Blog SABDA

Subscribe to Blog SABDA feed
Updated: 34 min 48 sec ago

Traktat TYM di Tangan Anak-Anak Papua

5 hours 30 min ago

Oleh: Ev. Nicodemus Kaborang, S.Mis.*

Saya, Ev. Nicodemus Kaborang, S.Mis., melayani anak-anak, remaja, dan pemuda di Papua. Awalnya, saya mengirim pesan ke YLSA melalui Facebook untuk meminta bahan traktat untuk misi. Ternyata, YLSA memiliki dua jenis traktat, "Hatiku Rumah Kristus" dan "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu". Setelah percakapan demi percakapan terjadi, akhirnya saya memilih dan diperbolehkan untuk mendapatkan traktat "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu" sejumlah yang kami butuhkan. Puji Tuhan.

Saya dan rekan-rekan sepelayanan membagikan traktat ini ke anak-anak sekolah, remaja, dan pemuda supaya mereka mengerti kebenaran firman Tuhan. Inilah kerinduan saya. Selain itu, saya juga dapat memakainya sebagai referensi dalam berkhotbah dan pelayanan misi. Saya melayani sebagai Majelis perwakilan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu di Papua, yang merupakan buah pelayanan Bapak Petrus oktavianus. Kantor pusat pelayanan ini di Batu Malang, dan di Papua merupakan kantor perwakilan dari kantor pusat.

Saya memiliki kerinduan dan doa untuk anak-anak Indonesia. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, terkhusus gereja, dan lingkungan keluarga. Kami sangat merindukan anak-anak bisa memengaruhi keluarga dan gereja. Oh ya, tanggal 31 Januari 2016, saya sudah menerima kiriman traktat TYM dari YLSA. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus dan berdoa bagi pelayanan YLSA supaya senantiasa diberkati Tuhan. Beberapa hal yang saya lakukan dengan traktat TYM yang saya terima dari YLSA:

1. Membagikan traktat kepada anak-anak dan mereka kelihatan sangat senang sekali menerimanya.
2. Memberikan anjuran supaya traktatnya dipakai dengan baik.
3. Memberikan penjelasan supaya traktat dibaca ketika sampai di rumah saja supaya bisa fokus.

Anak-anak yang tidak bisa membaca juga saya beri traktat. Sebelum saya membagikannya kepada anak-anak itu, saya menjelaskan isi traktat tersebut. Saya juga berpesan supaya ketika sampai di rumah, traktat tersebut diberikan kepada ayah atau ibu supaya mereka membacakannya untuk mereka.

Sekarang ini, pelayanan anak di Papua hanya berupa kegiatan ibadah bersama di tempat-tempat yang berbeda. Pelayanan ini kami lakukan seminggu empat kali. Dengan adanya traktat TYM, anak-anak juga bisa mengerti dan bisa memahami mengenai keselamatan, sebab banyak anak-anak masih ragu akan keselamatan mereka. Sebenarnya, yang menjadi fokus utama pelayanan di Papua adalah anak-anak, remaja, dan pemuda karena di Papua tingkat kejahatan begitu tinggi dan tingkat pelaku free sex dan narkoba juga tinggi. Itulah yang menjadi pergumulan kami bersama. Dukung dalam doa untuk pelayanan kami di Papua supaya saya bisa melakukan follow up terhadap anak-anak yang sudah menerima traktat. Saya berharap ada kesaksian iman di tengah-tengah mereka. Saya juga berdoa agar pelayanan YLSA terus maju di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: PEPAK

Seminar Kepemimpinan: Winning with People

Tue, 02/09/2016 - 12:23

Oleh: Liza

Pada dua hari terakhir bulan Januari 2016, saya bersama tujuh teman saya yang lain dari SABDA berkesempatan untuk mengikuti seminar kepemimpinan [;link] di Orient International Restaurant, Surakarta. Seminar yang diadakan oleh Equip Christian Leadership Training dan TOTAL ini mengangkat tema dari salah satu buku dari John C. Maxwell, yaitu "Winning with People". Ternyata, ini adalah seminar ketiga yang telah mereka adakan, tetapi ini kali pertama saya mengikutinya.

Secara keseluruhan, seminar ini membahas 25 prinsip agar bisa menang dengan orang lain yang juga diambil dari buku John C. Maxwell. Tiap prinsip diuraikan dengan baik dan menarik oleh dua orang narasumber. Narasumber pertama adalah Pak Paulus Winarto dan narasumber kedua adalah Pak Sunjoyo. Tiap sesi, mereka bergantian menyampaikan materi. Total sesi yang ada adalah 6 sesi, 1 sesi untuk introduction dan 5 sesi sisanya membahas 25 prinsip How to Win with People. Di sini, saya tidak akan mensharingkan semua prinsip, hanya beberapa poin saja.

Menang dengan orang lain bukan menang dalam perlombaan atau sejenisnya, tetapi materi berbicara mengenai bagaimana bisa membangun relasi dengan orang lain. Mengapa hal ini penting? Karena kita tidak bisa menjadikan musuh kita teman untuk mencapai satu tujuan yang sama. Terlebih, sebagai orang percaya, kita tidak dapat membawa musuh untuk mengenal Tuhan, kecuali kita sudah dapat memenangkan mereka untuk menjadi teman kita. Kalau orang tidak suka dengan kita, mereka tidak akan mungkin membantu/mendukung kita dengan segenap hati. Dikatakan bahwa 85% kepemimpinan bicara tentang relasi, bukan soal posisi, gelar, dan lainnya. Kekristenan juga berbicara soal relasi. Jika kita seorang Kristen, tetapi susah membangun hubungan dengan orang lain, diragukan apakah kita memang benar-benar hidup dalam terang.

Sebelum menjadi pemimpin, kita harus mengerti tentang siapa diri kita di dalam Kristus. Siapa diri kita bukan tergantung pada apa yang kita miliki, seharusnya kita bertanya, "Milik siapa saya ini?" Ya, sebagai orang Kristen, kita adalah milik Kristus. Kita adalah budak/pelayan (servant/steward) Kristus. Berarti kalau menjadi budak, tidak boleh ada agenda pribadi dalam hidup kita. Kalau konsep diri ini benar, baru kita bisa memimpin orang lain dengan konsep yang benar pula.

Selain itu, seorang pemimpin adalah orang yang bisa mengangkat orang lain juga bersamanya, bukan justru menjatuhkannya. Tuhan juga ingin kita mengembangkan orang lain. Apakah kita bersedia fokus pada orang lain? Berfokus pada orang lain berarti menjauhkan ego kita. Orang tertarik pada seseorang yang tertarik kepada mereka. Di bukunya, Maxwell berkata, "People don't care how much you know until they know how much you care." Menurut saya, ini benar, kita harus menunjukkan terlebih dahulu seberapa peduli kita pada orang lain.

Poin lainnya adalah seorang pemimpin harus mempunyai accountability partner. Dia adalah seseorang yang ikut bersukacita saat kita bersukacita dan terus mendukung kita saat kita jatuh. Kita bisa bercerita apa pun tanpa takut dilukai. Tiap orang pasti punya blind spot atau titik lemah masing-masing. Kadang yang bisa melihat hal itu adalah orang lain, di sini pentingnya memiliki accountability partner.

Prinsip lainnya adalah kita harus memberi nilai 10 (yang terbaik) saat bertemu orang lain karena kita cenderung untuk memperlakukan seseorang sesuai dengan penilaian kita pada mereka. Berhubungan dengan ini, kita juga harus memperlakukan orang lain lebih baik dari cara orang lain memperlakukan kita. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan sebuah hubungan yang menang.

Kesan saya adalah ini seminar yang menarik dan disampaikan dengan sangat baik oleh para narasumber. Saya sangat terberkati, banyak hal baru yang didapat dan menegur saya secara pribadi. Tentang bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin, yang terpenting dari pemimpin bukan soal posisi, tetapi soal memberi pengaruh dan membangun relasi dengan rekan-rekannya. Hal lainnya yang sering dilupakan oleh para pemimpin adalah pentingnya untuk memikirkan kader atau regenerasinya. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang bisa menghasilkan kadernya agar visinya dapat terus dilanjutkan.

Oh ya, seminar ini adalah salah satu seminar yang membuat saya tidak mengantuk sama sekali pada setiap sesinya. Biasanya, kalau saya mengikuti seminar yang lain, ada beberapa saat rasa kantuk menyerang saya. Namun, seminar kali ini berbeda. Pendingin ruangan (AC) bekerja dengan maksimal dan berhasil membuat hampir sebagian orang menjadi kedinginan. Tidak lupa, snack dan makanan berat yang disediakan enak-enak.

Categories: PEPAK

Berkat di Balik Layar AYT: Catatan Editor

Fri, 02/05/2016 - 14:40

Tidak terasa, sudah dua tahun lebih saya mengerjakan AYT. Dari yang awalnya berpikir, "Aku? Ngedit Alkitab? Ga salah nih?" kemudian jadi berpikir "Wuih, Tuhan baik banget, kasih kesempatan ini." Lalu, berkali-kali tergoda berpikir, "Duh, bosan kerjakan AYT tiap hari," sampai akhirnya jadi sering update status di FB karena mendapat berkat saat mengedit. Begitulah, seperti halnya setiap pekerjaan atau kegiatan, pastilah ada "ups and downs"-nya, demikian juga proses yang saya alami dalam mengerjakan AYT. Jika sampai sekarang saya masih setia dan punya passion untuk mengerjakannya, itu pastilah karena pertolongan Tuhan dan karena memang ada banyak berkat di balik pengerjaannya.

Berbicara tentang berkat mengerjakan AYT, wah, sudah tak terhitung lagi banyaknya. Setiap kitab yang saya kerjakan selalu membawa berkat dan pelajaran yang berharga. Mulai dari kitab Pengkhotbah, sampai kepada kitab 1 Tawarikh yang sekarang sedang saya kerjakan, semua membawa kekhasan, keindahan, serta ceritanya sendiri. Saat dan setelah mengerjakan kitab-kitab tersebut, banyak pemahaman baru yang saya peroleh tentang Tuhan, tentang karya-Nya, cara-Nya bekerja, maksud dan tujuan-Nya, serta kebaikan dan pemeliharaan-Nya terhadap umat-Nya. Hal-hal tersebut kurang muncul ketika saya membaca Alkitab dalam PA atau Saat Teduh pribadi dengan mengikuti ayat panduan dari bahan renungan yang biasanya diberikan secara random. Mengedit AYT setiap hari secara runut membuat kami dapat memahami sebuah Kitab secara menyeluruh, dalam gambar besar, dan dalam konteks yang sesungguhnya terjadi pada saat itu.

Berkat lainnya yang saya dapat dalam mengedit AYT adalah melihat tangan Tuhan bekerja di sepanjang sejarah manusia melalui berbagai pribadi. Meskipun banyak tokoh dalam kitab yang saya baca sering mengalami kegagalan atau kejatuhan dalam hidup dan imannya, tetapi tidak ada satu pun rencana Tuhan yang gagal. Dengan mengerjakan AYT, saya dapat melihat dengan jelas bahwa Allah berkarya dan terlibat dalam setiap peristiwa umat-Nya, melalui berbagai cara, tindakan, pribadi, keputusan, dan pilihan yang diambil seseorang. Kisah Samson, Samuel, Saul, Daud, Salomo, dan berbagai pribadi lainnya memaparkan dengan jelas bagaimana hal itu terjadi. Manusia memang sering kali tidak setia, tetapi kesetiaan Tuhan sudah pasti tidak perlu dipertanyakan.

Oh ya, jika ditanya tentang kitab dan tokoh yang paling berkesan selama pengerjaan AYT, kitab 1 dan 2 Samuel serta tokoh Daud menjadi favorit saya. Mengapa? Karena di dalam kedua kitab tersebut, kita dapat melihat perjalanan seorang pribadi, dari bukan siapa-siapa hingga menjadi seorang tokoh besar untuk menggenapi rencana Allah. Kisah hidup Daud yang penuh dengan perjuangan dan pergumulan bersama dengan Tuhan bisa saya katakan sebagai salah satu kisah epik besar, yang mungkin hanya dialami oleh segelintir orang di sepanjang sejarah dunia. Menyimak perjalanan hidupnya (yang kemudian diperjelas dengan beberapa artikel dan renungan di luar AYT), saya tak menjadi heran jika mendengar Daud disebut sebagai "The man after God's own heart" alias pribadi yang diperkenan Tuhan. Di luar beberapa kekurangan dan dosa yang diperbuatnya, Daud sungguh adalah pribadi besar yang amat mengasihi Allah, yang kemudian menampakkannya dalam banyak aspek hidupnya. Kitab Mazmur menjadi kitab yang sangat kontekstual di sepanjang sejarah dalam mengungkapkan pengenalan seorang pribadi akan Tuhan, dan Daud sendiri selalu menjadi tolok ukur kesetiaan bagi keturunannya yang berulang kali difirmankan oleh Tuhan.

Satu blog sudah pasti tidak akan cukup untuk mengulas pekerjaan dan kegiatan kami yang terlibat dalam proyek AYT. Karena itu, untuk terus dapat mengikuti cerita dan pengalaman seru dalam mengerjakan AYT, baca juga blog-blog AYT dari para editor lainnya dan bergabunglah di komunitas Facebook AYT dan Twitter AYT . Lalu, jangan lupa untuk berdoa bagi kami semua yang terlibat dalam proyek AYT sehingga yang terbaik dapat kami berikan demi kemuliaan nama Tuhan. Semangat!

Dapatkan Apps AYT dalam situs Android SABDA dan Play Store. Gratis!

Categories: PEPAK

Serunya Rapat Laporan Kerja YLSA Tahun 2015!

Mon, 02/01/2016 - 15:19

Tahun 2016 adalah tahun yang istimewa! Ada beberapa alasan mengapa saya mengatakan demikian. Selama saya ikut melayani di YLSA, baru kali ini saya ikut terlibat langsung dalam menggumulkan, merasakan, mendoakan, dan menyaksikan detik-detik perubahan struktur pelayanan YLSA. Jika dulu pelayanan YLSA berbasis keahlian, sekarang berbasis bidang pelayanan. Saya percaya semua staf YLSA sangat bersyukur menjadi bagian dalam sejarah perkembangan YLSA. Selain itu, baru tahun ini juga ada Raker (Rapat Kerja) khusus untuk laporan tahunan. Tahun-tahun sebelumnya, Raker YLSA selalu menyajikan dua poin penting, yaitu laporan tahunan dan rencana kerja tahun depan. Akan tetapi, tahun 2016 ini beda. Rapat kerja untuk program pelayanan tahun 2016 sudah dilakukan pada 10 -- Desember 2015. Pada tanggal 29 Januari 2016, kami mengadakan rapat untuk membahas laporan pelayanan YLSA 2015 dari setiap tim pelayanan dan divisi. Apa saja sih yang kami lakukan selama Raker Laporan Tahunan? Penasaran? Seru deh pokoknya!Lagu "Anugerah Terbesar" menjadi pujian pembuka, disusul dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Bara Okta, salah satu staf magang YLSA. Selanjutnya, kami belajar dari sebuah perenungan mengenai gereja. Sebagai mempelai Kristus, yang dalam konteks sekarang bisa disebut "wife", apakah saat ini gereja sudah menjalankan perannya dengan benar. WIFE merupakan akronim dari Worship, Instruction, Fellowship, dan Evangelism. Nah, bagaimana kita tahu bahwa gereja sudah menjalankan perannya? Ini nih tandanya: ada WIFE juga -- Wonder, Inkarnasi, Faith, dan Expansion. Menarik 'kan renungannya? Sebelum lanjut ke sesi presentasi laporan tahunan per tim dan divisi, kami sarapan dulu bersama-sama. Hmmm .... enak.

Tim Pendidikan Kristen tampil perdana dalam presentasi laporan tahunan 2015. Setelah itu, disusul Tim Pembinaan, Tim Penjangkauan, Tim AYT, Tim App-Tek, Divisi Multimedia, Div. ITS, Tim PESTA, Keuangan, dan HRD. Meski banyak sekali laporannya, saya pribadi tidak bosan mendengarnya. Saya menikmati sesi demi sesi, dan melihat betapa kaya dan kreatifnya Tuhan sampai ada bermacam-macam proyek dan pelayanan yang membuat YLSA semakin berkembang. Saya percaya bahwa tujuannya bukan supaya YLSA terkenal, tetapi supaya firman Tuhan semakin bisa diakses oleh banyak orang di mana pun mereka berada dan dengan fasilitas elektronik apa pun yang mereka punya. Kiranya tahun 2016 ini, YLSA semakin dipercaya dan diperlengkapi oleh Tuhan untuk memajukan pelayanan-Nya.

Meski terbilang rapat, rapat kerja YLSA bukan rapat bertipe monoton, tegang, datar, dan bikin ngantuk. Raker YLSA justru bikin deg-degan, memacu adrenalin, penuh konsentrasi yang "sehat" (tidak tegang), penuh kreativitas, dan antusias. Setiap sesi selalu dipimpin oleh MC yang berbeda, dan setiap staf harus bertanya ketika presentasi usai.

Setelah acara laporan selesai, disambung dengan acara yang tidak kalah menarik yaitu SABDA TED (presentasi satu topik/tema kecil, yang singkat dan padat selama 12 menit). Selain para koordinator yang jadi presentator, beberapa staf juga menjadi presentator TED. Kami menimba banyak ilmu melalui TED-TED yang disajikan, mulai dari membuat Animasi 3D, Internet of Things (IOT), Komunikasi, dan Penginjilan Anak. Seru pokoknya!

Sesi terakhir diisi dengan kesan pesan dari Pemimpin YLSA, Ibu Yulia, yang intinya ucapan syukur kepada Tuhan Yesus atas semua hal yang boleh dipercayakan dan dikerjakan YLSA selama tahun 2015 dan atas pemeliharaan-Nya untuk kita semua. Kiranya semua hasil kerja selama tahun 2015 menjadi dupa yang harum bagi Tuhan dan memberkati masyarakat Kristen di seluruh Indonesia. Terakhir, pokok doa kita bersama adalah agar masyarakat Kristen Indonesia bisa menggunakan teknologi bagi kemuliaan nama Tuhan. Praise to the Lord!

Categories: PEPAK

Bermisi dengan Teknologi dalam YMC Semarang

Sat, 01/30/2016 - 14:38

Pada tanggal 25 Januari 2016, tim SABDA yang terdiri dari Ody, Mbak Evie, dan saya sendiri berangkat untuk mengikuti acara Youth Mission Conference di Semarang. Kami berangkat bersama teman-teman dari STT Berita Hidup menggunakan bus umum. Setelah perjalanan selama 3,5 jam, kami tiba di lokasi dan langsung membuka booth SABDA di samping ruang pertemuan utama acara YMC. Kali ini, kami mengikuti acara ini bukan hanya untuk membuka booth SABDA, tetapi sebagai salah satu fasilitator dan peserta. Sebagai fasilitator, kami mendapatkan kesempatan untuk membagikan materi tentang Misi dan Teknologi kepada seluruh peserta YMC yang hadir. Ody, yang menjadi fasilitator mewakili tim SABDA, memaparkan tentang perkembangan teknologi saat ini yang semakin cepat. Pada zaman kebangkitan gereja, gerejalah yang menjadi pengguna pertama teknologi terbaru, seperti mesin cetak pertama oleh Guttenberg, gerejalah yang menggunakannya pertama kali untuk mencetak Alkitab. Sekarang, apakah gereja masih tanggap terhadap perkembangan teknologi dan menggunakannya dengan cepat untuk menyebarkan Kabar Baik? Atau, gereja justru tertinggal, bahkan cenderung menutup diri terhadap perkembangan teknologi? Pada kesempatan ini, kami menantang anak-anak muda untuk menjadi duta-duta Kristus di era teknologi ini. Mereka harus menggunakan gawai dan segala kegiatan online mereka untuk kemuliaan nama Tuhan.

Selain sesi dari SABDA, ada sesi-sesi lain juga, seperti pembahasan mengenai "tentmaker", Etnografi, bagaimana menggunakan sosial media secara bijak untuk pelayanan misi, sharing dari pelayanan yayasan misi yang lain, dan beberapa kelas kapita selekta yang dapat dipilih sesuai dengan minat peserta. Acara ini dihadiri oleh banyak anak muda dari berbagai daerah sekitar. Mulai dari Solo, Pati, Boyolali, dan Semarang. Pada acara tersebut, banyak peserta yang datang ke booth SABDA untuk mengambil bahan-bahan pelayanan yang telah disediakan. Kami berharap setiap bahan yang telah diambil oleh peserta (Alkitab audio, traktat, DVD Bahan pelayanan serta SD Card 16 GB) dapat membantu mereka dalam menyebarkan firman Tuhan. Banyak relasi baru yang juga kami dapatkan untuk saling mendukung dalam pelayanan misi bersama.

Satu kegiatan yang menarik dalam acara ini adalah terjun langsung ke beberapa lokasi untuk melakukan penginjilan. Sebagai peserta, kami bertiga juga harus mengikuti pelayanan ini. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi area-area yang berbeda di Semarang. Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan penginjilan ini karena saya bisa merasakan hati Bapa yang penuh belas kasihan terhadap mereka yang belum pernah mendengar tentang Yesus. Entah keberanian dari mana yang memampukan saya untuk menceritakan tentang Yesus kepada beberapa orang yang saya temui. Saya yakin, itu adalah pertolongan Roh Kudus. Saya juga sempat membagikan traktat Hatiku Rumah Kristus dalam acara penginjilan tersebut. Selain kegiatan penginjilan ini, sebuah materi mengenai "Keuangan dan Misi" menolong saya untuk merenungkan apakah berkat yang Tuhan berikan kepada saya selama ini sudah menjadi benih untuk ditabur dalam ladang pelayanan Tuhan, atau berkat tersebut hanya menjadi roti untuk saya makan sendiri. Berita tentang Kabar Baik bukan hanya kasih karunia dari Tuhan untuk kita nikmati sendiri, melainkan juga merupakan berita yang harus ditaburkan kepada hati setiap orang yang belum mendengarnya. Selamat bermisi, Tuhan Yesus memberkati.

Categories: PEPAK

IT Ministry Membuat Hidup Saya Berarti

Thu, 01/21/2016 - 00:48

Waooo.. Ternyata usia saya sudah 31 tahun. Tak menyangka karna masih terlihat seperti 25 tahun.

Kali ini saya yang menulis blog untuk ulang tahun saya sendiri, biasanya si teman SABDA lain yang menuliskannya. Yaaa okelah, karena memang sudah lama saya tidak menulis di blog ini, kesempatan indah di hari istimewa untuk memulai menulis kembali.

Di hari ulang tahun ini yang paling utama, saya hendak mengucap syukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan-Nya. Bersama teman-teman YLSA mengerjakan  ladang yang sangat luas di bidang teknologi informasi. Saya diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk melayani-Nya, karena belum tentu semua orang mendapat kesempatan istimewa sama seperti saya. Bukan hal mudah untuk menjalani, tetapi karena oleh kekuatan-Nya, saya dilayakkan dan dimampukan untuk mengerjakan tugas yang diberi-Nya. Bersyukur kepada Tuhan karena "IT Ministry membuat hidup saya berarti".

Di ulang tahun saya ini, saya juga mengajak rekan-rekan muda yang lain untuk bisa terlibat dalam pelayanan digital. Ada kesempatan menjadi rekan sekerja Allah di ladang yang luas tak terbatas ini. Kesempatan untuk memakai kemampuan di bidang teknologi untuk hormat dan kemuliaan Tuhan. Maukah hidup Anda menjadi berarti? 

 

Categories: PEPAK

“Masa Aktifku” di Dunia Semakin Berkurang, Euy!

Wed, 01/20/2016 - 16:12

Hari ini saya berulang tahun lho ... berbarengan dengan rekan sekerja saya, Hadi Pramono. Meskipun kami lahir pada tanggal yang sama, tetapi usia kami berbeda. Lebih banyak saya! Biar begitu, semangat muda saya tak kalah darinya! Haha

Saya bersyukur sampai sekarang saya masih hidup dan terlebih lagi masih dipakai Tuhan untuk mengerjakan ladangnya bersama teman-teman di YLSA dan saudara seiman yang lain. Dengan melayani Tuhan di YLSA, saya selalu "dibentengi" untuk tetap berjalan di jalur Tuhan. Syukur kepada Allah. Saya berharap Tuhan Yesus berkenan dan disenangkan dengan apa yang saya kerjakan baik di YLSA maupun di tempat lain (gereja, keluarga, dan masyarakat).

Dengan menyadari bahwa masa aktif saya di dunia semakin berkurang, saya memohon kepada Yesus Kristus agar saya semakin dewasa dalam iman kepada-Nya, dan karakter saya semakin kuat di dalam Dia. Kiranya Tuhan Yesus memperlengkapi dan menopang saya untuk tetap sehat, berhikmat, rendah hati, dan penuh kasih dalam melayani-Nya dan sesama. Tak lupa, saya juga berdoa untuk diberi pasangan hidup yang sepadan sehingga saya suatu hari nanti saya beserta suami dan anak-anak dapat melayani Tuhan Yesus bersama-sama. Terima kasih untuk dukungan doa teman-teman semua. Imanuel. ^_^

Categories: PEPAK

Tim Penjangkauan YLSA: Memberitakan Kristus Melalui Bidang Pelayanan Umum

Tue, 01/19/2016 - 18:13

Oleh: Santi, Okti, Odysius, Indah

"Beritakanlah firman, siap sedialah setiap saat, baik atau tidak baik waktunya. Sadarkan yang salah. Tegur dan dorong mereka dengan penuh kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)

Dari ayat di atas, Tim Penjangkauan (Tim PJ) mendasarkan pelayanannya untuk memberitakan Kabar Baik melalui 6 bidang pelayanan umum, yaitu Kepenulisan, Kepemimpinan, Konseling, Biografi Tokoh Kristen, Humor, dan Kesaksian. Melalui konten yang disajikan, baik melalui jalur publikasi, situs, aplikasi mobile, maupun sosial media, Tim PJ ingin menjadi media yang dapat menjangkau masyarakat umum sehingga mereka dapat mengenal dan belajar ajaran kekristenan dari bidang-bidang pelayanan tersebut.

Tim PJ adalah bentukan baru dari struktur pelayanan YLSA 2016 untuk lebih memfokuskan diri pada pelayanan supaya dapat mencapai visi dan misi dengan lebih maksimal. Tim PJ saat ini beranggotakan 4 orang, yaitu Santi (Koordinator), Okti, Odysius, dan Indah. Kekuatan tim PJ dapat dikatakan cukup merata dan "lengkap" karena Santi sudah berpengalaman menjadi koordinator dan memiliki kapasitas sebagai penulis dan editor. Okti sudah hampir 3 tahun menjadi penerjemah dan berpengalaman dalam memimpin beberapa publikasi YLSA. Odysius kompeten dalam penerjemahan dan bisa membantu di bidang teknis. Indah, walaupun masih baru, orangnya tekun, rajin, cekatan, dan cepat belajar. Tim PJ akan semakin kuat karena di YLSA kami sudah dibiasakan untuk saling menolong. Jadi, jika ada kesulitan, tim pelayanan lain pasti akan dapat menolong. Kekuatan kami adalah dari Tuhan sendiri, sebab itu kami yakin dapat mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan di depan.

Berikut adalah tanggapan dari anggota-anggota Tim PJ sehubungan dengan perubahan struktur pelayanan YLSA:

Santi: Sejujurnya, saya senang dengan adanya perubahan struktur pelayanan di YLSA. Setidaknya, mulai tahun 2016 ini, akan ada hal baru dan tugas "warna-warni" yang menjadi tantangan bagi saya. Awalnya, ketika saya ditunjuk menjadi bagian dalam Tim PJ, saya jadi bergumul, "Penjangkauan? Penjangkauan itu ngapain ya?" Kesulitan terbesar saya adalah menangkap visi misi penjangkauan yang Tuhan berikan untuk diterapkan dalam rencana keseluruhan YLSA. Namun, saya percaya bahwa Tuhanlah yang akan memimpin tim ini untuk terus mengerti isi hati-Nya. Jadi, dukung kami dalam doa supaya seiring dengan berjalannya waktu, kami tetap setia dan taat dalam memberitakan Kabar Baik. Bukan YLSA, bukan kami, melainkan Tuhan Yesuslah yang menjadi fokus pemberitaan dan pelayanan yang kami lakukan. Harapan saya, kiranya pelayanan yang dilakukan Tim PJ ini menjadi sarana bagi banyak orang, khususnya yang belum percaya, untuk mengenal Kristus dan merasakan kasih-Nya, baik melalui literatur, bahan-bahan digital, maupun komunitas penjangkauan. Doakan juga supaya bukan hanya mereka yang kami layani, melainkan kami pun boleh semakin bertumbuh secara rohani melalui pelayanan ini sehingga hidup kami boleh menjadi sarana untuk memberitakan kasih-Nya. Amin.

Okti: Keterlibatan dalam Tim PJ adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya untuk turut serta dalam pekerjaan Tuhan dalam mewartakan kasih dan karya-Nya. Ketika diberi tahu bahwa anggota Tim PJ terdiri dari Santi, Odysius, Indah, dan saya, saya cukup merasa senang dan antusias. Selain sudah mengenal karakter dan kemampuan mereka masing-masing, saya juga merasa bahwa anggota Tim PJ akan dapat bekerja sama dengan baik ke depan. Kerja sama akan menjadi faktor yang sangat penting dalam kerja tim, mengingat tugas dan pekerjaan kami ke depan akan meningkat, baik dalam skala kuantitas maupun dalam segi jangkauan/cakupan tugas.

Odysius: Merupakan suatu kebanggaan dan sukacita tersendiri bagi saya dapat terlibat di dalam pelayanan Tim PJ. Meskipun pada awalnya saya kebingungan dan kerepotan menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dan tugas-tugas baru, saya mencoba untuk beradaptasi dan mengerjakan visi dan misi yang telah ditetapkan, seolah-olah itu adalah hidup saya sendiri secara pribadi. Inilah yang menjadi tantangan bagi saya: mengerjakan visi penjangkauan dan menghidupinya secara pribadi. Harapan saya, biarlah tantangan ini menjadi dorongan bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan.

Indah: Awalnya, saya merasa tidak mampu untuk terlibat dalam pelayanan Tim Penjangkauan. Sebab, saya harus memiliki dasar iman yang teguh dan harus bisa memberikan bahan yang bisa membantu orang lain untuk bertumbuh dalam pengenalan kepada Tuhan Yesus. Selain itu, saya harus memotivasi diri untuk belajar banyak hal; menyiapkan bahan, penyesuaian dengan tugas-tugas baru, menyiapkan edisi publikasi, belajar bertanya supaya tidak tersesat, dll.. Saya perlu waktu dan penyesuaian karena banyak sekali hal yang harus saya pelajari. Inilah yang menjadi tantangan saya berada di Tim PJ. Meski demikian, saya berharap tim ini mampu memahami semua permasalahan/situasi yang dihadapi oleh dunia luar (orang yang belum mengenal Kristus), mampu memberikan bahan-bahan yang dapat membangun/menguatkan orang yang lemah iman/yang dalam pergumulan, dan mampu menganalisa semua bahan yang ada, apakah sudah memberi dampak bagi pengguna, khususnya mereka yang belum mengenal Kristus.

Sauh telah dilepas, layar telah terpasang. Tim PJ siap berjalan bersama Tuhan dalam perjalanan pelayanan yang baru ke depan.

Ad Maiorem Dei Gloria!

Categories: PEPAK

Tim Pembinaan: Membina Jemaat Menuju ke Kedewasaan

Tue, 01/19/2016 - 16:32

Oleh: Setya, Ayub, Mei, dan Elly

Tim Pelayanan Pembinaan (Tim PB) terpanggil untuk memperlengkapi masyarakat Kristen Indonesia agar terus bertumbuh dalam iman kepada Kristus sehingga mereka dapat mengambil bagian dalam pembangunan Kerajaan Allah. Selain menyediakan bahan-bahan pembinaan yang bermutu (artikel teologia, renungan, doa, dan misi), yang didistribusikan secara digital melalui berbagai jalur (publikasi, situs, sosial media, dll.), pelayanan Tim PB juga didukung dengan komunitas orang-orang percaya yang bersatu hati untuk saling menolong.

Tim PB mendorong jemaat Tuhan untuk menjalankan disiplin rohani (merenungkan firman Allah, berdoa, belajar melayani, dan bermisi) karena hanya dengan cara itulah jemaat Tuhan dapat belajar bersama-sama dan saling mendukung untuk menjadi semakin kuat dalam kesatuan tubuh Kristus. Tim PB adalah salah satu bidang pelayanan YLSA yang baru dijalankan pada 2016. Tim ini terdiri dari 4 anggota, yaitu Setya (Koordinator), Ayub, Mei, dan Elly. Masing-masing anggota memiliki tanggung jawab dalam mengelola bidang pelayanan Doa, Renungan (Santapan Harian dan Renungan Harian), Pengajaran, Misi, dan Umum (Paskah dan Natal). Tim PB harus mampu bergotong royong dalam mengemban tugas sehingga Tim PB dapat mencapai target yang diinginkan.

Secara serempak, Tim PB memohon dukungan doa dari para Sahabat YLSA agar dimampukan Tuhan Yesus untuk mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sukacita. Berikut adalah kesan dari masing-masing anggota Tim PB menanggapi tantangan ke depan:

Setya: Tahun 2016, saya rasa akan menjadi tahun yang cukup berat. Bukan hanya untuk Tim PB, melainkan juga tim-tim pelayanan YLSA yang lain. Dengan struktur dan cara kerja yang baru ini, masing-masing tim dipaksa untuk memperluas wawasan pelayanan di bidang masing-masing. Kami mendapat tugas tambahan yang menuntut keterampilan dan keahlian yang lebih tinggi. Namun, di sisi lain, ada kebaikan yang dikecap. Dengan mengelola tugas yang saling terintegrasi (publikasi, komunitas, training, dst.), kami dilatih untuk terampil dalam banyak hal. Saya berharap bisa menyesuaikan diri dengan baik, dan dengan pertolongan Tuhan, bidang yang saya pegang dapat dikembangkan terus untuk menjadi berkat bagi masyarakat Kristen Indonesia.

Ayub: Saya pikir tantangan yang saya hadapi cukup berat karena saya tidak hanya harus bisa menyiapkan publikasi, tetapi juga harus tahu bagaimana mendistribusikannya ke berbagai platform/jalur media, misalnya situs, sosial media, dll.. Saya harus memaksa diri untuk beradaptasi secara cepat dengan cara kerja yang baru dan menyusun tugas kerja secara tepat dan efektif agar tidak ada bagian yang terbengkalai. Untuk bekerja dengan sistem yang baru, tentu perlu banyak penyesuaian. Terkadang, saya mengalami "kebingungan sementara" dengan rencana tim baru pada awal tahun. Namun, ada semangat baru karena setiap anggota tim selalu menolong satu dengan yang lain. Kiranya melalui Tim PB ini, ladang digital yang dipercayakan Allah boleh dikerjakan dengan maksimal dan efektif. Allah memberkati setiap hal yang boleh kami kerjakan dan kami boleh memiliki hati yang semakin memiliki beban bagi jiwa-jiwa. Amin.

Mei: Saya berharap sistem kerja Tim PB ini dapat membantu proses pelayanan menjadi lebih baik, komunikasi antaranggota lebih mudah, dan proses pengerjaan tugas masing-masing dapat dipantau dengan lebih efektif. Tidak dimungkiri, tugas dan tanggung jawab kami memang lebih banyak dan kompleks, tetapi hal itu justru dapat membuat saya belajar banyak hal sehingga dapat mengerjakan tugas dengan efektif dan efisien. Banyak hal teknis yang harus dikerjakan memaksa saya untuk mengembangkan wawasan dan keterampilan. Saya yakin semua tugas dapat saya kerjakan dengan pertolongan Tuhan.

Elly: Pekerjaan yang harus dikerjakan dalam tim begitu banyak dan beragam. Dahulu, saya lebih banyak mengelola masalah teknis situs, sekarang saya harus sedikit demi sedikit terjun dalam dunia tulis-menulis. Dengan perubahan format publikasi dari teks biasa ke format HTML pun membuat saya harus belajar lagi. Harapan saya, saya dapat mengikuti perubahan yang terjadi dan semua tugas yang direncanakan dapat dilakukan dengan lancar.

Kiranya apa yang kami kerjakan bukan hanya untuk berlelah-lelah, tetapi untuk memperlengkapi masyarakat Kristen Indonesia untuk terus bertumbuh dan semakin dewasa dalam iman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita. Bagi Tuhan segala kemuliaan!

Categories: PEPAK

SABDA dalam YMC Wonogiri: Menyulut Semangat Bermisi

Fri, 01/08/2016 - 14:51

Pada bulan Desember 2015, SABDA bersama Pak Hagai Kuncoro dan kawan-kawan Tim Iota terlibat dalam pelayanan Youth Mission Conference (YMC) di Sekolah Tinggi Agama Kristen Bina Muda Wirawan di Wonogiri. YMC bertujuan untuk mendorong para pesertanya memikirkan lebih dalam bagaimana menghidupi Amanat Agung Yesus Kristus, yaitu memberitakan Injil Mat. 28:16-20 dalam seluruh aspek hidup mereka. Saya dan Hilda mewakili SABDA dalam pelayanan ini.

Saya dan Hilda diutus oleh SABDA untuk mengikuti acara tersebut, baik sebagai fasilitator maupun peserta. Kami dan teman-teman Iota tiba di STAK BMW Wonogiri pada hari Minggu, 20 Desember 2015. Tempatnya terisolasi dari jalan raya. Kami masuk dan melihat bagian dalam griya, sangatlah luas; satu kawasan ini dipakai untuk kuliah, ibadah, tempat tinggal, dapur, dan keperluan lainnya. Kami disambut oleh Ibu Dorsila, kepala sekolah BMW, beserta para murid dengan ramah. Mereka pun dengan sigap memandu kami dan menyiapkan teh walau tengah sibuk membersihkan griya. Suatu tempat yang cocok untuk membentuk pelayan-pelayan Tuhan.

Sore harinya, acara YMC dibuka dan dimulai dengan tantangan. Hujan deras muncul dan menghalangi kehadiran peserta YMC sampai setengahnya. Booth SABDA pun jadi agak sepi, hanya segelintir orang yang melihat, itu pun sebentar saja dan berlalu karena semua tengah sibuk mempersiapkan acara. Suasana yang "dingin" ini kemudian menjadi hangat karena mahasiswa STAK BMW menampilkan tarian Fame'e Afo & Maena, tarian tradisional Nias untuk menyambut tamu. Kesan energik dan ramah dari tarian segera menghinggapi para peserta dan membuka semangat sepanjang ibadah berlangsung. Serangkaian hamba Tuhan yang menjadi pembicara, termasuk Pak Hagai, segera membawakan materi mereka mengenai misi pelayanan Kristen. Mereka banyak berbagi soal sejarah gereja, kelompok doa, dan pelayanan ke suku-suku terabaikan. Para pembicara mendorong kita untuk memikirkan penginjilan secara global dan melihat komunitas-komunitas yang belum tersentuh oleh Injil. Visinya luas, tetapi contoh yang dibawakan sangatlah membumi, seperti membuka kursus, berelasi dengan tetangga, atau menjadi TKI untuk menjangkau sesama TKI.

Setelah sesi pertama selesai, booth SABDA menjadi super ramai. Banyak peserta yang penasaran pada bahan-bahan pelayanan, seperti Alkitab Audio , DVD Anak , dan SD Card Konseling, Anak, dan Dengar Alkitab. Banyak di antara mereka adalah anak muda, digital native, yang juga melayani di gereja sebagai pengurus, guru sekolah minggu, ataupun guru agama. Mereka sangat senang melihat bahan-bahan pelayanan tersedia dalam bentuk digital yang familiar bagi mereka; sampai ada yang bertanya, "Kak, CD Alkitab bahasa daerahnya boleh saya ambil semua? Siapa tahu suatu saat saya melayani seluruh Indonesia." Wah, hati para peserta tampaknya sangat terbakar oleh semangat, tetapi kita tidak langsung mengiyakan agar dia dapat memperoleh bahan yang tepat sesuai pelayanannya.

Saya dan Hilda banyak ngobrol dengan para peserta, khususnya dengan teman-teman yang telah dekat semenjak KIN Jakarta 2015 kemarin. Peraturan dalam BMW ketat, mulai dari jadwal bangun tidur, kebersihan setiap hari, dan pemakaian HP hanya pada akhir pekan. "Tunggu ... hanya pada akhir pekan? Wah, tidak bisa ini," pikir saya. Lalu, saya segera berkomunikasi dengan Ibu Dorsila, meminta izin supaya murid-muridnya diperbolehkan memakai HP mereka di luar jadwal, sebab sesi pelayanan SABDA akan melatih para peserta untuk melayani dengan hp mereka. Syukur, Ibu Dorsila menyetujui. Kemudian, kami pun segera menginstalkan aplikasi Alkitab & Alkitab Audio ke hp mereka.

Besok harinya, hari kedua YMC dimulai. Sesi-sesinya menjelaskan misi dengan lebih praktikal, seperti doa, kepemimpinan, dan pengabaran Injil dalam bermisi. Bagian SABDA adalah teknologi, dengan menyajikan sesi "Aplikasi Teknologi dalam Bermisi". Sesi yang berlandaskan visi gerakan Apps4God (link blog) dibawakan oleh Hilda. Ia memaparkan kondisi zaman yang saat ini adalah zaman digital yang serba terbuka, efisien, dan luas. Akibatnya, banyak orang yang menghabiskan banyak waktu dengan teknologi seperti games, sosial media, bahkan pornografi. Semua itu digunakan hanya untuk hiburan dan kepuasan diri saja. Anak-anak Tuhan didorong agar dapat memanfaatkan teknologi dalam melayani dan memuliakan Tuhan , juga menjangkau "unreached people" yang masih terjerat dengan jebakan zaman digital.

Setelah sesi SABDA selesai, sesi kapita selekta berlangsung dalam tiga bagian, yaitu olahraga, pelayanan suku, dan teknologi. Saya membawakan sesi teknologi kapita selekta. Dalam sesi ini, saya menjelaskan praktik penggunaan teknologi dalam pelayanan, khususnya teknologi informasi. Berbagai pelayanan yang dapat dilakukan dengan HP, misalnya menggunakan Alkitab audio untuk bahan komunikasi kepada setiap suku, konseling praktis berbagai topik dengan menggunakan bahan telaga, ataupun renungan harian mobile untuk saat teduh di mana saja. Respons peserta cukup unik dan berpikir lebih jauh; salah satunya berniat untuk membuat radio rohani berbahasa Nias di tempat asalnya. Saya sangat mendorongnya untuk itu.

Pengetahuan, keuletan, dan komitmen, inilah tiga mutiara hikmat yang saya dapatkan dalam YMC Wonogiri ini. Sepanjang melayani teman-teman BMW, saya juga dilayani melalui materi-materi YMC yang terdengar ketika menjaga booth. Saya belajar memahami hidup Kristen untuk bermisi lebih intens dan luas sesuai dengan kejelasan visi dari Tuhan. Saya dan Hilda senang bisa mengenal panitia dan para peserta. Kami menjadi bagian dari mereka, sebagai sesama anggota tubuh Kristus yang melayani Tuhan dan sesama.

Categories: PEPAK

Kliping Koran di YLSA

Wed, 01/06/2016 - 16:13

"Membaca koran" .... Mungkin, yang terbayang dalam pikiran kita, duduk di teras dengan secangkir teh manis atau kopi hangat, dan sepiring makanan kecil, dan suasana yang santai pada pagi hari sebelum berangkat kerja. Hmmm ... hal yang menyenangkan ya! Apakah harus seperti itu? Tentu tidak, lalu bagaimana? Mengapa kita harus membaca koran? Apa yang kita dapat dari membaca koran?

Belajar, belajar, dan belajar. Membaca, membaca, dan membaca. Membaca buku, membaca artikel, dll.. Dengan banyak belajar dan membaca, wawasan kita akan informasi terbaru akan terus bertambah. Selain itu, perbendaharaan kata akan terus bertambah dan hal itu akan sangat berguna dalam menyampaikan pesan, menulis, dan presentasi. Apakah koran termasuk sumber bacaan yang dapat menambah wawasan/pengetahuan kita? Ya, banyak hal bisa kita dapatkan dari membaca koran. Jangan hanya berpikir bahwa koran hanya berisi berita-berita kriminal, iklan, dll. yang menambah pusing ketika kita membacanya. Namun, dalam koran juga banyak dimuat tulisan-tulisan yang bermanfaat, tulisan seputar bahasa, tip kesehatan, perkembangan teknologi, pendidikan, dll.. Nah, oleh karena itu, staf YLSA selalu didorong untuk suka membaca, termasuk membaca koran.

"Membaca koran" adalah salah satu kegiatan staf redaksi publikasi YLSA. Mengapa? Seperti yang disampaikan di atas supaya kami suka membaca dan mendapatkan hal-hal baru yang dapat menolong kami dalam menyusun publikasi, menulis, ataupun hal yang lain. Kegiatan ini kami sebut dengan "kliping koran". Ada beberapa koran yang bisa kami baca di kantor, baik koran lokal (Solopos), koran nasional (KOMPAS), maupun koran berbahasa Inggris (Jakarta Post). Setiap hari, beberapa teman yang sudah dijadwal kliping akan membaca cepat judul/headline koran hari itu. Jika ada judul yang sangat menarik, berguna bagi pelayanan YLSA, baru kami akan membaca bagian tersebut selengkapnya secara 'scan reading' (membaca cepat).

Dahulu, kliping koran dilakukan secara konvensional, yaitu dengan menggunting artikel-artikel yang menarik dan menempelkannya pada kertas HVS, lalu dijilid. Sekarang, kliping yang kami lakukan adalah kliping dengan cara digital. Setelah kami menemukan berita/tulisan yang menarik dan menambah wawasan baru, kami wajib menulis/meringkas berita/artikel tersebut dan memostingnya di "Papan Pengumuman Staf". Papan ini adalah web lokal yang hanya bisa diakses oleh staf YLSA. Jadi, semua staf YLSA bisa membacanya. Selain berita, kami juga mencatat "kata-kata baru, istilah baru, dll." yang penting dan menulisnya di bagian "Kata-Kata Baru dalam Koran" pada papan pengumuman tersebut. Dalam kegiatan ini, tidak setiap hari semua staf bertugas menuliskan "ringkasan artikelnya", tetapi sudah ada jadwalnya. Dalam satu hari, ada dua staf yang bertugas. Nah, dalam kegiatan ini, saya bertugas sebagai "loper koran". Saya bukannya berjualan koran loh , tetapi saya bertugas mendistribusikan koran kepada staf yang bertugas untuk klipping hari itu.

Kegiatan ini menjadi satu kegiatan yang sangat bermanfaat karena bisa "melihat" dunia luar, belajar hal-hal baru, dan menambah pengetahuan berbahasa Indonesia pula. Salah satu koran menjadi acuan bagi kami untuk mengikuti perkembangan bahasa Indonesia saat ini. Pagi setelah PA atau setelah makan siang, saya mencari korannya, kemudian memberikan kepada staf yang bertugas. Nah, di sini nih tantangannya. Ketika memberikan koran, saya selalu berkata, "Silakan membaca, bersantai dulu ...." Dan, saya sering mendapat jawaban disertai senyum tipis dari teman, "Makasih ya, Mei." Senyum tipis ini adalah tanda banyaknya kerjaan dari staf yang saya beri koran. Ada pula teman yang menjawab, "Kalau tidak lupa, ya ...." Hal ini menjadikan saya terkadang tidak enak kalau teman-teman sedang banyak kerjaan. Namun, salutnya, meskipun tugas sangat banyak, teman-teman tetap membaca koran dan menuliskan apa yang sudah dibaca. Apabila lupa, ada yang merapelnya sehingga menulis ringkasan lebih dari satu. Apabila menemui hal yang menarik, kami berteriak, "Baca kliping ya Teman, ada yang menarik nih!"

Semangat membaca korannya ya, Teman-teman! Tuhan sudah memberikan fasilitas yang sangat baik ini kepada kita untuk mengembangkan diri agar kita lebih maksimal lagi dalam memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi pembaca Blog SABDA yang lain, ayo, rajin-rajinlah pula membaca koran. Bisa koran cetak atau digital. Dapatkan berbagai manfaat yang positif dari kegiatan ini. Silakan berbagi hal-hal menarik dari berita yang Anda baca di koran kepada rekan-rekan Anda!

Categories: PEPAK

Natal YLSA 2015: “Natal Adalah Kristus”

Wed, 12/23/2015 - 17:06

Natal bukanlah tentang lilin dan musik, atau pesta dan hadiah, atau bahkan semangat untuk memberi. Natal adalah tentang Allah yang telah mengambil rupa sebagai seorang manusia, dan diam di tengah-tengah kita dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa Natal diawali oleh kelahiran-Nya, dan seharusnya Dialah yang menjadi fokus utama ketika kita merayakan Natal. Oleh karena itu, Natal adalah saat yang terbaik untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan melalui puji-pujian dan penyembahan. Kurang lebih demikianlah pesan Natal yang disampaikan oleh Ibu Yulia selaku ketua Yayasan Lembaga SABDA di dalam acara perayaan Natal YLSA tahun ini.
Hari Jumat, 18 Desember yang lalu, merupakan puncak dari serangkaian acara perayaan Natal YLSA yang diselenggarakan pada tahun 2015 ini. Kami sangat bersyukur karena meskipun kota Solo diguyur hujan pada sore hari itu, tetapi semua staf dan keluarga, serta para tamu undangan bisa tetap hadir. Seperti biasa, suasananya begitu meriah dan kental dengan nuansa kekeluargaan, bahkan sebelum acara dimulai. Di beberapa sudut terlihat orang-orang sedang beramah-tamah sambil menikmati snack yang sudah disediakan. Kemudian, ketika tiba waktunya untuk memulai ibadah, semua orang memasuki ruang pertemuan.

Acara utama dibuka dengan doa dan sambutan oleh MC, yaitu mbak Amidya, yang kemudian mengajak kita semua menyanyikan lagu pujian "Dari Pulau dan Benua" dilanjutkan dengan lagu "Dia Lahir untuk Kami". Setelah itu, ketua panitia Natal YLSA 2015 menyampaikan kata sambutan, dan acara langsung dilanjutkan oleh kelompok-kelompok staf yang membawakan persembahan berupa puji-pujian.

Inilah yang berbeda dalam perayaan Natal tahun ini dibandingkan dengan perayaan Natal pada tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada sosok pembicara yang menyampaikan khotbah Natal pada perayaan kali ini, melainkan pesan dari tema perayaan Natal kali ini dibawakan oleh kelompok-kelompok staf yang mengajak semua orang yang hadir untuk memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan. Semua orang, tanpa terkecuali, ikut terlibat di dalamnya. Mulai dari kelompok satu dengan lagu pujian "S'lamat-S'lamat Datang" yang mereka lantunkan, kelompok dua yang membawakan lagu pujian "Gita Sorga Bergema" dengan diselingi sebuah drama singkat, kelompok tiga dengan lagu pujian "Hai Dunia, Gembiralah" diikuti dengan sebaris puisi Natal, sampai kepada kelompok empat dengan lagu "Bernyanyilah Merdu", semuanya mengajak tamu undangan untuk ikut berdiri di depan dan bersama-sama menyanyi bagi kemuliaan nama Tuhan. Terdapat juga beberapa dari tamu undangan yang menyampaikan kesaksian tentang lagu Natal yang paling berkesan bagi mereka dan beberapa tamu membagikan makna Natal bagi mereka secara pribadi. Selain kesaksian, terdapat juga salah seorang tamu undangan yang memerankan sebuah monolog singkat. Meskipun spontanitas, kami bisa melihat bahwa setiap peserta pun siap dengan pemberian yang terbaik bagi Kristus, Sang Pusat Natal.

Acara selanjutnya adalah prosesi Malam Kudus. Prosesi penyalaan lilin kali ini pun cukup berkesan karena diawali dengan pembacaan puisi terlebih dahulu oleh Liza dan Hossiana. Mengikuti penyalaan lilin oleh beberapa orang yang sudah ditentukan, MC kemudian mengajak semua jemaat menyanyikan lagu pujian "Malam Kudus (O Holy Night)".

Selain ibadah Natal, ada pula acara tukar kado yang dipimpin oleh mbak Setya. Selesai tukar kado, MC kemudian menyerahkan kepada Ibu Yulia, Ketua YLSA, untuk menyampaikan pesan-pesan Natal kepada kita semua sekaligus menutup perayaan Natal kali ini dengan doa.

Secara manusia, memang masih banyak terdapat kekurangan di sana-sini. Akan tetapi, di dalam perayaaan Natal ini, kami dapat benar-benar merasakan bahwa acara ini boleh terselenggara semua hanya karena anugerah Tuhan. Kiranya melalui perayaan Natal yang sederhana ini, kita boleh terus diingatkan kembali akan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus. Kiranya terang kasih Kristus yang telah lahir ke dalam dunia melingkupi kita sekalian dengan damai sejahtera dan sukacita sejati untuk selama-lamanya. Amin.

Selamat Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: PEPAK

Raker untuk Program Kerja YLSA 2016

Tue, 12/22/2015 - 17:40

Puji Tuhan! Rapat kerja (Raker) untuk membahas program pelayanan YLSA tahun 2016 telah diselenggarakan pada Kamis -- Jumat, 10 -- 11 Desember 2015. Raker yang diikuti oleh seluruh staf YLSA ini berbeda dari biasanya. Pada tahun-tahun kemarin, raker tahunan YLSA diadakan setiap bulan Januari. Keputusan untuk mengadakan raker pada Desember adalah keputusan yang bijaksana, sebab dengan sudah diselesaikannya pengajuan program kerja, seluruh staf siap bekerja dengan program yang baru pada bulan Januari 2016.

Saya dan teman-teman sudah mengalami kesibukan dalam mempersiapkan raker sejak bulan Oktober 2015. Para koordinator beserta anggota setiap tim pelayanan YLSA mempersiapkan semua transisi kerja, yang semula berdasarkan bidang keahlian (divisi) menjadi bidang-bidang pelayanan, dan ditambah dengan tim pendukung. Banyak pergumulan, diskusi, dan rapat diadakan untuk merumuskan visi dan misi setiap tim pelayanan yang baru. Lalu, kami mulai memilah-milah semua kegiatan untuk dapat menyusun program kerja tahun 2016. Selama persiapan ini, Ibu Yulia selaku pemimpin YLSA terus mengarahkan, memantau, dan mengoordinir penyusunan program kerja agar efektif dan sesuai dengan visi YLSA.

Raker YLSA selalu unik. Tidak seluruh waktu dihabiskan untuk membahas program kerja. Kami selalu memaksa diri untuk belajar hal-hal baru agar staf YLSA dibekali dengan pengetahuan, kompetensi, dan wawasan baru. Dalam raker tahun ini, kami memulai acara raker dengan melakukan pemahaman Alkitab dari Renungan Oswald Chambers. Dalam dua hari raker, melalui PA ini, kami diingatkan untuk tidak hanya menyerahkan kehidupan rohani, tetapi juga kehidupan alamiah kami kepada Allah, yaitu kehidupan jasmani, moral, dan mental, agar kehidupan pribadi kami sepenuhnya dipakai untuk melakukan kehendak Allah. Kami diajar untuk melepaskan diri dari cangkang individualitas agar dapat bertumbuh secara rohani sesuai dengan kehendak Allah. Setengah hari pertama dalam dua hari raker diisi dengan training singkat dari beberapa staf YLSA mengenai Bible Engagement, Tren Teknologi Tahun 2016, Berteknologi dalam Pelayanan, Emotional Quotient (Kecerdasan Emosi), Kristus Kosmik, Built to Last, Dampak dan Penanganan Kecanduan Pornografi, dan Sejarah SABDA. Banyak hal baru yang kami pelajari dari setiap training/presentasi yang bisa diterapkan dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan di YLSA.

Kegiatan raker siang hari diisi dengan pembahasan program kerja per tim pelayanan, yaitu dari tim Penjangkauan, Pembinaan, Christian Education, Biblika, Teknologi, dan PESTA. Sementara itu, tim pendukung adalah ITS, Multimedia, Infrastruktur, HRD, Humas, Admin dan Keuangan. Tahun ini, seluruh program kerja dari setiap tim dibuat dalam format yang lebih rapi dan seragam. Setiap staf mendapat kopi cetaknya dan sudah diberikan sehari sebelumnya supaya bisa dipelajari di rumah terlebih dahulu. Memang tidak "papperless", tetapi dengan adanya kopi cetak program kerja diharapkan dapat menolong setiap tim untuk selalu membawa program kerja dalam pertemuan mentoring dan menjadikannya "buku suci" untuk mengawasi dan mengontrol pelaksanaan program kerja yang sudah dirumuskan bersama. Karena sebelum raker setiap staf sudah mempelajari program kerja dari masing-masing tim, maka diskusi saat raker untuk menajamkan setiap program kerja menjadi lebih hidup daripada tahun-tahun kemarin. Selain tugas-tugas rutin, setiap tim pelayanan akan membuat beberapa produk baru dan mencoba jalur baru untuk penyebaran bahan-bahan SABDA. Dalam raker tahun ini, seluruh anggota tim mendampingi koordinator mempresentasikan program kerja sehingga jika ada pertanyaan dari forum, mereka juga berkesempatan memberikan penjelasan, bukan hanya koordinatornya.

Seluruh staf YLSA merasa bersyukur dengan raker yang sudah dilaksanakan. Sistem yang berbeda membuat acara raker berjalan lebih lancar, lebih hidup, dan lebih efektif. Meski masih ada kekurangan di sana-sini, hal tersebut kami jadikan evaluasi untuk pelaksanaan raker-raker berikutnya.

Berakhirnya raker bukanlah akhir dari perjuangan, sebab raker justru menjadi garis awal untuk mulai melaksanakan visi yang telah Tuhan berikan untuk pelayanan tahun 2016. Program kerja ini kami pakai hanya sebagai acuan bekerja, sebab keputusan terakhir apakah program ini akan terlaksana atau tidak adalah pada Tuhan, Sang Pemilik dan Pemimpin YLSA yang sesungguhnya. Jadi, jika di tengah jalan ada program yang tidak dilaksanakan atau ditunda untuk alasan yang kuat dan jelas, kami tahu itu adalah intervensi dari Tuhan, dan kami pun akan taat kepada Tuhan. Oleh karena itu, mohon dukungan doa dari Sahabat YLSA semua agar Tuhan memberikan kepekaan kepada kami dalam melaksanakan program kerja ini agar seturut dengan keinginan Sang Pemilik. Doakan agar setiap tim di YLSA dapat terus setia mempersembahkan teknologi bagi kemuliaan nama Tuhan. IT for GOD!

Categories: PEPAK

Selamat Datang di Era Messaging

Tue, 12/22/2015 - 12:14

Sebelum tahun 2020, instant messaging (pesan singkat) akan mendominasi cara kita berkomunikasi secara digital, tidak hanya berkomunikasi satu dengan yang lain, tetapi juga akan merupakan metode komunikasi pilihan dalam beraktivitas sehari-hari, seperti berbelanja, mengecek akun bank, menjadwalkan pertemuan, memesan tempat di restoran, mencari informasi di internet, dan menjalin relasi dengan keluarga dan teman. Oleh sebab itu, jangan heran jika studi Alkitab dan membaca buletin gereja pun akan dilakukan dengan instant messaging. Era web sudah hampir berakhir. Era aplikasi sudah mulai memasuki titik jenuh (apakah Anda mau memasang seratus aplikasi untuk seratus macam hal yang isinya mirip-mirip?). Selamat datang di Era Messaging.

Itulah salah satu tema yang saya angkat ketika membawakan presentasi tentang tren teknologi 5 -- 10 tahun mendatang dalam acara Raker SABDA minggu lalu. Dengan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, sebagai orang Kristen kita pun harus mulai bertanya, "Di manakah peran gereja dan orang Kristen dalam kemajuan semua teknologi ini? Apakah kita hanya puas menggunakan teknologi saja -- dan terseret oleh arus --, atau kita turut serta dalam memajukan dan menggunakan teknologi bagi kemuliaan nama Tuhan?"

Apa yang Kami Lakukan?

Melihat perkembangan tren penggunaan gawai (gadget) dan telepon pintar, terkhusus melalui aplikasi pengiriman pesan instan (instant messaging) yang semakin marak, maka SABDA juga mengembangkan pelayanan studi Alkitab melalui aplikasi perpesanan (chatting) populer, seperti WA dan LINE. Sebelum mulai mengembangkan kedua aplikasi tersebut, pertama-tama kami mencobanya terlebih dahulu di aplikasi anyar yang sedang naik daun, Telegram. Telegram dipilih karena sifatnya yang terbuka, ramah terhadap developer, dan menyediakan API mereka untuk digunakan oleh aplikasi-aplikasi bot. Sejak diluncurkan Juni tahun ini, jumlah bot yang dikembangkan memang sudah luar biasa banyak. Menurut salah satu situs yang mendaftarkan bot, dalam lima bulan saja sudah ada lebih dari 1500 bot yang diciptakan bagi berbagai pengguna di seluruh dunia, termasuk SABDA, yang mengembangkan sebuah bot untuk membaca dan studi Alkitab yang dinamakan @sabdabot.

Bot? Apa itu?

Bagi yang belum pernah mendengar tentang bot (ini bukan tentang robot berbentuk manusia), coba Anda bayangkan pada era SMS zaman dahulu di mana kita bisa mengirim pesan singkat berisi suatu perintah (misalnya, untuk mengecek pulsa), dan otomatis kita akan mendapatkan informasi yang kita inginkan. Ini jelas tidak mungkin dilakukan secara manual oleh operator manusia. Karena itu, perlu diotomatisasi oleh suatu program. Program inilah yang disebut bot. Pada era sekarang, di beberapa aplikasi perpesanan ada semacam bot yang menerjemahkan otomatis dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Bot di perpesanan instan bisa diaplikasikan ke berbagai layanan berbasis perpesanan. Telegram merupakan ladang subur bagi pengembangan bot-bot, di sana kita dapat menemukan berbagai jenis layanan otomatis, misalnya bot kalkulator (@calcubot), bot berita (@BBCNewsBot), bot jadwal (@alertbot), maupun yang bersifat hiburan (@triviabot), dan masih ratusan layanan bot lainnya.

Mengapa Telegram? Bagaimana dengan yang lain?

Walaupun penggunaan Telegram belum begitu luas di Indonesia, tetapi karena sifatnya yang gratis, tanpa iklan, memiliki penyimpanan di cloud, dan multiplatform, disertai fitur-fitur yang lebih baik dari aplikasi-aplikasi yang serupa, maka tidak mengherankan jika pada tahun 2016 ini Telegram akan menjadi aplikasi yang populer. Kami memang memulai mengembangkan aplikasi studi Alkitab pertama-tama dari Telegram, tetapi tidak terbatas pada satu protokol saja karena kami menyadari bahwa pengguna WA dan LINE juga cukup banyak di Indonesia. Kedua aplikasi itu juga memiliki layanan menyerupai bot walaupun dengan istilah dan fungsi yang tidak sefleksibel bot di Telegram. Pada tahun 2016, kami akan lebih banyak memfokuskan pengembangan di ketiga-tiganya.

Per Desember 2015 ini, aplikasi Telegram dan WA sudah bisa kami coba. Untuk Telegram, Anda bisa langsung mencari @sabdabot (baik melalui aplikasi HP maupun PC) dan memulai komunikasi dengan mengeklik "Start". Selanjutnya, Anda tinggal menggunakan salah satu dari daftar fungsi/perintah yang tersedia (bisa dicek dengan mengetikkan "/perintah"). Sementara itu, untuk WA, jika Anda ingin menjajalnya sebagai Beta-Tester, silakan layangkan surat kepada kami di

=> apps@sabda.org

Di mana saya bisa mempelajari lebih jauh tentang @sabdabot?

Untuk dokumentasi penggunaan SABDA Bot, mulai dari cara memasangnya, cara mencari bot, daftar perintah, dan juga ilustrasi-ilustrasi gambar yang membantu, Anda dapat mengunjungi: http://labs.sabda.org/sabdabot

Categories: PEPAK

Seminar: Pornografi, Dampak, dan Penanganannya

Mon, 12/14/2015 - 15:12

Oleh: Liza*

Pada hari Senin, 30 November 2015, saya, Mbak Okti , Jono , dan Odysius menghadiri seminar "Tanda-Tanda, Dampak, dan Cara Penanganan Kecanduan Pornografi". Seminar ini diadakan di Griya Konseling Pelikan Solo dengan dihadiri sekitar 100-an orang. Saya secara pribadi terberkati melalui seminar ini karena cukup membuka wawasan saya tentang isu yang sangat jarang dibahas secara terbuka seperti ini.

Seminar ini dimulai dengan memaparkan apa arti pornografi. Menurut UU Pornografi, pornografi adalah semua hal dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Kemudian disebutkan juga bahwa isu ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, tetapi isu ini sering diabaikan atau sering dianggap tabu jika dibahas. Padahal, dampak dari pornografi ternyata lebih parah dari kecanduan narkoba. Tentu bukan berarti kecanduan narkoba dan sejenisnya lebih baik daripada kecanduan pornografi. Keduanya sama-sama berakibat buruk pada kesehatan mental maupun fisik manusia.

Dampak pada kesehatan fisik manusia yang secara langsung terkena karena kecanduan pornografi adalah bagian otak. Dikatakan bahwa jika kecanduan narkoba merusak 3 bagian otak, sedangkan kecanduan pornografi dapat merusak 5 bagian otak, yaitu semua bagian otak. Selain itu, dampaknya adalah merusak relasi dengan sesama maupun relasi pribadi dengan Tuhan, dan masih banyak dampak lainnya. Selain itu, Ibu Elizabeth Sri Sumarni, sang narasumber, memaparkan tentang tanda-tanda orang yang kecanduan pornografi. Beliau mengatakan bahwa tanda-tanda seseorang yang mengalami kecanduan pornografi tidak sepenuhnya kasat mata. Peran orangtua sangat penting di sini untuk memerhatikan anaknya supaya dapat segera dilakukan tindakan penanganan dan pencegahan.

Beberapa tandanya adalah suka main game online, prestasi sekolah menurun, bicara dengan tidak melihat mata lawan bicara, antisosial, insomnia, dan lain-lain. Tanda-tanda ini harus dilihat secara keseluruhan. Kita tidak bisa menyimpulkan seseorang adalah pecandu pornografi hanya dengan melihat satu tanda saja. Belum tentu seseorang yang suka main game online adalah seorang pecandu pornografi, belum tentu juga seseorang yang prestasinya menurun adalah seorang pecandu pornografi. Masih ada faktor-faktor lain yang memengaruhi, jadi harus memahami beberapa tanda-tanda orang yang kecanduan pornografi.

Poin terakhir adalah tentang kiat-kiat untuk lepas dari kecanduan pornografi. Ada beberapa poin atau langkah, tetapi beberapa poin yang terpenting menurut saya adalah yang pertama, memperbaiki relasi pribadi dengan Tuhan dan butuh komitmen yang kuat untuk lepas dari keterikatan ini, sebab hal ini sangat memengaruhi langkah selanjutnya. Kedua, harus ada seorang sahabat atau orang yang benar-benar dapat dipercaya yang tahu mengenai hal ini sehingga dapat mengingatkan. Ketiga, jangan biarkan aktivitas kosong, buat kesibukan lain yang menguras tenaga untuk pengalihan perhatian.

Kesimpulan yang saya ambil adalah orang yang jatuh pada kecanduan pornografi tidak selalu laki-laki, meskipun persentase terbesar ada pada laki-laki, tetapi tidak menutup kemungkinan perempuan bisa jatuh dalam kecanduan ini. Narasumber juga mengingatkan akan pentingnya memberi pendidikan seksual pada anak-anak sejak usia dini, tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak dan dengan cara yang berbeda pula. Selain itu, pentingnya relasi pribadi kita dengan Tuhan dan jangan mendekatkan diri dengan sengaja pada pencobaan. Apalagi di era teknologi yang semakin maju, internet yang semakin mudah dijangkau. Banyak situs pornografi beredar luas di internet dan jika Anda pengguna smartphone atau sejenisnya akan lebih mudah lagi mengaksesnya. Jangan menganggap diri kita tidak mungkin jatuh dalam dosa sehingga dengan atau tanpa sengaja membuka situs tersebut. Saya rasa tidak hanya soal pornografi, tiap kita pasti punya kecenderungan untuk jatuh dalam dosa yang berbeda-beda. Ada yang jatuh pada uang, makanan, kekuasaan, dan lain-lain.

Selain itu, menurut saya, gereja seharusnya menjadi tempat untuk menjawab isu-isu semacam ini, bukannya merasa isu ini tabu untuk dibahas. Justru jika gereja tidak menangkap isu ini untuk dibahas, pemuda-pemudi akan mencari jawaban pada tempat lain atau orang lain yang belum tentu memberikan jawaban yang tepat, bisa jadi malah memberikan jawaban yang menyesatkan.

Categories: PEPAK

Menyambut Desember dengan Menghias Kantor

Tue, 12/08/2015 - 15:19

Tidak terasa sudah akhir tahun 2015 lagi, padahal rasanya baru kemarin aku merayakan tahun baru 2015. Kalau sudah akhir tahun seperti ini, di Yayasan Lembaga SABDA selalu ada yang spesial dan pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh staf YLSA. Ya! Kami akan mendekorasi kantor dengan pernak-pernik Natal! Bagiku ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan memberikan kebahagiaan tersendiri karena aku tidak pernah merayakan Natal di rumah, bahkan memajang satu pernak-pernik pun tidak. Namun, aku bersyukur karena akhirnya aku bisa berkreasi menghias kantor dan pohon Natal dengan pernak-pernik dan pajangan yang lucu dan indah.

Dua kotak besar berisi dekorasi Natal telah tersedia dan siap untuk digunakan menghias seluruh ruang kantor. Begitu kedua kotak dibuka, seluruh staf segera mengambil berbagai pernak-pernik yang ada dan berhamburan menghias kantor dengan pernak-pernik yang mereka pilih, ada pohon Natal mini, stiker, dan pajangan bertemakan Natal, dan masih banyak lagi. Dalam sekejap, kantor berubah menjadi ceria dan penuh dengan warna hijau dan merah, kita merasakan suasana Natal di dalamnya. Rasanya semakin menyenangkan melewati hari-hari di kantor apalagi kalau melihat monitor atau meja dihiasi oleh pernak-penik Natal, jadi ingin bernyanyi "Jingle Bell ... Jingle Bell ... Jingle all the way".

Bagaimana dengan Anda? Apakah kalian sudah menghias tempat Anda dengan dekorasi Natal? Selamat menghias dan merayakan Natal!

God Bless You

Categories: PEPAK

Pra-Raker 2015 ala YLSA

Tue, 12/08/2015 - 14:46

Hai, Bloggers dan Sahabat YLSA! Bagaimana kabar Anda? Izinkan saya hadir untuk menyapa Anda dan memberikan informasi teranyar terkait dengan pelayanan YLSA. Di tengah-tengah kesibukan menyelesaikan tugas masing-masing, saat ini semua koordinator divisi di YLSA sudah dan sedang bersiap-siap untuk melakukan Rapat Kerja (Raker) YLSA 2015 yang akan diselenggarakan pada 10 -- 11 Desember 2015 mendatang. Raker YLSA kali ini terhitung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun lalu, Raker dilaksanakan pada awal tahun, sedangkan tahun ini Raker diadakan pada akhir tahun. Perubahan ini dirasa cukup baik karena kami dapat mengawali tahun sesuai dengan Progam Kerja (Proker) yang sudah disusun tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu koordinator divisi di YLSA, divisi Publikasi, saya cukup bersemangat sekaligus deg-degan menjalani perubahan ini. Pasalnya, bukan hanya harus mempersiapkan laporan divisi Publikasi selama 2015, saya pun harus menyusun rencana untuk tahun berikutnya yang format dan tanggung jawabnya berbeda dari tahun sebelumnya. Untungnya, Raker kali ini lebih banyak membicarakan tentang Proker 2016, sementara laporan detail divisi Publikasi akan disampaikan pada Januari mendatang -- menunggu edisi Publikasi bulan Desember terbit semua.

Beberapa Sahabat YLSA tentu sudah mengetahui tentang perubahan strategi pelayanan YLSA dari berbasis keahlian menjadi berbasis bidang pelayanan; yang mana divisi Multimedia, Publikasi, Komunitas, dan WEB akan melebur menjadi Tim Pelayanan. Hal ini sudah pernah disinggung dalam Berita YLSA September/Oktober. Oleh karena peleburan tersebut, format rencana yang harus saya siapkan bersama teman-teman koordinator yang lain mengalami perubahan. Kami bersyukur Bu Yulia selaku ketua YLSA selalu membimbing dan mengarahkan kami dalam membuat perencanaan, strategi, dan eksekusi penyusunan format Proker masing-masing tim. Meskipun melelahkan karena harus membuat dan merevisi format yang deskriptif, tetapi ke depannya hal ini justru dapat memudahkan kami dalam melaksanakan tugas sesuai Proker yang sudah kami susun. Bahkan, untuk mematangkan rencana kami, setiap Rabu, setiap koordinator harus mendiskusikan beberapa hal demi kemajuan pelayanan YLSA.

Terakhir, saya bersyukur karena telah diingatkan kembali bahwa selama tahun 2015 Tuhan Yesus Kristus dan Sahabat YLSA tidak henti-hentinya mendukung kami dalam banyak hal. Saya yakin pelayanan YLSA tidak akan bertahan tanpa anugerah dan perlindungan Tuhan Yesus serta dukungan para Sahabat YLSA. Kiranya, semua ini selalu menjadi penyemangat kami untuk mempersiapkan hati dalam melaksanakan Raker YLSA 2015. Mohon dukungan dari Sahabat semua, terima kasih.

Categories: PEPAK

Selamat Ulang Tahun Mbak Santi !!!

Tue, 12/08/2015 - 14:02

Jumat, 4 Desember 2015, Facebook memberi pemberitahuan bahwa ada satu teman saya yang berulang tahun hari ini. Mbak Santi, Mama dari Garneta yang manis, lemah lembut, dan lemah gemulailah yang berulang tahun hari ini. Saya pura-pura tidak tahu dan sengaja belum memberikan selamat kepada Mbak Santi, demi menunggu waktu yang tepat yaitu bersama teman-teman yang lain. Hari itu adalah hari Jumat, dan biasanya ulang tahun staf akan diberitakan dalam Persekutuan Doa staf YLSA pukul 11.00. Nah, pada waktu itulah biasanya kami memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada setiap staf yang berulang tahun tepat pada hari Senin atau Jumat. Namun, waktu itu diumumkan bahwa PD dilangsungkan pukul 13.00, yaitu setelah makan siang. Yah, jadi lebih lama lagi menahan untuk tidak memberikan selamat kepada Mbak Santi.

Waktu makan siang pun tiba, setelah sampai di meja makan tersedia menu favorit staf YLSA yaitu "Nasi Goreng", tapi ada yang spesial lagi lho!!! ada "ayam goreng" lengkaplah sukacita kami . Di tengah ingar bingar suara kami yang bahagia karena makan siangnya berupa menu favorit kami, ada yang nyeletuk, "Wah, ada yang ulang tahun ya???" Lalu, diumumkanlah bahwa Mbak Santi berulang tahun yang ke-31 pada hari ini Mbak Elly kemudian memimpin doa makan sekaligus juga mendoakan Mbak Santi yang berulang tahun, dan sesudah itu kami pun segera makan siang dengan lahapnya.

Mungkin karena saking senang dan laparnya, kami jadi lupa memberikan waktu bagi Mbak Santi untuk berbagi kesan dan harapannya pada ulang tahunnya ini. Namun, kami sangat mengasihi Mbak Santi, dan berdoa agar Tuhan senantiasa memelihara kehidupan Mbak Santi beserta keluarganya. Tuhan mengaruniakan senantiasa kepada Mbak Santi, hati yang takut akan Tuhan, menjadi istri yang menghormati suaminya, menjadi ibu yang menyayangi anaknya, dan yang paling penting Mbak Santi dan keluarga semakin bertumbuh di dalam Tuhan. Kami juga berdoa agar di dalam pekerjaannya, Tuhan senantiasa memberikan hikmat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Tuhan berkenan memakai Mbak Santi menjadi berkat di mana pun berada, dan nama Tuhan senantiasa dipermuliakan melalui hidup Mbak Santi.

Selamat ulang tahun Mbak Santi, kami mengasihimu, terlebih lagi Tuhan Yesus!

Categories: PEPAK

Pengalaman Magang di SABDA

Wed, 12/02/2015 - 12:02

Oleh: Tata*

Siapa yang menyangka kalau keputusan yang tidak enak menghasilkan pelajaran yang sangat berharga. Lewat mamaku, jalan Tuhan terbuka untuk menempatkan aku di SABDA dalam kurun waktu 2 bulan sebagai staf magang. Pada awalnya, aku sempat bertanya-tanya, "Apa yang bisa aku kontribusikan untuk SABDA?" Karena di benakku, SABDA adalah Pelayanan IT, sedangkan aku gaptek, hahaha .... Setelah masuk dan berkecimpung, ternyata melayani di SABDA itu menyenangkan. Meski pelayanannya di bidang IT, ada banyak tugas yang bisa aku kerjakan.

Masa magang di SABDA penuh dengan segudang cerita dan pengalaman. Hari pertama, detik berjalan terasa sangat lambat (baca: bosan dan tertekan). Namun, setelahnya, waktu justru terasa berputar sangat cepat, sampai pada hari ini ketika aku menuliskan kisah untuk berbagi pengalaman. Aku paling menikmati waktu teduh kelompok tiap pagi (PA) dengan sharing berbagi cerita, pengalaman, dan beban, untuk kemudian bisa saling mendoakan. Jam makan siang juga sangat berkesan, loh. Walau menunya adalah menu sehari-hari yang sederhana, makan terasa nikmat di tengah canda tawa teman-teman semeja. Di sini, "fraternity" terjalin dengan erat.

"Manis jangan langsung ditelan, pahit jangan langsung dimuntahkan". Percaya saja, Tuhan menuntun dan menguatkan kita untuk berproses. Dengan pertolongan Tuhan, proses magangku di SABDA dapat diakhiri dengan baik. Harapanku, semoga keberadaanku selama 2 bulan kemarin dapat memberikan warna untuk SABDA dan terkhusus untuk rekan sekerja.

Terima kasih teman, selamat melayani.

Categories: PEPAK

Mengucap Syukur Bersama di YLSA

Tue, 12/01/2015 - 10:32

Oleh: Aji*

Hari raya Thanksgiving sebenarnya tak terlalu populer di Indonesia, tak banyak orang yang merayakan dan gaungnya tak begitu terasa di negeri ini. Hari raya itu lebih populer dirayakan di belahan bumi barat di kawasan Amerika Utara, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada, di mana pada saat itu keluarga-keluarga akan berkumpul dan mengadakan perjamuan makan tepat pada hari Kamis minggu keempat pada bulan November. Dalam perjamuan makan itu, mereka akan mengucap syukur atas segala berkat dan kehidupan yang telah Tuhan berikan. Tak lupa, mereka melengkapi perjamuan itu dengan menyantap daging kalkun yang merupakan simbol Thanksgiving. Situasinya tak jauh beda dengan di negara kita saat mudik Lebaran di mana akan ada banyak pawai dan festival di jalan-jalan, ada musim belanja dengan diskon besar-besaran, dan yang pasti ... macet! Ya, karena semua orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman.

Pada 26 November 2015, untuk pertama kalinya saya berkesempatan mengikuti tradisi perayaan Thanksgiving di YLSA. Awalnya, saya tak memahami apa urgensi YLSA merayakan Thanksgiving karena perayaan ini merupakan tradisi bangsa asing. Namun, saya mencoba berpikir bahwa ucapan syukur dapat dilakukan kapan pun, di mana pun, dan bahwa perayaan Thanksgiving hanyalah sebagai pengingat atas segala kemurahan Tuhan dalam hidup kita sehingga tidak ada salahnya hari itu dirayakan secara khusus dan menjadi satu momen tepat bagi YLSA dan kita semua untuk menaikkan rasa syukur kepada-Nya.

Perayaan Thanksgiving di YLSA tahun ini diawali dengan acara bersih-bersih kantor hingga tengah siang, pukul 12:00. Kegiatan itu dilakukan mulai dari membersihkan ruangan yang sehari-hari kami tempati, kemudian membersihkan perabotan/furnitur hingga perangkat keras komputer yang biasa kami gunakan. Beberapa posisi meja staf pun diubah supaya suasana kerja tidak monoton dan membosankan. Yang agak miris adalah fakta yang saya dapati, bahwa ruangan kantor dan sarana-prasarananya itu ternyata hanya dibersihkan satu tahun sekali. Terlalu minim untuk satu ruangan yang diisi dengan berbagai macam perangkat keras dan digunakan setiap hari oleh banyak staf. Bagaimanapun, aktivitas itu mengajarkan saya sesuatu yang terkait dengan Thankskgiving, bahwa mengucap syukur bisa dilakukan salah satunya dengan merawat aset-aset yang Tuhan telah percayakan kepada kita. Bahwa dalam kepedulian kita atas hal-hal yang kita miliki itulah tercermin penghargaan kita atas anugerah atau berkat yang sudah Tuhan berikan. Meminjam istilah "walk the talk", maka aktivitas itu setidaknya merupakan satu bentuk tindakan riil dari apa yang kami renungkan pada hari Thanksgiving.

Selepas beres-beres di dalam ruangan, kami kemudian bersama-sama menikmati santapan siang yang telah disediakan. Bersyukur sekali meski bukan daging kalkun melainkan daging ayam yang dihidangkan, porsi yang disediakan sangat besar dan cukup untuk kami semua, dan masih ditambah lauk-pauk yang lain. Ada satu hal yang unik yang saya temui dalam acara makan bersama karena beberapa teman saya mengambil kentang (mash potato) sekaligus nasi ke dalam piring dengan porsi yang sama banyak. Saya sendiri hanya mengambil mash potato sebagai pengganti nasi. Saya berpikir: "Apa bedanya antara nasi dan kentang? Itu sama dengan mengambil 2 porsi nasi yang sama besar dalam satu piring." Hm, sungguh sangat aneh. Tapi mungkin itulah uniknya orang Indonesia, mereka bilang kalau belum makan nasi belum makan namanya." Hehehe ....

Kenyang dan pulih dari rasa lelah, prosesi Thanksgiving kami lanjutkan lagi dengan persekutuan doa spesial. Hilda menjadi MC acara ini. Pada acara ini, saya mendapat tugas untuk menjelaskan sedikit tentang sejarah hari Thanksgiving, mengapa disebut hari mengucap syukur dan mengapa kadang-kadang hari Thanksgiving disebut sebagai hari kalkun atau 'Turkey Day'. Secara umum, saya merasa antusias mengikuti acara ini karena bisa memuji dan memuliakan nama Tuhan bersama saudara-saudara seiman dan berbagi kesaksian tentang hal-hal yang bisa kami syukuri sepanjang tahun 2015. Dari situ, saya juga berkesempatan untuk "melihat sekilas" kehidupan teman-teman saya yang selama ini belum saya ketahui, dan mungkin tidak akan saya ketahui jika tidak melalui sharing tersebut. Selain itu, ada juga permainan menarik yang saya sebut sebagai "meniru dan mengubah ekspresi" di mana setiap peserta harus meniru ekspresi peserta lain dan memodifikasinya sesuai kreativitas masing-masing untuk ditirukan oleh peserta berikutnya. Sangat menyenangkan, dan semua ini sukses dipandu oleh Hilda yang bersikap ramah dan interaktif sehingga sesi persekutuan ini berlangsung seru dan meriah. Nice job, Hil!

Ketika waktu sudah menjelang sore, kami sampai di penghujung acara. Pada tahap inilah, saya mendapat pelajaran yang paling berharga sekaligus juga tertegur ketika dikatakan bahwa terlalu mudah bagi kita mengucap syukur atas hal-hal yang baik. Pernyataan itu sangat tepat karena manusia secara natural menyukai kenyamanan hidup dan keberhasilan duniawi. Akan tetapi, kita sebagai pengikut Kristus, kita dituntut untuk memiliki kualitas karakter yang lebih dibandingkan dengan mereka yang bukan pengikut Kristus. Kita sebagai orang percaya juga dituntut untuk memikul salib yang jelas tidak identik dengan kesenangan. Jika demikian, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah: "masihkah kita bersyukur kepada Tuhan ketika Dia mengizinkan hal-hal buruk terjadi di sekeliling kita?" Bagaimana jika Tuhan mengizinkan sebagian dari proyek-proyek hidup kita gagal? Bagaimana jika Tuhan mengizinkan kepergian orang-orang yang kita cintai? Atau, bagaimana jika Tuhan tak menjawab doa-doa kita seperti yang kita harapkan? Masihkah kita mengucap syukur, atau justru kita bersungut-sungut menyalahkan Tuhan dan meninggalkan Dia? Karena itu, saya belajar bahwa mengucap syukur atas berkat yang Tuhan berikan itu mudah, tetapi perlu iman dan kedewasaan untuk tetap bersyukur pada Tuhan di masa kesusahan. Saya pun merasa masih harus belajar lagi tentang sikap bersyukur yang benar dan bagaimana mendewasakan iman agar bisa melakukan hal itu.

Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda bersyukur dalam segala situasi? Sudahkah Anda konsisten meski kondisi di sekitar Anda terus berubah? Saya rasa semuanya kembali pada diri kita sendiri bagaimana kita membentuk pandangan diri sendiri tentang mengucap syukur.

Akhir kata, saya ucapkan selamat hari Thanksgiving. Semoga hari mengucap syukur ini bisa mengingatkan kita kembali tentang betapa baiknya Tuhan dengan segala berkat yang telah Ia limpahkan bagi kita, dan betapa Tuhan menyertai hidup kita meski tidak selalu Dia menjawab setiap doa kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Categories: PEPAK

Komentar