Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 16 min 31 sec ago

YLSA di PPA Sambeng: Remaja dan Media Sosial

Mon, 12/15/2014 - 15:18

Pada tanggal 17 November, tim YLSA mendapat kesempatan pelayanan untuk siswa tingkat SMP di PPA Sambeng, Solo. Dalam surat yang diberikan kepada YLSA, pengurus PPA meminta kami memberikan semacam seminar mini kepada siswa di sana mengenai "Bahaya Media Sosial". Namun, ketika mempersiapkan materi ini, kami berpikir bahwa kami tidak akan semata-mata membahas bahaya media sosial, tetapi juga menanamkan dalam pikiran mereka bahwa media sosial bukanlah sesuatu yang harus mereka hindari, melainkan harus mereka gunakan untuk memuliakan nama Tuhan dan berguna bagi masyarakat.

Tim dari YLSA yang berangkat ke PPA Sambeng adalah saya, Yans, dan Ade. Saya bertugas untuk menyampaikan materi seminar, Ade sebagai pemandu "ice breaker", dan Yans menginstal Alkitab dan bahan-bahan lain ke HP para siswa yang hadir. Ada hampir 40 siswa SMP yang hadir sore itu. Beberapa siswa bahkan masih menggunakan seragam sekolah ketika acara dimulai pada pkl. 16.00. Setelah menyanyikan sebuah lagu dan dibuka dengan doa, saya mulai menyampaikan materi. Saya mengawali materi ini dengan memberitahukan posisi mereka dalam dunia digital saat ini. Para siswa SMP ini adalah para "digital native" atau suku asli era digital. Mereka lahir dan berinteraksi dengan peralatan digital. Dalam konteks Indonesia, mereka yang lahir setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal generasi digital native, tetapi bila ingin dikatakan sebagai sebuah generasi, mereka yang lahir setelah tahun 2000, merekalah penduduk asli dari sebuah dunia yang disebut dunia digital. Jadi, jika saat ini anak-anak SMP sangat dekat dengan mobile gadget, laptop, medsos, dan apa pun yang berhubungan dengan teknologi digital, hal tersebut merupakan sebuah kewajaran.

Namun, kewajaran itu bisa menjadi sesuatu yang tidak wajar ketika teknologi, terutama media sosial, tidak digunakan dengan bijaksana. Media sosial yang seharusnya bisa menjadi alat bantu bagi mereka untuk berekspresi di era modern ini, bisa menjadi jebakan yang berbahaya. Contohnya adalah ketika media sosial membuat mereka justru menjadi anak-anak yang antisosial dengan lingkungan nyata. Jika dalam dunia maya mereka punya teman yang banyak, belum tentu dalam dunia nyata, mereka punya kemampuan untuk bersosialisasi. Selain itu, media sosial juga bisa membuat mereka menjadi kecanduan sehingga melupakan semua hal yang seharusnya jadi prioritas hidup, seperti belajar, membantu orang tua, dsb.. Jika digunakan dengan sembarangan, melalui media sosial, mereka juga menjadi korban kejahatan, seperti penipuan, pemerasan, "bullying", fitnah, dsb.. Media sosial juga bisa membawa mereka menjadi remaja-remaja yang konsumtif, materalistis, dan memiliki pandangan hidup yang salah, yang tidak sesuai dengan pandangan hidup orang percaya.

Ya, media sosial bisa berbahaya! Namun, media sosial adalah sebuah kenyataan era ini. Generasi digital native tidak bisa dipisahkan dari media sosial karena itulah dunia mereka. Mereka memang sudah sewajarnya menggunakannya, tetapi harus digunakan dengan sikap dan cara pandang yang benar terhadap media sosial itu sendiri. Kesempatan ini merupakan waktu yang tepat untuk mengajak mereka menggunakan media sosial berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Media sosial tidak boleh menjadi segala-galanya dalam hidup mereka karena itu artinya media sosial bisa menggantikan kedudukan Tuhan dalam hati mereka, alias menjadi berhala. Ketika menggunakan media sosial, mereka harus ingat bahwa: "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun (1 Korintus 10:23). Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun (1 Korintus 6:12). Mereka bisa menggunakan media sosial, tetapi tidak semua aktivitas di media sosial itu boleh dilakukan, tidak semua aktivitas di media sosial itu berguna. Sebelum menggunakannya, mereka harus berpikir apakah aktivitasku di media sosial itu benar, bermanfaat, memberikan inspirasi, perlu, baik, dan yang terutama apakah itu memuliakan Tuhan? Dalam Filipi 4:8 tertulis, "Semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, disebut kebajikan dan patut dipuji, PIKIRKANLAH semuanya itu." Saya sungguh bersyukur karena bisa memberikan contoh-contoh bagaimana bisa menggunakan media sosial dengan benar dan memuliakan Tuhan. Membagikan kesaksian tentang kasih Tuhan, posting ayat-ayat firman Tuhan, atau posting foto-foto yang memberikan inspirasi moral yang baik kepada banyak orang, dan sebagainya. Mereka juga harus bijaksana menggunakan media sosial dengan lebih banyak terbuka kepada orang tua atau guru mengenai hal-hal yang mereka temukan dalam media sosial. Akhirnya, saya menutup dengan meminta mereka berkomitmen untuk menggunakan teknologi untuk kemuliaan Tuhan, IT 4 GOD!

Kami, tim YLSA, sungguh bersyukur bisa melayani remaja-remaja di PPA Sambeng. Mereka adalah generasi masa depan gereja dan bangsa. Oleh karenanya, YLSA sungguh rindu menjangkau anak-anak muda untuk menggunakan teknologi demi kemuliaan nama Tuhan. Jika bukan gereja dan anak-anak Tuhan yang menggunakannya, teknologi akan dipakai oleh iblis untuk membawa kita jauh dari kebenaran firman Tuhan. Generasi muda merupakan ladang yang subur untuk menanamkan pentingnya teknologi bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Melayani Eyang-Eyang di Komsel Bibis Luhur

Fri, 12/12/2014 - 14:23

Sore itu, tanggal 9 Oktober, sekitar pkl. 16.30, saya janjian bertemu dengan Pak Berlin dan Ayub di depan UTP (Universitas Tunas Pembangunan). Begitu bertemu, segera saja kami meluncur ke TKP, yaitu di salah satu kampung Bibis Luhur, tempat akan diadakannya persekutuan Kelompok Sel Gereja GBT El Shaday Sinongko Wilayah Karanganyar Barat. Di sana, kami akan mengadakan roadshow publikasi dengan mengisi renungan di acara persekutuan yang rutin diadakan oleh anggotanya setiap hari Kamis itu. Oh ya, Mei, salah satu teman kami, juga ikut datang untuk acara tersebut.

Belum ada orang yang datang ketika kami sampai. Hanya ada dua orang Bapak, yaitu Bapak Kiswanto dan Bapak Santoso, yang segera pergi ketika melihat kami datang. Lhooo??? Oh, ternyata, mereka pergi dengan mobil untuk menjemput anggota persekutuan. Kami berempat pun segera menyiapkan diri untuk mengisi acara, sebelum akhirnya mobil yang menjemput anggota persekutuan datang. Ternyata, kebanyakan anggota persekutuan itu adalah kaum wanita dan sudah berusia lanjut, di atas 60, bahkan 70 tahun. Itulah mengapa mereka perlu dijemput dengan mobil. Tidak lama kemudian, acara persekutuan segera dimulai setelah hampir semua anggotanya, yang berjumlah sekitar 20-an orang itu hadir. Doa, pujian, serta ruang kesaksian dari anggota persekutuan mengawali acara persekutuan, dan setelah perkenalan, tibalah giliran kami untuk menyampaikan materi.

Presentasi diawali oleh Pak Berlin yang memperkenalkan tentang Yayasan Lembaga SABDA. Karena kelompok persekutuan ini beranggotakan orang-orang yang sudah lanjut usia, maka nama YLSA tentu asing bagi mereka. Namun, Pak Berlin dengan usahanya yang maksimal berusaha menjelaskan tentang apa itu YLSA, dan dalam bidang apa YLSA bergerak melakukan pelayanannya di tengah-tengah ladang Tuhan. Tidak mudah memang menjelaskan sesuatu yang berbau teknologi informasi kepada mereka yang sudah sepuh dan mungkin malah tidak pernah bersinggungan sama sekali dengan dunia IT. Namun, dengan lebih menekankan kepada fungsi dan kelebihan dari produk-produk yang dimiliki YLSA, eyang-eyang serta Bapak dan Ibu yang hadir pun jadi lebih paham mengenai apa yang dimiliki dalam produk-produk pelayanan YLSA.

Setelah Pak Berlin selesai menjabarkan tentang YLSA dan produk-produk pelayanannya, giliran saya untuk memberikan renungan. Setelah dibuka dengan doa, saya pun mulai membawakan renungan yang bertema, "Siapa Setia, Mendapat Upah". Sesuai dengan misi roadshow publikasi yang kami selenggarakan, maka saya mengambil bahan-bahan untuk materi renungan tersebut dari materi publikasi yang ada di situs YLSA, yaitu dari renungan Alkitab SABDA dan bahan silabus PESTA. Tampaknya sih, eyang-eyang putri suka mendengar saya berceloteh selama sekitar dua puluh menit itu sebab mereka tampak manggut-manggut, bahkan ada yang menanggapi dengan panjang lebar mengenai kesaksian hidupnya sebagai respons dari renungan yang saya bawakan.

Setelah selesai menyampaikan renungan, kembali Pak Berlin mengambil alih acara untuk menekankan fungsi dari audio Alkitab serta dorongan untuk menggunakannya kepada para peserta yang hadir. Karena mereka akan kesulitan untuk menggunakannya, maka Pak Berlin dan teman-teman menyarankan agar mereka meminta bantuan dari anak, cucu, kerabat atau tetangga jika ingin mendengarkan Audio Alkitab dari kami. CD Audio Alkitab pun kami bagi-bagikan kepada sebagian peserta yang hadir, yang kebanyakan meminta CD Audio Alkitab Bahasa Jawa dan Terjemahan Baru (Indonesia). Tidak lama kemudian, acara persekutuan pun berakhir, dan kami pun pulang dengan membawa berkat baru dan pengalaman baru, yaitu bersekutu dan melayani eyang-eyang yang setia terhadap imannya di usia senja mereka.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

“Teknologi: antara Tuan atau Teman”

Thu, 12/11/2014 - 15:19

Bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan keluarga oleh beberapa gereja, termasuk GKI. Berkaitan dengan itu, gereja mengadakan berbagai acara yang berkaitan dengan keluarga, salah satunya adalah Sarasehan dengan tema "Teknologi: antara Tuan atau Teman", yang diadakan oleh GKI Sragen pada tanggal 25 Oktober 2014. Lalu, apa hubungannya dengan YLSA?

Bersyukur bahwa YLSA dipercaya untuk mengisi acara tersebut. Tepat rasanya karena YLSA memang Yayasan Kristen yang berkecimpung di dunia teknologi. Tema tersebut sedikit banyak mengindikasikan bahwa orang Kristen mulai concern terhadap perkembangan teknologi, dan yang lebih penting lagi, terhadap bagaimana gereja harus menyikapinya. Maklum, sampai hari ini pun, masih banyak gereja yang hanya membuka sedikit pintu, jika tidak bisa dikatakan benar-benar menutupnya, untuk teknologi masuk ke dalamnya.

Sore itu cuaca cerah; sekitar pukul 16.30, Hadi, Gunung, dan saya berangkat menuju Sragen dengan mengendarai motor. Saya senang karena dalam roadshow kali ini bisa mengajak istri dan seorang anak saya. Asyik juga berkendara di sore hari ... terlebih untuk melayani Tuhan

Kami tiba di GKI Sragen sekitar pukul 17.20, langsung mempersiapkan diri, dan membuka "booth" SABDA. Setelah sedikit berbicang dengan panitia, saya yang bertugas menyampaikan presentasi sedikit terkejut karena ternyata format acaranya bukan presentasi, melainkan diskusi panel dengan (seharusnya) tiga narasumber: dari bidang informatika, pengamat sosial, dan kekristenan. Akhirnya, saya pun harus menjalankan peran ketiga narasumber tersebut seorang diri, hanya ditemani moderator dari GKI Sragen, yaitu Pak Tri.

Selama sarasehan berlangsung, saya menyampaikan beberapa poin tentang perkembangan teknologi, pengaruhnya dalam masyarakat, dan sikap kita sebagai orang Kristen dalam menghadapi perkembangan teknologi. Kita bisa dengan cepat melihat adanya perubahan perilaku masyarakat sebagai dampak berkembangnya teknologi dengan melakukan pengamatan kecil di lingkungan sekitar kita. Orang-orang bermain HP saat nongkrong di HIK, mendengarkan musik dari HP saat berkendara atau naik angkot, anak-anak SD atau TK yang bermain games dari tablet, tukang-tukang becak yang mendengarkan radio/musik dari HP sembari menunggu penumpang, dsb.. Ini adalah pemandangan yang jarang kita lihat 5 sampai 10 tahun yang lalu. Jelas bahwa teknologi sudah sangat berkembang dan memengaruhi kehidupan manusia, terutama dalam hal interaksi dengan orang lain. Ada satu istilah yang mengatakan teknologi itu mendekatkan yang jauh, tetapi menjauhkan yang dekat. Itulah fenomena yang banyak kita lihat saat ini. Selain itu, saya juga menyampaikan beberapa bahaya lain yang dapat muncul karena ketidakbijakan dalam menggunakan perangkat dan layanan berbasis teknologi informasi saat ini.

Banyak penipuan, penculikan, perdagangan manusia, dsb. yang diawali dari interaksi melalui media jejaring sosial, banyak anak-anak mengakses situs-situs porno dari gadget mereka, banyak jemaat bermain HP sementara mendengarkan khotbah di gereja, dsb.. Tentu ini membutuhkan kearifan, terutama dari anak-anak Tuhan, untuk menyikapinya. Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah teknologi sering kali membuat seseorang memberhalakannya tanpa menyadarinya.

Namun, teknologi tentu memiliki nilai positif yang harus dimanfaatkan gereja untuk mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus. Inilah sikap gereja yang saya sampaikan dalam sarasehan tersebut. Teknologi dapat mengerjakan banyak hal untuk kita sehingga kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang lain. Kesempatan ini harus kita manfaatkan untuk membangun relasi yang baik dan berkualitas dengan orang tersebut, baik itu keluarga, tetangga, ataupun orang yang baru kita kenal. Selain itu, teknologi juga memudahkan kita untuk menyebarkan firman Tuhan kepada orang lain. Kita bisa memasang status tentang firman Tuhan di media sosial yang kita miliki, membuat video kesaksian yang kita unggah di internet, dan masih banyak lagi.

Meski ada perubahan format acara yang mengejutkan saya, tetapi saya bersyukur tetap bisa menyampaikan hal-hal tadi. Sekalipun ada situasi yang tidak kami prediksi, saya tetap bisa mendapatkan pelajaran dari pengalaman itu.

Memperjelas komunikasi antara pelayan dan pihak yang akan dilayani adalah pelajaran pertamanya. Seandainya saya menanyakan gambaran format acaranya sebelum berangkat, mungkin saya akan lebih siap. Pelajaran keduanya adalah kami, terutama saya, harus mempersiapkan diri dengan banyak kemungkinan. Jelas, tidak semua pelayanan akan berjalan seperti yang kita pikirkan dan rencanakan. Akan ada suatu saat ketika hal-hal berjalan di luar prediksi kita. Sebagai pelayan Tuhan, kita harus siap sedia pada segala waktu. Bagi saya, itu bukan perkara mudah, tetapi tetap harus diusahakan. Tentu akan menyenangkan menjadi seorang pelayan yang dapat dipakai Tuhan kapan saja, di mana saja, dan dalam situasi apa saja. Sayangnya, gambaran seorang pelayan yang seperti itu masih terlalu jauh dari diri saya ... banyak hal yang masih harus saya pelajari dan latih. Semoga pengalaman ini mengasah kami semua untuk menjadi seorang pelayan yang semakin diperlengkapi.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Roadshow PESTA di Persekutuan Oikumene Pemuda

Wed, 12/10/2014 - 09:58

Puji Tuhan! Sebelum menutup tahun 2014, divisi PESTA dapat mengadakan roadshow di Bedoyo, Mojogedang, Karanganyar, tepatnya di Persekutuan Pemuda Oikumene. Roadshow kali ini adalah roadshow yang kami lakukan dengan format yang berbeda. Kami menyampaikan tidak sebatas pada pengenalan PESTA, tetapi kami bereksplorasi dengan menyampaikan sebuah topik mengenai "Bertumbuh dalam Pengajaran Alkitab".

Sabtu, 15 November 2014, kami berangkat menuju lokasi. Tim yang berangkat adalah Mei, Mas Bayu, Pak Yoseph beserta istri, dan saya. Suasana hari itu, kota Solo mulai mendung. Kami berharap selama dalam perjalanan kami tidak kehujanan karena kami akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, kurang lebih sejauh 30 km, dan kami menggunakan sepeda motor. Kami bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan sehingga kami bisa tiba tanpa halangan di Gereja Persekutuan Injil Baptis Indonesia (GPIBI), tempat yang akan digunakan oleh Persekutuan Oikumene Pemuda.

Setibanya di sana, kami beramah-tamah dengan Pdt. Hary Natal, gembala sidang GPIBI, dan kami pun mulai menata tempat. Kami menata LCD yang digunakan untuk presentasi, "booth" SABDA yang akan digunakan untuk instalasi Alkitab, serta merapikan beberapa kursi. Menurut rencana, persekutuan akan dimulai pkl. 16.00, tetapi karena tidak lama setelah kami tiba hujan mulai turun, belum banyak pemuda yang datang sehingga acara dimulai tidak tepat waktu. Persekutuan Oikumene Pemuda di Mojogedang diikuti oleh pemuda dan remaja dari 16 gereja yang berada di daerah Mojogedang. Seharusnya, akan ada 50 pemuda dan remaja yang akan hadir, tetapi karena hujan, tidak semua peserta bisa hadir. Akhirnya, pkl. 16.30 persekutuan dimulai dengan 35 peserta.

Acara dibuka dengan pujian dan penyembahan, lalu pemimpin pujian memberikan waktu kepada saya untuk menyampaikan firman dengan topik "Bertumbuh dalam Pengajaran Alkitab". Kurang lebih selama dua minggu saya mempersiapkan materi, berlatih bersama staf YLSA, hingga merevisi bahan presentasi saya. Saya pribadi sungguh bersyukur dapat menyampaikan pemberitaan firman dan mengorelasikannya dengan kelas PESTA Online. Materi yang saya sampaikan saya awali dengan terminologi definisi "Bertumbuh", "Pengajaran", dan "Alkitab". Kemudian, saya menyampaikan sejarah Alkitab yang dimulai dengan gulungan Alkitab pada masa pra SM hingga tahun 1500. Perubahan terjadi ketika Johannes Guttenberg menemukan mesin cetak, dan Alkitab adalah buku pertama yang dicetak menggunakan mesin cetak Guttenberg tersebut. Pada abad 20, Alkitab Digital mulai ada dan dapat dimiliki oleh siapa saja, dapat dibaca di mana saja, serta kapan saja (Bible Everywhere). Saat itu, Alkitab dalam bentuk gulungan tidak dapat dimiliki oleh semua orang, hanya para imam yang dapat membacanya sementara jemaat hanya bisa mendengarnya. Begitu pula dengan Alkitab dalam bentuk cetak/buku, tidak semua orang memilikinya. Alkitab dalam bentuk buku paling banyak dimiliki oleh kaum rohaniwan. Memasuki abad 20, dengan teknologi yang terus berkembang, akhirnya Alkitab dapat hadir dalam versi digital seperti software Alkitab, aplikasi Alkitab, dan audio Alkitab.

Pada kesempatan ini, saya menyampaikan bahwa hidup orang Kristen harus berpusat pada Alkitab, artinya menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan kita, bukan sekadar menjalani hidup, tetapi aspek hidup kita hadir berdasarkan kepada kebenaran Alkitab. Sayangnya, tidak banyak orang Kristen yang suka membaca Alkitab dan menggumulinya setiap hari. Dari penyampaian materi ini, saya mendorong setiap pemuda dan remaja untuk mencintai Alkitab, memiliki waktu teduh untuk membaca Alkitab, dan lebih dari itu, mereka semua dapat bertumbuh dalam pengajaran Alkitab.

Lalu, apa hubungannya pengajaran Alkitab dengan PESTA? Apabila kebanyakan pemuda dan remaja berpikir bahwa belajar Alkitab itu susah, belajar Alkitab itu membuat pusing, dan sebagainya, kini kesulitan itu akan menjadi mudah dengan adanya Kelas PESTA Online. Dengan bergabung di kelas PESTA, setiap pemuda dan remaja akan sangat terbantu untuk belajar Alkitab dalam kelas diskusi, juga mudah untuk mengikuti hal-hal Alkitab yang dibagi dalam empat ranah teologi yaitu Sistematika, Biblika, Historika, dan Praktika. Melalui kelas PESTA, pemuda dan remaja dapat pula menjalin komunitas dengan sesama orang Kristen yang bertumbuh. PESTA menjadi jembatan bagi pemuda dan remaja untuk belajar dan bertumbuh dalam pengajaran Alkitab.

Kami sungguh bersyukur kepada Tuhan karena PESTA dapat melakukan roadshow dan berjejaring dengan pemuda dan remaja Kristen. Kami berharap, kami semakin dilecut untuk menjangkau pemuda dan remaja, memberi mereka tempat untuk belajar Alkitab, serta memotivasi mereka untuk senantiasa bertumbuh melalui kelas dan komunitas PESTA. Semoga kita semua dapat semakin melihat pentingnya Alkitab bagi kehidupan orang Kristen, dan biarlah Alkitab yang mendasari setiap aspek kehidupan kita, juga biarlah kita memiliki sikap hidup yang alkitabiah (Biblical Living).

Soli Deo Gloria!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Berbagi dengan Adik-Adik PPA di GKII Mojosongo, Solo

Fri, 12/05/2014 - 13:50

Seperti yang sudah disampaikan oleh Mbak Setya dalam blog Roadshow Divisi Publikasi YLSA, bulan Oktober lalu, tim publikasi menerima cukup banyak panggilan pelayanan ke beberapa gereja, sekolah, dan kelompok persekutuan. Selama ini, tim publikasi membagikan bahan-bahan publikasi elektronik YLSA dengan mengirimkannya kepada para pelanggan melalui email. Kini, kami memiliki kesempatan untuk bertatap muka dan membagikan bahan-bahan yang kami miliki secara langsung.

Kali ini, saya satu tim dengan Mbak Setya. Kami mendapat giliran untuk berbagi dengan adik-adik PPA (Pusat Pengembangan Anak) di GKII Mojosongo, Solo. Kala itu, saya diminta untuk menjadi pembicara dengan membawakan tema mengenai penginjilan kepada para peserta yang rata-rata duduk di bangku SMP dan SMA itu.

Tema mengenai penginjilan mungkin dirasa cukup "berat", apalagi jika disampaikan kepada anak-anak sekolah yang pada umumnya belum memikirkan tentang bagaimana membagikan Injil. Saya pun sempat memikirkan hal yang sama. Namun, topik ini sebenarnya sangat penting untuk dimengerti oleh semua orang Kristen, bahkan oleh anak-anak sekalipun. Saya, dengan dibantu oleh Mbak Setya, mencoba mempersiapkan materi yang akan kami sampaikan dengan mencari bahan-bahan di situs e-Misi yang memuat banyak artikel, kesaksian, renungan, dsb., mengenai pekerjaan-pekerjaan misi, baik di Indonesia maupun di dunia. Mencari materi tentang penginjilan yang sesuai dengan kebutuhan remaja memang tidak mudah. Namun, saya teringat dengan satu bahan penginjilan yang pernah saya dapatkan sewaktu saya masih melayani siswa di Yogyakarta. Bahan tersebut adalah "The Big Story Method", yang ditulis oleh James Choung. Saya pikir, bahan ini sangat bagus untuk remaja karena selain bahasan penginjilan dijelaskan melalui gambar, pesan penginjilan dijelaskan secara utuh, yaitu bahwa Injil bukan sekadar menerima janji keselamatan karena percaya kepada Yesus, tetapi juga panggilan untuk diutus bersama dan turut serta memulihkan dunia yang telah dikuasai oleh dosa. Akhirnya, saya pun siap menyampaikan materi tersebut, dan tentunya ditambah dengan beberapa bahan dari situs e-Misi.

Sore itu, saya dan Mbak Setya tidak berangkat berdua saja, tetapi ada Hilda dan Pak Yoseph yang membantu melayani instalasi Alkitab dan menjaga "booth" SABDA yang kami gelar saat itu.

Saya membuka acara dengan mengadakan "ice breaker". Saya mengajak mereka untuk menghafalkan ayat mengenai penginjilan dalam kelompok-kelompok. Wah ... seperti yang sudah saya duga sebelumnya, saya cukup kewalahan ketika meminta mereka bermain dengan sportif dan tertib. Namun, saya juga tertegun dengan beberapa adik yang menghafalkan ayat yang saya berikan dengan serius. Begitu pula saat mulai menyampaikan materi. Saya mencoba terus "merebut" perhatian mereka dengan banyak melakukan interaksi dan memberikan contoh-contoh riil dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Memang tidak dimungkiri bahwa ada beberapa anak yang cukup bandel dan sulit memerhatikan, tetapi siapa tahu kelak, di kehidupannya setelah dewasa, ia menjadi seorang penginjil yang membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Oleh karena itu, sembari menyampaikan materi, di dalam hati saya terus berdoa Roh Kudus bekerja dalam hidup anak-anak yang masih muda belia ini agar mereka dapat bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus. Saya berdoa saat dewasa nanti, mereka boleh menyatakan Injil keselamatan melalui setiap panggilan yang Tuhan percayakan kepada mereka. Amin!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

S.A.N.T.I.

Thu, 12/04/2014 - 16:02

Sejak tanggal 1 Desember yang lalu, Hadi, koordinator divisi ITS, sudah ingat akan ulang tahun Santi, koordinator divisi Komunitas. Setiap hari ia selalu berkata, "Eh, Santi, ulang tahun loh!" Dan, memang benar, Santi ulang tahun, tapi bukan tanggal 1, 2, atau 3 Desember, melainkan tanggal 4 Desember, yaitu hari ini! Jadi, seharusnya hari inilah hari yang tepat bagi Hadi untuk mengucapkannya kepada Santi... hehehe....

Dan, kami semua, seisi kantor, juga mengucapkan hal yang sama untuk Santi. Pada hari ulang tahun ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan dari nama panggilannya, ya.

S: Santi sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus karena...
A: Anugerah keselamatan telah diberikan kepadanya.
N: Namun, Santi sadar bahwa dalam anugerah itu,
T: Tugas besar sebagai pengikut Kristus menjadi panggilannya juga.
I: Itulah sebabnya, dia berada di SABDA saat ini, untuk menjawab panggilan Tuhan di ladang misi modern, menjadi bagian dari IT 4 GOD!

Saya sangat senang punya teman sepelayanan yang sangat bersemangat, serius, dan punya integritas dalam melayani Tuhan. Banyak suka dan duka yang juga ia alami selama mengikuti Kristus, tetapi saya bisa melihat kalau ia menjalani itu semua dengan penuh ucapan syukur dan berserah penuh kepada Tuhan. Salah satu harapannya dalam ulang tahun hari ini, ia bisa semakin bertumbuh dan lebih bersemangat lagi dalam melayani.

Santi juga termasuk wanita yang sangat memperhatikan keluarganya. Ia memiliki suami dan seorang bayi perempuan yang lucu, yaitu Garneta . Berkat Tuhan itu menambah semangatnya dalam melayani Tuhan. Ketika ia bercerita tentang Garneta, saya bisa melihat bukan hanya bibirnya yang tersenyum, tetapi juga matanya berbinar-binar . Santi juga sangat memperhatikan orang tuanya. Ia berdoa agar orang tuanya, di masa tua mereka, tetap kuat di dalam Tuhan, meskipun keadaan fisik sudah mulai menurun. Ya, saya bersyukur pula untuk Santi. Untuk ulang tahunya yang ke-30 hari ini, keluarganya, dan orang tuanya. Kiranya, Santi semakin dipakai Tuhan untuk hormat dan kemuliaan nama-Nya.

Met Ultah, ya Sannnn!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

YLSA pun Menggemakan Misi “Finishing The Task”

Thu, 12/04/2014 - 12:57

Oleh: Ayub*

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti seminar di sebuah Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Kristus Alfa Omega di Semarang. Acara yang diselenggarakan oleh lima lembaga pelayanan kaum muda Kristen, yaitu LPMI, IPN, Perkantas, Perspective, dan SVM2 ini mengangkat tema mengenai misi dengan judul "Finishing The Task". Pada acara tersebut, YLSA mendapatkan kesempatan untuk membuka "booth" SABDA.

Sabtu pagi, 15 November 2014, saya berangkat bersama dengan tim YLSA, yaitu Mas Benny, Mbak Wiwin, dan Hilda. Dalam perjalanan menuju ke Semarang, tiba-tiba ada masalah dengan mobil yang kami tumpangi sehingga mobil tersebut berhenti di tengah perjalanan. Saya sendiri cukup panik dan sempat berpikir bahwa kami mungkin tidak dapat mengikuti seminar tersebut. Namun, terpujilah nama Tuhan, pertolongan-Nya selalu terjadi di waktu yang tepat. Kami berupaya supaya memancing mesin bisa hidup dengan mendorong mobil dan mengisinya dengan oli mesin. Akhirnya, mesin hidup kembali dan dapat mengantarkan kami ke tempat yang akan kami tuju dengan tepat waktu.

Tiba di sana, kami mulai membagi tugas dan mempersiapkan booth SABDA. Rangkaian acara seminar ini meliputi empat sesi yang terdiri atas pameran, seminar, kapita selekta, dan KKR. Sesi pertama adalah pameran yang diisi oleh beberapa lembaga misi, pameran buku, kerajinan tangan, termasuk produk-produk YLSA, dan lain sebagainya. Tak lama setelah kami menata dan mencoba mengatur produk-produk YLSA di booth kami, beberapa orang sudah mulai berdatangan untuk melihat-lihat. Hari itu adalah pertama kalinya saya ikut melayani di booth SABDA. Bagi saya, ini bukan pekerjaan yang mudah dan saya sempat kebingungan karena para pengunjung memberikan berbagai pertanyaan tentang produk YLSA yang belum begitu saya ketahui, tetapi saya bersyukur ada Mbak Wiwin, Hilda, dan Mas Benny yang banyak memberikan penjelasan mengenai produk-produk YLSA.

Saya pribadi bersyukur ketika melihat antusias para pengunjung booth yang adalah anak-anak muda yang terbeban dengan pelayanan misi. Saya juga bertemu dengan beberapa orang tua yang berkunjung dan meminta bahan pada YLSA untuk pelayanan gereja. Sesi pameran ini berlangsung hanya satu jam sehingga belum banyak orang yang mengetahui keberadaan booth SABDA. Sesi kedua pun dimulai, yaitu seminar dengan judul "Biblical Perspective of Missions", yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Bagus Suryantoro. Setelah sesi pertama selesai, langsung dilanjutkan dengan sesi ketiga, yaitu kapita selekta. Kami pun sepakat untuk mengikuti masing-masing satu kapsel. Saya mengikuti kapsel suku-suku terabaikan. Mbak Wiwin dengan sesi edukasi misi, Hilda mengikuti sesi doa misi, sementara Mas Benny tetap tinggal untuk menjaga booth SABDA. Setelah sesi kapita selekta selesai, ada waktu bagi peserta untuk istirahat selama setengah jam, kami pun bergegas menuju booth dan mulai siaga di sana untuk kembali melayani pengunjung. Bersyukur booth SABDA kembali penuh dan beberapa pengunjung yang datang sebagian besar adalah mahasiswa, di antaranya ada yang dari UNDIP, UKA, STT Simson, dan pemuda-pemuda yang diutus oleh gereja-gereja. Sementara yang lainnya adalah beberapa hamba Tuhan dan penjaga booth lain di sekitar kami. Kami merasa senang karena ternyata masih banyak pemuda yang tergerak untuk melayani Tuhan dan memikirkan tentang gereja. Beberapa bahan CD yang kami bawa juga sangat dibutuhkan untuk membantu pelayanan mereka. Yang membuat kami lebih bersemangat adalah salah satu pengunjung, yaitu seorang bapak yang sedari awal terus berada di booth SABDA. Tanpa komando dari siapa pun, beliau mengajak anak-anak muda untuk mengunjungi booth SABDA dan menjelaskan produk-produk YLSA. Kami begitu bersyukur karena Tuhan memakai orang yang tidak kami kenal menjadi perpanjangan tangan kami untuk memperkenalkan dan membagikan produk pelayanan YLSA dengan sukarela.

Seusai istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi terakhir, yaitu KKR, yang dimulai pada pkl. 17.00. Pembicara pada sesi ini adalah Pdt. Dr. Bagus Suryantoro, yang kembali mengulas bahan di sesi seminar, di awal acara. KKR berlangsung sekitar 2,5 jam, dan diakhiri dengan tantangan yang diberikan kepada setiap pemuda untuk menjadi utusan misi di mana pun mereka ditempatkan dan mau dipersiapkan untuk menjadi seorang pembawa misi Allah. Setelah acara selesai, kami kembali ke booth. Ternyata, saat itu hanya booth SABDA yang tersisa karena yang lain sudah meninggalkan tempat. Puji Tuhan, beberapa orang masih berdatangan dan menggunakan kesempatan terakhir untuk meminta bahan-bahan YLSA dari kami. Setelah benar-benar selesai, kami membereskan bahan-bahan yang tersisa dan membawanya masuk ke dalam mobil, kemudian bersiap pulang. Sebelum pulang, kami makan malam terlebih dahulu dan mencari tempat makan yang dekat dengan gereja, tempat seminar diadakan. Sambil makan malam bersama, kami diminta untuk membagikan pelajaran apa yang sudah kami terima selama acara, khususnya saat mengikuti kapita selekta.

Saya sangat bersyukur bisa melayani bersama YLSA di luar kota untuk pertama kalinya. Secara fisik memang sangat melelahkan, tetapi saya pribadi mengucapkan syukur karena banyak pelajaran hidup yang saya dapat melalui seminar, KKR, terlebih dalam pelayanan bersama tim YLSA. Belajar bekerja sama, bercerita tentang pelayanan YLSA kepada orang lain, belajar menerima kritik, serta belajar untuk mengerti keadaan gereja-gereja saat ini yang terlihat melalui utusan-utusan pemudanya. Saya pun berpikir, pelayanan YLSA yang memperlengkapi pelayan Tuhan dan gereja-gereja tentu lahir karena kerinduan hati Allah. Dan, benar saja. Setelah kami membagikan pengalaman kami di Semarang dalam persekutuan doa staf pada hari Senin, Ibu Yulia, selaku pemimpin YLSA, juga mengungkapkan bahwa YLSA pun ada karena kerinduan untuk bermisi dan memperlengkapi gereja-gereja. YLSA diingatkan kembali untuk menggarap tugasnya dengan serius dalam melaksanakan misi, dan terus mengerjakan tugas dan tanggung jawab sebagai pembawa misi Allah di tengah era digital ini. Puji Tuhan, saya masih mendengar gema yang keras dari segelintir orang Kristen dan lembaga-lembaga Kristen yang memiliki kerinduan itu, menangkap kehendak Allah, dan menyadari tentang tugasnya sebagai utusan-utusan Allah di tengah dunia. Terima kasih Tuhan, Engkau masih memercayakan pelayanan, beban, dan tanggung jawab bagi jiwa-jiwa kepada kami. Tuhan Yesus memberkati.

*Ayub adalah staf YLSA divisi PESTA yang sedang menempuh masa percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Hore!! Pak “Editor YLSA” Berulang Tahun

Tue, 11/25/2014 - 14:26

Siang ini, semua staf YLSA bersyukur dan berdoa bersama untuk Bapak "Editor YLSA", yaitu Pak Berlin, yang saat ini genap berusia 36 tahun. Eitsss ... sebenarnya, ulang tahun Pak Berlin itu kemarin, Senin, 24 November 2014, tetapi karena ia tidak masuk, akhirnya acara ulang tahunnya kami rayakan bersama di hari ini. Pak Berlin sangat bersyukur karena selama melayani Tuhan di YLSA, ia merasa banyak bertumbuh dalam hal rohani dan wawasannya pun semakin bertambah. Pak Berlin berharap agar semua hal yang sudah ia terima di YLSA bisa diterapkan dalam kehidupannya dan bisa dijadikan berkat bagi orang-orang di sekitarnya.

Ada luapan syukur yang melimpah dari Pak Berlin karena ia merasakan bahwa Tuhan Yesus sungguh menyertai dan menolong kehidupannya selama ini. Ia berharap agar hidupnya dan keluarganya dapat senantiasa dipakai oleh Tuhan untuk memuliakan nama-Nya. Selain itu, Pak Berlin juga terus berdoa dan berharap agar bisa menjadi pemimpin keluarga yang takut akan Tuhan sehingga dapat menjadi teladan bagi keluarganya. Amin. Selamat ulang tahun ya, Pak Berlin. Teruslah berjalan bersama Tuhan setiap hari.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Selamat Ulang Tahun, Mbak Tika

Fri, 11/21/2014 - 14:18

Hari ini, tanggal 21 November 2014, adalah hari yang spesial untuk rekan pelayanan kami yang satu ini. Ia hobi menyanyi, penyuka musik, serta penyuka film dengan genre "action" dan kartun. Ia adalah salah satu staf divisi Komunitas dan text processing YLSA, yaitu Rostika Surya, yang akrab kami panggil dengan nama Tika. Hari ini Mbak Tika mendapat berkat yang luar biasa dari Tuhan karena usianya bertambah lagi satu tahun.

Bersyukur ia masih tetap semangat melayani Tuhan di Yayasan Lembaga SABDA selama lebih dari dua tahun. Pada saat kami bersekutu bersama, Mbak Tika telah membagikan pokok doanya. Kami pun bersama-sama berdoa bagi Mbak Tika, khususnya berdoa bagi ibu dan keluarganya yang ada di Kediri. Selain itu, kami juga bersyukur karena banyak pengalaman yang telah dialami oleh Mbak Tika selama melayani di YLSA, termasuk dalam hal keterampilan dan karakter yang terus diasah dan berkembang dalam satu tahun terakhir ini. Kami pun berharap, nantinya Tuhan akan memberikan jawaban atas setiap pergumulan pribadinya dan kerinduannya untuk melayani Tuhan lebih sungguh lagi.

Selamat ulang tahun ya, Mbak Tik tik tik... Semakin dewasa dan diperlengkapi Tuhan untuk melayani dan bertumbuh dalam Yesus Kristus. Semoga keluarga yang di Kediri juga diberi kesehatan dan berkat dari Tuhan Yesus. Amin.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Sekolah Alkitab Audio: Sekolah Alkitab untuk “Telinga” Anda

Thu, 11/20/2014 - 13:52

Dalam rangka ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA ke-20, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh YLSA, salah satunya adalah mempromosikan sebuah program audio, yaitu Sekolah Alkitab Audio atau SAA. Apa itu Sekolah Alkitab Audio? Sekolah Alkitab Audio atau SAA merupakan program audio untuk mempelajari firman Tuhan secara fleksibel, di mana saja, dan kapan saja, berisi 10 kursus program Survey Perjanjian Lama (90 topik), Survey Perjanjian Baru (90 topik), 172 topik penggalian Alkitab dari 4 kitab (172 topik -- Yohanes, Roma, 1 Korintus, dan Matius 4-7), serta Seri-Seri Hidup Kristen (75 topik).

Program SAA sendiri ditujukan untuk membantu orang-orang awam yang memiliki kerinduan mempelajari dan memahami firman Tuhan dengan lebih mendalam, tetapi terkendala oleh waktu, kesibukan, pekerjaan, atau keadaan-keadaan lain. Pendekatan devosional terhadap Alkitab serta pendalaman Alkitab yang menarik dalam SAA akan membantu mereka untuk belajar, bertumbuh, dan diperlengkapi oleh firman Tuhan. Selain itu, Sekolah Alkitab Audio ini juga akan sangat menolong para pemimpin kelompok PA, para lansia, orang-orang sakit, dan bagi orang-orang yang mengalami kesulitan membaca.

Selain di situs Sekolah Alkitab Audio Mini, program SAA juga bisa kita dapatkan dari produk DVD yang baru diluncurkan YLSA bulan ini, yaitu DVD Dengar Alkitab, DVD Konseling Kristen TELAGA, SD Card 8 GB TELAGA Anak, SD Card 8 GB Dengar Alkitab, dan USB Biblika 16 GB. Jika kebetulan YLSA tengah mengadakan "roadshow" di gereja atau komunitas pelayanan Anda, Anda bisa mendapatkan produk-produk tersebut di "booth" SABDA. SAA telah kami publikasi secara serentak melalui Facebook YLSA, Twitter, Instagram, serta di publikasi-publikasis YLSA yang dikirimkan kepada pelanggan melalui email. Semoga program SAA ini bermanfaat dan memberkati kita semua yang rindu untuk bertumbuh dan diperlengkapi dalam pengenalan akan firman Tuhan. Amin.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Sepenggal Cerita Kecil November dalam Sebuah Keluarga Besar YLSA

Tue, 11/18/2014 - 14:54

Oleh: Ayub*

Sabtu pagi, 1 November 2014, merupakan salah satu hari yang begitu berkesan dalam hari-hari saya. Beberapa hari sebelum tanggal ini, YLSA telah merencanakan sebuah acara bersama seluruh staf untuk bersekutu dan "refreshing" bersama. Mengingat, bulan Oktober bertepatan dengan ulang tahun YLSA yang ke-20 dan YLSA mengadakan serentetan kegiatan yang cukup padat, menyita banyak waktu, pikiran, dan juga tenaga. Sebelumnya, ada banyak usulan tempat wisata yang diajukan oleh setiap staf YLSA. Saat itu, melalui voting, suara terbanyak jatuh pada pilihan untuk pergi ke objek wisata air terjun Jumog yang berlokasi di Karanganyar. Panitia pun dibentuk, dan di bawah pimpinan Pak Yoseph sebagai ketua panitia, segenap panitia mengadakan pertemuan untuk membagi tugas, dan kemudian mulai memikirkan hal apa saja yang akan dikerjakan dalam acara tersebut.

Persiapan hari untuk piknik pun sudah cukup matang. Akan tetapi, setelah memikirkan beberapa pertimbangan, dua hari sebelum hari-H, kami semua sepakat untuk berpindah lokasi piknik ke objek wisata Cokro Tulung yang berlokasi di Klaten. Kami memulai keberangkatan dengan berkumpul di kantor YLSA pada pkl. 07.00. Para staf, beserta anggota keluarga yang ikut, berangkat dengan mengerahkan armada lima mobil dan tiga sepeda motor. Rombongan motor tiba di lokasi terlebih dahulu, kemudian disusul dengan beberapa rombongan mobil. Pak Yoseph dan beberapa staf lain pergi ke loket untuk mengurus tiket masuk, sementara yang lain mengawalinya dengan sarapan pagi di tempat parkir. Setelah semua selesai, kami bersama masuk ke area wisata tersebut.

Kesan pertama ketika saya masuk ke lokasi tersebut adalah menyenangkan dan tempatnya cukup sejuk. Kami berjalan menuju tempat yang sudah disiapkan bagi kami untuk berkumpul dan bersekutu bersama. Acara dimulai dengan ibadah bersama, kemudian merenungkan firman Tuhan kira-kira selama setengah jam. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan permainan ringan yang dipimpin oleh beberapa orang staf. Permainan yang diadakan memang sederhana, tetapi sangat hangat dan ramai karena semua antusias dengan permainannya. Semua staf turut bermain, bahkan Ibu Yulia, selaku pemimpin YLSA, juga turut bermain dan meramaikan acara tersebut. Di momen ini, saya melihat suasana yang sangat berbeda. Saya merasa bahwa kami semua adalah sama dan satu keluarga di dalam Kristus. Setelah permainan pertama selesai, acara dilanjutkan dengan perjamuan kasih. Kami semua menikmati makanan-makanan kecil yang sudah dibawa oleh masing-masing staf. Kemudian, semua staf kembali dilibatkan untuk mengikuti permainan dalam kelompok yang dipimpin oleh Mbak Arlin. Permainan kali ini cukup berat karena menuntut ketangguhan fisik. Permainan ini cukup memanas karena menuntut kerja sama yang solid dari masing-masing tim, pemikiran yang matang, dan mental yang siap diuji. Saking kompaknya, terjadi persaingan yang cukup sengit antarkelompok yang cukup melelahkan. Namun, menang atau kalah bukan masalah, karena tujuan sebenarnya adalah untuk semakin menjalin keakraban antarstaf dan menyegarkan diri.

Namun, kelelahan tersebut terbayar sudah ketika para staf diberi waktu untuk menikmati dan menenggelamkan diri di dalam sumber air yang jernih, dingin, dan segar di objek wisata tersebut. Memang, hanya sebagian saja yang ikut membasahi diri. Awalnya, saya tidak berniat membasahi diri, tetapi karena saya akan merasa rugi jika tidak mencoba, akhirnya dengan sedikit dorongan, tiba-tiba dari belakang saya terjerembap juga. Sangat menyenangkan berkumpul dan bermain di dalam air, juga berbincang-bincang dengan para staf senior YLSA. Saya melihat sisi lain dari diri mereka dan sebagian besar ternyata tidak seperti yang saya kira selama ini. Setelah selesai bermain air, kami pun segera berganti pakaian. Setelah selesai membereskan barang-barang, kami semua sempat berfoto bersama. Setelah itu, kami bersiap-siap menuju lokasi kedua yang tidak jauh dari lokasi pertama, yaitu sebuah pemancingan untuk makan siang bersama.

Rombongan sudah sampai di sana, kecuali saya dan partner saya, Mas Bayu. Kami tertinggal di belakang karena kami keluar paling akhir, kami mencoba menghubungi beberapa orang dan sempat bingung, tetapi pertolongan akhirnya datang juga sehingga kami bisa bergabung dengan yang lain. Beberapa orang sibuk memancing seraya menunggu pesanan makanan datang. Di situ, saya sempat berbincang dan melempar canda dengan beberapa teman, dan itu adalah hal yang berkesan bagi saya. Setelah pesanan makanan datang, semua keluarga YLSA dan anggota keluarga staf makan bersama dan menikmati hidangan tersebut. Setelah selesai makan siang, acara dilanjutkan dengan berkumpul kembali karena ternyata hari itu adalah hari terakhir bagi dua orang staf YLSA, yaitu Mas Yudo dan Mbak Arlin, yang melayani bersama kami di YLSA. Para staf memberikan pesan dan kesan kepada mereka. Tidak lupa, kami juga mendoakan pelayanan dan pekerjaan mereka selanjutnya. Acara pun selesai dan kami bersiap pulang ke rumah.

Acara ini telah memberikan cukup banyak kesan bagi saya. Saya benar-benar melihat kehidupan keluarga di YLSA, bukan sebagai rekan kerja saja, tetapi juga sebagai keluarga dan komunitas yang bertumbuh.

Walaupun saya masih terhitung sebagai staf baru di YLSA dan mungkin belum begitu mengenal staf lain, tetapi saya belajar banyak pada hari itu. Saya merasa mendapat penerimaan yang tidak selalu saya dapatkan, saya belajar untuk mengenal staf lain dari sudut pandang yang berbeda, saya bertemu dengan orang-orang baru karena beberapa staf membawa keluarganya. Lelah memang, tetapi telah tergantikan dengan sukacita dan pelajaran hidup yang hari itu saya rasakan. Tuhan memberkati.

*Ayub adalah staf YLSA divisi PESTA yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Peluncuran Alkitab Digital Aksara Jawa di @SABDA

Thu, 11/13/2014 - 13:12

Pada bulan Oktober, Yayasan Lembaga SABDA mengadakan serangkaian acara dalam rangka memperingati ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA yang ke-20. Oleh karena itu, YLSA telah menyusun jadwal untuk mengadakan serangkaian kegiatan, yang diadakan setiap hari Senin dan Rabu, sepanjang bulan Oktober. Kami menamai kegiatan tersebut "@SABDA". Setelah seluruh jadwal kegiatan diumumkan dan diedarkan kepada semua staf, saya tertarik dengan sebuah acara yang diadakan pada Rabu, 29 Oktober 2014, yaitu "@SABDA: Peluncuran Alkitab Aksara Jawa" karena saya adalah orang Jawa asli.

Banyak orang Jawa tidak bisa membaca "aksara"-nya sendiri. Bahkan, banyak orang mengetahui aksara Jawa sebatas ketika mengikutinya dalam pelajaran di sekolah, termasuk saya. Saya mengetahui dan bisa membaca aksara Jawa karena itu merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus diikuti pada waktu saya masih sekolah (SD s.d. SMA). Peluncuran Alkitab Aksara Jawa di acara @SABDA ini sangat memberkati saya. Acara ini telah menumbuhkan kembali rasa cinta dan rasa bangga akan warisan bangsa yang sangat bernilai. Selain itu, dalam presentasinya, Mas Kusuma juga menjelaskan proses penerjemahan yang disampaikan secara urut. Mulai dari penerjemahan Alkitab Aksara Jawa yang pertama pada tahun 1829 hingga saat ini, era teknologi ini, Yayasan Lembaga SABDA menerapkan Alkitab Aksara Jawa dalam format "digital".

Saya terheran-heran dengan pekerjaan Tuhan bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya dalam proses penerjemahan Alkitab Aksara Jawa ini. Sebab, membaca dan menulis aksara Jawa bukanlah hal yang mudah. Untuk menghafalkan huruf-huruf serta tanda baca dalam aksara Jawa diperlukan ketepatan menulis supaya tidak terjadi kesalahan dalam pembacaannya. Uniknya, penerjemahan Alkitab ke dalam aksara Jawa pertama kali justru dilakukan bukan oleh orang Jawa dan juga bukan orang Indonesia. Alkitab Aksara Jawa pertama kali diterjemahkan oleh Gottlob Brückner yang merupakan utusan dari London Missionary Society, bersama dengan Joseph Kam dan John Supper. Brückner menjadi pendeta di Semarang dan berhasil menerjemahkan kitab-kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jawa (tahun 1829). Terjemahan tersebut merupakan terjemahan yang paling awal dalam sejarah terjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah di Nusantara. Dalam proses pencetakannya, Brückner juga harus mencetaknya di Serampore, India, karena pada saat itu belum ada percetakan di Jawa. Di sana, Brückner yang bekerja sama dengan percetakan Baptist Missionary Society juga membuat cetakan aksara Jawa dan tata bahasa Jawa untuk pertama kalinya, yang kemudian dibawanya kembali ke Jawa. Selain itu, ia membawa lebih dari dua ribu eksemplar Alkitab dalam bahasa Jawa, dua puluh ribu traktat, kertas cetak, serta cetakan aksara Jawa.

Jika orang asing saja rindu untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam aksara Jawa, bagaimana dengan kita? Kekayaan budaya aksara Jawa ini sangat layak untuk kita lestarikan. Oleh karena itu, YLSA yang bergerak dalam bidang pelayanan teknologi berinisiatif untuk meluncurkan Alkitab Digital Aksara Jawa. Alkitab Aksara Jawa dalam format digital ini dapat menjadi berkat bagi para pembaca Aksara Jawa di Indonesia dan mendorong kita untuk menyebarkan firman-Nya dengan menggunakan bahasa dan aksara Jawa bagi kemuliaan nama Allah. Saat ini, Alkitab Digital Aksara Jawa memang belum bisa Anda dapatkan secara daring (online), tetapi Anda bisa memesan CD Alkitab Aksara Jawa melalui YLSA.

Dari peluncuran Alkitab Digital Aksara Jawa ini, selain menumbuhkan kembali rasa bangga terhadap budaya Jawa, saya jadi tahu bahwa Alkitab bukan hanya diterjemahkan ke dalam bahasa masyarakat mayoritas, seperti bahasa Melayu atau Indonesia, tetapi juga ke dalam bahasa suku, dan bahkan ke dalam aksara Jawa. Terima kasih YLSA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

SABDA, “Digital Bible Engagement”, dan Katalis Forum

Wed, 11/12/2014 - 13:58

Bulan Oktober menjadi bulan yang cukup padat di YLSA. Selain merayakan ulang tahun SABDA ke-20 dengan meluncurkan produk-produk baru dan mengadakan "Hangout @SABDA", beberapa jadwal pelayanan juga sudah menanti. Kami bersyukur untuk setiap pelayanan ke luar yang telah Tuhan percayakan kepada kami, dan kami pun selalu berdoa agar pelayanan SABDA dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang kami temui.

Pada bulan Oktober ini, salah satu mitra YLSA, yaitu Renungan Harian, ternyata juga merayakan hari jadinya yang ke-36. Oleh karena itu, pada Kamis - Sabtu, 16 - 18 Oktober 2014 yang lalu, Renungan Harian yang dinaungi oleh Yayasan Gloria ini menyelenggarakan sebuah acara bertajuk "Katalis Forum 2014 on Spiritual Formation". Acara ini digarap dalam format presentasi oleh 14 narasumber, enam pelatihan/lokakarya pascaforum, dan pameran oleh lebih dari 20 lembaga. Nah, pada kesempatan yang indah ini, Ibu Yulia, selaku ketua Yayasan Lembaga SABDA, dipercaya menjadi salah satu narasumber dan mempresentasikan satu topik, yaitu "Digital Bible Engagement". Dan, tak ketinggalan, "booth" SABDA juga ikut meramaikan pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan acara tersebut.

Acara diadakan di GBI Aletheia, Yogyakarta. Saya, sebagai staf YLSA asli kota Yogyakarta, diminta bergabung dengan tim SABDA untuk berangkat ke acara tersebut. Dalam hati, saya merasa sangat senang karena bisa pulang lebih cepat minggu ini, tetapi selain itu, saya juga menyadari bahwa ini menjadi sebuah kesempatan pelayanan yang harus saya kerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Bu Yulia berangkat lebih dulu ke Yogyakarta, yaitu pada Rabu siang, sementara saya pulang pada Rabu malam. Lalu, Kamis pagi, tim yang menyusul adalah Khenny dan Mbak Wiwin. Dan, terakhir pada Kamis siang menjelang sore, Mas Hadi pun tiba di lokasi. Setelah semua berkumpul di "basement" GBI Aletheia, kami segera menyusun produk-produk SABDA dan peralatan instalasi Alkitab di meja "booth" yang sudah disiapkan oleh panitia. Singkat cerita, kami sangat bersyukur karena mendapat cukup meja untuk men-display semua produk SABDA dan peralatan yang sudah kami bawa.

Pagi itu, saya dan Mbak Wiwin mendapat kesempatan untuk menyaksikan presentasi Bu Yulia. Sebenarnya, Bu Yulia sudah membawakan materi "Digital Bible Engagement" di salah satu acara @SABDA, tetapi karena waktu itu saya tidak hadir, saya merasa beruntung bisa mendengarnya secara langsung dari Bu Yulia di Katalis Forum ini (yeey!:D). Presentator hanya diberi waktu 30 menit untuk menyampaikan materi dan dalam kurun waktu tersebut, saya merasa diberkati dengan konsep yang baru saya dengar ini. Ternyata, "Digital Bible Engagement" menjadi sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap pribadi yang mengaku dirinya orang Kristen. Kita diajak untuk tidak hanya meyakini bahwa Alkitab itu benar, tetapi juga berkomitmen untuk menghidupi kebenaran Alkitab tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini Alkitab bisa diakses di mana dan kapan saja. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melibatkan Alkitab dalam setiap aspek kehidupan kita. YLSA pun turut berupaya memfasilitasi setiap orang Kristen untuk menikmati Alkitab dengan menyediakan Alkitab di perangkat komputer dan "mobile" yang dimiliki, serta bahan-bahan bermutu yang sangat kita perlukan, baik bahan-bahan untuk studi Alkitab maupun bahan-bahan untuk bidang-bidang pelayanan Kristen.

Setelah itu, saya dan Mbak Wiwin segera turun dan menuju ke "booth" sebelum sesi selesai, dan waktu bagi para peserta untuk berkunjung ke pameran tiba. Khenny yang telah siap di bagian instalasi Alkitab ternyata sudah memulai pelayanannya kepada para pengunjung "booth" pertama, yaitu satpam, koster gereja, dan beberapa penjaga "booth-booth" lain yang ada di sana. Jam istirahat pertama adalah jam paling ramai sehingga pada jam itu, kami tidak henti-hentinya melayani para pengunjung. Saya pun turut antusias menjelaskan beberapa produk yang ada, termasuk produk baru SABDA, yaitu DVD Dengar Alkitab dan DVD Konseling Kristen TELAGA, serta bahan-bahan SD Card-nya. Selain itu, kami juga menjelaskan aplikasi Alkitab untuk Android yang sudah bisa di-install di "gadget" para pengunjung, yaitu Renungan PSM dan Alkitab Karaoke versi Beta. Selama dua hari, kami melayani para peserta Katalis Forum di "booth" SABDA. Senang bisa berjumpa dengan orang-orang yang mencintai firman Tuhan dan rindu pelayanannya diperlengkapi dengan produk SABDA. Puji Tuhan, pelayanan "booth" SABDA pada hari pertama dan kedua dapat berjalan dengan lancar.

Hari Sabtu, 18 Oktober, adalah hari terakhir tim SABDA melayani di Yogyakarta. Kali ini, pihak penyelenggara memfasilitasi kami untuk mengadakan pelatihan Software SABDA yang dibawakan langsung oleh Ibu Yulia. Acara pelatihan dimulai pukul 13.00 dan dihadiri oleh 22 peserta. Bersyukur pelatihan berjalan dengan baik walaupun beberapa peserta tidak bisa ikut sampai selesai karena harus kembali ke kota mereka masing-masing. Saya sangat salut melihat seorang ibu yang sudah tidak muda lagi, tetapi sangat mahir mengoperasikan laptop. Saya juga senang melihat antusiasme seorang peserta yang sudah terlanjur membeli banyak buku biblika dan kaget karena ternyata semua buku itu sudah ada di dalam Software SABDA. Belum lagi, salah satu peserta yang memberi kesaksian bahwa ia merasa sangat beruntung telah mengikuti pelatihan ini. Saya sungguh bersyukur mendengar kesaksian dari para peserta pelatihan. Akhirnya, pelatihan usai pada pukul 16.30. Kami masih sempat melayani beberapa peserta yang ingin mendapatkan instalasi Alkitab, dan setelah semuanya selesai, kami segera membereskan perlengkapan dan peralatan yang ada.

Akhirnya, pelayanan di Katalis Forum dapat kami selesaikan dengan baik. Ketika ditanya, "Gimana, capek ga?", saya pun menjawab, "Ya, capek, tapi sukacita." Benar. Saya bersukacita karena bertemu dengan banyak orang yang mencintai Tuhan, Alkitab, dan pelayanan-Nya. Bagi saya, SABDA dan "Digital Bible Engagement" adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. SABDA hadir untuk mewujudkan adanya "Bible everywhere". Namun, semoga kita tidak puas hanya dengan menerima produk-produk SABDA atau mendapat Alkitab digital di "gadget" kita masing-masing, tetapi memutuskan untuk menghidupi setiap perkataan firman-Nya yang tertulis di dalamnya.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

@SABDA: (Digital) Bible Engagement

Tue, 11/11/2014 - 15:37

Bulan Oktober merupakan bulan peringatan hari ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA ke-20. Untuk itu, bulan Oktober kemarin diisi dengan serangkaian aktivitas yang dinamakan dengan @SABDA, yang diselenggarakan setiap hari Senin dan Rabu, pukul 18.30 - 21.00.

Pada tanggal 13 Oktober 2014, saya mengikuti salah satu acara @SABDA bertajuk "(Digital) Bible Engagement". Topik ini juga dibawakan oleh Ibu Yulia pada acara ulang tahun Renungan Harian [;link] yang ke-36 tahun, yang dikemas dalam acara "Katalis Forum". Saya mengikuti acara ini karena saya tertarik dengan topik yang dibawakan. Sebelumnya, saya berpikir mengapa ada "pertunangan" dengan Alkitab? Bagaimana menjalin "pertunangan" dengan Alkitab? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul di kepala saya sehingga saya sangat ingin mengikuti acara ini.

Ibu Yulia, sebagai presentator, membawakan topik ini dengan sistematis dan dengan penjelasan yang bagus. Dimulai dari definisi istilah, sejarah, bentuk, akses, serta peran SABDA dalam menggerakkan "Bible Engagement". Kata "engagement" yang biasanya diterjemahkan sebagai "pertunangan", ternyata mengacu pada sebuah relasi yang lebih serius dan adanya komitmen antara dua pihak. Begitu pula kita dengan Alkitab. Sebagai orang Kristen, apakah kita sudah sungguh-sungguh membaca dan mengenal firman Tuhan? Apakah kita sudah memiliki komitmen untuk melakukan firman-Nya yang tertulis di dalam Alkitab dalam kehidupan kita? "Bible Engagement" memiliki padanan frasa yang lainnya, yaitu "Bible Discipline". "Bible Engagement" sebenarnya adalah sebuah proses menuju pendisiplinan diri dan hidup yang menghidupi kebenaran firman Allah, yaitu Alkitab. Dalam sejarah, "Bible Engagement" dibagi dalam tiga periode yaitu:

1. Pra sM - 1500 M: Alkitab Gulungan
2. 1500 M - 2000 M: Alkitab Cetak
3. 2000-an: Alkitab Digital

Sebelum Guttenberg menemukan mesin cetak, Alkitab tidak dapat dibaca oleh banyak orang. Hanya kaum rohaniwan, klerus (golongan rohaniwan), dan orang kaya yang bisa memiliki dan membaca Alkitab. Namun, pada awal abad ke-15, Guttenberg menemukan mesin cetak sehingga Alkitab dapat dicetak dalam jumlah yang lebih banyak. Akhirnya, setelah gerakan reformasi, Alkitab dapat dimiliki oleh banyak orang. Kini, kita hidup di abad "postmodern", dan bukan merupakan hal yang sulit lagi untuk memiliki Alkitab. Alkitab hadir dalam format digital sehingga kita bisa belajar, bertumbuh, dan menggumuli firman Tuhan kapan saja dan di mana saja. Lalu, mengapa Bible Engagement harus dilakukan? Jawabannya adalah:

1. Supaya kita mengetahui tentang Allah secara benar.
2. Supaya Alkitab menjadi standar kebenaran.
3. Supaya Alkitab menjadi petunjuk untuk hidup sesuai dengan rencana Allah.

"Bible Engagement" sangatlah penting bagi setiap orang Kristen. Kehidupan kristiani tidak lagi sekadar hidup, tetapi hidup yang berpusat pada Alkitab dan digerakkan oleh Alkitab. Pada kesempatan ini, Ibu Yulia juga menyampaikan metode-metode dalam "Bible Engagement", yaitu: Hearing, Reading, Studying, Meditation, Memorization, Prayer/Songs, Doing/Application, dan Preaching. Metode-metode ini merupakan metode klasik yang dilakukan oleh gereja dalam melakukan "Bible Engagement".

SABDA juga memiliki metode serupa untuk melakukan "Bible Engagement". Metode ini dikenal dengan metode "SABDA". Apa itu metode SABDA? Metode ini adalah cara untuk melakukan pendalaman Alkitab dengan lima langkah, yaitu:

S: Simak
A: Analisa
B: Belajar
D: Doa/Diskusi
A: Aplikasi

Selain memiliki metode, SABDA juga telah mendukung penyebaran Alkitab dalam format digital, sesuai dengan visi SABDA, yaitu "Bible Everywhere" melalui situs-situs, dan juga menyediakan Software Alkitab SABDA yang berisi bahan-bahan Biblika yang sangat lengkap untuk menolong setiap orang Kristen mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya sekarang, maukah kita mengambil komitmen dan keputusan untuk mendisiplin hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah? Maukah kita melakukan "pertunangan" dengan Alkitab sehingga hidup kita berpusatkan pada Alkitab? Mari kita mulai melakukan Bible Engagement, dan biarlah kita mengalami dan menikmati pertemuan dengan Tuhan melalui firman-Nya.

Soli Deo Gloria!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Roadshow SABDA di Persidangan Umum Ke-X GKAI

Tue, 11/11/2014 - 14:28

Hari itu, tanggal 15 Oktober 2014, YLSA memiliki jadwal pelayanan untuk roadshow di acara Persidangan Umum ke-X GKAI (Gereja Kristen Alkitab Indonesia) yang bertempat di sebuah hotel di Tawangmangu. Tim yang berangkat kali ini adalah Pak Gunung, Mbak Evie, Yans, dan saya sendiri. Seperti biasa, sebelumnya kami mempersiapkan barang-barang yang kami perlukan untuk "booth" SABDA dan instalasi Alkitab bagi para peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Kami berangkat dari kantor pkl. 12.30 dan tiba di tempat tujuan pada pkl. 14.30 WIB. Selain membuka "booth", YLSA juga mendapat kesempatan untuk memberikan presentasi mengenai pelayanan YLSA selama 30 menit. Jadi, ketika tiba di tempat, Mbak Evie dan Yans segera mempersiapkan diri dan menyalakan laptop agar ketika waktu presentasi tiba mereka sudah siap dan tidak terburu-buru. Mbak Evie bertugas sebagai presentator dan Yans sebagai operator. Pkl. 15.00, Mbak Evie telah diminta panitia untuk melakukan presentasi. Presentasi yang diberikan adalah penjelasan tentang YLSA dengan memutar sebuah video. Setelah itu, dijelaskan pula mengenai DVD Library SABDA Anak 1.2, DVD Konseling Kristen TELAGA, DVD Dengar Alkitab, SD Card TELAGA ANAK, dan SD Card Dengar Alkitab. Puji Tuhan! Presentasi berjalan dengan baik dan semua materi yang disiapkan dapat dijelaskan kepada peserta sesuai waktu yang diberikan.

Saya mendapat tanggung jawab untuk mengurus booth SABDA. Ketika Mbak Evie, Yans, dan Gunung ada di ruang pertemuan, seorang ibu dari pihak panitia datang dan mengatakan bahwa meja yang dipasang untuk "booth" SABDA terlalu maju sehingga menghalangi jalan. Beliau memberi saran agar meja tersebut dimundurkan sampai ke dekat tembok. Bersyukur saat itu ada Arkha, mantan staf YLSA, yang ternyata ikut melayani sebagai tim musik pada acara tersebut sehingga dapat membantu kami memindahkan "booth". Namun, sebelum booth selesai dipindahkan, ternyata para peserta sudah mulai turun dan mulai memadati area "booth" SABDA. Kami pun bergegas agar bisa segera melayani peserta. Bersyukur untuk pertolongan Tuhan melalui ibu yang tadi meminta kami memindah meja. Sebab, tidak bisa dibayangkan jika "booth" tetap di posisi semula, tentunya kami akan kewalahan untuk melayani para peserta yang akan datang dari arah belakang "booth".

Tak lama kemudian, Yans, Mbak Evie, serta Pak Gunung datang dan mengambil posisi masing-masing untuk melayani peserta. Mbak Evie pada bagian instalasi Software SABDA di laptop, Yans melayani di bagian SD Card serta produk-produk DVD, Pak Gunung di bagian instalasi handphone, sementara saya di bagian CD-CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Peserta yang datang berasal dari berbagai macam suku dan daerah di Indonesia, mulai dari suku Jawa, Batak, Nias, Kalimantan, Rote, sampai dengan Papua. Saya terkesan dengan respons dari peserta. Mereka begitu bersemangat dan bersyukur ketika mengetahui bahwa waktu mereka pulang ke daerahnya, mereka bisa membawa begitu banyak bahan untuk memperlengkapi mereka dalam pelayanan. YLSA menjadi alat Tuhan untuk menolong para hamba Tuhan yang mengalami kesulitan dalam mengakses atau mendapatkan bahan-bahan Kristen di daerah mereka. Terpujilah Tuhan!

Pelayanan booth SABDA terus berlangsung hingga pkl. 21.00. Sekitar 60 handphone dan beberapa laptop milik peserta telah berhasil kami "instal" dengan bahan-bahan dari SABDA. Setelah para peserta mulai pulang, kami pun bersiap-siap membereskan booth untuk segera kembali ke Solo. Saya berdoa semoga produk-produk tersebut dapat menjadi alat untuk memuliakan nama Tuhan dalam setiap pelayanan para peserta ke depan, di daerah mereka masing-masing.

IT 4 GOD. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Kalender YLSA

Mon, 11/10/2014 - 16:56

Bulan Oktober merupakan salah satu bulan yang bersejarah bagi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Mengapa? Karena pada bulan tersebut, Yayasan Lembaga SABDA berulang tahun. Untuk tahun ini, YLSA berulang tahun yang ke-20. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan untuk merayakannya. Semua staf tidak ada yang tidak terlibat dan semua ikut sibuk. Untuk memudahkan melihat jadwal kegiatan yang banyak itu, maka kami memasang "Kalender YLSA" di situs YLSA dengan menggunakan fitur Google Calendar.

Apa Google Calendar itu? Google Calendar adalah sebuah aplikasi web dari Google yang digunakan untuk membantu mengatur atau mengelola kegiatan. Kegunaan kalender ini ternyata bukan hanya untuk staf saja, melainkan melalui kalender yang bisa dipasang untuk umum ini, memungkinkan YLSA berbagi informasi dengan para pendukung dan sahabat YLSA tentang kegiatan-kegiatan yang akan YLSA adakan. Dengan demikian, mereka tidak hanya bisa melihat dan mengikuti, tetapi terutama bisa berdoa untuk pelayanan yang sedang YLSA kerjakan. Kelebihan lain, aplikasi ini cukup mudah digunakan, terutama untuk menambah maupun mengedit kegiatan yang ada.

Dari "SABDA Google Calendar" yang ada di situs YLSA ini, pengunjung bisa melihat padatnya kegiatan-kegiatan HUT YLSA yang ke-20, di antaranya seminar, diskusi, roadshow, nonton bareng, serta peluncuran-peluncuran produk baru dari SABDA. Kalender ini akan terus dipasang supaya kegiatan-kegiatan YLSA seterusnya bisa diinformasikan. Silakan, berkunjung ke Kalender YLSA dan kami berharap bisa berbagi beban pelayanan sehingga Anda bisa berdoa bagi pelayanan Yayasan Lembaga SABDA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Situs Produk SABDA

Mon, 11/10/2014 - 15:05

Oleh: Wiwin*

Hallo Sahabat SABDA!

Kembali Wiwin hendak berbagi informasi seputar SABDA. Segala pujian bagi Tuhan Yesus. Tanggal 10 Oktober kemarin, akhirnya hasil kerja keras Kusuma Negara dan saya (hanya sebagai asistennya lho ) untuk menyusun informasi lengkap tentang produk-produk SABDA bisa diluncurkan. Informasi tentang produk apa saja yang pernah diluncurkan oleh SABDA dapat dibuka di situs SABDA Labs, tepatnya di halaman Produk SABDA.

Situs tersebut berisi informasi tentang produk-produk SABDA, yaitu CD, DVD, dan produk dari SABDA lainnya, yang telah disebarkan kepada masyarakat Kristen di seluruh Indonesia. Produk-produk tersebut berupa CD Software SABDA, CD Audio Alkitab dalam berbagai bahasa, DVD Library Anak, berbagai jenis USB SABDA bahan-bahan kekristenan (biblika), termasuk beberapa produk baru yang telah diluncurkan tepat pada hari ultah SABDA ke-20 tanggal 1 Oktober yang lalu, yaitu DVD Konseling, DVD Dengar Alkitab, dan bahan-bahan kekristenan yang dibagikan melalui SD Card.

Dengan mengunjungi halaman-halaman tersebut, Anda akan mendapatkan informasi lengkap tentang produk, daftar isi, petunjuk/cara pemesanan, serta cara penggunaan, baik DVD, USB, maupun SD Card dari SABDA. Informasi produk SABDA ini diluncurkan dengan tujuan agar para pengguna dapat memilih produk-produk SABDA sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu, halaman ini juga memberi informasi tentang cara untuk memesan dan cara menggunakan produk-produk SABDA. Kami berharap halaman produk ini dapat berguna dan menjadi berkat bagi Anda! Kami rindu produk-produk SABDA menjadi alat bagi pengguna untuk semakin bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Nah, untuk mengetahui lebih detail tentang produk-produk SABDA, ayo kunjungi halaman tersebut. Tuhan memberkati!

*Wiwin adalah staf magang YLSA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

1985, 7 November…

Fri, 11/07/2014 - 15:33

Oleh: Ayub*

Di awal pembukaan persekutuan doa yang biasa diikuti oleh staf YLSA setiap hari Jumat pkl. 11.00 di "training room" Griya SABDA, kami mendengar Pak Berlin, yang menjadi MC pada persekutuan hari ini, mengajak kami bersama-sama menyanyikan lagu "Happy Birthday" untuk salah satu rekan kami yang hari ini berulang tahun. Bersyukur atas kebaikan Tuhan terhadap Yayasan Lembaga SABDA dan setiap staf SABDA karena hari ini, 7 November 2014, koordinator divisi Multimedia YLSA, Lucia Ratih Puspitasari atau dikenal dengan nama Mbak Lusi, bertambah usia yang ke-29 tahun. Seperti biasa setiap peserta memberikan selamat kepada yang ditambahkan umurnya. Suasana kekeluargaan pun terasa ketika melihat setiap staf memberikan salam kepada Mbak Lusi.

Pada kesempatan ini, Mbak Lusi pun mensharingkan kepada kami tentang rasa syukurnya karena bisa merasakan anugerah Tuhan. Ia bersyukur karena tahun 2014 ini ia bisa menikah. Dan, di momen ulang tahunnya yang ke-29 ini, ada harapan yang sangat sederhana, tetapi mendalam bagi keluarga kecilnya. Mbak Lusi rindu bisa membaca Alkitab dan merenungkan firman Tuhan setiap hari di rumahnya bersama dengan keluarga kecilnya. Sebenarnya, sudah cukup lama ia merindukan hal ini, tetapi masih belum bisa terlaksana dengan baik. Tentu saja, kami pun mendukung kerinduan tersebut.

Saya kutip dalam Amsal 3:2, "... karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu..." Allah tidak pernah berjanji akan memberikan pelangi setiap hari, keadaan yang nyaman di setiap waktu, tetapi Ia akan memberikan berkat-Nya di saat yang sangat tepat, penyertaan-Nya sampai tutup usia, dan kasih-Nya tak pernah usang. Selamat bertambah usia, Mbak Lusi. Semakin berkarya bagi Kristus melalui YLSA. Gusti Yesus Kristus mberkahi!

*Ayub dalah staf YLSA divisi PESTA yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

DVD dan SD Card “Dengar Alkitab” dari YLSA

Thu, 11/06/2014 - 16:01

Yayasan Lembaga SABDA kembali hadir dengan produk terbaru yang diluncurkan dalam rangka ulang tahun YLSA ke-20, yaitu "Dengar Alkitab" dalam bentuk DVD (4GB) dan SD Card (8GB). Sejak tahun 2006, Yayasan Lembaga SABDA sudah mulai menyebarkan Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Setelah itu, selain CD Alkitab Audio, SABDA juga menyebarkan program-program audio lainnya untuk mendukung pembelajaran Alkitab yang lebih sistematis, rutin, dan mendalam, antara lain program Sekolah Alkitab Audio, survei Alkitab Audio, Alkitab Karaoke, dan sebagainya.

Selama ini, Alkitab Audio dan bahan-bahan audio lainnya belum dijadikan satu sehingga untuk mendapatkannya harus mengaksesnya dari beberapa produk/situs yang berbeda. Untuk memudahkan pecinta Alkitab menikmati kekayaan firman Tuhan dalam bentuk audio untuk mendalami firman Tuhan, Yayasan Lembaga SABDA mengeluarkan DVD Dengar Alkitab (4GB) yang berisi rekaman Alkitab audio dan pelajaran Alkitab. Berikut ini daftar isi dari DVD Dengar Alkitab:

1. Alkitab Audio Drama PB (Matius - Wahyu).
2. Alkitab Audio PL (Kejadian - Maleakhi).
3. Alkitab Suara (Kejadian - 2 Samuel dan Matius - Roma).
4. Aplikasi Alkitab Karaoke (baca sekaligus dengar Alkitab dari kitab Matius sampai kitab Wahyu).
5. Alkitab Teks PDF (bahasa Indonesia, bahasa Daerah/Suku di Indonesia, bahasa Inggris).
6. Sekolah Alkitab Audio (+440 topik).
7. Studi dan Survei Alkitab Audio (+120 topik).
8. Kidung (Himne) Teks dan Audio (KJ, PKJ, NKB).
9. Dua bonus album gratis ("Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku" dan "Love, Live, Like Jesus").
10. Anda Punya Waktu (jadwal mendengar seluruh PB selama 40, 60, atau 90 hari).

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus karena bahan-bahan pendalaman Alkitab dalam versi audio bisa didapatkan dalam sebuah DVD sehingga saya bisa menggunakannya dengan mudah dalam pelayanan saya. Namun, sekarang saya lebih bersyukur lagi. Mengapa? Karena, saat ini saya bisa semakin mudah mendengarkan dan belajar firman Tuhan di mana saja, bahkan kapan saja melalui HP saya! Ya, DVD Dengar Alkitab juga sudah dikemas dalam SD Card 8GB. Wah, kenapa bahannya lebih banyak, ya? Karena, selain berisi seluruh bahan yang ada dalam DVD Dengar Alkitab, SD Card ini juga berisi tambahan bahan-bahan berikut ini:

1. APPs dan Modul HP/Gadget (100+ versi untuk Android/BB/Java -– Indonesia, Daerah/Suku, Inggris).
2. Audio Cerita Alkitab (130MB)
3. Dua Belas Versi Alkitab Audio PB (MP3):
- Indonesia: BIS (Sehari-Hari), Shellabear, Malay
- Suku: Aceh, Nias, Sunda, Jawa, Jawa Suriname, Madura
- Bahasa lain: Bible_Mandarin, Greek, English_KJV

Ya, teknologi mendorong SABDA untuk menggunakannya bagi perkembangan pekerjaan Tuhan. SD Card adalah salah satu produk perkembangan teknologi yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat umum. Sebuah alat kecil kurang lebih berukuran 1 cm ini dapat menyimpan banyak file/bahan melebihi kapasitas CD/DVD yang selama ini sudah dimanfaatkan SABDA untuk menyebarkan bahan-bahan biblika dan kekristenan. DVD Dengar Alkitab dalam SD Card 8GB ini sangat membantu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan karena SD Card ini dapat digunakan di "handphone" atau "MP3 Player" kecil yang saat ini banyak dijual di pasaran. Orang-orang yang sedang sakit, yang mungkin sulit bangun dari tempat tidurnya, mereka yang kesulitan membaca Alkitab, para lansia, atau saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus (misal, tunanetra), kini tetap bisa mendengar dan belajar firman Tuhan setiap saat dengan menggunakan SD Card ini. Jemaat Tuhan bisa memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat melakukan aktivitas di rumah, kita bisa melakukannya sambil mendengarkan firman Tuhan.

Sebagai bagian dari YLSA, saya sungguh bersyukur karena boleh melihat pekerjaan Tuhan semakin luas dikerjakan saat ini. YLSA berusaha untuk terus mengikuti perkembangan dunia teknologi dan informasi sehingga pekerjaan Tuhan dapat semakin diperluas dan jiwa-jiwa dari berbagai tempat dapat terus dijangkau. Amin!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

@SABDA: “Nonton Bareng”

Mon, 10/27/2014 - 08:50

Dalam rangkaian ulang tahun SABDA yang ke-20 , pada hari Rabu tanggal 08 Oktober yang lalu, kami mengadakan acara "nonton bareng". Sekalipun judul kegiatannya "nonton bareng", dalam kegiatan ini kami tidak sekadar menonton, tetapi juga mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam film yang kami tonton. Karena itu, film yang ditonton pun bukan film yang berdurasi panjang, melainkan klip-klip yang durasinya hanya 3 - 5 menit saja.

Sebelumnya, kami sudah menyiapkan sepuluh klip untuk kami tonton malam itu. Hampir semua klip tersebut berkaitan dengan kekristenan, teknologi Internet, dan pelayanan Kristen. Akan tetapi, dari daftar sepuluh klip itu, hanya tiga di antaranya yang berhasil kami tonton dan diskusikan bersama-sama, yaitu "Why I Hate Religion, But Love Jesus", "G.O.S.P.E.L.", dan "Duties and Rights of a Christian". Sisanya, terpaksa disimpan untuk pertemuan berikutnya karena listrik di daerah kantor kami padam! Namun demikian, acara ini tidak bubar. Sebaliknya, diskusi justru menjadi lebih hangat dan semakin terarah karena kini kami sudah memiliki bahan-bahan diskusi hasil menonton tiga klip pendek yang cukup berbobot tadi.

Menjelang akhir acara, dalam temaram lampu darurat yang menyala di tengah-tengah kami, diskusi itu mewujud dalam dorongan untuk menaikkan doa bagi gereja-gereja, sekolah-sekolah teologia, serta komunitas-komunitas Kristen lainnya yang bertanggung jawab terhadap panggilan untuk memperlengkapi orang-orang percaya dalam menyatakan Kerajaan Allah di dunia.

Saya merasa diberkati melalui pengalaman "nonton bareng" dan diskusi @SABDA ini, bukan hanya melalui klip-klip yang ditonton, tetapi juga dari rekan-rekan yang satu per satu menunjukkan pendapat mereka dalam sesi diskusi. Bagi saya, acara ini sangat baik dan menyenangkan karena kami dapat mengenal lebih dekat satu sama lain dan bersama-sama mengenal isi hati Allah dalam cara yang kreatif.

Acara @SABDA ini akan diadakan rutin pada hari Senin dan Rabu di setiap minggunya. Karena itu, teman-teman yang kemarin belum mendaftar dan ikut ambil bagian, saya undang untuk datang dan menikmati persekutuan yang 'super-duper fun' ini.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Komentar