Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Ketika Orang yang Anda Kasihi Meninggal

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

KETIKA ORANG YANG ANDA KASIHI MENINGGAL

AYAT ALKITAB UNTUK DIRENUNGKAN

Dia satu-satunya yang dapat menjaga keselamatan jiwa kita Mazmur 119: Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (ay. 50)

Kesedihan harus dihadapi dan dirasakan sebelum dapat dihiburkan

Matius 5: Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. (ay. 4)

Kata-kata yang telah menghibur berjuta-juta manusia

Mazmur 23: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (ay. 4)

Tenggelamkan diri Anda dalam penghiburan yang datang dari Allah sendiri

2 Korintus 1: Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami …. (ay. 3-4)

Janji yang belum pernah dilanggar

Mazmur 27: Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. (ay. 5)

Untuk tujuan inilah Allah datang

Yesaya 61: … Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, . ….. untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar. (ay.1-3).

Maut bukanlah kata terakhir

1 Korintus 15: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (ay. 54-55)

Cepat atau lambat kita semua harus menghadapi kematian orang yang kita kasihi. Tetapi, Kristus pasti menghibur di masa kehilangan ini. Maafkan saya jika harus mengungkapkan pengalaman pribadi, beberapa tahun yang lalu saya kehilangan istri saya yang meninggal karena kanker dan saya tahu pasti apa yang saya katakan ini adalah benar adanya. Saat kematian datang menjemput seseorang yang kita kasihi, rasa sakit yang kita rasakan memang kadang-kadang hampir tak tertahankan. Kita tidak perlu takut untuk menyatakan perasaan kita kepada Allah (atau tentang Da) tentang apapun yang kita rasakan: kemarahan, frustasi, takut, terluka, perasaan ditinggal sendirian, dsb. Lebih baik perasaan ini diungkapkan daripada di tekan. C.S. Lewis mengatakan ketika istrinya meninggal, dia kecewa kepada Allah untuk beberapa lama. kemudian, pada saat dia telah puas menyalahkan Allah, Lewis merasakan tangan kasih Allah merangkul dia dengan cara yang tidak mungkin digambarkannya. Allah tidak maraha apabila kita mengungkapkan perasaan kita apa adanya kepada Dia. Dia mendengarkan, ikut merasakan, dan memaham kita. Secepat mungkin mintalah Dia mengobati luka itu dan sambutlah uluran tangan-Nya yang akan membuat kita tenteram dan kuat kembali. Penghiburan ilahi tidak berarti air mata kita akan kering, atau kesedihan kita tiba-tiba berhanti. Hal ini adalah proses alami ynag memiliki efek menyembuhkan yang kuat. Penghibuaran ilahi berarti kita akan merasakan Allah ada di sana di tengah air mata dan kesedihan kita. Rasa sakit memang harus dihadapi dan dijalani, termasuk rasa sakit ketika harus mengucapkan "selamat berpisah". Pelayanan Kristus ketika kita sedih adalah memimpin kita dengan lembut melewati jalan yang harus ditempuh. Kehadiran Kristus justru lebih kuat dan lebih menghiburkan di saat kita kehilangan orang yang kita kasihi. Dia memberikan hal yang paling berharga ketika bagian terpenting dari hidup kita ambil. Ya Allah Bapaku, betapa aku berterima kasih karena Engkau menerima diriku apa adanya. Aku berpaling kepada-Mu dalam kesedihan dan meminta agar Engkau meletakkan tangan-Mu di tanganku dan tinggallah dekat bersamaku saat aku menjalalni kesedihan ini. Jadilah penghiburku yang sejati di tengah kesedihanku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

AttachmentSize
ketika_kekasihi_meninggal.doc29 KB
ketika_kekasihi_meninggal.htm4 KB

Komentar