah semua yang Saudara ketahui tentang:
    1. Pemimpin muda yang kaya; dan
    2. Kristus.
  3. Bagaimana bagian ini dapat mempengaruhi pikiran dan tindakan Saudara secara pribadi?

Pendekatan

  1. Bila seseorang bertanya kepada Saudara bagaimana caranya mendapat hidup yang kekal, apa yang akan Saudara katakan? Dalam bagian ini, seorang pemuda bertanya pada Yesus tentang hal ini? Apa jawabannya?
  2. Mungkin menganggap Yesus sebagai seorang guru yang baik? Cobalah temukan apa yang dipikirkan orang muda itu tentang Yesus?

Pertanyaan: (Lukas 18:18-30*)

  1. Mengapa pemuda ini datang pada Yesus? Mengapa ia merasa bahwa Yesus mau menolongnya?
  2. Mengapa Yesus mula-mula menangkis pertanyaan? Mengapa Ia menarik perhatian pada diri-Nya sendiri? Apakah Ia berkata bahwa Ia tidak pantas disebut "baik"?
  3. Kekuasaan apakah yang Yesus pakai untuk menjawab pertanyaan orang ini? Yang mana dari 10 hukum yang Ia pilih sebagai dasar komunikasi dengan penanya-Nya?
  4. Bagaimana si pemuda mengevaluasi dirinya? Apakah ia sombong, tertipu, atau dengan jujur dapat menguji diri sendiri?
  5. Apa tindakan khusus yang menurut Yesus perlu dilakukannya? Catat dua tindakan atau serangkaian tindakan. Apakah Allah perlu menuntut permintaan yang sama terhadap tiap orang yang mencari hidup yang kekal? Apa sebenarnya yang Yesus minta?
  6. Apa yang ditunjukkan oleh respon si pemuda tentang sikapnya terhadap:
    1. dirinya
    2. Yesus Kristus; dan
    3. sesama manusia.
  7. Mengapa Yesus membuat syarat murid yang begitu sukar bagi orang muda-kaya yang sungguh ini, yang mungkin dukungannya dapat menjadi pertolongan besar bagi rencana-Nya?
  8. Apa yang kita pelajari tentang Yesus dari bagian ini?
  9. Dapatkah kita percaya pada Yesus sebagai guru yang baik tapi bukan sebagai Allah sendiri?
  10. Bagian ini membuat kita bertanya: "Apakah sikap kita terhadap hidup yang kekal; diri kita sendiri, sesama kita dan Yesus Kristus?

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Bila Yesus bukan Allah, apakah Ia guru yang baik?
  2. Bandingkan bagian ini dengan Lukas 10:25-37* tentang:
    1. Motivasi si penanya
    2. Jawaban Yesus
    3. Wibawa yang dipakai
    4. Hasil-hasil (bila disebutkan).
  3. Tulislah semua sifat-sifat Yesus Kristus yang dapat Saudara temukan dalam bagian ini.

[Lanjutkan 17412] [Sebelumnya 17410]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

7. YESUSKAH JAWABAN HIDUP INI ?

Yohanes 14:1-31*

======================================================================
Tujuan: Menyadari bahwa Yesus Kristus sangat diperlukan bila kita ingin
mengenal Allah dan kehidupan dalam dunia ini dan dunia yang akan
datang.
======================================================================

Persiapan pemimpin

  1. Bacalah supaya melalui PA ini Allah Roh Kudus akan memperdalam kesadaran Saudara tentang siapakah Kristus itu?
  2. Catatlah semua orang dalam bagian ini. Apa yang Saudara dapatkan tentang tiap orang?
  3. Tulislah semua pertanyaan-pertanyaan yang dibuat Yesus untuk diri-Nya sendiri. Apakah arti tiap pertanyaan untuk hidup Saudara?

Pendekatan

  1. Diskusikan bagaimana perasaan Saudara ketika membuat suatu pernyataan yang pasti, tiba-tiba seseorang bertanya lagi tentang sesuatu yang telah dijawab dalam pernyataan Saudara sebelumnya. Hal ini juga terjadi dalam bagian ini. Carilah reaksi-reaksinya ketika Saudara membaca.
  2. Diskusikan kebutuhan-kebutuhan hakiki (bukan jasmaniah) masyarakat sekarang, misalnya tentang arah/tujuan, motivasi, kekuatan, kesadaran akan nasib dan kebenaran. Pertimbangkankanlah kebutuhan utama mereka akan pengetahuan tentang Kristus dan kehadiran Allah bersama mereka. Dalam bagian ini Yesus berbicara tentang beberapa dari subyek ini. Selidikilah sambil Saudara membaca.
  3. Catat pertanyaan-pertanyaan dan permintaan para murid, ketika Yesus berbicara dengan mereka dalam Yohanes 14:1-11*

Pertanyaan Yohanes 14:1-31*

  1. Dalam bagian ini kita membaca dua murid Yesus; Tomas dan Filipus. Apakah minat masing-masing?
  2. Bagaimanakah Yesus menjawab Tomas?
  3. Apakah akibatnya bila Yesus berkata, "Aku akan menunjukkan kepadamu jalan, Aku akan memberimu kehidupan", dan bukan apa yang telah dikatakan-Nya? Mengapa Yesus kelihatannya mengarahkan orang banyak pada pribadi-Nya sendiri dan bukan pada pengajaran-Nya?
  4. Apakah permintaan Filipus?
  5. Bagaimana Yesus menjawabnya?
  6. Bagaimana jawaban ini dibandingkan dengan jawaban-Nya pada Tomas? Apakah hubungan antara menemukan arah, kebenaran dan hidup, dan menemukan Allah sendiri?
  7. Apakah Yesus menyatakan diri hanya sebagai manusia yang saleh seperti Allah atau sebagai Manusia yang juga adalah Allah? Firman yang mana yang mendasari jawaban Saudara?
  8. Hubungan apakah yang yang dimiliki-Nya dengan Allah menurut Yesus?
  9. Mengapa ia berharrap Filipus dan murid-murid lain percaya kepada-Nya?
  10. Apa yang dimaksudkan ketika Ia berkata, "Aku adalah jalan"? Apa yang dimaksudkan-Mya ketika Ia berkata, "Aku adalah kebenaran"? Pada dasarnya dapatkah semua kebenaran dianggap terpisahkan dari Dia yang adalah kebenaran? Apakah arti "Aku adalah Hidup"? Jika Ia adalah Hidup, dan Hidup ada di dalam Dia, dapatkah kita hidup terpisah dari Dia?
  11. Bagaimana persamaan hubungan antara Bapa dan Anak (ay 10) dengan hubungan yang Kristus inginkan dengan kita? (lihat ayat 28)
  12. Bila Yesus adalah seperti Dia yang Ia katakan, dan kita sampai pada hubungan pribadi dengan Dia, bagaimana pengaruhnya dalam hidup kita?
  13. Mungkinkah berhubungan erat dengan hidup Kristus dan pengajaran-Nya tanpa sungguh-sungguh mengenal Dia? Mengapa?

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Dalam mendiskusikan hubungan Kristus (yang merupakan Allah Anak) dengan Allah Bapa, doktrin tentang TRINITAS timbul. Kebenaran yang dahsyat ini tidak akan pernah dimengerti benar-benar di dunia ini oleh akal yang fana. Tapi kita diperhadapkan dengan fakta-fakta ini: pertama, bahwa Tuhan Allah kita adalah "Allah yang Esa" dan kedua, bahwa ketiga pribadi mempunyai sebutan Allah; Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Karena itu bersama dengan Gereja segala abad, kita menyimpulkan adanya Satu keberadaan tapi tiga Pribadi yang berbeda: ada bersama, sama derajat, satu dalam tiga dan tiga dalam satu. Bagaimana ini dapat terjadi, kita tidak mengerti. Namun demikian, kita menerima fakta-fakta yang dinyatakan Alkitab secara jelas, dan meminta Allah menunjukkan makna-Nya bagi kita. Misalnya, kita membangun konsep tentang kepribadian dari keAllahan, bahwa akhir dari kepribadian bukanlah perorangan tetapi kesatuan. Seperti Kristus satu dengan Bapa-Nya, kita juga harus menjadi satu dengan Dia dan berrsama yang lain dalam Dia. Tidak ada kesatuan bila hanya satu. Dua atau lebih diperlukan untuk kesatuan.

  2. Dalam bagian ini Yesus terus-menerus menunjuk pada pribadi-Nya sendiri sebagai sumber hidup dan kebenaran. Ia menyatakan bahwa bersekutu dengan Dia menghasilkan kedekatan dengan Allah, pengetahuan dan kekuatan hidup yang kita butuhkan. Bagaimana pengajaran ini membuat Kristus berbeda dari guru-guru agama yang lain?

[Lanjutkan 17413] [Sebelumnya 17411]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

8. PENYALIBAN YESUS

Lukas 23:26-56*

======================================================================
Tujuan : Mempelajari kejadian-kejadian pada waktu penyaliban Kristus, terutama
yang dicatat dalam ayat 33-49.
======================================================================

Latar Belakang

Pelajaran ini berpusat pada fakta-fakta sekitar penyaliban Yesus. Mengapa Dia mati akan dibicarakan secara khusus dalam pelajaran kita selanjutnya. Namun, bukan berarti kita boleh mempelajari kejadian-kejadian yang menakjubkan ini tanpa sentuhan hati sedikit pun. Sementara kita berusaha mengerti bagian Alkitab ini, kita ingat bahwa Ia adalah Yang Diurapi Allah, Pilihan-Nya, Tuhan semesta alam (Za 13:7*), yang dalam keadaan daging dan darah seperti kita, hidup, menderita dan mati dalam kematian yang memalukan di depan umum sebagai seorang penjahat. Dia yang disiksa, dihina, dan disia-siakan ini adalah Singa suku Yehuda (Wahy 5:5*), gambar dari Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15*), dan Domba Allah yang mengangkut dosa seisi dunia (Yoh 1:29*)

Persiapan pemimpin

  1. Bacalah bagian ini berulang-ulang, dengan pikiran yang tidak bercabang pada hal-hal lain. Hayatilah bagian ini sampai meresap.
  2. Baca laporan penyaliban dalam injil-injil lain dan dalam Mazmur 22:1-31, 69:1-36*.
  3. Roh Allah mewahyukan penggambaran-penggambaran mendetil tentang penyaliban di dalam Mazmur yang ditulis beratus-ratus tahun sebelum kejadian itu terjadi. Mintalah Dia untuk menerangkan Firman Allah yang ditulis bagi Saudara sekarang, dan untuk kepentingan orang-orang dalam kelompok PA Saudara.

Pendekatan

  1. Minta tiap orang dalam kelompok membaca bagian ini dalam hati. Kemudian mintalah seorang menceritakan kejadian penyaliban itu seakan-akan ia juga menyaksikannya.
  2. Bacalah bagian ini dengan masing-masing anggota dan kelompok memerankan bagian narator, dan peran-peran dari orang-orang yang terlibat dalam bagian ini.

Pertanyaan

  1. Apa teriakan pertama Yesus di kayu salib? Apa yang dinyatakan-Nya tentang Kristus, bahkan di tengah-tengah penderitaan-Nya yang dahsyat?
  2. Tiga jam pertama dari penyaliban itu dipenuhi macam-macam aktivitas. Apa yang terjadi di bawah salib (ayat Lukas 23:34*)?
  3. Apa tindakan-tindakan orang-orang yang berkumpul di sana (ayat Lukas 23:35*)?
  4. Menurut Saudara, perasaan apakah yang paling menguasai orang banyak "yang berdiri melihat"? Prihatin atau masa bodoh? Apakah Saudara menganggap sikap terhadap Kristus itu mirip dengan sikap zaman ini, terutama di kampus Saudara sendiri.
  5. Mengapa para pemimpin (pemimpin agama) sangat membenci Yesus? Apakah ada tempat dalam agama mereka untuk Kristus yang ilahi dan tersalib itu? Apakah situasi ini berhubungan dengan situasi sekarang?
  6. Tiga kali Kristus ditantang untuk menyelamatkan diri-Nya seperti Ia telah
  7. menyelamatkan yang lain. Bila ia menerima tantangan itu, apa yang terjadi
  8. pada:
    1. Hubungan-Nya terhadap kepatuhan yang sempurna kepada Bapa
    2. kata-kata-Nya; dan
    3. pada kita.
  9. Apa respon Yesus terhadap olok-olok para penguasa, tentara dan pencuri yang mengejek-Nya?
  10. Apakah Ia berdiam diri terhadap teriakan minta ampun dari pencuri yang lain? Menurut Saudara, apakah yang membawa pencuri ini pada penyesalan dan iman yang mengherankan, mengingat keadaan waktu itu? Apakah Yesus memberi apa yang dipintanya - atau lebih daripada itu, dalam jaminan-Nya akan keselamatan yang penuh? Bagaimana mungkin Yesus menawarkan keselamatan ini kepada seorang penjahat dengan semudah itu?
  11. Meskipun Allah tidak campur tangan untuk membuat Anak-Nya tidak terlalu menderita di atas kayu salib, bukti apa yang Saudara temui dalam bagian ini menunjukkan Allah juga bekerja di Golgota?
  12. Sarankan istirahat untuk diskusi kedua

  13. Apa yang terjadi pada jam keenam (jam 12.00 siang)? Apa yang dimaksudkan dengan pernyataan "matahari menjadi gelap" atau "sinar matahari tidak menerangi"? Kegelapan itu berlangsung selama tiga jam, padahal gerhana terpanjang hanya berlangsung beberapa menit. Dapatkah kejadian ini dianggap kejadian biasa? Pertimbangkan juga bahwa penyaliban terjadi selama hari Raya Paskah, yang selalu diadakan pada waktu bulan purnama di mana gerhana matahari tidak mungkin terjadi.

  14. Saudara menemukan bahwa dalam bagian ini tidak banyak dilaporkan kejadian yang luar biasa itu, ketika Terang Dunia akan meninggal. Injil Lukas tidak mencatat adanya aktivitas dari pukul 12.00 hingga pukul 15.00. Apakah Saudara menduga bahwa kegelapan itu berfungsi untuk menutup Dia dari saksi-saksi mata sehingga merasa tidak melihat dukacita-Nya yang selalu tidak akan dapat kita pahami? Dari peristiwa ini simbol lain apa yang mungkin ditampungnya?

  15. Apakah arti terbelahnya tirai bait Allah? Tirai tersebut menutupi ruang yang Mahakudus, yang tidak boleh dimasuki seorang manusia pun kecuali imam besar dengan membawa darah penebusan dan asap dupa setahun sekali. Perhatikan bahwa terbelahnya tirai ini di tengah-tengah (ayat Lukas 23:45*) menjadi dua bagian, dari atas ke bawah (Mat 27:51*), terjadinya bersamaan dengan kematian Yesus. Ini terjadi pukul 15.00 waktu untuk memulai persembahan korban sore hari, dan saat imam-imam mulai bekerja di muka tirai Bait Allah.

  16. Lihatlah Ibrani 10:18-22*. Apa yang dikatakan ayat-ayat ini kepada Saudara mengenai arti terbelahnya tirai Bait Allah?

  17. Perhatikan bahwa Yesus berteriak "dengan suara yang nyaring" sebelum mati. Apakah teriakan kemenangan ini yang Saudara harapkan akan terdengar dari seorang yang dibuat tak berdaya oleh penderitaan spiritual yang tak terlukiskan dan penderitaan kematian melalui penyaliban?

  18. Apakah arti pernyataan "Ia menyerahkan Roh-Nya" (ayat Lukas 23:46*)? Beberapa penerjemah modern mengatakan bagian ini: "Ia mati", tetapi semua penginjil dengan sengaja menghindari ekpresi ini. Kata-kata Yunani yang mereka pakai berarti suatu tindakan sukarela dan penuh maksud: "Ia menyerahkan hidup-Nya." Kematian-Nya adalah kerelaan dalam arti mutlak. Bandingkan dengan Yohanes 10:17-18*.

  19. Markus 15:39* melaporkan bahwa ketika kepala pasukan melihat Yesus berteriak dan menyerahkan Roh-Nya, ia berkata, "Orang ini benar Anak Allah." Dapatkah Saudara menerangkan sebabnya?

  20. Bagaimana Saudara dapat menerangkan perubahan sikap orang banyak dari ayat Lukas 23:35 ke ayat Lukas 23:48*? Apa yang mereka rasakan sekarang? Mungkinkah mereka mulai memahami arti yang dilakukan dan dialami Kristus, sedangkan murid-murid-Nya sendiri pun tidak tahu? Seberapa banyakkah mereka menyadari hal itu?

  21. Sementara Saudara memperhatikan kematian Tuhan, apakah Saudara merasa bahwa kejadian-kejadian luar biasa yang menyertainya menunjukkan sifat unik dan supernatural kematian itu? Setelah meninjau kembali, Apakah Saudara setuju dengan kepala pasukan yang mengatakan, "Orang ini benar-benar Allah?"

[Lanjutkan 17414] [Sebelumnya 17412]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

9. MENGAPA KRISTUS MATI ?

Yesaya 52:13; 53:12*

======================================================================
Tujuan: Menyadari pentingnya kematian Kristus bagi kita, dan mengerti nilainya
yang personal, menentukan, menetap dan kekal.
======================================================================

Latar Belakang

Dalam PA yang baru lalu, kita melihat beberapa kejadian yang melaluinya Allah membuktikan dan menafsirkan arti kematian Anak-Nya. Kita melihat dengan mengikuti kejadian-kejadiian ini, bahwa orang banyak memukul dada mereka, sebagai penggenapan Zakharia 12:10*: "... mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti menangisi anak sulung." Seperti kepala pasukan Roma dan pencuri yang bertobat, orang-orang ini akhirnya menyadari bahwa Yesus tidak bersalah, benar, dan Ilahi. Setidaknya pasti mereka telah merasa bersalah terhadap penyaliban-Nya.

Apakah kematian Yesus merupakan kesalahan tragis atau kekeliruan pelaksanaan hukum manusia? Mengapa Kristus mati? Kematian Kristus merupakan berita inti iman Kristen. Untuk dimengerti, kematian Kristus harus dilihat bersama kebenaran-kebenaran lain dalam Alkitab. Salah satunya adalah keterasingan manusia dari Allah karena dosa, perlawanan manusia terhadap pencipta-Nya, pemberontakannya terhadap Tuhan alam semesta. Bila dosa dipandang sebagai khayalan agama saja dan bukan fakta penyebab kematian, maka salib menjadi tidak bermakna dan tidak relevan. Kebencian Allah terhadap dosa, kekudusan-Nya serta keadilan-Nya yang tak memungkinkan dosa terlepas dari hukuman; semua sifat-sifat Allah termasuk kasih-Nya yang luar biasa itu bertemu di salib Kristus. Di sana Allah melalui Kristus menyerahkan diri-Nya kepada kita, sebagai korban yang sempurna demi kepuasan dan memenuhi tuntutan keadilan Allah.

Persiapan pemimpin

  1. Berdoalah supaya Allah memberi pengertian baru tentang salib dan artinya bagi Saudara.
  2. Bacalah bagian ini dengan hati-hati. Cari semua ayat yang menggambarkan penderitaan yang dialami Kristus selama hidup-Nya.
  3. Mintalah supaya Tuhan menolong Saudara membagikan kebenaran-Nya kepada kawan-kawan yang lain. Berdoalah untuk setiap anggota kelompok Saudara, terutama bagi mereka yang mungkin belum mengenal kasih Kristus.
  4. Sementara Saudara melihat Yesus yang merupakan "pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan dosa kita saja, tetapi juga seluruh dunia", berdoalah supaya arti 1Yohanes 2:2* ini menjadi nyata bagi setiap anggota kelompok.

Pendekatan

  1. Mintalah kelompok membaca bagian Yesaya dalam hati.
  2. Mintalah dua orang ikut membaca ayat ini dengan keras. (Beritahukan jauh hari sebelumnya, sehingga jauh hari sebelumnya, sehingga ada waktu untuk mempersiapkan dan membacanya dengan pengertian.) Karena Allah dan manusia yang diperdamaikan yang bercakap-cakap di sini, maka mintalah orang yang pertama membaca Yesaya 52:13-15 dan orang kedua, Yesaya 53:1-10*, kemudian orang pertama kembali Yesaya 53:11-12*.

Pertanyaan: (Yesaya 52:13-53:12*)

  1. Dalam catatan Lukas tentang penyaliban (PA yang lalu), sejumlah detil yang telah dinubuatkan Yesaya dalam ayat-ayat yang baru saja dibaca, dipenuhi dengan tepat. Dapatkah Saudara menunjukkan nubuat-nubuat tersebut?
  2. Dari ayat-ayat mana dalam Yesaya 53:1-12* kita dapat menegaskan bahwa kematian Yesus bukan tak terduga atau kebetulan saja?
  3. Mintalah kelompok membaca Kisah 2:22-23*. Bagaimana kepentingan Allah dan manusia bertemu dalam kematian Yesus? Bandingkan dengan Lukas 22:22*.
  4. Perhatikan Yesaya 53:10*. "Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan Dia yang kesakitan." Bahwa salib merupakan bagian tujuan Allah yang kekal terlihat dalam penunjukkan Yohanes Pembaptis kepada Yesus sebagai "Domba yang telah disembelih" (Wahy 13:8*). Tetapi apakah manusia Yesus Kristus tahu bahwa pelayanan-Nya di dunia ini harus diakhiri dengan kematian yang penuh kekerasan? Lihat Yohanes 3:14, 8:28, Markus 10:32-34, 35*.
  5. Apakah Kristus lebih dari sekedar hamba yang pasif dan patuh seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 53:1-12*? Apakah Ia juga pelaku yang aktif memilih jalan mahal yang mendamaikan kita dengan Allah? Mintalah anggota kelompok membaca Mazmur 40:7-8; Yesaya 50:6; Ibrani 12:2*, dengan suara keras.

    Catatan:

    Penting untuk diingat bahwa Kristus bukanlah orang ketiga yang datang di antara Allah yang kudus dengan manusia yang berdosa. Dia sendiri adalah Allah yang membayar harga dosa. Ia juga manusia, yang menyamakan diri-Nya dengan manusia, untuk mengalami bagi kita suatu kematian yang sebenarnya harus dijatuhkan kepada kita, bukan Dia.

    Sebagai manusia Allah yang Unik, Ia dapat mewakili kedua pihak, dan hanya Dia yang dapat melakukan hal itu. Karena itulah mengapa "Esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1Tim 2:5*). Tidak ada yang lain. Hanya Dia. Dia sendiri sudah cukup.

  6. Baca Roma 5:8 dan mintalah seorang melihat 1Korintus 15:3*. Untuk siapa dan untuk apa Rasul Paulus mengatakan Kristus sudah mati?
  7. Hubungkan kalimat-kalimat sederhana ini: "Kristus mati untuk kita dan untuk dosa-dosa kita" - dengan bagian-bagian pararel dalam Yesaya 53:1-12*. Cocokkanlah penilaian rasul dengan nabi.
  8. Apakah Saudara menemukan suatu persamaan antara perubahan reaksi orang banyak pada waktu penyaliban "kita" dari Yesaya? Perhatikan dalam catatan Yesaya bahwa pertama-tama banyak orang heran penderita mendapat hukuman Allah seakan-akan karena dosa-Nya sendiri. Kemudian muncullah kesadaran bahwa Ia tidak berdosa dan makna kematian-Nya adalah untuk mereka.
  9. Dalam Yesaya 53:6*, bagaimana Allah mendefinisikan kelaliman yang menyebabkan kematian-Nya? Perhatikan apakah akhir tak terelakkan dari semua dosa atau kejahatan? Lihat Roma 6:23*.
  10. Bila Allah tidak membuat Yesus menjadi korban dosa, dapatkah orang banyak dibenarkan (Roma 6:10-11*)? Apakah Allah akan melihat benih-Nya (keturunan rohani-Nya: orang tebusan Allah) atau kerinduan jiwa-Nya, dan menjadi puas? Atas dasar apakah kata "sebab itu" dalam Roma 6:12* dinyatakan? Perhatikan juga kata "karena" dalam Roma 6:12* dan anak-anak kalimatnya yang mengikutinya. Apakah yang Saudara simpulkan dari ini semua?

    Sarankan istirahat untuk diskusi kedua.

  11. Bacalah 2Korintus 5:21* keras-keras. Terangkan dengan kata-kata Saudara sendiri perubahan lengkap yang dihasilkan Allah melalui salib. Dapatkah Saudara menerangkan pernyataan dalam Efesus 1:4-6*, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita...untuk menjadi anak-anak-Nya...di dalam Dia yang dikasihi-Nya."
  12. Mintalah seseorang membaca Kolose 1:21-22*. Dapatkah Saudara mengatakan dari Kolose 1:22* bahwa kehendak Allah tidak hanya membuat kita diterima tetapi dapat diterima. Akan menjadi siapakah kita? Lihat Roma 8:29*.
  13. Korban tubuh Kristus sekali untuk selamanya, sebagai korban dosa-dosa untuk segala zaman (Ibr 10:10, 12*) mempunyai banyak akibat khusus. Di antaranya adalah akibat-akibat yang ditunjukkan dalam bagian Alkitab ini.

    Baca dan perhatikan masing-masing terpisah:

    1Yohanes 1:7, 2:2*: Kuasa kematian Kristus yang menyelamatkan dan berlangsung terus.

    Ibrani 9:12-14* : Keselamatan kita adalah kekal dan memungkinkan kita melayani Allah yang hidup.

    Efesus 2:8-10* : Kita adalah buatan Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan yang telah direncanakan-Nya bagi kita.

    Efesus 5:1-2*, : Hidup kita harus menjadi hidup yang penuh kasih,

    Roma 12:1*, dan seperti hidup-Nya. Kasih ini meliputi pengorbanan

    1Yohanes 3:16* untuk Allah dan untuk sesama manusia.

    Wahyu 12:11* : Kemenangan-kemenangan hamba-hamba Allah secara pasti terikat pada kematian-Nya.

    Kolose 1:19-20* : Lingkungan kematian Kristus yang mendamaikan bukan saja mencakup dunia manusia, tetapi juga semua ciptaan.

  14. Menurut Alkitab, kematian Kristus adalah untuk bangsa-Nya, Israel, untuk orang-orang kafir, untuk semua orang, untuk semua bangsa, untuk seluruh dunia. Apakah faedah pengorbanan-Nya tersedia bagi semua orang? Lihat Yohanes 3:16*.
  15. Alkitab juga mengatakan kepada kita (Mat 26:26-28; Luk 22:19-20; 1Korintus 11:23-26* bahwa pada malam yang sama waktu Ia dikhianati, Yesus mengambil roti, dan Ia mengucap syukur. Ia memecahkannya dan berkata, "Ambil dan makanlah, inilah tubuh-Ku, yang dipecah-pecahkan? (dan anggur dicurahkan?) Apa arti simbol roti yang dipecah-pecahkan? Bandingkan dengan Yohanes 6:33-35*. Apa yang harus dilakukan Sang Roti dari Allah dengan hidup-Nya supaya dapat memuaskan "lapar" manusia untuk selama-lamanya?
  16. Menurut Saudara, mengapa Yesus saat memberikan kepingan roti kepada murid-murid-Nya dan memerintahkan: "Ambil; makanlah"?
  17. Mintalah seseorang membaca Galatia 2:20*. Dapatkah orang yang sungguh-sungguh percaya kepada kematian dan kehidupan Kristus? Atas dasar pribadi siapakah Paulus mendasarkan identifikasinya.
  18. Apakah hidup dalam Kristus dipaksakan pada kita? Apakah faedah penebusan Kristus otomatis menjadi milik kita sepenuhnya dan tak terelakkan lagi?
  19. Dapatkah pengampunan terpisah dari Sang Pengampun - kehidupan terpisah dari Allah yang merupakan kehidupan? Mintalah seseorang membaca 1Yohanes 5:11-12* dengan keras, dan bandingkan dengan Yohanes 3:36*.
  20. Doktrin penebusan dosa sering disingkat dalam kata-kata: "Melalui anugerah, demi Kristus, dengan iman." Berdasarkan PA ini, dapatkah Saudara menerangkan kata-kata tadi? Bacalah Roma 5:1-11, Efesus 2:4-10*.

[Lanjutkan 17415] [Sebelumnya 17413]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

10. KEBANGKITAN KRISTUS

Lukas 24:1-53*

======================================================================
Tujuan : Mempertimbangkan beberapa bukti sejarah kebangkitan Tuhan Yesus
Kristus dari antara orang-orang mati.
======================================================================

Latar belakang

Kebangkitan Kristus bukan sekedar kisah, atau simbol, tetapi merupakan pemenuhan dan bukti dari mujizat besar, fakta bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita, untuk membawa kita kepada Allah. Ia adalah bukti dari penebusan dosa, bukti bahwa Allah menerima Kristus, ketika Ia menempatkan diri di tempat kita melalui kematian-Nya, sehingga kita boleh mengambil bagian dalam hidup-Nya.

"Yesus inilah," kata Petrus di depan beribu-ribu orang yang telah mengenal Yesus, di kota yang diluarnya Ia telah mati hanya beberapa minggu sebelumnya yaitu ditempat dan saat yang paling mudah untuk membuktikan benar tidaknya apa yang dia khotbahkan - "yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi..." (Kis 2:32*).

Perjanjian Baru tidak mengenal yang lain kecuali Seorang Juruselamat yang hidup. Injil-Nya tidak mempunyai puncak arti bila terpisah dari kubur kosong. Karena Ia adalah hidup yang tidak dapat dicengkeram maut (Kis 2:24). Roma 1:4* berkata, "dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa...."

Persiapan pemimpin

  1. Berdoa dan bacalah berulang-ulang, tidak hanya Lukas 24:1-53*, tapi juga bagian-bagian pararel dalam Injil-injil lain (Matius 28:1-20, Markus 16:1-20, Yohanes 20:1-30*).
  2. Ketika Saudara membaca bagian-bagian ini, tempatkanlah diri Saudara sebagai wanita-wanita yang bersedih di kuburan dan sebagai murid-murid Kristus yang muram dan merasa kalah. Ingat, mereka masih belum mengerti pengajaran Yesus bahwa Ia akan bangkit dari kematian, maka cobalah mengerti sikap mereka mula-mula yang tidak percaya pada mujizat ini. Apa yang mereka alami ketika akhirnya mereka menyadari bahwa Tuhan mereka hidup?
  3. Berdoalah supaya fakta kubur yang kosong dan Juruselamat yang telah bangkit dan hidup kembali, makin lama makin nyata bagi Saudara. Mintalah supaya orang-orang yang belajar hal ini dengan Saudara dapat juga menerima kebenaran kebangkitan Tuhan.

Pendekatan

  1. Sebelum mulai, mintalah 5 orang dalam kelompok untuk menyiapkan diri membaca bagian-bagian yang ditentukan dari bab yang panjang ini dangan suara keras.
  2. Pembagian yang disarankan adalah: ayat Lukas 24:1-12, 24:12-24, 24:25-35, 24:36-43, 24:44-53* Bacalah ayat-ayat ini bertahap sebelum pertanyaan-pertanyaan untuk bagian masing-masing dibahas. Jangan membaca seluruh bagian secara sekaligus.
  3. Mungkin baik juga Anda membagi PA ini menjadi 2 tahap, tahap kedua dimulai dengan peranyaan no. 10

Pertanyaan: (Lukas 24:1-53*)

  1. Lukas 24:1-12*. Apa yang diharapkan para wanita itu ketika mereka sampai dikubur pada pagi hari yang merupakan hari Minggu Kristen pertama itu? Apakah Kristus yang mati yang kita puja?
  2. Bagaimanakah pertanyaan malaikat membantu para wanita mengerti? Pernahkah kita kecewa dalam pencarian rohani kita karena mencari sesuatu yang salah? Apakah kita mencoba membatasi kegiatan Allah dengan harapan kita sendiri?
  3. Apa yang harus diingat wanita-wanita? Apakah ada hubungan dalam ayat Lukas 24:8-9*, antara kata-kata Yesus yang diingat, atau Firman Allah, dengan kepercayaan yang mulai timbul pada perempuan-perempuan itu? Bandingkan dengan Yohanes 2:22*. Mulai dengan peristiwa ini, perhatikan dalam kisah kebangkitan betapa berbedanya Tuhan membawa setiap orang kepada iman yang penuh dalam diri-Nya. Tulislah cara-cara-Nya.
  4. Mintalah seseorang membaca Yohanes 20:11-16*. Apakah tujuan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan malaikat-malaikat dan Yesus kepada Maria Magdalena? Kapan Maria mengetahui Tuhannya? Bandingkan dengan Yohanes 10:3, 27*. Apa yang diceritakan Markus 16:9* tentang pengalaman Maria Magdalena mula-mula dengan Kristus? Apakah arti yang mungkin Saudara dapatkan melalui fakta bahwa setelah kebangkitan-Nya, Ia menampakkan diri pertama-tama kepada Maria? Apakah yang ditunjukkan kepada Saudara tentang Tuhan di sini?
  5. Perhatikan Lukas 24:9-11*. Apakah murid-murid bergairah atau acuh menerima Laporan kebangkitan ini? Dapatkah dikatakan bahwa mereka mempunyai "kemauan untuk percaya"? Istilah yang dipakai dalam "kemauan untuk percaya"? Istilah yang dipakai dalam ayat Lukas 24:11* menerangkan bahwa bagi mereka kesaksian para "wanita" adalah omong kosong"?
  6. Sebutkan tindakan Petrus menurut ayat Lukas 24:12*? Bagiamana Saudara menjelaskan fakta adanya kain lenan pembungkus mayat Yesus yang terletak di tempatnya? Andaikan teman-teman atau musuh-musuh telah dan dapat mencuri tubuh Yesus meskipun penjaga-penjaga Roma berkawal ketat di depan kubur yang kosong dan susunan kain yang seperti semula, percayakah Petrus atau heran? Apalagi yang dituntut Petrus? Lihat Lukas 24:34, 1Korintus 15:5*.
  7. Mintalah seseorang membaca Yohanes 20:1-8*. Apakah makna penggambaran mendetail kain-kain kubur dalam ayat Lukas 24:7*? Apakah ada petunjuk di sini bahwa kain-kain itu belum disentuh tangan-tangan manusia? Dalam ayat Lukas 24:8*, apakah akibat bukti tersebut bagi Yohanes, murid yang dikasihi-Nya itu?
  8. Mintalah seseorang untuk membaca Matius 28:11-15*. Apakah teori bahwa murid-murid mencuri tubuh Yesus dapat diterima? Terpisah dari bukti-bukti yang ada dalam ayat-ayat ini, apakah teori seperti itu secara psikologis atau etis dapat dipertahankan mengingat keadaan rasul-rasul waktu itu dan kemudian kesaksian mereka, hidup maupun mati?
  9. Teori lain yang berhubungan, dicatat dalam Yohanes 20:2*. Pertama-tama Maria Magdalena menyimpulkan bahwa para penguasa atau musuh-musuh Yesus telah mengambil mayat-Nya dari kuburan. Bila memang mereka telah melakukan hal itu, apakah adegan yang dicatat dalam Matius 28:11- 15* dapat terjadi? Yang harus dilakukan para penguasa untuk membuktikan bahwa "bidat" kebangkitan yang menjengkelkan itu tidak benar, adalah menunjukkan tubuh Kristus kepada orang banyak!

    Sarankan istirahat untuk diskusi kedua.

  10. Mintalah dua orang membaca Lukas 24:13-24,25-35*. Perhatikan bahwa Lukas si tabib merupakan sejarawan yang luar biasa teliti. Ambillah waktu untuk menyelidiki gayanya dan catatan-catatan lain dalam Alkitab tentang kebangkitan. Apa yang dapat Saudara simpulkan melihat adanya unsur kemegahan dan keterbatasan masing-masing catatan? Bila Saudara yang menyusun kisah ini, apakah Saudara ingin agar Yesus menemui Maria Magdalena lebih dahulu atau memberikan kehormatan ini kepada ibu-Nya, Maria, atau kepada salah seorang murid yang "penting" itu? Apakah Saudara dengan diam-diam menghilangkan catatan tentang pertemuan Kristus dengan Petrus, murid-Nya yang telah mengkhianati Dia? Melalui pertimbangan-pertimbangan ini, apa kesimpulan dalam pengenalan Saudara tentang keautentikan catatan Alkitab?
  11. Dalam Lukas 24:24-25*, bagaimana Tuhan Yesus (yang masih belum dikenal) menerangkan respon Kleopas dan temannya terhadap kebangkitan itu? Apa yang seharusnya cepat mereka percaya? Apakah yang ditunjukkan-Nya pada mereka; kejadian, pengalaman, atau Firman Allah yang tertulis? Menurut kesaksian Kristus sendiri, apakah Perjanjian Lama mengemukakan tentang Yesus? Lihat ayat Lukas 24:27, 44*.
  12. Baca Lukas 24:36-43*. Apakah murid-murid lebih percaya pada kesaksian murid-murid yang ke Emaus itu daripada laporan-laporan perempuan-perempuan itu? Bagaimana reaksi mereka (ayat Lukas 24:37*) terhadap kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka? Bukti-bukti apa yang Tuhan berikan pada mereka tentang identitas-Nya? Apa yang ditulis di sini tentang perkembangan emosi dan keyakinan mereka?
  13. Lukas 24:44-53*. Bandingkan keadaan rasul-rasul setelah kenaikan Yesus ke Surga (ayat Lukas 24:52-53*) dengan keadaan mereka di pagi hari Kebangkitan-Nya lagi seperti yang mereka rasa waktu Dia mati? Gambarkan dengan kata-kata Saudara sendiri apa yang telah terjadi pada mereka.
  14. Perhatikan ayat Lukas 24:48*. Apa pengertian murid-murid Tuhan itu? Apakah yang dimaksud dengan "semuanya ini"? Bandingkan dengan Kisah 1:21-22, 2:32, 1Korintus 15:1-8*?
  15. Dalam pelajaran-pelajaran terdahulu tentang penyaliban dan artinya, kita melihat fakta bahwa "Kristus" mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan nats "Alkitab." Dalam 1Korintus 15:3-4*, Paulus berbicara tentang dua fakta lain yang sangat penting. Apakah itu?
  16. Lihatlah lagi kenyataan kesaksian orang-orang Yahudi dan Roma yang tidak percaya, dan kesaksian murid-murid yang lambat percaya (yang kini sedang kita pelajari) bahwa Kristus yang mati dikubur dalam kubur yang kemudian didapati kosong. Pertimbangan bahwa Gereja lahir dalam wilayah dan waktu di mana fakta-fakta ini merupakan rahasia umum. "Hal ini tidak terjadi di tempat yang terpencil," kata Paulus (Kis 26:26*).
  17. Lihatlah lagi penampakan-penampakan Kristus yang telah bangkit itu. Kepada Maria Magdalena, kepada kedua murid-Nya yang ke Emaus, kepada Petrus dan kepada murid-murid-Nya yang lain, kepada "Saudara-saudara yang lebih dari 500 orang", dan kepada Yakobus, Saudara Yesus yang tidak simpatik kepada-Nya yang kemudian menjadi kepala Gereja di Yerusalem dan menyaksikan Saudara kandungnya sebagai "Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia" (Yak 2:1*).
  18. Bukti lain apakah yang Saudara dapatkan tentang kebangkitan Tuhan, sebagai tambahan pada bukti historis kontemporer dari Injil-injil itu? Misalnya, pertimbangan perubahan hari kebaktian dari Sabat, yang fanatik dipertahankan orang Yahudi, menjadi hari Minggu Kristen. Dapatkah Saudara menerangkan Minggu atau Paskah terpisah dari kebangkitan?
  19. Bila Saudara menghilangkan kebangkitan, dapatkah Saudara menerangkan perubahan revolusioner dalam diri rasul-rasul, dari kelompok orang-orang pengecut atau yang murung menjadi utusan-untusan Injil yang gagah berani yang menjungkirbalikkan dunia ini? Dapatkah Saudara menerangkan asal-usul gereja Kristen yang secara universal mulai di Palestina sekitar tahun 30 Masehi? Dapatkah Saudara menerangkan kesaksian-kesaksian orang Kristen sepanjang dua puluh abad mengenai pengalaman mereka tentang Tuhan yang sudah bangkit.

[Lanjutkan 17416] [Sebelumnya 17414]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

11. KRISTUS DAN PEMBERIAN ROH KUDUS

Yohanes 16:1-15, Kisah 2:1-47*

======================================================================
Tujuan: Mempertimbangkan kembalinya Kristus keada Bapa-Nya dalam hubungan
dengan kedatangan Allah Roh Kudus, dan arti dua peristiwa ini bagi
Gereja.
======================================================================

Latar Belakang

Untuk sementara kita akan meninggalkan kesukaan dan kemenangan kebangkitan, dan kembali kepada tulisan Yohanes mengenai percakapan-percakapan terakhir Tuhan dengan murid-murid-Nya sebelum pengadilan dan penyaliban-Nya.

Dalam Yohanes 16:14-16*, Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya yang sedih dan patah semangat. Manusia yang telah mengasihi dan memelihara mereka sedang bersiap-siap untuk meninggalkan mereka, tidak hanya kepada kedukaan pribadi yang pedih, tapi juga aniaya yang dahsyat. Waktunya akan tiba di mana mereka akan dibunuh oleh orang-orang yang menyangka diri berbakti kepada Allah (Yoh 16:2*). Lagipula, Ia meninggalkan mereka untuk kematian yang hina dan ngeri yang tidak dapat mereka mengerti - suatu kematian yang merupakan langkah pertama kembali-Nya kepada Bapa. "Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa." (Yohanes 14:28*).

Dihubungkan dengan kepergian Kristus adalah janji-Nya kepada murid-murid-Nya - seorang Pemimpin, Penolong, penghibur, dan Pembela yang akan menjadi milik mereka dalam cara baru dan yang akan tinggal bersama mereka.

Roh Anugerah dan Kekudusan ini dinjanjikan oleh Tuhan berabad-abad sebelumnya dalam bagian-bagian seperti Yehezkiel 1:19-20, 36:25-29*. Ia diberikan dalam perjanjian yang baru menurut Yeremia 31:31-33, 32:38-40*. Yesus adalah jaminan kepastian dari perjanjian ini (Ibr 7:22*) dan pengantara (Ibr 9:15-16*) suatu perjanjian yang dibeli dengan kematian, kematian di kayu salib.

Persiapan pemimpin

  1. Bacalah Yohanes 16:14-16 dan Kisah 2:1-47*, sambil memohon Roh Kudus memberi pengertian.
  2. Berdoalah untuk PA ini dan untuk tiap orang yang akan menghadirinya.
  3. Mintalah dari Allah suatu pengenalan baru tentang pribadi, karya dan kasih Roh Kudus, yang adalah Allah, yang menunjukkan suatu kasih yang tidak kalah besarnya daripada kasih Sang Anak yang menjadi daging dan mati untuk kita, atau daripada kasih Bapa yang mencari kekekalan.

Pendekatan

  1. Mintalah kelompok membaca kembali Yohanes 16:1-15* dalam hati.
  2. Sebelumnya masing-masing harus mempersiapkan diri dengan membaca Yohanes 14:1-31; 15:1-27; 16:1-33*.
  3. Ada banyak topik dalam bagian-baian ini; cobalah untuk membatasinya pada topik Kristus dan Roh Kudus.

Pertanyaan: (Yohanes 16:1-15, Kisah 2:1-47*)

  1. Mengapa Kristus mengatakan sudah seharusnya - atau lebih berguna bagi murid-murid-Nya - Dia pergi?
  2. Dalam Yohanes 16:7*; kalimat negatif mendahului kalimat berikut, "Jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia (Sang Penghibur atau Penguat) kepadamu." Apakah yang ditunjukkan di sini tentang Roh Kudus dalam kegiatan-Nya demi kita?
  3. Ayat Yohanes 16:7* berisi penegasan lain: "Bila Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." Siapa lagi yang juga dikirim, sekaligus datang dengan sukarela dan penuh kesukaan melakukan kehendak Bapa?
  4. Mintalah tiga orang dalam kelompok membaca Yohanes 14:16-26* dan Yohanes 15:26*. Siapakah yang akan mengirim Roh? Karena ketiga Pribadi Allah - terlihat dalam pemberian, pengutusan dan pelaksanaan-Nya, bagaimanakah sikap kita seharusnya terhadap kemutlakan dari kedatangan dan misi Roh? Dapatkah kita dikatakan bahwa bila kita berdosa terhadap Roh Kudus, berarti kita berdosa terhadap segala dan kasih Trinitas?
  5. Dalam Yohanes 14:16*, Roh diberikan secara cuma-cuma untuk kitaterima, bukan untuk kita usahakan. Pemberian lain apa yang mirip dengan pemberian Roh dalam hal ini? Bagaimana pemberian-pemberian itu harus diterima?
  6. Mintalah seseorang membaca Yohanes 16:26-27*. Mengapa Kristus mengatakan Ia tidak mendoakan kita kepada Bapa? Karena Kristus tidak bersyafaat bagi kita disebabkan Bapa telah mengasihi kita, dapatkah kita menyimpulkan bahwa kasih Allah adalah sumber dan bukan akibat dari penebusan dosa itu? Lihatlah Yohanes 3:16, 1Yohanes 4:7-10*.
  7. Bandingkan Yohanes 14:16*. Mengapa Allah Anak meminta pemberian Roh Kudus bagi kita? Perhatikan saat Yesus berdoa sebelum melakukan kehendak Allah bagi Dia, yaitu memberikan diri-Nya bagi kita. Perhatikan juga saat Allah mencurahkan Roh Kudus sebagai jawaban doa Kristus setelah kenaikan-Nya dan pemuliaan-Nya (Kisah 2:1-47*).
  8. Dalam Yohanes 16:8-11*, apakah yang kita pelajari tentang peranan sang Pembela meneguhkan karya-karya Kristus di dunia?
    1. a. Ayat Yohanes 16:9*: Ia membuktikan bahwa manusia berdosa. Dinyatakan sebagai apakah dosa itu? Apakah kita yang mengatakan tahu bahwa Kristus hidup, dalam segi tertentu hidup sebagai ateis praktis dalam tindakan-tindakan kita?
    2. b. Ayat Yohanes 16:10*: Bukti apakah yang kita peroleh tentang Kristus melalui kebangkitan-Nya dan penerimaan Bapa terhadap Dia.
    3. c. Ayat Yohanes 16:11*: Bagaimanakah kematian Kristus menyatakan tentang pengadilan yang akan datang? Jika dosa dapat berlaku tanpa diadili Allah, apakah Ia akan membiarkan Anak yang dikasihi-Nya menderita dan mati untuk dosa-dosa kita? Salib menunjukkan bahwa dosa sama sekali tidak mungkin bisa diabaikan begitu saja.
  9. Apa sajakah fungsi Roh Kebenaran menurut ayat Yohanes 16:13, 14*? Perhatikan bahwa Tujuan Roh adalah memuliakan dan meninggikan Kristus, seperti halnya tujuan Anak adalah memuliakan dan meninggikan Bapa. "Ia akan memberikan kepadamu apa yang diterimanya daripadaKu" terutama berarti apa yang Yesus anugerahkan sebagai Juruselamat dan Pengantara. Melalui hidup dan matiNya, Yesus menjamin keuntungan-keuntungan yang dinjanjikan Bapa (hidup kebenaran, dan segala sesuatu).
  10. Mintalah seseorang membaca lagi Yohanes 14:26*. Apalagi fungsi Roh yang diuraikan di sini? Apakah Saudara melihat suatu jaminan bagi inspirasi Injil? Karya Roh sampai akhir jaman adalah menyampaikan Firman Kristus ke pikiran dan hati kita, dan memenuhi kita dengan kebenaran-Nya dan kesukaan mengenai Dia.
  11. Sarankan istirahat untuk diskusi kedua.

  12. Kembali kepada Kisah 2:1-47*. Bacalah kembali pasal ini keras-keras, oleh 2-3 orang. Mintalah seseorang menyingkatkan fakta-fakta yang tertulis, dan Saudara sendiri siap untuk menambahkan detil yang penting jika terlupakan.
  13. Bagaimanakah Roh yang mewakili atau melaksanakan rencana Allah Tritunggal itu menyatakan diri-Nya pada hari Pentakosta? Apa yang menunjukkan bahwa Roh memberi dan mengontrol pelaksanaan karunia Tuhan kepada Gereja-Nya? Lihat juga 1Korintus 12*.
  14. Apakah yang dijadikan Petrus sebagai dasar untuk menerangkan gejala yang terlihat pada hari itu?
  15. Bagaimanakah sampai Roh Kudus dianggap penggerak Gereja? Apakah akibat-akibat karya-Nya pada hari Pentakosta? Tentang peranan-Nya dalam pembangunan Gereja Tuhan dan menyatukan kita kepada Kristus dan kepada sesama, bacalah Efesus 2:18-22*.
  16. Menurut Alkitab, apakah kegiatan-kegiatan Roh Kudus dalam hubungan dengan orang-orang percaya secara perorangan? Bacalah:
    1. a. Roma 8:2, 11*. Roh kehidupan dalam Kristus Yesus membebaskan kita dari dosa dan kematian, kepada hidup yang taat karena kasih kepada Allah.
    2. b. Roma 8:15-16*, Roh Kudus, sebagai Roh pengangkatan memberi kepada kita keyakinan bahwa kita adalah anak-anak Allah, yang diterima dalam Kristus oleh Bapa dan memungkinkan kita bersekutu dengan Allah Tritunggal.
    3. c. 1Korintus 2:9-12*. Roh memberi kita pengertian tentang semua pernyataan Allah mengenai diri-Nya.
    4. d. Efesus 1:13-14, 4:30*. Kita dimeterai oleh Roh Kudus perjanjian, ditandai Allah dengan cap Allah (diri-Nya sendiri) sebagai milik-Nya dan dijaga oleh-Nya sampai kita masuk ke dalam Warisan yang sudah dijanjikan itu.
  17. Apakah seharusnya respon kita terhadap Roh Kristus?
    1. a. Galatia 5:25*. Kita harus berjalan dengan Roh, hidup dekat dengan Dia dalam kesadaran akan kehadiran-Nya dan tunduk kepada pimpinan-Nya.
    2. b. Roma 8:26-27*. Kita harus mendapatkan persekutuan dengan Allah dan kuasa untuk berdoa melalui Dia.
    3. c. Efesus 4:30*. Kita tidak boleh menyusahkan Dia, atau mendukakan Allah yang kehadiran-Nya diwakili dalam kita oleh Roh.
    4. d. 1Tesalonika 5:18*. Kita tidak boleh memadamkan Dia, atau menolak karya-karya-Nya sebagai Roh Kebenaran, kuasa, kesucian dan anugerah.
    5. e. Kita harus memuliakan Dia yang merupakan Roh kemuliaan (1Pet 4:14*) Allah yang kekal, Allah yang tinggi dan kudus yang mendiami kekekalan dan hati orang-orang kepunyaan-Nya (Yes 57:15*).
  18. Apakah bukti dalam dan luar dari karya Roh Kudus dalam dan untuk kita? Mintalah seseorang membaca Galatia 5:22-23*. Perhatikan bahwa kesembilan karunia-karunia ini dikatakan-Nya sebagai satu buah, bukan buah-buah (jamak) - bukan Roh atau buah terlarang (Ef 5:9*). Asalnya dari satu akar, satu sumber, utuh dan cenderung menghasilkan kesatuan.
    1. a. Kasih kepada Allah dan manusia merupakan akibat dari kasih Allah (1Yoh 3:16*). Kesukaan dan damai yang kita miliki juga berakar dalam Dia, bukan pada orang atau keadaan.
    2. b. Kasih, kesukaan dan damai di hati hampir selalu dinyatakan melalui kesabaran atau dalam kesediaan salib menanggung bila terjadi kesulitan di dalam hubungan, melalui kebaikan aktif dalam hubungan satu sama lain.
    3. c. Kesetiaan, kelembutan atau tidak menurut hak-hak sendiri, dan pengendalian diri juga akan menandai kelakukan kita.
  19. Bacalah bersama-sama Efesus 3:14-19*.

[Lanjutkan 17417] [Sebelumnya 17415]



PA: Siapakah Yesus Kristus?

[Indeks 17402]

12. KEBANGKITAN DAN KEMULIAAN KRISTUS

1Korintus 15:1-13* dan bagian-bagian yang dipilih dari kitab Ibrani dan Wahyu.

======================================================================
Tujuan : Mempertimbangkan arti kebangkitan Kristus, dan arti hidup-Nya
sekarang dalam kemuliaan, bagi kita.
======================================================================

Latar belakang

"Ia tidak di sini, Ia sudah bangkit." Demikian terdengar perkataan malaikat itu pada sekelompok perempuan yang mendekati kubur kosong dan mencari mayat Yesus. "Tapi sekarang Kristus sudah bangkit dari antara orang mati untuk menjadi buah sulung dari orang mati", begitulah dijelaskan Paulus dengan penuh kemenangan. Dan kita telah dilahirkan baru kepada harapan yang selalu hidup (1Pet 1:13*).

Diskusi tentang hidup Kristus tidak lengkap tanpa mempertimbangkan hidup-Nya sekarang, berada di sebelah kanan Allah. "Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan, dan tiap-tiap nama yang dapat disebut bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang" (Ef 1:21*). Meskipun demikian Raja segala raja ini adalah Yesus yang pernah hidup selamanya menanggung tanda-tanda kematian bagi kita. Ia yang adalah "Tuhan kebenaran kita - Hidup kita", siap untuk memberi penolong bagi kita semua, yang kita butuhkan, dan juga yang mampu menyelamatkan kita sampai akhir.

Persiapan pemimpin

    1. Bacalah 1Korintus 15:1-13*, dan baca sebanyak yang Saudara bisa dari kitab Ibrani dan Wahyu. Bila mungkin seluruhnya. Bila tidak, bacalah bagian-bagian yang berhubungan dengan Kristus. Sedikit-dikitnya, bacalah bagian-bagian referensi yang ditunjukkan dalam pertanyaan-pertanyaan. 2. Sementara Saudara menyiapkan diri, berdoalah supaya Allah memberi Saudara suatu penglihatan baru akan Tuhan Yesus Kristus. Penglihatan iman mengenai Dia adalah samar-samar sampai kita melihat Dia, yang pernah disalib, sekarang di mahkotai dan akan memerintah. 3. Berdoalah supaya setiap anggota kelompok PA dapat masuk melalui iman ke dalam dunia yang tidak kelihatan itu, di mana Kristus adalah pusatnya, di mana Ia terus-menerus berada di hadirat Allah bagi kita. Berdoalah supaya kehidupan kita dapat dipengaruhi oleh penelaahan ini.

    Catatan: Siapkanlah diri Saudara membagi pelajaran ini mejadi 2-3 bagian bila perlu. Jangan terburu-buru.

    Pertanyaan

  1. Mintalah seseorang membaca 1Korintus 15:12-19*. Bila Kristus tidak bangkit, mengapa iman kita sia-sia?
  2. Baca Yohanes 11:25-26*. Bila Kristus tetap mati, bagaimanakah pengaruhnya pada pertanyaan-pertanyaan-Nya tentang keilahian dan kuasa-Nya untuk menyelamatkan? Bila Ia telah berbohong kepada kita, dengan sengaja atau melalui penipuan diri sendiri, bagaimanakah sikap kita sekarang terhadap Dia?
  3. Bila kita mempunyai harapan dalam Kristus hanya untuk hidup ini, misalnya harapan dalam Kristus sebagai seorang manusia yang bijak, baik, atau teladan yang mulia, mengapa kita "adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia"? Dapatkah teladan atau bahkan demonstrasi hidup manusia sempurna itu menyelamatkan kita dari kematian? Dapatkah kita mencapai kesempurnaan Yesus dengan usaha-usaha kita sendiri untuk meniru-Nya? Bukankah manusia tidak berdosa dengan tuntutan moral-Nya akan lebih merupakan suatu tuduhan yang tak berakhir dan pemusnahan harapan kita?
  4. Mintalah orang-orang dalam kelompok membaca: 1Korintus 15:20-22, 47-49, 51-58*. Harapan apa yang akan Saudara tukar dengan ini? Apa yang dapat menjadi sikap baru kita sekarang terhadap kematian tubuh?
  5. Mintalah dua orang membaca Efesus 2:4-7, Kolose 3:1-3*. Mengapa Paulus mencampur masa lampau, sekarang dan yang akan datang dalam ayat-ayat ini? (Lihat juga Roma 8:29-30*). Apa masa depan yang dijanjikan Allah adalah sebaik yang telah dicapai? Apakah itu berpengaruh pada kita sekarang? Apa pengaruh keterlibatan kita dalam kebangkitan Kristus dalam kehidupan kita hari demi hari?
  6. Mintalah kelompok membaca keras-keras Ibrani 1:1-4* dengan memikirkan ini sungguh-sungguh. Bagaimanakah Kristus merupakan pernyataan Allah:
    1. a. dalam inkarnasi-Nya (Yoh 1:14, 18*)?
    2. b. dalam karya-Nya menebus dosa (1Yoh 4:9-10*)?
  7. Dalam ayat-ayat yang sedikit ini Kristus terlihat dalam jabatan tiga berganda: sebagai Nabi, Imam dan, Raja. Bagaimana Dia menyatakan diri sebagai nabi Allah? Dalam hal apakah Ia adalah Imam kita? Bagaimanakah Ia ditunjukkan di sini sebagai Raja?
  8. Bandingkan Filipi 2:9-11*. Bila kita menolak untuk mengakui ketuhanan Kristus di dunia, akan dapatkah kita menolak terus dalam kekekalan?
  9. Bacalah Ibrani 2:14-18*. Mengapa Imam Besar kita mampu menolong kita? Bagaimanakah kemampuan dan kecocokan-Nya sebagai Juruselamat kita dipengaruhi oleh keberadaan-Nya sebagai Allah dan sebagai manusia dengan persatuan dua sifat dalam satu pribadi.
  10. Ibrani 3:1-6*. Bagaimanakah keyakinan kita dalam Kristus dipengaruhi oleh pengetahuan bahwa Ia setia melaksanakan semua karya dan kehendak Allah?
  11. Ibrani 4:14-16*. Apakah yang memberikan kita keberanian untuk memasuki hadirat Allah? Apa yang dapat kita harapkan dalam Kristus selain kesanggupan-Nya untuk menyelamatkan? Apa yang telah dijanjikan-Nya untuk diberikan kepada kita pada tahta anugerah?
  12. Ibrani 7:24-28*. Apa artinya bagi kita bahwa Kristus dijadikan Imam Besar kita oleh kuasa kehidupan yang tak dapat rusak? Apakah Ia akan menjadi kurang mampu menyelamatkan kita kelak daripada waktu yang telah lampau? Kondisi apa yang diartikan dalam ayat Ibrani 7:25*: "Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua yang oleh Dia datang kepada Allah"? Kristus selalu hidup untuk melakukan apa?
  13. Ibrani 7:26-28*. Apakah sifat Imam Besar kita? Mengapa kita membutuhkan seorang yang keseluruhannya indah?
  14. Ibrani 9:12-14*. Apa yang dilakukan Yesus bagi kita sebagai tambahan pada pencapaian penebusan kekal kita? Apakah pengaruhnya bagi kita bahwa korban-Nya yang satu itu, tidak hanya bagi penebusan dosa, tapi juga bagi penyucian? Selama manusia mempunyai arti nurani yang buruk, dapatkah ia benar-benar mulai menjadi baik atau bebas untuk melayani Allah yang hidup?
  15. Ibrani 10:10-18*. Apakah korban Kristus menentukan? Apakah itu cukup?
  16. Ibrani 12:19-23*. Fakta-fakta apa yang dirumuskan ayat-ayat ini secara indah sekali?
  17. Ibrani 12:1-3*. Sikap dan tindakan apa yang mendasari kehidupan efektif Kristus di atas dunia ini? Dalam perlombaan lari, ke manakah pandangan kita harus ditujukan? Pada pelari-pelari lain, pada jalan, atau pada diri kita sendiri?
  18. Hubungan khusus apakah yang Yesus miliki pada iman kita? Apakah sikap-Nya terhadap kehinaan Salib? Mengapa? Apakah kesukaaan ada juga di depan kita? Apa pengaruhnya dalam hidup kita bahwa Kristus sekarang duduk di sebelah kanan Allah? Bacalah bersama-sama Ibrani 13:20-21* Kitab Wahyu adalah berita dari tahta Allah, pembukaan tabir Kristus dalam kemuliaan-Nya. Setelah suatu prolog kitab ini dimulai dengan penglihatan tentang Kristus yang berdiri di tengah-tengah Gereja. Kemudian Yohanes di bawa ke surga. Ia melihat allah di atas tahta dan segulung kitab dimeterai yang tak seorang pun dapat membukanya.
  19. Mintalah seseorang membaca Wahyu 5:1-6*. Ketika Yohanes melihat Kristus sebagai Penguasa dan Pemenang, di tahta segala kemuliaan dan kuasa; apa yang ia lihat? Bandingkan dengan Yohanes 1:29*
  20. Baca Wahyu 5:7-14*. Mengapa, khususnya Kristus, dianggap patut dipuji dan patut dipercayakan mengatur masa depan?
  21. Apakah Domba yang disembelih itu hidup? Masih adakah tanda-tanda kebenaran bahwa Ia telah mati pada diri-Nya? Karena domba itu harus dimuliakan untuk selama-lamanya (ayat Wahyu 5:13*), posisi apa yang dipegang oleh kenyataan kasih yang menebus itu dalam alam yang diciptakan Allah ini?
  22. Wahyu 6:1-2, 12-17*. Apalagi yang kita pelahari tentang Domba itu? Apakah Ia, Kristus yang selalu rendah hati dan lembut? Perhatikan bahwa murka Domba itu yang dibicarakan dalam ayat 6. Apakah pandangan Allah tentang dosa sama juga dengan pandangan Kristus?
  23. Wahyu 7:9-17*. Melambangkan apakah pembasuhan jubah dalam darah Domba ini?
  24. Perhatikan hubungan Allah dengan bangsa-Nya dalam ayat Wahyu 7:15-17*. Apakah seorang Raja biasa hidup intim dengan bangsa-Nya, melindungi dan memuaskan mereka dengan kehadiran-Nya? Dalam peran apakah Domba itu terlihat? Perhatikan penggambaran Allah sebagai Penghibur. Bandingkan dengan Wahyu 20:3-4*.
  25. Wahyu 11:15,12:9-11*. Bagaimanakah orang-orang suci yang digambarkan di sini mengatasi berbagai macam pencobaan yang hebat yang mereka hadapi? Apakah makna darah Domba itu? Apakah kematian Kristus, lebih dari sekedar untuk menyucikan dosa? Faktor apakah pada Salib yang memberikan motif dan kuasa untuk menang? Lihat 2Korintus 5:14-15*.
  26. Wahyu 19:5-9*. Bagaimanakah sang Domba digambarkan di sini? Siapakah pengantin-Nya? Apa yang Allah hendak nyatakan kepada kita tentang hubungan kasih-Nya dengan kita melalui gambaran ini? Bandingkan dengan Yesaya 54:5,12:5*.
  27. Wahyu 19:11-16*. Bagaimanakah Kristus dinyatakan di sini? Apa yang kita pelajari melalui nama-nama-Nya? Di bagian mana lagi Dia disebut Firman Allah?
  28. Wahyu 21:1,22-27*. Dalam penglihatannya tentang Surga dan Bumi yang baru, Yohanes melihat lagi Domba itu. Sepenjang kekekalan apakah kita akan berhenti mengingat kematian-Nya dan artinya bagi kita? Bandingkan dengan Efesus 2:4-7*.
  29. Wahyu 22:3-5*. Kristus muncul lagi sebagai Domba. "Dan mereka akan melihat wajah-Nya." Bandingkan dengan 1Yohanes 3:1-3*. Bacalah bersama-sama Wahyu 22:20-21*.

[Indeks = 17402] [Sebelumnya 17416]



[Indeks 17402]

[kosong - EOF]



[kosong]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422] [Hak 17421]

Judul: Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Lanjutkan 17421]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422] [Info 17420]

[kosong]

[Lanjutkan 17422] [Sebelumnya 17420]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Info 17420] [Hak 17421]

DAFTAR ISI

17423 KESELAMATAN DAN KEHIDUPAN KEKAL
17424 JAMINAN KESELAMATAN
17425 PENGAMPUNAN DOSA
17426 KASIH dan PEMELIHARAAN ALLAH
17427 PENGHIBURAN dari ALLAH
17428 PERLINDUNGAN dari ALLAH
17429 KEKUASAAN ALLAH
17430 JAWABAN DOA
17431 PEMELIHARAAN ALLAH
17432 BIMBINGAN
17433 DAMAI SEJAHTERA
17434 MERENUNGKAN FIRMAN
17435 KETAATAN
17436 IMAN
17437 KESABARAN dan KETEKUNAN
17438 HUBUNGAN
17439 MEMBERI
17440 KEBANGKITAN
17441 PAHALA
17442 SURGA

[Lanjutkan 17423]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

KESELAMATAN DAN KEHIDUPAN KEKAL

Yohanes 1:12                    Roma 10:9*
Yohanes 3:16 Roma 10:13*
Yohanes 5:24 Titus 1:3*
Yohanes 6:47 Titus 3:4-7*
Yohanes 20:31 1Yohanes 2:25*
Kisah 16:31 Wahyu 3:20*
Roma 6:22-23*

[Lanjutkan 17424] [Sebelumnya 17422]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

JAMINAN KESELAMATAN

Yesaya 12:2                     Efesus 4:30*
Yohanes 10:27-30 Filipi 1:6*
Yohanes 14:16-17 1Petrus 1:5*
Roma 8:35-39 1Yohanes 5:11-13*
Efesus 1:12-14 2Yohanes 1:2*

[Lanjutkan 17425] [Sebelumnya 17423]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

PENGAMPUNAN DOSA

2Tawarikh 7:14                  Matius 6:14*
Mazmur 32:5-6 Kisah 10:43*
Mazmur 103:12 2Korintus 5:17*
Yesaya 1:18 Ibrani 8:12*
Yesaya 55:6-7 1Yohanes 1:9*

[Lanjutkan 17426] [Sebelumnya 17424]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

KASIH dan PEMELIHARAAN ALLAH

Ayub 23:10                      Ibrani 12:11*
Mazmur 103:17 1Petrus 5:7*
Nahum 1:7 Mazmur 73:23*
Matius 6:31-33 Mazmur 84:11*
Matius 10:29-31 Mazmur 91:5-8*
Yohanes 14:21 Yesaya 41:10*
Yohanes 15:9-10 Yeremia 17:7-8*
Roma 5:8 Roma 8:31*
Roma 8:32 2Tesalonika 3:3*
1Korintus 10:13*

[Lanjutkan 17427] [Sebelumnya 17425]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

PENGHIBURAN dari ALLAH

Mazmur 23:4                     Yesaya 50:7*
Mazmur 27:10 Matius 5:4*
Yesaya 40:31 Matius 11:28-30*
Yesaya 42:3 Matius 28:20*
Mazmur 51:17 Roma 8:28*
Mazmur 55:22 2Korintus 1:3-4*
Mazmur 103:13-14 1Petrus 5:6-7*
Yesaya 43:2*

[Lanjutkan 17428] [Sebelumnya 17426]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

PERLINDUNGAN dari ALLAH

2Tawarikh 16:9                  Mazmur 34:7*
Mazmur 5:11-12 Mazmur 46:2*
Mazmur 20:7 Mazmur 68:6*
Mazmur 27:1-3*

[Lanjutkan 17429] [Sebelumnya 17427]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

KEKUASAAN ALLAH

1Tawarikh 29:11                 Yesaya 45:2-3*
Ayub 42:2 Yeremia 27:5*
Mazmur 50:9-13 Yeremia 32:17,27*
Mazmur 115:3 Lukas 1:37*
Mazmur 147:5 Efesus 3:20-21*
Yesaya 40:25-26 1Yohanes 4:4*

[Lanjutkan 17430] [Sebelumnya 17428]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

JAWABAN DOA

1Raja 18:37                     Lukas 11:9-10*
Mazmur 34:4 Yohanes 16:24*
Mazmur 37:4 Filipi 4:6-7*
Mazmur 50:15 Yakobus 5:15-16*
Mazmur 86:7 1Yohanes 5:14-15*
Yeremia 33:3*

[Lanjutkan 17431] [Sebelumnya 17429]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

PEMELIHARAAN ALLAH

Mazmur 23:1                     Mazmur 111:5*
Mazmur 34:9-10 Amsal 13:4*
Mazmur 37:25 Matius 6:33*
Mazmur 69:33 Markus 10:29-30*
Mazmur 72:13 2Korintus 9:8*
Mazmur 95:6-7 Filipi 4:19*

[Lanjutkan 17432] [Sebelumnya 17430]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

BIMBINGAN

Mazmur 32:8                     Yesaya 42:16*
Amsal 3:5-6 Yesaya 45:2-3*
Amsal 16:3 Yeremia 29:11*
Amsal 21:5 Yohanes 16:13*
Yesaya 30:21 Roma 12:1-2*
Yesaya 40:11 Yakobus 1:5*

[Lanjutkan 17433] [Sebelumnya 17431]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

DAMAI SEJAHTERA

Keluaran 33:14                  Yohanes 14:27*
Mazmur 85:8 Roma 5:1*
Mazmur 119:165 Roma 8:6*
Yesaya 26:3 Kolose 3:15*
Matius 11:28-29 1Petrus 3:9-11*

[Lanjutkan 17434] [Sebelumnya 17432]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

MERENUNGKAN FIRMAN

Yosua 1:8                       Mazmur 119:11*
Mazmur 1:2-3 Mazmur 119:97-99*
Mazmur 19:14 Mazmur 119:130*
Mazmur 37:31 Mazmur 119:147-149*
Mazmur 63:6-8 Mazmur 119:165*

[Lanjutkan 17435] [Sebelumnya 17433]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

KETAATAN

Ulangan 4:39-40                 Yohanes 14:21,23*
Ayub 17:9 Yohanes 15:5*
Mazmur 119:57-58 Yohanes 15:10-12*
Amsal 1:32-33 1Yohanes 3:21-22*
Amsal 16:7 Ibrani 10:35-36*
Yesaya 1:19 Yakobus 1:2-4*
Matius 5:19 Yakobus 5:7-8*
Lukas 6:46-48 2Petrus 3:8-9*

[Lanjutkan 17436] [Sebelumnya 17434]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

IMAN

Mazmur 5:11                     Markus 11:22-24*
Mazmur 32:10 Roma 8:31*
Mazmur 118:8-9 Efesus 2:8-9*
Amsal 29:25 Ibrani 6:12*
Matius 21:21-22 Ibrani 11:6*
Markus 5:36 Ibrani 13:6*
Markus 9:23-24 1Yohanes 5:4*

[Lanjutkan 17437] [Sebelumnya 17435]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

KESABARAN dan KETEKUNAN

Mazmur 27:14                    Lukas 6:38*
Mazmur 37:7 Lukas 14:12-14*
Yesaya 40:31 Lukas 16:9*
Roma 2:7 2Korintus 8:12*
Roma 5:3-5 2Korintus 9:6*
1Korintus 15:58 2Korintus 9:8-11*
Galatia 6:9-10 1Timotius 6:17-19*
Maleakhi 3:10*
Matius 6:1-4*

[Lanjutkan 17438] [Sebelumnya 17436]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

HUBUNGAN

Amsal 16:7                      Efesus 4:15*
Pengkhotbah 4:9-10 Efesus 4:29-32*
Lukas 6:35-37 Efesus 6:1-3*
Roma 12:17-20 1Petrus 3:7*
Roma 14:1-4 1Petrus 3:8-9*
Roma 15:7*
Efesus 4:2-3*

[Lanjutkan 17439] [Sebelumnya 17437]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

MEMBERI

Mazmur 112:5                    Amsal 19:17*
Amsal 3:9-10 Amsal 28:27*
Amsal 11:24-25*

[Lanjutkan 17440] [Sebelumnya 17438]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

KEBANGKITAN

Mazmur 49:16                    Yohanes 5:25,28-29*
Yesaya 26:19 Yohanes 11:25-26*
Daniel 12:2-3 Yohanes 14:19*
Matius 22:30 1Korintus 15:42-44*
Matius 25:31-34 2Korintus 4:14*
Lukas 14:14*

[Lanjutkan 17441] [Sebelumnya 17439]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

PAHALA

Yeremia 17:10                   1Korintus 15:58*
Matius 6:4 2Korintus 5:10*
Matius 10:42 Efesus 6:7*
Markus 10:29-30 Kolose 3:23-24*
Lukas 14:14 2Timotius 4:8*
Yohanes 12:26 Ibrani 6:10*

[Lanjutkan 17442] [Sebelumnya 17440]



Mendoakan Janji Allah dalam Firman-Nya:

[Indeks 17422]

SURGA

Zakharia 2:10                   Kolose 3:4*
Matius 5:3 1Tesalonika 4:16-17*
Matius 5:10 Ibrani 9:28*
Yohanes 6:51 Ibrani 10:37*
Yohanes 14:2-3 1Yohanes 3:2*

[Indeks ==> 17422] [Sebelumnya ==> 17441]



[Indeks ==> 17422]

Ke Atas


sabdaspace.org Tentang Kami | Kontak Kami | Bukutamu | Link |

Laporan Masalah/Saran | Disclaimer | Hak Cipta 2005-2014 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati