Belum menjadi anggota? Daftar * Lupa Kata Sandi  

Spiritual Leadership, Artikel

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Catatan Redaksi: "Seorang pemimpin Kristen dituntut tidak hanya bisa memandang positif setiap kesulitan yang ada, menghindari ketegangan, mengontrol amarah, namun setiap pemimpin juga diharapkan memiliki kesabaran, mengasihi tiap-tiap orang yang dipimpin, mengusahakan persahabatan, dan dapat meneladani Yesus Kristus."

D. Memelihara Kesabaran.

Anda tentu ingat buah-buah Roh yang terdapat dalam Galatia 5:22-23. Salah satu buah Roh Kudus yang sangat menentukan dalam hidup seorang pemimpin ialah "kesabaran". Tuhan menuntut kepada kita kesabaran (2 Petrus 1:5-17 -- Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri. Kepada penguasaan diri ketekunan dan kepada ketekunan kesalehan. Dan kesalehan kasih akan mewujudkan kasih persaudaraan dan kasih akan semua orang). Rentetan sifat-sifat yang diminta oleh Tuhan di sini, hanya mungkin dapat terjadi atas dasar kesabaran yang dimungkinkan oleh penguasaan diri. Di antara semua sifat-sifat baik sebagai hasil karya Roh Kudus dalam kehidupan manusia, kesabaran merupakan buah sulung. Itulah sebabnya kesabaran adalah ratu segala kebajikan. ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Salah satu kalimat yang menarik perhatian saya tentang kepemimpinan ialah bahwa "setiap pemimpin akan menghadapi banyak kesulitan". Pernyataan ini memancing bermacam-macam reaksi untuk menentukan sikap dalam mengelola satu pekerjaan. Kesulitan selalu menyajikan alternatif baru bagi tiap pemimpin, yakni "maju" atau "mundur". Maju tidaknya seorang pemimpin, tergantung bagaimana ia memandang situasi itu, agar dari kesulitan yang datang menghasilkan perkara-perkara yang baru. ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Secara tradisional, Ezra dipandang sebagai pencetus Yudaisme. Dengan memberi penekanan pada peranan penting Taurat dalam hidup masyarakat, Ezra telah memberi fondasi yang solid dan kukuh terhadap Yudaisme. Inilah salah satu alasan mengapa bangsa Israel dapat bertahan di kemudian hari, ketika menghadapi pengaruh Helenisasi (pengaruh kebudayaan Yunani termasuk dalam tata cara hidup sangat dominan pada zaman itu, Red.) dan pengaruh budaya dan agama penguasa asing. Saat sejarah bangsa Israel yang kritis, Ezra tampil ke panggung sejarah dengan mendorong umat kembali kepada kitab suci. Gerakan reformasi yang dicetuskan Ezra berkaitan erat dengan munculnya rumah-rumah ibadat (sinagoge) di luar dan di dalam Palestina, yang berperan penting dalam reformasi tersebut. Peranan sinagoge sebagai pusat pendidikan Taurat berlangsung hingga masa pelayanan Yesus. Dalam Injil cukup sering Yesus diberitakan berada di sinagoge mengajar orang banyak. Bahkan sinagoge kemudian hari berfungsi sebagai tempat penyebaran Injil. Paulus selalu memulai pemberitaan Injil di tiap kota dengan mengunjungi sinagoge. Ibadah di sinagoge tidak hanya dihadiri warga Yahudi, melainkan juga warga bukan Yahudi. Berbagai etnis bukan Yahudi yang datang ke sinagoge terbagi dalam dua kelompok yakni proselit (Pengikut agama Yahudi baru, Red.) dan phobos tou Theou (orang yang takut akan Tuhan, Red). ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Pendahuluan ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Setelah lulus kuliah, saya bekerja sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan penerbitan. Saya tidak memiliki rekan kerja. Hanya ada saya, telepon, dan buku pemesanan. Bahkan, saya tidak memunyai komputer.

Kemudian, pada tahun 1981, saya menjadi direktur pemasaran untuk perusahaan penerbitan yang sama. Jujur saja, atasan saya seharusnya tidak mempekerjakan saya di posisi itu. Pengalaman pemasaran saya nol. Kami hanya cocok satu sama lain. Kami bekerja bersama selama 17 tahun.

Saya memiliki 5 orang bawahan, termasuk seorang asisten yang bertugas melapor kepada saya.

Tidak ada orang yang mengajarkan saya tentang pendelegasian . Bahkan, pada hari pertama kerja, manajer periklanan saya masuk ke kantor saya. Dia memberitahukan bahwa iklan cetak untuk proyek buku baru kami tahun ini, harus selesai hari ini. Saya tidak pernah mengira bahwa saya bisa meminta orang lain mengerjakannya. Saya menggulung lengan baju saya dan mulai mengetik -- di mesin ketik IBM Selectric Typewriter. ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Dalam masyarakat ada banyak teori atau ukuran yang dituntut mengenai kepemimpinan. Seorang pemimpin harus begini, harus begitu, harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Di kalangan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ada sebelas asas kepemimpinan ABRI yang terkenal itu, seperti ambeg parama arta, waspada purba wasesa adalah simbol kepemimpinan wasesa, prasaja, satya, dll.. Ada asas kepemimpinan ajaran Ki Hajar Dewantara yang dimasukkan ke dalam sebelas asas kepemimpinan ABRI, yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (yang di depan memberi teladan/contoh, yang di tengah membangun prakarsa/semangat, dari belakang mendukung, Red.). ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Diringkas oleh: Desi Rianto

Bacaan: 1 Petrus 1:18-19

Orang-orang sekuler di Barat memiliki kesamaan dengan orang-orang primitif yang percaya kepada pengaruh belenggu nenek moyang, yaitu kita harus hidup menurut kutuk atau luka dari nenek moyang kita. Masa depan kelihatannya sia-sia dan tidak memberikan kebahagiaan.

Alkitab berkata, "Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu," Alkitab sedang berbicara mengenai cara hidup yang hampa, yang tak berarti, yang berakhir dengan kehancuran, dan semua itu berhubungan dengan nenek moyang kita. Alkitab tidak mengatakan bagaimana bagaimana hal itu berhubungan. Yang penting adalah kita sudah dibebaskan dari perbudakan cara hidup nenek moyang. ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham... Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara - saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, ... Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, ... Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria, ... Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, ... Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus." (Matius 1:1-16) ... baca selengkapnya »

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Ada tiga hal yang membuat kepemimpinan Paulus hebat. Dia memunyai pencapaian-pencapaiannya yang hebat sebagai seorang pemimpin. Dia meraih sesuatu dengan mengelola sumber daya dengan bijaksana. Dia memelihara nilai-nilai dari para pengikut yang dia pimpin. Barangkali tidak ada tokoh dalam sejarah yang memberikan teladan kepemimpinan yang lebih hebat daripada Rasul Paulus. Kekuatan kepemimpinan rasul Paulus sungguh tidak ada bandingannya. Paulus biasanya disebut-sebut sebagai arsitek utama kekristenan.

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Samuel adalah anak Elkana, seorang yang saleh dari bani Efraim, dengan istrinya yang bernama Hana. Nama Samuel disebut sebanyak 134 kali dalam Alkitab, bisa ditemukan dalam 7 kitab: 1 Samuel, 1 dan 2 Tawarikh, Mazmur, Yeremia, Kisah Para Rasul, dan surat Ibrani. Alkitab mencatat Samuel sebagai hakim terakhir dan terbesar dalam sejarah Israel (Kisah Para Rasul 13:20). Samuel juga merupakan yang pertama di antara para nabi (Kisah Para Rasul 3:24). Pada zaman Perjanjian Lama, ia dan Musa adalah dua

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership