Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 6 hours 47 min ago

@SABDA: “Nonton Bareng”

Mon, 10/27/2014 - 08:50

Dalam rangkaian ulang tahun SABDA yang ke-20 , pada hari Rabu tanggal 08 Oktober yang lalu, kami mengadakan acara "nonton bareng". Sekalipun judul kegiatannya "nonton bareng", dalam kegiatan ini kami tidak sekadar menonton, tetapi juga mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam film yang kami tonton. Karena itu, film yang ditonton pun bukan film yang berdurasi panjang, melainkan klip-klip yang durasinya hanya 3 - 5 menit saja.

Sebelumnya, kami sudah menyiapkan sepuluh klip untuk kami tonton malam itu. Hampir semua klip tersebut berkaitan dengan kekristenan, teknologi Internet, dan pelayanan Kristen. Akan tetapi, dari daftar sepuluh klip itu, hanya tiga di antaranya yang berhasil kami tonton dan diskusikan bersama-sama, yaitu "Why I Hate Religion, But Love Jesus", "G.O.S.P.E.L.", dan "Duties and Rights of a Christian". Sisanya, terpaksa disimpan untuk pertemuan berikutnya karena listrik di daerah kantor kami padam! Namun demikian, acara ini tidak bubar. Sebaliknya, diskusi justru menjadi lebih hangat dan semakin terarah karena kini kami sudah memiliki bahan-bahan diskusi hasil menonton tiga klip pendek yang cukup berbobot tadi.

Menjelang akhir acara, dalam temaram lampu darurat yang menyala di tengah-tengah kami, diskusi itu mewujud dalam dorongan untuk menaikkan doa bagi gereja-gereja, sekolah-sekolah teologia, serta komunitas-komunitas Kristen lainnya yang bertanggung jawab terhadap panggilan untuk memperlengkapi orang-orang percaya dalam menyatakan Kerajaan Allah di dunia.

Saya merasa diberkati melalui pengalaman "nonton bareng" dan diskusi @SABDA ini, bukan hanya melalui klip-klip yang ditonton, tetapi juga dari rekan-rekan yang satu per satu menunjukkan pendapat mereka dalam sesi diskusi. Bagi saya, acara ini sangat baik dan menyenangkan karena kami dapat mengenal lebih dekat satu sama lain dan bersama-sama mengenal isi hati Allah dalam cara yang kreatif.

Acara @SABDA ini akan diadakan rutin pada hari Senin dan Rabu di setiap minggunya. Karena itu, teman-teman yang kemarin belum mendaftar dan ikut ambil bagian, saya undang untuk datang dan menikmati persekutuan yang 'super-duper fun' ini.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pengalaman Berharga Magang di YLSA

Tue, 10/21/2014 - 15:38

Oleh: Johan, Yohanes, Hilda*

Perkenalkan kami Johan, Yohanes, dan Hilda, mendapat kesempatan berharga untuk berlatih dan berkarya bagi Tuhan dengan menjadi staf magang di YLSA selama bulan Juli hingga Agustus 2014. Kami sangat bersyukur, mengingat selama hampir sebulan sebelumnya, kami bertiga begitu sulit mencari tempat magang yang bersedia menerima dan cocok dengan yang kami harapkan.

Sebelum memulai magang, kami mengerjakan serangkaian tes dari HRD YLSA untuk mengatur tugas-tugas yang akan diberikan supaya sesuai dengan kemampuan dan minat kami. Selain itu, selama magang, kami merasa sangat diperhatikan, baik secara fisik maupun rohani. Mulai dari kesehatan, makanan, tempat tinggal, pelatihan-pelatihan, bimbingan, pengetahuan, dan banyak hal lain sehingga membuat kami merasa bersyukur diberikan kesempatan ini.

Kami yang sebelumnya belum familier dengan Yayasan Lembaga SABDA, akhirnya dapat mengenal lebih dalam. Di sini, kami tidak hanya menemukan pelayanan Kristen di bidang teknologi yang sangat hebat, tetapi juga berjumpa dengan para staf yang bekerja keras untuk bergerak bersama dalam pelayanan ini. Hal ini menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk dapat memberikan yang terbaik.

Selama magang di YLSA, ada beberapa tugas yang dipercayakan kepada kami. Hilda mendapat tugas untuk membuat desain cover DVD dan menyelesaikan beberapa proyek "mobile". Yohanes mendapat tugas membuat proyek "Alkitab Karaoke", sedangkan saya sendiri mendapat tugas membantu proyek SD Card/DVD "Dengar Alkitab", dan Interlinier (ITL). Bersyukur, dalam mengerjakan tugas-tugas ini, kami yang belum banyak pengalaman dibantu oleh beberapa kakak kami yang baik, seperti Mas Khenny, Mas Meland, Mas Yudo, Mas Benny, Mbak Evie, Mas Hadi, serta beberapa staf lainnya untuk membimbing kami. Tugas-tugas yang awalnya cukup sulit dan berat, akhirnya bisa kami nikmati karena mereka dengan murah hati dan ringan tangan membantu kami.

Selain tugas-tugas tersebut, selama magang kami juga mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang belum pernah kami dapatkan di tempat lain. Kami mendapat kesempatan untuk ambil bagian pada acara seminar pendidikan "Mengajar yang Mengubah Hidup" yang diselenggarakan oleh YLSA, roadshow-roadshow SABDA, mengemas paket DVD Anak, raker mini YLSA, program intensif (progsif) tentang Nabi Samuel, dan berbagai keterampilan bagaimana seharusnya hidup bersama dan melayani banyak orang.

Selain itu, kegiatan persekutuan staf setiap Senin pagi dan Jumat siang, serta PA kitab Mazmur di dalam kelompok-kelompok kecil setiap hari, memberi kami ruang untuk berbagi hidup bersama dan menyegarkan kerohanian kami. Ada saat ketika kami merasa tertekan oleh persoalan-persoalan pribadi yang kami alami, kami dikuatkan firman Tuhan dan sharing para staf. Dalam kasih, kami juga saling mendoakan pergumulan masing-masing.

Setiap hari, kami menikmati kebersamaan di kantor, meskipun awalnya ada beberapa hal yang menuntut kami beradaptasi dengan aturan kantor. Makan siang bersama, jajan bersama, olahraga bersama, bermain bersama, bercanda bersama, dan banyak hal lain yang memberi kesan mendalam kepada kami selama dua bulan magang. Sungguh, kami merasa menemukan keluarga baru bagi hidup kami dalam melayani Tuhan.

Banyaknya pelajaran yang kami dapatkan selama di YLSA pada akhirnya menolong kami untuk dapat belajar menganalisis dengan teliti, sistematis, bertanggung jawab, disiplin, bekerja keras, bekerja sama, saling mendukung, serta saling melengkapi. Semuanya itu sangat bermanfaat, khususnya nanti ketika memasuki dunia kerja. Alasan kami harus bekerja dengan sebaik mungkin dan penuh kerja keras adalah karena pada dasarnya pekerjaan kami bukan untuk manusia, tetapi untuk Tuhan.

Sekali lagi, terima kasih untuk kesempatan ini. Terima kasih untuk Ibu Yulia atas kesempatan magang dan pelajaran-pelajaran berharga yang telah Ibu berikan. Terima kasih Mas Hadi dan para staf ITS (Mas Hadi, Mas Khenny, Mas Meland, Mas Yochan, dan Mas Arkha) karena telah menjadi pembimbing dan rekan terbaik kami. Terima kasih Mbak Evi yang telah memberi kami banyak pesan berharga dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Terima kasih juga untuk staf-staf lain yang baik, kocak, dan turut mewarnai hari-hari magang kami.

Pengalaman magang yang tak terlupakan ini mudah-mudahan akan mendorong kami untuk terus memaksimalkan kemampuan kami sesuai dengan apa yang telah Tuhan percayakan, serta membagikannya pada orang lain. Kami berharap di mana pun kami berada nantinya, semakin banyak orang akan diberkati dan hidup bagi Tuhan. Itulah doa kami bagi YLSA beserta pribadi-pribadi yang terlibat di dalamnya. Ke depan, mudah-mudahan kami akan terus dilayakkan Tuhan untuk menyebarkan keharuman nama-Nya di mana-mana.

Doa kami, syukur kami, dan terima kasih kami kepada Yayasan Lembaga SABDA, terutama kepada kebaikan Tuhan. YLSA is a nice place and a nice ministry.

Salam IT for God!

*Johan, Yohanes, Hilda adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Sebelas Maret, yang menjadi staf magang YLSA untuk divisi ITS selama Juli - Agustus 2014.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

SABDA di Instagram: SABDA_YLSA

Mon, 10/20/2014 - 14:55

Hore! Ada yang baru dari YLSA. SABDA_YLSA Instagram.

Berawal dari rangkaian acara ulang tahun YLSA yang ke-20, yang salah satunya adalah melahirkan produk-produk baru selama bulan Oktober, divisi Komunitas memutuskan untuk "merangkul" Instagram menjadi salah satu media sosial yang ke depannya akan dimanfaatkan YLSA untuk memperluas pekerjaan Tuhan. Berbagai hal dipersiapkan, mulai dari pembuatan proposal sampai pengumpulan bahan-bahan untuk Instagram. Bersyukur kepada Tuhan karena dalam perjalanan pelayanan YLSA, hampir semua peristiwa/pengalaman telah diabadikan melalui foto, rekaman, video, dll.. Saya percaya bahwa Tuhan telah mempersiapkan YLSA, khususnya dalam bahan, jauh-jauh hari sebelum akhirnya YLSA menggunakan Instagram. Tuhan Yesus baik!

Puji Tuhan, tepat pada tanggal 1 Oktober 2014, YLSA telah melahirkan SABDA_YLSA Instagram. SABDA_YLSA Instagram ini terintegrasi dengan Facebook YLSA sehingga bahan yang di-"upload" di Instagram akan muncul juga di Facebook YLSA. Beberapa bahan sudah di-upload dan sudah lebih dari 120 orang yang tergabung di SABDA_YLSA. Anda punya Instagram dan penasaran dengan perkembangan pelayanan YLSA? Gabung ya!

Saya berharap dengan adanya SABDA_YLSA Instagram, pelayanan YLSA dapat semakin memberkati lebih banyak orang, terutama mereka yang menggunakan Instagram. Selain itu, kiranya Tuhan senantiasa menolong dan memberikan hikmat kepada tim YLSA supaya berkat-berkat yang kami terima dari Tuhan dapat terus kami bagikan kepada semua orang melalui media-media yang sudah Tuhan percayakan kepada YLSA. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

@SABDA Perdana: Diskusi Terbuka “Pengaruh Media Sosial dalam Kehidupan Orang Kristen”

Mon, 10/20/2014 - 14:41

Oleh: Wiwin*

Perkenalkan, nama saya Wiwin. Sudah sekitar 1 bulan, saya bergabung dalam pelayanan YLSA. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang salah satu acara yang baru saja saya ikuti di YLSA. Ulang tahun YLSA ke-20 sudah dibuka dengan seminar TI yang dibawakan oleh Bapak Tjahjadi Rameli Lie pada tanggal 1 Oktober 2014 yang lalu. Selanjutnya, masih dalam rangka memperingati hari ulang tahun YLSA ke-20, selama bulan Oktober ini, YLSA akan mengadakan serentetan "event" yang dinamakan "@SABDA". Konsep dari @SABDA adalah sebagai tempat "hangout" untuk bertemu, belajar, berdiskusi, dan berbagi. @SABDA diadakan setiap hari Senin dan Rabu pkl. 18.30 - 21.00 di Griya SABDA.

Acara perdana @SABDA diadakan pada tanggal 6 Oktober dengan mengadakan diskusi terbuka sebagai "follow up" dari seminar tentang media sosial yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Peserta yang datang bukan hanya staf SABDA saja, tetapi ada juga teman staf yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam diskusi terbuka ini, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pro media sosial dan kelompok kontra media sosial. Kelompok pro terdiri atas Bu Yulia, Mbak Evie, Hadi, Mbak Elly, Cobena, dan Pak Yoseph. Sementara kelompok kontra beranggotakan Hilda, Yudo, Pak Gunung, Ade, Eben, dan saya. Masing-masing kelompok berdiskusi terlebih dahulu secara internal, kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan dilanjutkan dengan debat sebagai wahana saling merespons masing-masing kelompok.

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari diskusi terbuka malam itu adalah sebagai berikut:

1. Definisi media sosial.

Media sosial adalah media yang digunakan untuk bersosialisasi, berjaringan, dan memberikan pengaruh kepada masyarakat luas. Allah turut bekerja dan mengatur perkembangan teknologi dalam rangka mengerjakan rencana besar-Nya dalam dunia ini.

2. Pengaruh positif media sosial.

Media sosial sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang, contoh nyata dalam dunia sekuler yang bisa kita lihat adalah Presiden Amerika, Barack Obama, berhasil memenangkan pemilihan umum di Amerika dengan menggunakan media sosial. Demikian juga, Presiden terpilih Indonesia, Jokowi, menggunakan media sosial untuk karier politiknya di Indonesia.

3. Pengaruh negatif media sosial.

Jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial bisa membuat penggunanya terjebak untuk membuang waktu dan membuang kesempatan untuk mengembangkan diri. Pengguna yang kecanduan media sosial cenderung menjadi malas berpikir sehingga pikiran mereka menjadi tumpul. Mereka bisa menjadi kehilangan empati dan integritasnya. Media sosial juga memupuk budaya konsumtif dan narsisisme.

4. Sikap orang Kristen.

Sikap kita sebagai orang Kristen sangat menentukan pengaruh dari media sosial itu sendiri. Orang Kristen perlu menyadari bahwa perkembangan teknologi, termasuk media sosial, adalah realitas yang tidak bisa dimungkiri. Pertanyaan yang lebih penting adalah cara kita memanfaatkannya. Kita juga perlu menyadari bahwa tidak semua pengaruh dan tren yang muncul dalam perkembangan teknologi itu baik. Kita perlu selektif dalam memilih dan menggunakannya. Masalah dasar manusia haruslah menjadi pekerjaan rumah bagi kita yang harus kita selesaikan sebagai wujud peran serta kita dalam membina orang, budaya, dan sistem dalam lingkungan kita.

"Event" @SABDA ini sangat menarik. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk berbagi dengan teman-teman dalam diskusi ini. Dalam diskusi ini terjadi interaksi yang aktif antarpeserta. Tanggapan-tanggapan yang kritis dari tiap peserta juga membuka wawasan dan mengasah pikiran saya sehingga semakin kritis. Hasil dari diskusi terbuka ini menolong saya untuk semakin bijaksana dalam menggunakan media sosial. Selain itu, juga membantu saya dalam menyiapkan strategi-strategi dalam membina pemuda di gereja, sehubungan dengan sikap dan kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial. Sekian sharing dari saya. Sampai berjumpa di @SABDA berikutnya.

*Wiwin adalah staf YLSA yang sedang menempuh masa percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Staf “Baru” Divisi Multimedia YLSA

Wed, 10/08/2014 - 16:30

Divisi Multimedia adalah salah satu divisi di YLSA yang bertanggung jawab mengurus dan mendistribusikan CD/DVD secara gratis ke seluruh Indonesia. Distribusi ini bisa dilakukan lewat roadshow-roadshow SABDA maupun pengiriman secara langsung via kantor pos kepada mereka yang memesan. YLSA memproduksi 25+ CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Selain itu, YLSA juga memiliki DVD Library SABDA yang berisi bahan-bahan yang sangat berguna untuk pelayanan.

CD dan DVD itu dikemas/dibungkus dalam plastik yang sangat sederhana supaya menghemat biaya. Di dalamnya disertakan "Daftar Isi" bahan, ataupun ditambah perangkat lain seperti: brosur-brosur YLSA, stiker, dan traktat. Pengerjaan "packing" CD/DVD ini adalah salah satu dari tugasku di YLSA. Walaupun tidak sulit, pekerjaan ini membutuhkan banyak waktu, terutama saat sedang banyak pesanan atau roadshow. Sebagai penanggung jawab pendistribusian CD/DVD, salah satu kerinduanku adalah memiliki teman untuk membantu "packing". Selama ini, ada staf lain yang kadang aku "paksa" untuk membantu, misalnya Pak Yosep dan teman-teman dari divisi lain. Namun, kadang-kadang ada rasa sungkan juga karena mereka semua punya banyak pekerjaan. Akan tetapi, kalau sedang banyak pesanan CD/DVD, banyak staf akan serempak membantu. Aku paling senang kalau tiba-tiba "oglangan" (mati listrik) karena teman-teman akan meledekku, "Wah, yang paling senang Mbak Anik nih ...," karena teman-teman sudah tahu, mereka pasti aku "manfaatkan" untuk membantu "packing" CD/DVD ... he he he.

Beberapa bulan terakhir ini, aku sangat bersyukur karena orang yang sama sekali tidak terpikir sebelumnya, yaitu Tante, maminya Ibu Yulia, bersedia membantu "packing" CD/DVD. Tante sudah berusia 80 tahun. Setahuku, orang-orang seusia Tante kebanyakan sudah tidak bisa apa-apa atau sulit melakukan aktivitas, tetapi aku terkesan dengan Tante karena walaupun sudah seusia itu, beliau masih bersedia mengerjakan sesuatu yang berguna. Awalnya memang sulit karena Tante kadang lupa dan keliru memasukkan CD .... Ya, itu salahku sendiri karena tidak menyadari kalau harus menjelaskan dengan lebih rinci kepada Tante. Tugas yang lebih rumit lagi adalah ketika menjelaskan cara memasukkan kartu nama ke dalam kemasan CD/DVD karena ada beberapa desain kartu nama. Tante pasti bingung karena contoh yang kuberikan tidak sama dengan kartu nama yang akan dimasukkan. Pernah suatu kali, aku dipanggil oleh Tante (dalam bahasa Jawa), "Anik, ngapa kartu nama ora pada karo contone sing mbok cepakke, mengko nek diseneni kowe lho, Nik". Jawabku, "Nggih, Tante, mangke nek didukani kula." Dalam Bahasa Indonesia: "Anik, kenapa contoh kartu nama tidak sama dengan yang kamu sediakan, nanti kalau dimarahi salah kamu lho, Nik". Jawabku, "Ya, Tante, nanti kalau dimarahi saya yang salah." Ya, aku coba jelaskan sebisaku. Puji Tuhan lambat laun Tante mengerti dan menjadi terbiasa.

Sudah beberapa bulan ini Tante selalu datang ke rumah Bu Yulia sekitar pukul 09.00 dengan dijemput Pak Joseph. Karena itu, setiap pagi aku memeriksa apakah persediaan CD yang akan dimasukkan ke plastik oleh Tante masih cukup atau sudah habis. Pekerjaan "packing" CD memang kadang membuat "ngantuk" dan membosankan, tetapi tidak untuk Tante. Beliau mengerjakannya dengan tekun, rapi tanpa mengeluh. Wah ... wah ... hebat Tante yang satu ini. Meskipun sudah tua, tetapi semangatnya luar biasa. Hari demi hari, aku merasa Tante semakin cepat mengemas CD. Aku sempat curhat ke Bayu ketika sedang di ruang Multimedia, "Kemarin-kemarin aku kekurangan stok CD, tetapi sekarang kelebihan stok CD ...." Terima kasih banyak untuk Tante yang sudah bersedia membantu "packing" CD-CD. Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa usia seharusnya tidak menjadi batasan untuk dipakai oleh Tuhan. Tuhan Yesus memakai Tante untuk menjadi bagian dari penyebaran Alkitab ke banyak tempat. Kiranya nama Tuhan dimuliakan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Sugeng Ambal Warsa, Mbak Okti

Wed, 10/08/2014 - 14:11

Hari ini, 8 Oktober 2014, adalah hari yang spesial bagi seorang wanita berambut pendek berwarna "pirang" kehitaman ini. Pasalnya, hari ini ia merayakan hari jadinya. Sungguh membahagiakan karena Tuhan masih memberikan kesempatan baginya untuk terus melayani Tuhan Yesus di Yayasan Lembaga SABDA. Meskipun ia baru bergabung dengan YLSA selama dua tahun, tetapi ia merayakan hari ulang tahunnya yang ketiga di YLSA. Ada banyak pelajaran dan pertumbuhan rohani yang diperoleh Mbak Okti selama melayani Tuhan di YLSA. Selain itu, di YLSA ini ia merasa mendapatkan komunitas dan keluarga baru yang bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati dan berbagi pergumulan serta pokok doa. Ia berharap, ia akan terus diberi kesempatan dan perkenanan untuk melayani Tuhan di YLSA.

Sugeng ambal warsa ya, Mbak Okti. Semakin dewasa dan diperlengkapi Tuhan untuk maju dan bertumbuh dalam berelasi dengan Kristus, keluarga, dan rekan-rekan sepelayanan. Gusti Yesus paring berkah. *_^

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Audisi Audio Alkitab Yang Terbuka (AYT)

Tue, 10/07/2014 - 16:26

Dalam rangka perayaan ulang tahun YLSA ke-20, seperti yang sudah tercantum di kalender YLSA, maka hari ini, tanggal 7 Oktober 2014, seluruh staf YLSA mengikuti kegiatan lomba "Audisi Audio AYT". Menurut rencana, teks AYT nantinya akan dibuat dalam format audio dengan tujuan agar firman Tuhan dapat menjangkau lebih banyak pribadi yang memiliki beragam kebutuhan dan kondisi. Dalam rangka menuju kepada tujuan tersebut, maka pada hari ini, setiap staf membuat rekaman suara dari pembacaan teks AYT, untuk menjadi proses awal dari pengerjaan proyek AYT dalam format audio ke depan.

Dalam kegiatan audisi audio AYT, seluruh staf YLSA yang berjumlah 26 orang, membaca teks AYT dan merekam suaranya. Teks yang dibaca adalah seluruh kitab Perjanjian Baru, mulai dari kitab Matius sampai kitab Wahyu, yang berjumlah 260 pasal. Karena proses rekamannya masih dilakukan dengan cara sederhana, di lingkungan kantor YLSA, serta di sela-sela tugas rutin, proses rekaman dibagi ke dalam empat gelombang. Setiap gelombang terdiri atas enam orang yang melakukan rekaman secara serentak di enam tempat yang berbeda. Mengapa membutuhkan enam tempat yang berbeda? Tidak lain dan tidak bukan adalah agar mendapatkan hasil rekaman yang jernih dan bebas dari 'polusi suara lain'. Mess cewek, "guest room", "war room", "training room", ruang multimedia, dan garasi adalah tempat-tempat yang dinilai layak dan relatif tenang untuk melakukan proses rekaman yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.

Lalu, apa saja peralatan yang digunakan dalam proses rekaman ini? Cukup dengan "handphone", beberapa tablet, dan laptop kantor. Karena rata-rata staf sudah menggunakan "handphone" Android, proses rekaman pun dapat dilakukan dengan menggunakan "gadget" masing-masing dengan menggunakan teks AYT di aplikasi Alkitab Mobile yang juga sudah dimiliki sebagian besar staf. Panduan form "Anda Punya Waktu" di situs SABDA Audio ternyata sangat berguna untuk membagi jumlah teks yang harus dibaca oleh masing-masing staf sehingga hasil potongan rekaman bisa dilakukan per pasal.

Proses rekaman audio AYT yang dilakukan oleh setiap staf rata-rata berlangsung dalam waktu 60-75 menit. Proses yang cukup membuat mulut pegal dan suara serak. Hitung-hitung, kalau nanti ada audisi pengisi suara atau "dubbing" untuk acara-acara di televisi, staf YLSA sudah cukup mumpuni dalam hal ini ... .

Itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan mengenai proses "Audisi Audio AYT" hari ini, yang sampai tulisan ini dibuat pun, proses rekaman masih terus berlangsung. Doakan ya, semoga hasil rekamannya memuaskan. Untuk tahu bagaimana hasil akhirnya, silakan menanti sharing dari kami di blog selanjutnya.

Salam IT for God!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Ulang Tahun Mbak Anik

Wed, 09/24/2014 - 15:54

"Ting-ting", tanda makan siang bagi staf YLSA telah tiba, segenap staf segera menuju ke ruang makan. Ada tiga meja makan yang sudah tertata rapi dengan piring, sendok, juga makanan yang sudah diatur sedemikian rupa. Seperti biasa, kami mengambil posisi masing-masing dan setelah semua berkumpul, kami berdoa bersama untuk berkat makanan yang sudah tersedia. Biasanya, doa makan staf dilakukan secara bergiliran menurut abjad nama staf.

Nah, pada saat kami bersiap untuk berdoa, Ibu Yulia bersama Mbak Evie datang dan mengingatkan bahwa ternyata ada yang berulang tahun. Mbak Anik, salah satu staf yang sudah lebih dari 15 tahun melayani di YLSA, berulang tahun yang ke-37, tepatnya pada tanggal 23 September 2014 kemarin. Sayangnya, kemarin Mbak Anik tidak masuk kantor karena putranya, Davin, sedang sakit.

Akhirnya, rekan kantor bersama-sama menaikkan doa ucapan syukur pada hari ini. Doa dipimpin oleh Mbak Evie, tetapi sebelumnya kami menanyakan apa yang menjadi pokok doa Mbak Anik untuk ulang tahunnya kali ini. Pokok doa yang disampaikan adalah agar putranya yang sedang sakit cepat pulih kesehatannya dan dapat melakukan aktivitasnya kembali dengan baik. Selain itu, ia juga minta dukungan doa untuk kehidupan rohaninya dan keluarga supaya tetap bertumbuh di dalam Tuhan. Selesai berdoa, kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mbak Anik, dan langsung menyantap makan siang.

Selamat ulang tahun Mbak Anik. Kiranya senantiasa diberkati Tuhan dalam kehidupan di tengah keluarga, gereja, pekerjaan, dan di mana pun Mbak Anik berada.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Roadshow SABDA bagi Hamba-Hamba Tuhan di Boyolali

Tue, 09/23/2014 - 13:00

Oleh: Yans*

Pada tanggal 28 Agustus 2014 yang lalu, tim SABDA berangkat ke Boyolali, tepatnya ke GBT Kristus Ajaib untuk membuka booth produk-produk SABDA dan memberikan presentasi tentang DVD Library SABDA Anak 1.2. Tim SABDA yang berangkat adalah Meland, Pak Anton, Mei, Tika, dan saya, Yans. Kami berangkat dari Solo pkl. 07.00 dan sampai di tempat tujuan kira-kira pkl. 08.00. Sesampainya di sana, kami disambut dengan baik oleh pemilik gereja. Peserta yang mengikuti acara ini adalah hamba-hamba Tuhan dan pendeta.

Pada awalnya, kami menghadapi masalah karena kurangnya koordinasi antara panitia setempat dengan pihak penyelenggara acara. Tim penyelenggara ternyata dari Jakarta dan tidak mendapat informasi bahwa tim SABDA akan datang untuk memberikan presentasi singkat tentang pelayanan YLSA. Kami sempat merasa kurang nyaman karena harus mengganggu rangkaian acara mereka yang cukup padat. Puji Tuhan, setelah dibicarakan bersama, kami diizinkan membuka booth SABDA dan memberikan presentasi DVD Library SABDA Anak 1.2.

Tika dan Mei menjaga booth SABDA dan menjelaskan tentang produk-produk pelayanan SABDA kepada orang-orang yang berkunjung ke booth kami. Saya bertugas menjadi operator sementara Meland memberikan presentasi. Setelah itu, saya membantu menginstal apps Alkitab ke handphone peserta yang menginginkannya.

Kedatangan kami tidak sia-sia karena masih banyak peserta yang belum tahu tentang pelayanan SABDA. Meland mempresentasikan DVD Library SABDA Anak 1.2 dan memberikan sedikit demonstrasi tentang Software SABDA. Setelah presentasi, yang hanya berlangsung selama 15 menit, para peserta yang tadinya tidak tahu apa itu SABDA, menjadi begitu antusias setelah mengetahui manfaat pelayanan SABDA. Karena itu, pada saat istirahat, banyak peserta yang berkunjung ke booth, termasuk salah satu panitia yang mengusulkan untuk meminta SABDA mengadakan pelatihan khusus atau seminar. Beliau juga menambahkan ada banyak sekali hamba Tuhan yang membutuhkan Software SABDA ini untuk memperlengkapi pelayanan mereka. Di samping itu, pihak gereja juga ingin mengusulkan seminar Software SABDA untuk 36 gereja di Boyolali.

Banyak peserta yang berkunjung ke booth untuk bertanya mengenai Audio Alkitab dan Software SABDA. Banyak juga dari mereka yang meminta agar handphone mereka di-instal dengan Alkitab. Kurang lebih ada 30 handphone yang berhasil kami instal dengan Alkitab. Mereka juga tertarik dengan Alkitab dalam berbagai bahasa, misal bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK), Inggris, bahasa suku, dll..

Yang menarik adalah seorang hamba Tuhan yang menceritakan bahwa ia sudah bertahun-tahun mencari Audio Alkitab di toko-toko rohani Kristen. Ia merasa sangat senang dan terberkati ketika akhirnya memperoleh Audio Alkitab dari SABDA. Ada juga seorang hamba Tuhan yang membagikan kesaksian tentang pelayanan kami, namanya Bapak Timotius Heru. Beliau merasa diberkati dengan situs Alkitab SABDA di internet. Beliau juga sering mencari bahan-bahan khotbah dari SABDA, dan juga selalu membaca e-Renungan Harian yang dikirim oleh SABDA setiap hari.

Saya sangat bersyukur untuk roadshow tim SABDA ke Boyolali ini karena banyak orang yang diberkati. Meski awalnya kurang lancar, tetapi nyata bahwa bukan kami yang bekerja, melainkan Tuhan Yesus! Ketika Ia menginginkan pekerjaan-Nya dilakukan di suatu tempat, Ia akan membuka jalan agar rencana-Nya terjadi. Ia menggerakkan hati panitia sehingga mengizinkan SABDA berbagi bahan-bahan pelayanan dalam acara ini. Nama Tuhan dimuliakan karena banyak yang diberkati melalui pelayanan SABDA hari itu. Segala kemuliaan hanya bagi Dia!

*Yans adalah staf YLSA untuk divisi Multimedia yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pelayanan Tim SABDA di Persekutuan Forum Komunikasi Tunanetra

Mon, 09/22/2014 - 13:15

Oleh: Johan*

Pada Rabu, 27 Agustus 2014 yang lalu, tim SABDA mendapat kesempatan untuk melayani dalam acara persekutuan Forum Komunikasi Tunanetra yang bertempat di rumah Mbak Agatha, di daerah Jagalan, Solo. Tim SABDA yang diutus untuk terjun dalam pelayanan yang sangat berharga ini adalah Mbak Evie, Mbak Setya, Mas Yudo, Mbak Santi, dan dua staf magang, yaitu Yohanes dan saya, Johan. Kesempatan pelayanan ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami yang melayani kali ini. Mereka adalah pribadi­pribadi yang memiliki kebutuhan khusus. Pada pukul 15.30, kami sudah siap untuk berangkat, setelah terlebih dahulu berdoa bersama yang dipimpin oleh Mas Hadi.

Setibanya di sana, kami langsung disambut ibu Mbak Agatha selaku tuan rumah dan beberapa anggota yang sudah hadir. Sambil menunggu beberapa anggota yang belum datang, kami, tim SABDA menggunakan waktu untuk berkenalan dan berbincang-bincang. Saya terkesan terutama dengan Ibu Mbak Agatha yang menceritakan semangat anaknya yang begitu besar untuk terus mengembangkan diri meskipun beberapa tahun terakhir ini kehilangan penglihatannya karena penyakit glukoma.

Acara persekutuan dimulai dengan menyanyikan lagu pujian dan berdoa bersama yang dipimpin oleh Mbak Setya. Lagu­lagu dinyanyikan dengan penuh semangat oleh semua yang hadir. Setelah berdoa, acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat tentang pelayanan SABDA yang dibawakan oleh Mbak Santi.

Acara berikutnya adalah pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Mbak Evie. Mbak Evie mengawalinya dengan memperkenalkan cara belajar firman Tuhan menggunakan metode S.A.B.D.A, yaitu Simak, Analisis, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi. Kemudian, Mas Yudo memutarkan audio Alkitab yang terambil dari Matius 5:1­12 dari versi bahasa Indonesia Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), dan versi bahasa Jawa Suriname. Semua yang hadir tampak sangat senang setelah mendengarnya karena hal ini merupakan pengalaman pertama "membaca" firman Tuhan dengan mendengarkan, apalagi dalam beberapa versi dan bahasa. Setelah mendengar pembacaan Alkitab, kami dibagi dalam dua kelompok kecil untuk mendiskusikan apa yang telah kami pelajari. Saya sungguh kagum karena ada banyak anggota persekutuan yang menjabarkan firman Tuhan dengan baik. Setelah selesai berdiskusi dalam kelompok kecil, kami mendengar bersama pelajaran dari Sekolah Alkitab Audio yang membahas topik tentang "Ucapan Bahagia".

Acara diakhiri dengan sharing bersama dan beberapa pengumuman dari komunitas tunanetra. Selain itu, sempat juga dibahas keinginan mereka agar tim SABDA menolong kelanjutan persekutuan komunitas tunanetra setiap bulan sampai komunitas ini bisa berjalan sendiri.

Kami juga sangat bersyukur karena mendapat kesempatan melayani dan membagikan prototipe SD Card audio "Dengar Alkitab". Kami bahkan ikut mencoba melihat penggunaan Software SABDA 4.30 di laptop Mbak Agatha yang ternyata di dalamnya terdapat program JAWS, sebuah software khusus untuk membantu para pengguna yang berkebutuhan khusus dalam hal mendengar. Bersyukur juga melihat Mbak Setya mendapat kejutan karena bertemu dengan teman lama, yaitu Mbak Agatha, yang ternyata teman SMA yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Bagi saya, ini adalah suatu pengalaman yang mengharukan. Saya menjadi semakin bersemangat karena melihat orang­orang yang memiliki keterbatasan secara fisik memiliki kerinduan besar untuk belajar firman Tuhan, bahkan melampaui saya sendiri.

Harapan saya, pelayanan SABDA semakin menjadi berkat. Semoga saya tidak hanya senang menerima kemurahan dan kebaikan Tuhan, tetapi terlebih dapat membagikannya kepada lebih banyak orang.

Terima kasih. Salam IT for God!

*Johan adalah staf magang divisi ITS di YLSA periode Juli - Agustus 2014.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Mess untuk Staf YLSA dari Luar Kota

Mon, 09/15/2014 - 13:41

Yayasan Lembaga SABDA menyediakan fasilitas berupa mess untuk staf yang berasal dari luar kota dengan mengontrak dua rumah. Mess untuk staf laki-laki dan perempuan tentunya terpisah. Staf laki-laki YLSA yang berasal dari luar kota ada lima orang, yaitu Bung Khenny, Bang Pram, Kak Yudo, Mas Bayu, dan saya sendiri. Saya tidak tahu sejak kapan, tetapi selama saya menjadi staf baru di YLSA (Juni 2013), mess untuk staf laki-laki berlokasi tepat di depan kantor YLSA yang lama sehingga mess kami sering disebut dengan "rumah depan". Sementara itu, mess staf perempuan sedikit lebih jauh dari kantor (walaupun masih dalam jangkauan jalan kaki). Jarak mess staf laki-laki yang sangat dekat dengan kantor ini (kira-kira 10 meter saja), menurut saya sangat banyak manfaatnya. Saya masih dapat melakukan berbagai kegiatan setelah bangun pagi karena tidak harus memikirkan waktu perjalanan dari mess ke kantor. Selain itu, saya juga menghemat biaya transportasi dan tidak perlu bergumul dengan kemacetan di jalan. Jika harus lembur, saya dapat menyelesaikan pekerjaan kantor di malam hari atau di sela-sela akhir minggu. Dan, masih banyak lagi keuntungan yang kami dapatkan, termasuk dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan YLSA kapan pun kami memerlukannya.

Seperti yang sudah diceritakan di blog sebelumnya, YLSA sudah pindah ke kantor baru yang lokasinya di depan kantor lama dan tepat di samping mess "rumah depan" kami. Kantor baru YLSA, yang kami namakan "Griya SABDA", telah ditempati sejak Januari 2014 yang lalu oleh divisi Publikasi, PESTA, Web, dan Multimedia. Sejalan dengan kepindahan tersebut, sungguh suatu anugerah Tuhan karena YLSA mendapat tambahan tanah di samping Griya SABDA. Ketika akhirnya urusan notaris selesai, tempat itu juga siap dipakai untuk jadi mess baru bagi staf YLSA. Bahkan, telah dirancang sebelumnya ada ekstra kamar untuk tamu YLSA (khususnya yang ingin mendapat training SABDA) sehingga mereka dapat menginap jika diperlukan.

Pada awal Juni yang lalu, Mbak Evi, selaku HRD YLSA, segera menginstruksikan para penghuni "rumah depan" alias staf laki-laki untuk mulai melakukan proses pindahan. Lalu, bagaimana dengan mess "rumah depan"? "Rumah depan" akan berganti penghuni baru, yaitu staf perempuan YLSA yang berasal dari luar kota, yaitu Mbak Tika, Ade, Hilda, dan Mbak Wiwin, staf yang baru masuk untuk masa percobaan dua bulan. Selain itu, kami juga menyambut Pak Gunung dan keluarga, yang juga bergabung menempati bagian belakang dari "rumah depan".

Setelah mendapat instruksi dari Mbak Evie, sayalah orang pertama yang berinisiatif pindah duluan. Saya mulai memindahkan barang-barang saya ke kamar saya yang baru. Saya pikir barang-barang di kamar saya hanya sedikit, tetapi ternyata cukup banyak. Saya harus bolak-balik berkali-kali untuk memindahkan semua barang saya. Pertama, saya sempat bingung menata ruangan baru ini, tetapi setelah seharian bekerja keras, setelah semua barang sudah berada di kamar yang baru, saya berhasil menyelesaikan proses pindahan ini. Akhirnya, malam itu menjadi malam pertama saya tidur di kamar baru. Proses perpindahan ke mess baru kemudian diikuti oleh Kak Yudo, Mas Bayu, dan Bang Pram pada minggu berikutnya. Sementara itu, Bung Khenny yang paling terakhir pindah di mess baru. "Selamat bergabung, Bung! Kami senang menyambut Anda di mess baru!"

Saya berharap, dengan pindahnya staf cowok ke mess yang baru, merapatnya Pak Gunung bersama kami, dan pindahnya staf cewek ke "rumah depan" dapat semakin mempererat persekutuan dan persaudaraan antarsesama staf YLSA. Di atas semuanya itu, saya sangat memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya atas pemeliharaan yang Ia nyatakan kepada staf YLSA yang berasal dari luar kota, termasuk saya, melalui mess yang disediakan oleh YLSA. Amin.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Happy Birthday, Yudo!

Wed, 09/10/2014 - 14:48

Rabu pagi ini, kami semua berkumpul di Griya SABDA untuk bersama-sama mempersiapkan "outline" video dalam rangka acara 20 tahun SABDA. Namun, sebelum dimulai, Bu Yulia memberi waktu bagi kami untuk membagikan pokok-pokok doa pribadi yang akan didoakan bersama. "Bagaimana kalau kita nyanyi dulu, Bu? Soalnya hari ini ada yang ulang tahun," celetuk Mbak Elly, yang mengingatkan kami bahwa ternyata ada salah satu staf yang berulang tahun.

10 September 2014 adalah hari bagi Yudo, penerjemah YLSA dan staf divisi AYT (Alkitab Yang Terbuka), berulang tahun. Dalam kesaksiannya, Yudo mengatakan bahwa di ulang tahunnya yang ke-29 ini, Tuhan banyak berbicara tentang keluarga, mulai dari keluarga inti sampai dengan rencananya untuk berkeluarga. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah tahun ke-3 Tuhan menempatkannya di SABDA. SABDA sudah menjadi seperti "seminari" baginya. Ia mengaku, awalnya ia merasa kesulitan bekerja sama dengan orang lain, tetapi kini, semakin ia belajar tentang fiman Tuhan, ia merasa memiliki kemampuan berkomunikasi yang terus meningkat dari sebelumnya.

Riuh mulai terdengar saat satu demi satu staf memberikan ucapan, pesan, dan kesan bagi Yudo dalam satu kalimat. Mulai dari pesan dengan kalimat terpendek hingga kalimat dengan banyak kata sambung sehingga pesan yang diberikan cukup panjang. Kiranya apa yang disampaikan oleh teman-teman staf juga menjadi penyemangat dan berkat bagi Yudo dalam menjalani hidup selanjutnya. Tetap semangat dalam Tuhan. IT 4 GOD! ^^

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Komentar