Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 16 min 23 sec ago

Sekolah Alkitab Audio: Sekolah Alkitab untuk “Telinga” Anda

15 hours 31 min ago

Dalam rangka ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA ke-20, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh YLSA, salah satunya adalah mempromosikan sebuah program audio, yaitu Sekolah Alkitab Audio atau SAA. Apa itu Sekolah Alkitab Audio? Sekolah Alkitab Audio atau SAA merupakan program audio untuk mempelajari firman Tuhan secara fleksibel, di mana saja, dan kapan saja, berisi 10 kursus program Survey Perjanjian Lama (90 topik), Survey Perjanjian Baru (90 topik), 172 topik penggalian Alkitab dari 4 kitab (172 topik -- Yohanes, Roma, 1 Korintus, dan Matius 4-7), serta Seri-Seri Hidup Kristen (75 topik).

Program SAA sendiri ditujukan untuk membantu orang-orang awam yang memiliki kerinduan mempelajari dan memahami firman Tuhan dengan lebih mendalam, tetapi terkendala oleh waktu, kesibukan, pekerjaan, atau keadaan-keadaan lain. Pendekatan devosional terhadap Alkitab serta pendalaman Alkitab yang menarik dalam SAA akan membantu mereka untuk belajar, bertumbuh, dan diperlengkapi oleh firman Tuhan. Selain itu, Sekolah Alkitab Audio ini juga akan sangat menolong para pemimpin kelompok PA, para lansia, orang-orang sakit, dan bagi orang-orang yang mengalami kesulitan membaca.

Selain di situs Sekolah Alkitab Audio Mini, program SAA juga bisa kita dapatkan dari produk DVD yang baru diluncurkan YLSA bulan ini, yaitu DVD Dengar Alkitab, DVD Konseling Kristen TELAGA, SD Card 8 GB TELAGA Anak, SD Card 8 GB Dengar Alkitab, dan USB Biblika 16 GB. Jika kebetulan YLSA tengah mengadakan "roadshow" di gereja atau komunitas pelayanan Anda, Anda bisa mendapatkan produk-produk tersebut di "booth" SABDA. SAA telah kami publikasi secara serentak melalui Facebook YLSA, Twitter, Instagram, serta di publikasi-publikasis YLSA yang dikirimkan kepada pelanggan melalui email. Semoga program SAA ini bermanfaat dan memberkati kita semua yang rindu untuk bertumbuh dan diperlengkapi dalam pengenalan akan firman Tuhan. Amin.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Sepenggal Cerita Kecil November dalam Sebuah Keluarga Besar YLSA

Tue, 11/18/2014 - 14:54

Oleh: Ayub*

Sabtu pagi, 1 November 2014, merupakan salah satu hari yang begitu berkesan dalam hari-hari saya. Beberapa hari sebelum tanggal ini, YLSA telah merencanakan sebuah acara bersama seluruh staf untuk bersekutu dan "refreshing" bersama. Mengingat, bulan Oktober bertepatan dengan ulang tahun YLSA yang ke-20 dan YLSA mengadakan serentetan kegiatan yang cukup padat, menyita banyak waktu, pikiran, dan juga tenaga. Sebelumnya, ada banyak usulan tempat wisata yang diajukan oleh setiap staf YLSA. Saat itu, melalui voting, suara terbanyak jatuh pada pilihan untuk pergi ke objek wisata air terjun Jumog yang berlokasi di Karanganyar. Panitia pun dibentuk, dan di bawah pimpinan Pak Yoseph sebagai ketua panitia, segenap panitia mengadakan pertemuan untuk membagi tugas, dan kemudian mulai memikirkan hal apa saja yang akan dikerjakan dalam acara tersebut.

Persiapan hari untuk piknik pun sudah cukup matang. Akan tetapi, setelah memikirkan beberapa pertimbangan, dua hari sebelum hari-H, kami semua sepakat untuk berpindah lokasi piknik ke objek wisata Cokro Tulung yang berlokasi di Klaten. Kami memulai keberangkatan dengan berkumpul di kantor YLSA pada pkl. 07.00. Para staf, beserta anggota keluarga yang ikut, berangkat dengan mengerahkan armada lima mobil dan tiga sepeda motor. Rombongan motor tiba di lokasi terlebih dahulu, kemudian disusul dengan beberapa rombongan mobil. Pak Yoseph dan beberapa staf lain pergi ke loket untuk mengurus tiket masuk, sementara yang lain mengawalinya dengan sarapan pagi di tempat parkir. Setelah semua selesai, kami bersama masuk ke area wisata tersebut.

Kesan pertama ketika saya masuk ke lokasi tersebut adalah menyenangkan dan tempatnya cukup sejuk. Kami berjalan menuju tempat yang sudah disiapkan bagi kami untuk berkumpul dan bersekutu bersama. Acara dimulai dengan ibadah bersama, kemudian merenungkan firman Tuhan kira-kira selama setengah jam. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan permainan ringan yang dipimpin oleh beberapa orang staf. Permainan yang diadakan memang sederhana, tetapi sangat hangat dan ramai karena semua antusias dengan permainannya. Semua staf turut bermain, bahkan Ibu Yulia, selaku pemimpin YLSA, juga turut bermain dan meramaikan acara tersebut. Di momen ini, saya melihat suasana yang sangat berbeda. Saya merasa bahwa kami semua adalah sama dan satu keluarga di dalam Kristus. Setelah permainan pertama selesai, acara dilanjutkan dengan perjamuan kasih. Kami semua menikmati makanan-makanan kecil yang sudah dibawa oleh masing-masing staf. Kemudian, semua staf kembali dilibatkan untuk mengikuti permainan dalam kelompok yang dipimpin oleh Mbak Arlin. Permainan kali ini cukup berat karena menuntut ketangguhan fisik. Permainan ini cukup memanas karena menuntut kerja sama yang solid dari masing-masing tim, pemikiran yang matang, dan mental yang siap diuji. Saking kompaknya, terjadi persaingan yang cukup sengit antarkelompok yang cukup melelahkan. Namun, menang atau kalah bukan masalah, karena tujuan sebenarnya adalah untuk semakin menjalin keakraban antarstaf dan menyegarkan diri.

Namun, kelelahan tersebut terbayar sudah ketika para staf diberi waktu untuk menikmati dan menenggelamkan diri di dalam sumber air yang jernih, dingin, dan segar di objek wisata tersebut. Memang, hanya sebagian saja yang ikut membasahi diri. Awalnya, saya tidak berniat membasahi diri, tetapi karena saya akan merasa rugi jika tidak mencoba, akhirnya dengan sedikit dorongan, tiba-tiba dari belakang saya terjerembap juga. Sangat menyenangkan berkumpul dan bermain di dalam air, juga berbincang-bincang dengan para staf senior YLSA. Saya melihat sisi lain dari diri mereka dan sebagian besar ternyata tidak seperti yang saya kira selama ini. Setelah selesai bermain air, kami pun segera berganti pakaian. Setelah selesai membereskan barang-barang, kami semua sempat berfoto bersama. Setelah itu, kami bersiap-siap menuju lokasi kedua yang tidak jauh dari lokasi pertama, yaitu sebuah pemancingan untuk makan siang bersama.

Rombongan sudah sampai di sana, kecuali saya dan partner saya, Mas Bayu. Kami tertinggal di belakang karena kami keluar paling akhir, kami mencoba menghubungi beberapa orang dan sempat bingung, tetapi pertolongan akhirnya datang juga sehingga kami bisa bergabung dengan yang lain. Beberapa orang sibuk memancing seraya menunggu pesanan makanan datang. Di situ, saya sempat berbincang dan melempar canda dengan beberapa teman, dan itu adalah hal yang berkesan bagi saya. Setelah pesanan makanan datang, semua keluarga YLSA dan anggota keluarga staf makan bersama dan menikmati hidangan tersebut. Setelah selesai makan siang, acara dilanjutkan dengan berkumpul kembali karena ternyata hari itu adalah hari terakhir bagi dua orang staf YLSA, yaitu Mas Yudo dan Mbak Arlin, yang melayani bersama kami di YLSA. Para staf memberikan pesan dan kesan kepada mereka. Tidak lupa, kami juga mendoakan pelayanan dan pekerjaan mereka selanjutnya. Acara pun selesai dan kami bersiap pulang ke rumah.

Acara ini telah memberikan cukup banyak kesan bagi saya. Saya benar-benar melihat kehidupan keluarga di YLSA, bukan sebagai rekan kerja saja, tetapi juga sebagai keluarga dan komunitas yang bertumbuh.

Walaupun saya masih terhitung sebagai staf baru di YLSA dan mungkin belum begitu mengenal staf lain, tetapi saya belajar banyak pada hari itu. Saya merasa mendapat penerimaan yang tidak selalu saya dapatkan, saya belajar untuk mengenal staf lain dari sudut pandang yang berbeda, saya bertemu dengan orang-orang baru karena beberapa staf membawa keluarganya. Lelah memang, tetapi telah tergantikan dengan sukacita dan pelajaran hidup yang hari itu saya rasakan. Tuhan memberkati.

*Ayub adalah staf YLSA divisi PESTA yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Peluncuran Alkitab Digital Aksara Jawa di @SABDA

Thu, 11/13/2014 - 13:12

Pada bulan Oktober, Yayasan Lembaga SABDA mengadakan serangkaian acara dalam rangka memperingati ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA yang ke-20. Oleh karena itu, YLSA telah menyusun jadwal untuk mengadakan serangkaian kegiatan, yang diadakan setiap hari Senin dan Rabu, sepanjang bulan Oktober. Kami menamai kegiatan tersebut "@SABDA". Setelah seluruh jadwal kegiatan diumumkan dan diedarkan kepada semua staf, saya tertarik dengan sebuah acara yang diadakan pada Rabu, 29 Oktober 2014, yaitu "@SABDA: Peluncuran Alkitab Aksara Jawa" karena saya adalah orang Jawa asli.

Banyak orang Jawa tidak bisa membaca "aksara"-nya sendiri. Bahkan, banyak orang mengetahui aksara Jawa sebatas ketika mengikutinya dalam pelajaran di sekolah, termasuk saya. Saya mengetahui dan bisa membaca aksara Jawa karena itu merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus diikuti pada waktu saya masih sekolah (SD s.d. SMA). Peluncuran Alkitab Aksara Jawa di acara @SABDA ini sangat memberkati saya. Acara ini telah menumbuhkan kembali rasa cinta dan rasa bangga akan warisan bangsa yang sangat bernilai. Selain itu, dalam presentasinya, Mas Kusuma juga menjelaskan proses penerjemahan yang disampaikan secara urut. Mulai dari penerjemahan Alkitab Aksara Jawa yang pertama pada tahun 1829 hingga saat ini, era teknologi ini, Yayasan Lembaga SABDA menerapkan Alkitab Aksara Jawa dalam format "digital".

Saya terheran-heran dengan pekerjaan Tuhan bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya dalam proses penerjemahan Alkitab Aksara Jawa ini. Sebab, membaca dan menulis aksara Jawa bukanlah hal yang mudah. Untuk menghafalkan huruf-huruf serta tanda baca dalam aksara Jawa diperlukan ketepatan menulis supaya tidak terjadi kesalahan dalam pembacaannya. Uniknya, penerjemahan Alkitab ke dalam aksara Jawa pertama kali justru dilakukan bukan oleh orang Jawa dan juga bukan orang Indonesia. Alkitab Aksara Jawa pertama kali diterjemahkan oleh Gottlob Brückner yang merupakan utusan dari London Missionary Society, bersama dengan Joseph Kam dan John Supper. Brückner menjadi pendeta di Semarang dan berhasil menerjemahkan kitab-kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jawa (tahun 1829). Terjemahan tersebut merupakan terjemahan yang paling awal dalam sejarah terjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah di Nusantara. Dalam proses pencetakannya, Brückner juga harus mencetaknya di Serampore, India, karena pada saat itu belum ada percetakan di Jawa. Di sana, Brückner yang bekerja sama dengan percetakan Baptist Missionary Society juga membuat cetakan aksara Jawa dan tata bahasa Jawa untuk pertama kalinya, yang kemudian dibawanya kembali ke Jawa. Selain itu, ia membawa lebih dari dua ribu eksemplar Alkitab dalam bahasa Jawa, dua puluh ribu traktat, kertas cetak, serta cetakan aksara Jawa.

Jika orang asing saja rindu untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam aksara Jawa, bagaimana dengan kita? Kekayaan budaya aksara Jawa ini sangat layak untuk kita lestarikan. Oleh karena itu, YLSA yang bergerak dalam bidang pelayanan teknologi berinisiatif untuk meluncurkan Alkitab Digital Aksara Jawa. Alkitab Aksara Jawa dalam format digital ini dapat menjadi berkat bagi para pembaca Aksara Jawa di Indonesia dan mendorong kita untuk menyebarkan firman-Nya dengan menggunakan bahasa dan aksara Jawa bagi kemuliaan nama Allah. Saat ini, Alkitab Digital Aksara Jawa memang belum bisa Anda dapatkan secara daring (online), tetapi Anda bisa memesan CD Alkitab Aksara Jawa melalui YLSA.

Dari peluncuran Alkitab Digital Aksara Jawa ini, selain menumbuhkan kembali rasa bangga terhadap budaya Jawa, saya jadi tahu bahwa Alkitab bukan hanya diterjemahkan ke dalam bahasa masyarakat mayoritas, seperti bahasa Melayu atau Indonesia, tetapi juga ke dalam bahasa suku, dan bahkan ke dalam aksara Jawa. Terima kasih YLSA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

SABDA, “Digital Bible Engagement”, dan Katalis Forum

Wed, 11/12/2014 - 13:58

Bulan Oktober menjadi bulan yang cukup padat di YLSA. Selain merayakan ulang tahun SABDA ke-20 dengan meluncurkan produk-produk baru dan mengadakan "Hangout @SABDA", beberapa jadwal pelayanan juga sudah menanti. Kami bersyukur untuk setiap pelayanan ke luar yang telah Tuhan percayakan kepada kami, dan kami pun selalu berdoa agar pelayanan SABDA dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang kami temui.

Pada bulan Oktober ini, salah satu mitra YLSA, yaitu Renungan Harian, ternyata juga merayakan hari jadinya yang ke-36. Oleh karena itu, pada Kamis - Sabtu, 16 - 18 Oktober 2014 yang lalu, Renungan Harian yang dinaungi oleh Yayasan Gloria ini menyelenggarakan sebuah acara bertajuk "Katalis Forum 2014 on Spiritual Formation". Acara ini digarap dalam format presentasi oleh 14 narasumber, enam pelatihan/lokakarya pascaforum, dan pameran oleh lebih dari 20 lembaga. Nah, pada kesempatan yang indah ini, Ibu Yulia, selaku ketua Yayasan Lembaga SABDA, dipercaya menjadi salah satu narasumber dan mempresentasikan satu topik, yaitu "Digital Bible Engagement". Dan, tak ketinggalan, "booth" SABDA juga ikut meramaikan pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan acara tersebut.

Acara diadakan di GBI Aletheia, Yogyakarta. Saya, sebagai staf YLSA asli kota Yogyakarta, diminta bergabung dengan tim SABDA untuk berangkat ke acara tersebut. Dalam hati, saya merasa sangat senang karena bisa pulang lebih cepat minggu ini, tetapi selain itu, saya juga menyadari bahwa ini menjadi sebuah kesempatan pelayanan yang harus saya kerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Bu Yulia berangkat lebih dulu ke Yogyakarta, yaitu pada Rabu siang, sementara saya pulang pada Rabu malam. Lalu, Kamis pagi, tim yang menyusul adalah Khenny dan Mbak Wiwin. Dan, terakhir pada Kamis siang menjelang sore, Mas Hadi pun tiba di lokasi. Setelah semua berkumpul di "basement" GBI Aletheia, kami segera menyusun produk-produk SABDA dan peralatan instalasi Alkitab di meja "booth" yang sudah disiapkan oleh panitia. Singkat cerita, kami sangat bersyukur karena mendapat cukup meja untuk men-display semua produk SABDA dan peralatan yang sudah kami bawa.

Pagi itu, saya dan Mbak Wiwin mendapat kesempatan untuk menyaksikan presentasi Bu Yulia. Sebenarnya, Bu Yulia sudah membawakan materi "Digital Bible Engagement" di salah satu acara @SABDA, tetapi karena waktu itu saya tidak hadir, saya merasa beruntung bisa mendengarnya secara langsung dari Bu Yulia di Katalis Forum ini (yeey!:D). Presentator hanya diberi waktu 30 menit untuk menyampaikan materi dan dalam kurun waktu tersebut, saya merasa diberkati dengan konsep yang baru saya dengar ini. Ternyata, "Digital Bible Engagement" menjadi sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap pribadi yang mengaku dirinya orang Kristen. Kita diajak untuk tidak hanya meyakini bahwa Alkitab itu benar, tetapi juga berkomitmen untuk menghidupi kebenaran Alkitab tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini Alkitab bisa diakses di mana dan kapan saja. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melibatkan Alkitab dalam setiap aspek kehidupan kita. YLSA pun turut berupaya memfasilitasi setiap orang Kristen untuk menikmati Alkitab dengan menyediakan Alkitab di perangkat komputer dan "mobile" yang dimiliki, serta bahan-bahan bermutu yang sangat kita perlukan, baik bahan-bahan untuk studi Alkitab maupun bahan-bahan untuk bidang-bidang pelayanan Kristen.

Setelah itu, saya dan Mbak Wiwin segera turun dan menuju ke "booth" sebelum sesi selesai, dan waktu bagi para peserta untuk berkunjung ke pameran tiba. Khenny yang telah siap di bagian instalasi Alkitab ternyata sudah memulai pelayanannya kepada para pengunjung "booth" pertama, yaitu satpam, koster gereja, dan beberapa penjaga "booth-booth" lain yang ada di sana. Jam istirahat pertama adalah jam paling ramai sehingga pada jam itu, kami tidak henti-hentinya melayani para pengunjung. Saya pun turut antusias menjelaskan beberapa produk yang ada, termasuk produk baru SABDA, yaitu DVD Dengar Alkitab dan DVD Konseling Kristen TELAGA, serta bahan-bahan SD Card-nya. Selain itu, kami juga menjelaskan aplikasi Alkitab untuk Android yang sudah bisa di-install di "gadget" para pengunjung, yaitu Renungan PSM dan Alkitab Karaoke versi Beta. Selama dua hari, kami melayani para peserta Katalis Forum di "booth" SABDA. Senang bisa berjumpa dengan orang-orang yang mencintai firman Tuhan dan rindu pelayanannya diperlengkapi dengan produk SABDA. Puji Tuhan, pelayanan "booth" SABDA pada hari pertama dan kedua dapat berjalan dengan lancar.

Hari Sabtu, 18 Oktober, adalah hari terakhir tim SABDA melayani di Yogyakarta. Kali ini, pihak penyelenggara memfasilitasi kami untuk mengadakan pelatihan Software SABDA yang dibawakan langsung oleh Ibu Yulia. Acara pelatihan dimulai pukul 13.00 dan dihadiri oleh 22 peserta. Bersyukur pelatihan berjalan dengan baik walaupun beberapa peserta tidak bisa ikut sampai selesai karena harus kembali ke kota mereka masing-masing. Saya sangat salut melihat seorang ibu yang sudah tidak muda lagi, tetapi sangat mahir mengoperasikan laptop. Saya juga senang melihat antusiasme seorang peserta yang sudah terlanjur membeli banyak buku biblika dan kaget karena ternyata semua buku itu sudah ada di dalam Software SABDA. Belum lagi, salah satu peserta yang memberi kesaksian bahwa ia merasa sangat beruntung telah mengikuti pelatihan ini. Saya sungguh bersyukur mendengar kesaksian dari para peserta pelatihan. Akhirnya, pelatihan usai pada pukul 16.30. Kami masih sempat melayani beberapa peserta yang ingin mendapatkan instalasi Alkitab, dan setelah semuanya selesai, kami segera membereskan perlengkapan dan peralatan yang ada.

Akhirnya, pelayanan di Katalis Forum dapat kami selesaikan dengan baik. Ketika ditanya, "Gimana, capek ga?", saya pun menjawab, "Ya, capek, tapi sukacita." Benar. Saya bersukacita karena bertemu dengan banyak orang yang mencintai Tuhan, Alkitab, dan pelayanan-Nya. Bagi saya, SABDA dan "Digital Bible Engagement" adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. SABDA hadir untuk mewujudkan adanya "Bible everywhere". Namun, semoga kita tidak puas hanya dengan menerima produk-produk SABDA atau mendapat Alkitab digital di "gadget" kita masing-masing, tetapi memutuskan untuk menghidupi setiap perkataan firman-Nya yang tertulis di dalamnya.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

@SABDA: (Digital) Bible Engagement

Tue, 11/11/2014 - 15:37

Bulan Oktober merupakan bulan peringatan hari ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA ke-20. Untuk itu, bulan Oktober kemarin diisi dengan serangkaian aktivitas yang dinamakan dengan @SABDA, yang diselenggarakan setiap hari Senin dan Rabu, pukul 18.30 - 21.00.

Pada tanggal 13 Oktober 2014, saya mengikuti salah satu acara @SABDA bertajuk "(Digital) Bible Engagement". Topik ini juga dibawakan oleh Ibu Yulia pada acara ulang tahun Renungan Harian [;link] yang ke-36 tahun, yang dikemas dalam acara "Katalis Forum". Saya mengikuti acara ini karena saya tertarik dengan topik yang dibawakan. Sebelumnya, saya berpikir mengapa ada "pertunangan" dengan Alkitab? Bagaimana menjalin "pertunangan" dengan Alkitab? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul di kepala saya sehingga saya sangat ingin mengikuti acara ini.

Ibu Yulia, sebagai presentator, membawakan topik ini dengan sistematis dan dengan penjelasan yang bagus. Dimulai dari definisi istilah, sejarah, bentuk, akses, serta peran SABDA dalam menggerakkan "Bible Engagement". Kata "engagement" yang biasanya diterjemahkan sebagai "pertunangan", ternyata mengacu pada sebuah relasi yang lebih serius dan adanya komitmen antara dua pihak. Begitu pula kita dengan Alkitab. Sebagai orang Kristen, apakah kita sudah sungguh-sungguh membaca dan mengenal firman Tuhan? Apakah kita sudah memiliki komitmen untuk melakukan firman-Nya yang tertulis di dalam Alkitab dalam kehidupan kita? "Bible Engagement" memiliki padanan frasa yang lainnya, yaitu "Bible Discipline". "Bible Engagement" sebenarnya adalah sebuah proses menuju pendisiplinan diri dan hidup yang menghidupi kebenaran firman Allah, yaitu Alkitab. Dalam sejarah, "Bible Engagement" dibagi dalam tiga periode yaitu:

1. Pra sM - 1500 M: Alkitab Gulungan
2. 1500 M - 2000 M: Alkitab Cetak
3. 2000-an: Alkitab Digital

Sebelum Guttenberg menemukan mesin cetak, Alkitab tidak dapat dibaca oleh banyak orang. Hanya kaum rohaniwan, klerus (golongan rohaniwan), dan orang kaya yang bisa memiliki dan membaca Alkitab. Namun, pada awal abad ke-15, Guttenberg menemukan mesin cetak sehingga Alkitab dapat dicetak dalam jumlah yang lebih banyak. Akhirnya, setelah gerakan reformasi, Alkitab dapat dimiliki oleh banyak orang. Kini, kita hidup di abad "postmodern", dan bukan merupakan hal yang sulit lagi untuk memiliki Alkitab. Alkitab hadir dalam format digital sehingga kita bisa belajar, bertumbuh, dan menggumuli firman Tuhan kapan saja dan di mana saja. Lalu, mengapa Bible Engagement harus dilakukan? Jawabannya adalah:

1. Supaya kita mengetahui tentang Allah secara benar.
2. Supaya Alkitab menjadi standar kebenaran.
3. Supaya Alkitab menjadi petunjuk untuk hidup sesuai dengan rencana Allah.

"Bible Engagement" sangatlah penting bagi setiap orang Kristen. Kehidupan kristiani tidak lagi sekadar hidup, tetapi hidup yang berpusat pada Alkitab dan digerakkan oleh Alkitab. Pada kesempatan ini, Ibu Yulia juga menyampaikan metode-metode dalam "Bible Engagement", yaitu: Hearing, Reading, Studying, Meditation, Memorization, Prayer/Songs, Doing/Application, dan Preaching. Metode-metode ini merupakan metode klasik yang dilakukan oleh gereja dalam melakukan "Bible Engagement".

SABDA juga memiliki metode serupa untuk melakukan "Bible Engagement". Metode ini dikenal dengan metode "SABDA". Apa itu metode SABDA? Metode ini adalah cara untuk melakukan pendalaman Alkitab dengan lima langkah, yaitu:

S: Simak
A: Analisa
B: Belajar
D: Doa/Diskusi
A: Aplikasi

Selain memiliki metode, SABDA juga telah mendukung penyebaran Alkitab dalam format digital, sesuai dengan visi SABDA, yaitu "Bible Everywhere" melalui situs-situs, dan juga menyediakan Software Alkitab SABDA yang berisi bahan-bahan Biblika yang sangat lengkap untuk menolong setiap orang Kristen mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya sekarang, maukah kita mengambil komitmen dan keputusan untuk mendisiplin hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah? Maukah kita melakukan "pertunangan" dengan Alkitab sehingga hidup kita berpusatkan pada Alkitab? Mari kita mulai melakukan Bible Engagement, dan biarlah kita mengalami dan menikmati pertemuan dengan Tuhan melalui firman-Nya.

Soli Deo Gloria!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Roadshow SABDA di Persidangan Umum Ke-X GKAI

Tue, 11/11/2014 - 14:28

Hari itu, tanggal 15 Oktober 2014, YLSA memiliki jadwal pelayanan untuk roadshow di acara Persidangan Umum ke-X GKAI (Gereja Kristen Alkitab Indonesia) yang bertempat di sebuah hotel di Tawangmangu. Tim yang berangkat kali ini adalah Pak Gunung, Mbak Evie, Yans, dan saya sendiri. Seperti biasa, sebelumnya kami mempersiapkan barang-barang yang kami perlukan untuk "booth" SABDA dan instalasi Alkitab bagi para peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Kami berangkat dari kantor pkl. 12.30 dan tiba di tempat tujuan pada pkl. 14.30 WIB. Selain membuka "booth", YLSA juga mendapat kesempatan untuk memberikan presentasi mengenai pelayanan YLSA selama 30 menit. Jadi, ketika tiba di tempat, Mbak Evie dan Yans segera mempersiapkan diri dan menyalakan laptop agar ketika waktu presentasi tiba mereka sudah siap dan tidak terburu-buru. Mbak Evie bertugas sebagai presentator dan Yans sebagai operator. Pkl. 15.00, Mbak Evie telah diminta panitia untuk melakukan presentasi. Presentasi yang diberikan adalah penjelasan tentang YLSA dengan memutar sebuah video. Setelah itu, dijelaskan pula mengenai DVD Library SABDA Anak 1.2, DVD Konseling Kristen TELAGA, DVD Dengar Alkitab, SD Card TELAGA ANAK, dan SD Card Dengar Alkitab. Puji Tuhan! Presentasi berjalan dengan baik dan semua materi yang disiapkan dapat dijelaskan kepada peserta sesuai waktu yang diberikan.

Saya mendapat tanggung jawab untuk mengurus booth SABDA. Ketika Mbak Evie, Yans, dan Gunung ada di ruang pertemuan, seorang ibu dari pihak panitia datang dan mengatakan bahwa meja yang dipasang untuk "booth" SABDA terlalu maju sehingga menghalangi jalan. Beliau memberi saran agar meja tersebut dimundurkan sampai ke dekat tembok. Bersyukur saat itu ada Arkha, mantan staf YLSA, yang ternyata ikut melayani sebagai tim musik pada acara tersebut sehingga dapat membantu kami memindahkan "booth". Namun, sebelum booth selesai dipindahkan, ternyata para peserta sudah mulai turun dan mulai memadati area "booth" SABDA. Kami pun bergegas agar bisa segera melayani peserta. Bersyukur untuk pertolongan Tuhan melalui ibu yang tadi meminta kami memindah meja. Sebab, tidak bisa dibayangkan jika "booth" tetap di posisi semula, tentunya kami akan kewalahan untuk melayani para peserta yang akan datang dari arah belakang "booth".

Tak lama kemudian, Yans, Mbak Evie, serta Pak Gunung datang dan mengambil posisi masing-masing untuk melayani peserta. Mbak Evie pada bagian instalasi Software SABDA di laptop, Yans melayani di bagian SD Card serta produk-produk DVD, Pak Gunung di bagian instalasi handphone, sementara saya di bagian CD-CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Peserta yang datang berasal dari berbagai macam suku dan daerah di Indonesia, mulai dari suku Jawa, Batak, Nias, Kalimantan, Rote, sampai dengan Papua. Saya terkesan dengan respons dari peserta. Mereka begitu bersemangat dan bersyukur ketika mengetahui bahwa waktu mereka pulang ke daerahnya, mereka bisa membawa begitu banyak bahan untuk memperlengkapi mereka dalam pelayanan. YLSA menjadi alat Tuhan untuk menolong para hamba Tuhan yang mengalami kesulitan dalam mengakses atau mendapatkan bahan-bahan Kristen di daerah mereka. Terpujilah Tuhan!

Pelayanan booth SABDA terus berlangsung hingga pkl. 21.00. Sekitar 60 handphone dan beberapa laptop milik peserta telah berhasil kami "instal" dengan bahan-bahan dari SABDA. Setelah para peserta mulai pulang, kami pun bersiap-siap membereskan booth untuk segera kembali ke Solo. Saya berdoa semoga produk-produk tersebut dapat menjadi alat untuk memuliakan nama Tuhan dalam setiap pelayanan para peserta ke depan, di daerah mereka masing-masing.

IT 4 GOD. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Kalender YLSA

Mon, 11/10/2014 - 16:56

Bulan Oktober merupakan salah satu bulan yang bersejarah bagi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Mengapa? Karena pada bulan tersebut, Yayasan Lembaga SABDA berulang tahun. Untuk tahun ini, YLSA berulang tahun yang ke-20. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan untuk merayakannya. Semua staf tidak ada yang tidak terlibat dan semua ikut sibuk. Untuk memudahkan melihat jadwal kegiatan yang banyak itu, maka kami memasang "Kalender YLSA" di situs YLSA dengan menggunakan fitur Google Calendar.

Apa Google Calendar itu? Google Calendar adalah sebuah aplikasi web dari Google yang digunakan untuk membantu mengatur atau mengelola kegiatan. Kegunaan kalender ini ternyata bukan hanya untuk staf saja, melainkan melalui kalender yang bisa dipasang untuk umum ini, memungkinkan YLSA berbagi informasi dengan para pendukung dan sahabat YLSA tentang kegiatan-kegiatan yang akan YLSA adakan. Dengan demikian, mereka tidak hanya bisa melihat dan mengikuti, tetapi terutama bisa berdoa untuk pelayanan yang sedang YLSA kerjakan. Kelebihan lain, aplikasi ini cukup mudah digunakan, terutama untuk menambah maupun mengedit kegiatan yang ada.

Dari "SABDA Google Calendar" yang ada di situs YLSA ini, pengunjung bisa melihat padatnya kegiatan-kegiatan HUT YLSA yang ke-20, di antaranya seminar, diskusi, roadshow, nonton bareng, serta peluncuran-peluncuran produk baru dari SABDA. Kalender ini akan terus dipasang supaya kegiatan-kegiatan YLSA seterusnya bisa diinformasikan. Silakan, berkunjung ke Kalender YLSA dan kami berharap bisa berbagi beban pelayanan sehingga Anda bisa berdoa bagi pelayanan Yayasan Lembaga SABDA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Situs Produk SABDA

Mon, 11/10/2014 - 15:05

Oleh: Wiwin*

Hallo Sahabat SABDA!

Kembali Wiwin hendak berbagi informasi seputar SABDA. Segala pujian bagi Tuhan Yesus. Tanggal 10 Oktober kemarin, akhirnya hasil kerja keras Kusuma Negara dan saya (hanya sebagai asistennya lho ) untuk menyusun informasi lengkap tentang produk-produk SABDA bisa diluncurkan. Informasi tentang produk apa saja yang pernah diluncurkan oleh SABDA dapat dibuka di situs SABDA Labs, tepatnya di halaman Produk SABDA.

Situs tersebut berisi informasi tentang produk-produk SABDA, yaitu CD, DVD, dan produk dari SABDA lainnya, yang telah disebarkan kepada masyarakat Kristen di seluruh Indonesia. Produk-produk tersebut berupa CD Software SABDA, CD Audio Alkitab dalam berbagai bahasa, DVD Library Anak, berbagai jenis USB SABDA bahan-bahan kekristenan (biblika), termasuk beberapa produk baru yang telah diluncurkan tepat pada hari ultah SABDA ke-20 tanggal 1 Oktober yang lalu, yaitu DVD Konseling, DVD Dengar Alkitab, dan bahan-bahan kekristenan yang dibagikan melalui SD Card.

Dengan mengunjungi halaman-halaman tersebut, Anda akan mendapatkan informasi lengkap tentang produk, daftar isi, petunjuk/cara pemesanan, serta cara penggunaan, baik DVD, USB, maupun SD Card dari SABDA. Informasi produk SABDA ini diluncurkan dengan tujuan agar para pengguna dapat memilih produk-produk SABDA sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu, halaman ini juga memberi informasi tentang cara untuk memesan dan cara menggunakan produk-produk SABDA. Kami berharap halaman produk ini dapat berguna dan menjadi berkat bagi Anda! Kami rindu produk-produk SABDA menjadi alat bagi pengguna untuk semakin bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Nah, untuk mengetahui lebih detail tentang produk-produk SABDA, ayo kunjungi halaman tersebut. Tuhan memberkati!

*Wiwin adalah staf magang YLSA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

1985, 7 November…

Fri, 11/07/2014 - 15:33

Oleh: Ayub*

Di awal pembukaan persekutuan doa yang biasa diikuti oleh staf YLSA setiap hari Jumat pkl. 11.00 di "training room" Griya SABDA, kami mendengar Pak Berlin, yang menjadi MC pada persekutuan hari ini, mengajak kami bersama-sama menyanyikan lagu "Happy Birthday" untuk salah satu rekan kami yang hari ini berulang tahun. Bersyukur atas kebaikan Tuhan terhadap Yayasan Lembaga SABDA dan setiap staf SABDA karena hari ini, 7 November 2014, koordinator divisi Multimedia YLSA, Lucia Ratih Puspitasari atau dikenal dengan nama Mbak Lusi, bertambah usia yang ke-29 tahun. Seperti biasa setiap peserta memberikan selamat kepada yang ditambahkan umurnya. Suasana kekeluargaan pun terasa ketika melihat setiap staf memberikan salam kepada Mbak Lusi.

Pada kesempatan ini, Mbak Lusi pun mensharingkan kepada kami tentang rasa syukurnya karena bisa merasakan anugerah Tuhan. Ia bersyukur karena tahun 2014 ini ia bisa menikah. Dan, di momen ulang tahunnya yang ke-29 ini, ada harapan yang sangat sederhana, tetapi mendalam bagi keluarga kecilnya. Mbak Lusi rindu bisa membaca Alkitab dan merenungkan firman Tuhan setiap hari di rumahnya bersama dengan keluarga kecilnya. Sebenarnya, sudah cukup lama ia merindukan hal ini, tetapi masih belum bisa terlaksana dengan baik. Tentu saja, kami pun mendukung kerinduan tersebut.

Saya kutip dalam Amsal 3:2, "... karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu..." Allah tidak pernah berjanji akan memberikan pelangi setiap hari, keadaan yang nyaman di setiap waktu, tetapi Ia akan memberikan berkat-Nya di saat yang sangat tepat, penyertaan-Nya sampai tutup usia, dan kasih-Nya tak pernah usang. Selamat bertambah usia, Mbak Lusi. Semakin berkarya bagi Kristus melalui YLSA. Gusti Yesus Kristus mberkahi!

*Ayub dalah staf YLSA divisi PESTA yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

DVD dan SD Card “Dengar Alkitab” dari YLSA

Thu, 11/06/2014 - 16:01

Yayasan Lembaga SABDA kembali hadir dengan produk terbaru yang diluncurkan dalam rangka ulang tahun YLSA ke-20, yaitu "Dengar Alkitab" dalam bentuk DVD (4GB) dan SD Card (8GB). Sejak tahun 2006, Yayasan Lembaga SABDA sudah mulai menyebarkan Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Setelah itu, selain CD Alkitab Audio, SABDA juga menyebarkan program-program audio lainnya untuk mendukung pembelajaran Alkitab yang lebih sistematis, rutin, dan mendalam, antara lain program Sekolah Alkitab Audio, survei Alkitab Audio, Alkitab Karaoke, dan sebagainya.

Selama ini, Alkitab Audio dan bahan-bahan audio lainnya belum dijadikan satu sehingga untuk mendapatkannya harus mengaksesnya dari beberapa produk/situs yang berbeda. Untuk memudahkan pecinta Alkitab menikmati kekayaan firman Tuhan dalam bentuk audio untuk mendalami firman Tuhan, Yayasan Lembaga SABDA mengeluarkan DVD Dengar Alkitab (4GB) yang berisi rekaman Alkitab audio dan pelajaran Alkitab. Berikut ini daftar isi dari DVD Dengar Alkitab:

1. Alkitab Audio Drama PB (Matius - Wahyu).
2. Alkitab Audio PL (Kejadian - Maleakhi).
3. Alkitab Suara (Kejadian - 2 Samuel dan Matius - Roma).
4. Aplikasi Alkitab Karaoke (baca sekaligus dengar Alkitab dari kitab Matius sampai kitab Wahyu).
5. Alkitab Teks PDF (bahasa Indonesia, bahasa Daerah/Suku di Indonesia, bahasa Inggris).
6. Sekolah Alkitab Audio (+440 topik).
7. Studi dan Survei Alkitab Audio (+120 topik).
8. Kidung (Himne) Teks dan Audio (KJ, PKJ, NKB).
9. Dua bonus album gratis ("Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku" dan "Love, Live, Like Jesus").
10. Anda Punya Waktu (jadwal mendengar seluruh PB selama 40, 60, atau 90 hari).

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus karena bahan-bahan pendalaman Alkitab dalam versi audio bisa didapatkan dalam sebuah DVD sehingga saya bisa menggunakannya dengan mudah dalam pelayanan saya. Namun, sekarang saya lebih bersyukur lagi. Mengapa? Karena, saat ini saya bisa semakin mudah mendengarkan dan belajar firman Tuhan di mana saja, bahkan kapan saja melalui HP saya! Ya, DVD Dengar Alkitab juga sudah dikemas dalam SD Card 8GB. Wah, kenapa bahannya lebih banyak, ya? Karena, selain berisi seluruh bahan yang ada dalam DVD Dengar Alkitab, SD Card ini juga berisi tambahan bahan-bahan berikut ini:

1. APPs dan Modul HP/Gadget (100+ versi untuk Android/BB/Java -– Indonesia, Daerah/Suku, Inggris).
2. Audio Cerita Alkitab (130MB)
3. Dua Belas Versi Alkitab Audio PB (MP3):
- Indonesia: BIS (Sehari-Hari), Shellabear, Malay
- Suku: Aceh, Nias, Sunda, Jawa, Jawa Suriname, Madura
- Bahasa lain: Bible_Mandarin, Greek, English_KJV

Ya, teknologi mendorong SABDA untuk menggunakannya bagi perkembangan pekerjaan Tuhan. SD Card adalah salah satu produk perkembangan teknologi yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat umum. Sebuah alat kecil kurang lebih berukuran 1 cm ini dapat menyimpan banyak file/bahan melebihi kapasitas CD/DVD yang selama ini sudah dimanfaatkan SABDA untuk menyebarkan bahan-bahan biblika dan kekristenan. DVD Dengar Alkitab dalam SD Card 8GB ini sangat membantu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan karena SD Card ini dapat digunakan di "handphone" atau "MP3 Player" kecil yang saat ini banyak dijual di pasaran. Orang-orang yang sedang sakit, yang mungkin sulit bangun dari tempat tidurnya, mereka yang kesulitan membaca Alkitab, para lansia, atau saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus (misal, tunanetra), kini tetap bisa mendengar dan belajar firman Tuhan setiap saat dengan menggunakan SD Card ini. Jemaat Tuhan bisa memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat melakukan aktivitas di rumah, kita bisa melakukannya sambil mendengarkan firman Tuhan.

Sebagai bagian dari YLSA, saya sungguh bersyukur karena boleh melihat pekerjaan Tuhan semakin luas dikerjakan saat ini. YLSA berusaha untuk terus mengikuti perkembangan dunia teknologi dan informasi sehingga pekerjaan Tuhan dapat semakin diperluas dan jiwa-jiwa dari berbagai tempat dapat terus dijangkau. Amin!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

@SABDA: “Nonton Bareng”

Mon, 10/27/2014 - 08:50

Dalam rangkaian ulang tahun SABDA yang ke-20 , pada hari Rabu tanggal 08 Oktober yang lalu, kami mengadakan acara "nonton bareng". Sekalipun judul kegiatannya "nonton bareng", dalam kegiatan ini kami tidak sekadar menonton, tetapi juga mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam film yang kami tonton. Karena itu, film yang ditonton pun bukan film yang berdurasi panjang, melainkan klip-klip yang durasinya hanya 3 - 5 menit saja.

Sebelumnya, kami sudah menyiapkan sepuluh klip untuk kami tonton malam itu. Hampir semua klip tersebut berkaitan dengan kekristenan, teknologi Internet, dan pelayanan Kristen. Akan tetapi, dari daftar sepuluh klip itu, hanya tiga di antaranya yang berhasil kami tonton dan diskusikan bersama-sama, yaitu "Why I Hate Religion, But Love Jesus", "G.O.S.P.E.L.", dan "Duties and Rights of a Christian". Sisanya, terpaksa disimpan untuk pertemuan berikutnya karena listrik di daerah kantor kami padam! Namun demikian, acara ini tidak bubar. Sebaliknya, diskusi justru menjadi lebih hangat dan semakin terarah karena kini kami sudah memiliki bahan-bahan diskusi hasil menonton tiga klip pendek yang cukup berbobot tadi.

Menjelang akhir acara, dalam temaram lampu darurat yang menyala di tengah-tengah kami, diskusi itu mewujud dalam dorongan untuk menaikkan doa bagi gereja-gereja, sekolah-sekolah teologia, serta komunitas-komunitas Kristen lainnya yang bertanggung jawab terhadap panggilan untuk memperlengkapi orang-orang percaya dalam menyatakan Kerajaan Allah di dunia.

Saya merasa diberkati melalui pengalaman "nonton bareng" dan diskusi @SABDA ini, bukan hanya melalui klip-klip yang ditonton, tetapi juga dari rekan-rekan yang satu per satu menunjukkan pendapat mereka dalam sesi diskusi. Bagi saya, acara ini sangat baik dan menyenangkan karena kami dapat mengenal lebih dekat satu sama lain dan bersama-sama mengenal isi hati Allah dalam cara yang kreatif.

Acara @SABDA ini akan diadakan rutin pada hari Senin dan Rabu di setiap minggunya. Karena itu, teman-teman yang kemarin belum mendaftar dan ikut ambil bagian, saya undang untuk datang dan menikmati persekutuan yang 'super-duper fun' ini.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pengalaman Berharga Magang di YLSA

Tue, 10/21/2014 - 15:38

Oleh: Johan, Yohanes, Hilda*

Perkenalkan kami Johan, Yohanes, dan Hilda, mendapat kesempatan berharga untuk berlatih dan berkarya bagi Tuhan dengan menjadi staf magang di YLSA selama bulan Juli hingga Agustus 2014. Kami sangat bersyukur, mengingat selama hampir sebulan sebelumnya, kami bertiga begitu sulit mencari tempat magang yang bersedia menerima dan cocok dengan yang kami harapkan.

Sebelum memulai magang, kami mengerjakan serangkaian tes dari HRD YLSA untuk mengatur tugas-tugas yang akan diberikan supaya sesuai dengan kemampuan dan minat kami. Selain itu, selama magang, kami merasa sangat diperhatikan, baik secara fisik maupun rohani. Mulai dari kesehatan, makanan, tempat tinggal, pelatihan-pelatihan, bimbingan, pengetahuan, dan banyak hal lain sehingga membuat kami merasa bersyukur diberikan kesempatan ini.

Kami yang sebelumnya belum familier dengan Yayasan Lembaga SABDA, akhirnya dapat mengenal lebih dalam. Di sini, kami tidak hanya menemukan pelayanan Kristen di bidang teknologi yang sangat hebat, tetapi juga berjumpa dengan para staf yang bekerja keras untuk bergerak bersama dalam pelayanan ini. Hal ini menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk dapat memberikan yang terbaik.

Selama magang di YLSA, ada beberapa tugas yang dipercayakan kepada kami. Hilda mendapat tugas untuk membuat desain cover DVD dan menyelesaikan beberapa proyek "mobile". Yohanes mendapat tugas membuat proyek "Alkitab Karaoke", sedangkan saya sendiri mendapat tugas membantu proyek SD Card/DVD "Dengar Alkitab", dan Interlinier (ITL). Bersyukur, dalam mengerjakan tugas-tugas ini, kami yang belum banyak pengalaman dibantu oleh beberapa kakak kami yang baik, seperti Mas Khenny, Mas Meland, Mas Yudo, Mas Benny, Mbak Evie, Mas Hadi, serta beberapa staf lainnya untuk membimbing kami. Tugas-tugas yang awalnya cukup sulit dan berat, akhirnya bisa kami nikmati karena mereka dengan murah hati dan ringan tangan membantu kami.

Selain tugas-tugas tersebut, selama magang kami juga mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang belum pernah kami dapatkan di tempat lain. Kami mendapat kesempatan untuk ambil bagian pada acara seminar pendidikan "Mengajar yang Mengubah Hidup" yang diselenggarakan oleh YLSA, roadshow-roadshow SABDA, mengemas paket DVD Anak, raker mini YLSA, program intensif (progsif) tentang Nabi Samuel, dan berbagai keterampilan bagaimana seharusnya hidup bersama dan melayani banyak orang.

Selain itu, kegiatan persekutuan staf setiap Senin pagi dan Jumat siang, serta PA kitab Mazmur di dalam kelompok-kelompok kecil setiap hari, memberi kami ruang untuk berbagi hidup bersama dan menyegarkan kerohanian kami. Ada saat ketika kami merasa tertekan oleh persoalan-persoalan pribadi yang kami alami, kami dikuatkan firman Tuhan dan sharing para staf. Dalam kasih, kami juga saling mendoakan pergumulan masing-masing.

Setiap hari, kami menikmati kebersamaan di kantor, meskipun awalnya ada beberapa hal yang menuntut kami beradaptasi dengan aturan kantor. Makan siang bersama, jajan bersama, olahraga bersama, bermain bersama, bercanda bersama, dan banyak hal lain yang memberi kesan mendalam kepada kami selama dua bulan magang. Sungguh, kami merasa menemukan keluarga baru bagi hidup kami dalam melayani Tuhan.

Banyaknya pelajaran yang kami dapatkan selama di YLSA pada akhirnya menolong kami untuk dapat belajar menganalisis dengan teliti, sistematis, bertanggung jawab, disiplin, bekerja keras, bekerja sama, saling mendukung, serta saling melengkapi. Semuanya itu sangat bermanfaat, khususnya nanti ketika memasuki dunia kerja. Alasan kami harus bekerja dengan sebaik mungkin dan penuh kerja keras adalah karena pada dasarnya pekerjaan kami bukan untuk manusia, tetapi untuk Tuhan.

Sekali lagi, terima kasih untuk kesempatan ini. Terima kasih untuk Ibu Yulia atas kesempatan magang dan pelajaran-pelajaran berharga yang telah Ibu berikan. Terima kasih Mas Hadi dan para staf ITS (Mas Hadi, Mas Khenny, Mas Meland, Mas Yochan, dan Mas Arkha) karena telah menjadi pembimbing dan rekan terbaik kami. Terima kasih Mbak Evi yang telah memberi kami banyak pesan berharga dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Terima kasih juga untuk staf-staf lain yang baik, kocak, dan turut mewarnai hari-hari magang kami.

Pengalaman magang yang tak terlupakan ini mudah-mudahan akan mendorong kami untuk terus memaksimalkan kemampuan kami sesuai dengan apa yang telah Tuhan percayakan, serta membagikannya pada orang lain. Kami berharap di mana pun kami berada nantinya, semakin banyak orang akan diberkati dan hidup bagi Tuhan. Itulah doa kami bagi YLSA beserta pribadi-pribadi yang terlibat di dalamnya. Ke depan, mudah-mudahan kami akan terus dilayakkan Tuhan untuk menyebarkan keharuman nama-Nya di mana-mana.

Doa kami, syukur kami, dan terima kasih kami kepada Yayasan Lembaga SABDA, terutama kepada kebaikan Tuhan. YLSA is a nice place and a nice ministry.

Salam IT for God!

*Johan, Yohanes, Hilda adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Sebelas Maret, yang menjadi staf magang YLSA untuk divisi ITS selama Juli - Agustus 2014.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

SABDA di Instagram: SABDA_YLSA

Mon, 10/20/2014 - 14:55

Hore! Ada yang baru dari YLSA. SABDA_YLSA Instagram.

Berawal dari rangkaian acara ulang tahun YLSA yang ke-20, yang salah satunya adalah melahirkan produk-produk baru selama bulan Oktober, divisi Komunitas memutuskan untuk "merangkul" Instagram menjadi salah satu media sosial yang ke depannya akan dimanfaatkan YLSA untuk memperluas pekerjaan Tuhan. Berbagai hal dipersiapkan, mulai dari pembuatan proposal sampai pengumpulan bahan-bahan untuk Instagram. Bersyukur kepada Tuhan karena dalam perjalanan pelayanan YLSA, hampir semua peristiwa/pengalaman telah diabadikan melalui foto, rekaman, video, dll.. Saya percaya bahwa Tuhan telah mempersiapkan YLSA, khususnya dalam bahan, jauh-jauh hari sebelum akhirnya YLSA menggunakan Instagram. Tuhan Yesus baik!

Puji Tuhan, tepat pada tanggal 1 Oktober 2014, YLSA telah melahirkan SABDA_YLSA Instagram. SABDA_YLSA Instagram ini terintegrasi dengan Facebook YLSA sehingga bahan yang di-"upload" di Instagram akan muncul juga di Facebook YLSA. Beberapa bahan sudah di-upload dan sudah lebih dari 120 orang yang tergabung di SABDA_YLSA. Anda punya Instagram dan penasaran dengan perkembangan pelayanan YLSA? Gabung ya!

Saya berharap dengan adanya SABDA_YLSA Instagram, pelayanan YLSA dapat semakin memberkati lebih banyak orang, terutama mereka yang menggunakan Instagram. Selain itu, kiranya Tuhan senantiasa menolong dan memberikan hikmat kepada tim YLSA supaya berkat-berkat yang kami terima dari Tuhan dapat terus kami bagikan kepada semua orang melalui media-media yang sudah Tuhan percayakan kepada YLSA. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

@SABDA Perdana: Diskusi Terbuka “Pengaruh Media Sosial dalam Kehidupan Orang Kristen”

Mon, 10/20/2014 - 14:41

Oleh: Wiwin*

Perkenalkan, nama saya Wiwin. Sudah sekitar 1 bulan, saya bergabung dalam pelayanan YLSA. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang salah satu acara yang baru saja saya ikuti di YLSA. Ulang tahun YLSA ke-20 sudah dibuka dengan seminar TI yang dibawakan oleh Bapak Tjahjadi Rameli Lie pada tanggal 1 Oktober 2014 yang lalu. Selanjutnya, masih dalam rangka memperingati hari ulang tahun YLSA ke-20, selama bulan Oktober ini, YLSA akan mengadakan serentetan "event" yang dinamakan "@SABDA". Konsep dari @SABDA adalah sebagai tempat "hangout" untuk bertemu, belajar, berdiskusi, dan berbagi. @SABDA diadakan setiap hari Senin dan Rabu pkl. 18.30 - 21.00 di Griya SABDA.

Acara perdana @SABDA diadakan pada tanggal 6 Oktober dengan mengadakan diskusi terbuka sebagai "follow up" dari seminar tentang media sosial yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Peserta yang datang bukan hanya staf SABDA saja, tetapi ada juga teman staf yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam diskusi terbuka ini, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pro media sosial dan kelompok kontra media sosial. Kelompok pro terdiri atas Bu Yulia, Mbak Evie, Hadi, Mbak Elly, Cobena, dan Pak Yoseph. Sementara kelompok kontra beranggotakan Hilda, Yudo, Pak Gunung, Ade, Eben, dan saya. Masing-masing kelompok berdiskusi terlebih dahulu secara internal, kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan dilanjutkan dengan debat sebagai wahana saling merespons masing-masing kelompok.

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari diskusi terbuka malam itu adalah sebagai berikut:

1. Definisi media sosial.

Media sosial adalah media yang digunakan untuk bersosialisasi, berjaringan, dan memberikan pengaruh kepada masyarakat luas. Allah turut bekerja dan mengatur perkembangan teknologi dalam rangka mengerjakan rencana besar-Nya dalam dunia ini.

2. Pengaruh positif media sosial.

Media sosial sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang, contoh nyata dalam dunia sekuler yang bisa kita lihat adalah Presiden Amerika, Barack Obama, berhasil memenangkan pemilihan umum di Amerika dengan menggunakan media sosial. Demikian juga, Presiden terpilih Indonesia, Jokowi, menggunakan media sosial untuk karier politiknya di Indonesia.

3. Pengaruh negatif media sosial.

Jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial bisa membuat penggunanya terjebak untuk membuang waktu dan membuang kesempatan untuk mengembangkan diri. Pengguna yang kecanduan media sosial cenderung menjadi malas berpikir sehingga pikiran mereka menjadi tumpul. Mereka bisa menjadi kehilangan empati dan integritasnya. Media sosial juga memupuk budaya konsumtif dan narsisisme.

4. Sikap orang Kristen.

Sikap kita sebagai orang Kristen sangat menentukan pengaruh dari media sosial itu sendiri. Orang Kristen perlu menyadari bahwa perkembangan teknologi, termasuk media sosial, adalah realitas yang tidak bisa dimungkiri. Pertanyaan yang lebih penting adalah cara kita memanfaatkannya. Kita juga perlu menyadari bahwa tidak semua pengaruh dan tren yang muncul dalam perkembangan teknologi itu baik. Kita perlu selektif dalam memilih dan menggunakannya. Masalah dasar manusia haruslah menjadi pekerjaan rumah bagi kita yang harus kita selesaikan sebagai wujud peran serta kita dalam membina orang, budaya, dan sistem dalam lingkungan kita.

"Event" @SABDA ini sangat menarik. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk berbagi dengan teman-teman dalam diskusi ini. Dalam diskusi ini terjadi interaksi yang aktif antarpeserta. Tanggapan-tanggapan yang kritis dari tiap peserta juga membuka wawasan dan mengasah pikiran saya sehingga semakin kritis. Hasil dari diskusi terbuka ini menolong saya untuk semakin bijaksana dalam menggunakan media sosial. Selain itu, juga membantu saya dalam menyiapkan strategi-strategi dalam membina pemuda di gereja, sehubungan dengan sikap dan kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial. Sekian sharing dari saya. Sampai berjumpa di @SABDA berikutnya.

*Wiwin adalah staf YLSA yang sedang menempuh masa percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Staf “Baru” Divisi Multimedia YLSA

Wed, 10/08/2014 - 16:30

Divisi Multimedia adalah salah satu divisi di YLSA yang bertanggung jawab mengurus dan mendistribusikan CD/DVD secara gratis ke seluruh Indonesia. Distribusi ini bisa dilakukan lewat roadshow-roadshow SABDA maupun pengiriman secara langsung via kantor pos kepada mereka yang memesan. YLSA memproduksi 25+ CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Selain itu, YLSA juga memiliki DVD Library SABDA yang berisi bahan-bahan yang sangat berguna untuk pelayanan.

CD dan DVD itu dikemas/dibungkus dalam plastik yang sangat sederhana supaya menghemat biaya. Di dalamnya disertakan "Daftar Isi" bahan, ataupun ditambah perangkat lain seperti: brosur-brosur YLSA, stiker, dan traktat. Pengerjaan "packing" CD/DVD ini adalah salah satu dari tugasku di YLSA. Walaupun tidak sulit, pekerjaan ini membutuhkan banyak waktu, terutama saat sedang banyak pesanan atau roadshow. Sebagai penanggung jawab pendistribusian CD/DVD, salah satu kerinduanku adalah memiliki teman untuk membantu "packing". Selama ini, ada staf lain yang kadang aku "paksa" untuk membantu, misalnya Pak Yosep dan teman-teman dari divisi lain. Namun, kadang-kadang ada rasa sungkan juga karena mereka semua punya banyak pekerjaan. Akan tetapi, kalau sedang banyak pesanan CD/DVD, banyak staf akan serempak membantu. Aku paling senang kalau tiba-tiba "oglangan" (mati listrik) karena teman-teman akan meledekku, "Wah, yang paling senang Mbak Anik nih ...," karena teman-teman sudah tahu, mereka pasti aku "manfaatkan" untuk membantu "packing" CD/DVD ... he he he.

Beberapa bulan terakhir ini, aku sangat bersyukur karena orang yang sama sekali tidak terpikir sebelumnya, yaitu Tante, maminya Ibu Yulia, bersedia membantu "packing" CD/DVD. Tante sudah berusia 80 tahun. Setahuku, orang-orang seusia Tante kebanyakan sudah tidak bisa apa-apa atau sulit melakukan aktivitas, tetapi aku terkesan dengan Tante karena walaupun sudah seusia itu, beliau masih bersedia mengerjakan sesuatu yang berguna. Awalnya memang sulit karena Tante kadang lupa dan keliru memasukkan CD .... Ya, itu salahku sendiri karena tidak menyadari kalau harus menjelaskan dengan lebih rinci kepada Tante. Tugas yang lebih rumit lagi adalah ketika menjelaskan cara memasukkan kartu nama ke dalam kemasan CD/DVD karena ada beberapa desain kartu nama. Tante pasti bingung karena contoh yang kuberikan tidak sama dengan kartu nama yang akan dimasukkan. Pernah suatu kali, aku dipanggil oleh Tante (dalam bahasa Jawa), "Anik, ngapa kartu nama ora pada karo contone sing mbok cepakke, mengko nek diseneni kowe lho, Nik". Jawabku, "Nggih, Tante, mangke nek didukani kula." Dalam Bahasa Indonesia: "Anik, kenapa contoh kartu nama tidak sama dengan yang kamu sediakan, nanti kalau dimarahi salah kamu lho, Nik". Jawabku, "Ya, Tante, nanti kalau dimarahi saya yang salah." Ya, aku coba jelaskan sebisaku. Puji Tuhan lambat laun Tante mengerti dan menjadi terbiasa.

Sudah beberapa bulan ini Tante selalu datang ke rumah Bu Yulia sekitar pukul 09.00 dengan dijemput Pak Joseph. Karena itu, setiap pagi aku memeriksa apakah persediaan CD yang akan dimasukkan ke plastik oleh Tante masih cukup atau sudah habis. Pekerjaan "packing" CD memang kadang membuat "ngantuk" dan membosankan, tetapi tidak untuk Tante. Beliau mengerjakannya dengan tekun, rapi tanpa mengeluh. Wah ... wah ... hebat Tante yang satu ini. Meskipun sudah tua, tetapi semangatnya luar biasa. Hari demi hari, aku merasa Tante semakin cepat mengemas CD. Aku sempat curhat ke Bayu ketika sedang di ruang Multimedia, "Kemarin-kemarin aku kekurangan stok CD, tetapi sekarang kelebihan stok CD ...." Terima kasih banyak untuk Tante yang sudah bersedia membantu "packing" CD-CD. Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa usia seharusnya tidak menjadi batasan untuk dipakai oleh Tuhan. Tuhan Yesus memakai Tante untuk menjadi bagian dari penyebaran Alkitab ke banyak tempat. Kiranya nama Tuhan dimuliakan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Sugeng Ambal Warsa, Mbak Okti

Wed, 10/08/2014 - 14:11

Hari ini, 8 Oktober 2014, adalah hari yang spesial bagi seorang wanita berambut pendek berwarna "pirang" kehitaman ini. Pasalnya, hari ini ia merayakan hari jadinya. Sungguh membahagiakan karena Tuhan masih memberikan kesempatan baginya untuk terus melayani Tuhan Yesus di Yayasan Lembaga SABDA. Meskipun ia baru bergabung dengan YLSA selama dua tahun, tetapi ia merayakan hari ulang tahunnya yang ketiga di YLSA. Ada banyak pelajaran dan pertumbuhan rohani yang diperoleh Mbak Okti selama melayani Tuhan di YLSA. Selain itu, di YLSA ini ia merasa mendapatkan komunitas dan keluarga baru yang bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati dan berbagi pergumulan serta pokok doa. Ia berharap, ia akan terus diberi kesempatan dan perkenanan untuk melayani Tuhan di YLSA.

Sugeng ambal warsa ya, Mbak Okti. Semakin dewasa dan diperlengkapi Tuhan untuk maju dan bertumbuh dalam berelasi dengan Kristus, keluarga, dan rekan-rekan sepelayanan. Gusti Yesus paring berkah. *_^

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Audisi Audio Alkitab Yang Terbuka (AYT)

Tue, 10/07/2014 - 16:26

Dalam rangka perayaan ulang tahun YLSA ke-20, seperti yang sudah tercantum di kalender YLSA, maka hari ini, tanggal 7 Oktober 2014, seluruh staf YLSA mengikuti kegiatan lomba "Audisi Audio AYT". Menurut rencana, teks AYT nantinya akan dibuat dalam format audio dengan tujuan agar firman Tuhan dapat menjangkau lebih banyak pribadi yang memiliki beragam kebutuhan dan kondisi. Dalam rangka menuju kepada tujuan tersebut, maka pada hari ini, setiap staf membuat rekaman suara dari pembacaan teks AYT, untuk menjadi proses awal dari pengerjaan proyek AYT dalam format audio ke depan.

Dalam kegiatan audisi audio AYT, seluruh staf YLSA yang berjumlah 26 orang, membaca teks AYT dan merekam suaranya. Teks yang dibaca adalah seluruh kitab Perjanjian Baru, mulai dari kitab Matius sampai kitab Wahyu, yang berjumlah 260 pasal. Karena proses rekamannya masih dilakukan dengan cara sederhana, di lingkungan kantor YLSA, serta di sela-sela tugas rutin, proses rekaman dibagi ke dalam empat gelombang. Setiap gelombang terdiri atas enam orang yang melakukan rekaman secara serentak di enam tempat yang berbeda. Mengapa membutuhkan enam tempat yang berbeda? Tidak lain dan tidak bukan adalah agar mendapatkan hasil rekaman yang jernih dan bebas dari 'polusi suara lain'. Mess cewek, "guest room", "war room", "training room", ruang multimedia, dan garasi adalah tempat-tempat yang dinilai layak dan relatif tenang untuk melakukan proses rekaman yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.

Lalu, apa saja peralatan yang digunakan dalam proses rekaman ini? Cukup dengan "handphone", beberapa tablet, dan laptop kantor. Karena rata-rata staf sudah menggunakan "handphone" Android, proses rekaman pun dapat dilakukan dengan menggunakan "gadget" masing-masing dengan menggunakan teks AYT di aplikasi Alkitab Mobile yang juga sudah dimiliki sebagian besar staf. Panduan form "Anda Punya Waktu" di situs SABDA Audio ternyata sangat berguna untuk membagi jumlah teks yang harus dibaca oleh masing-masing staf sehingga hasil potongan rekaman bisa dilakukan per pasal.

Proses rekaman audio AYT yang dilakukan oleh setiap staf rata-rata berlangsung dalam waktu 60-75 menit. Proses yang cukup membuat mulut pegal dan suara serak. Hitung-hitung, kalau nanti ada audisi pengisi suara atau "dubbing" untuk acara-acara di televisi, staf YLSA sudah cukup mumpuni dalam hal ini ... .

Itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan mengenai proses "Audisi Audio AYT" hari ini, yang sampai tulisan ini dibuat pun, proses rekaman masih terus berlangsung. Doakan ya, semoga hasil rekamannya memuaskan. Untuk tahu bagaimana hasil akhirnya, silakan menanti sharing dari kami di blog selanjutnya.

Salam IT for God!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Ulang Tahun Mbak Anik

Wed, 09/24/2014 - 15:54

"Ting-ting", tanda makan siang bagi staf YLSA telah tiba, segenap staf segera menuju ke ruang makan. Ada tiga meja makan yang sudah tertata rapi dengan piring, sendok, juga makanan yang sudah diatur sedemikian rupa. Seperti biasa, kami mengambil posisi masing-masing dan setelah semua berkumpul, kami berdoa bersama untuk berkat makanan yang sudah tersedia. Biasanya, doa makan staf dilakukan secara bergiliran menurut abjad nama staf.

Nah, pada saat kami bersiap untuk berdoa, Ibu Yulia bersama Mbak Evie datang dan mengingatkan bahwa ternyata ada yang berulang tahun. Mbak Anik, salah satu staf yang sudah lebih dari 15 tahun melayani di YLSA, berulang tahun yang ke-37, tepatnya pada tanggal 23 September 2014 kemarin. Sayangnya, kemarin Mbak Anik tidak masuk kantor karena putranya, Davin, sedang sakit.

Akhirnya, rekan kantor bersama-sama menaikkan doa ucapan syukur pada hari ini. Doa dipimpin oleh Mbak Evie, tetapi sebelumnya kami menanyakan apa yang menjadi pokok doa Mbak Anik untuk ulang tahunnya kali ini. Pokok doa yang disampaikan adalah agar putranya yang sedang sakit cepat pulih kesehatannya dan dapat melakukan aktivitasnya kembali dengan baik. Selain itu, ia juga minta dukungan doa untuk kehidupan rohaninya dan keluarga supaya tetap bertumbuh di dalam Tuhan. Selesai berdoa, kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mbak Anik, dan langsung menyantap makan siang.

Selamat ulang tahun Mbak Anik. Kiranya senantiasa diberkati Tuhan dalam kehidupan di tengah keluarga, gereja, pekerjaan, dan di mana pun Mbak Anik berada.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Roadshow SABDA bagi Hamba-Hamba Tuhan di Boyolali

Tue, 09/23/2014 - 13:00

Oleh: Yans*

Pada tanggal 28 Agustus 2014 yang lalu, tim SABDA berangkat ke Boyolali, tepatnya ke GBT Kristus Ajaib untuk membuka booth produk-produk SABDA dan memberikan presentasi tentang DVD Library SABDA Anak 1.2. Tim SABDA yang berangkat adalah Meland, Pak Anton, Mei, Tika, dan saya, Yans. Kami berangkat dari Solo pkl. 07.00 dan sampai di tempat tujuan kira-kira pkl. 08.00. Sesampainya di sana, kami disambut dengan baik oleh pemilik gereja. Peserta yang mengikuti acara ini adalah hamba-hamba Tuhan dan pendeta.

Pada awalnya, kami menghadapi masalah karena kurangnya koordinasi antara panitia setempat dengan pihak penyelenggara acara. Tim penyelenggara ternyata dari Jakarta dan tidak mendapat informasi bahwa tim SABDA akan datang untuk memberikan presentasi singkat tentang pelayanan YLSA. Kami sempat merasa kurang nyaman karena harus mengganggu rangkaian acara mereka yang cukup padat. Puji Tuhan, setelah dibicarakan bersama, kami diizinkan membuka booth SABDA dan memberikan presentasi DVD Library SABDA Anak 1.2.

Tika dan Mei menjaga booth SABDA dan menjelaskan tentang produk-produk pelayanan SABDA kepada orang-orang yang berkunjung ke booth kami. Saya bertugas menjadi operator sementara Meland memberikan presentasi. Setelah itu, saya membantu menginstal apps Alkitab ke handphone peserta yang menginginkannya.

Kedatangan kami tidak sia-sia karena masih banyak peserta yang belum tahu tentang pelayanan SABDA. Meland mempresentasikan DVD Library SABDA Anak 1.2 dan memberikan sedikit demonstrasi tentang Software SABDA. Setelah presentasi, yang hanya berlangsung selama 15 menit, para peserta yang tadinya tidak tahu apa itu SABDA, menjadi begitu antusias setelah mengetahui manfaat pelayanan SABDA. Karena itu, pada saat istirahat, banyak peserta yang berkunjung ke booth, termasuk salah satu panitia yang mengusulkan untuk meminta SABDA mengadakan pelatihan khusus atau seminar. Beliau juga menambahkan ada banyak sekali hamba Tuhan yang membutuhkan Software SABDA ini untuk memperlengkapi pelayanan mereka. Di samping itu, pihak gereja juga ingin mengusulkan seminar Software SABDA untuk 36 gereja di Boyolali.

Banyak peserta yang berkunjung ke booth untuk bertanya mengenai Audio Alkitab dan Software SABDA. Banyak juga dari mereka yang meminta agar handphone mereka di-instal dengan Alkitab. Kurang lebih ada 30 handphone yang berhasil kami instal dengan Alkitab. Mereka juga tertarik dengan Alkitab dalam berbagai bahasa, misal bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK), Inggris, bahasa suku, dll..

Yang menarik adalah seorang hamba Tuhan yang menceritakan bahwa ia sudah bertahun-tahun mencari Audio Alkitab di toko-toko rohani Kristen. Ia merasa sangat senang dan terberkati ketika akhirnya memperoleh Audio Alkitab dari SABDA. Ada juga seorang hamba Tuhan yang membagikan kesaksian tentang pelayanan kami, namanya Bapak Timotius Heru. Beliau merasa diberkati dengan situs Alkitab SABDA di internet. Beliau juga sering mencari bahan-bahan khotbah dari SABDA, dan juga selalu membaca e-Renungan Harian yang dikirim oleh SABDA setiap hari.

Saya sangat bersyukur untuk roadshow tim SABDA ke Boyolali ini karena banyak orang yang diberkati. Meski awalnya kurang lancar, tetapi nyata bahwa bukan kami yang bekerja, melainkan Tuhan Yesus! Ketika Ia menginginkan pekerjaan-Nya dilakukan di suatu tempat, Ia akan membuka jalan agar rencana-Nya terjadi. Ia menggerakkan hati panitia sehingga mengizinkan SABDA berbagi bahan-bahan pelayanan dalam acara ini. Nama Tuhan dimuliakan karena banyak yang diberkati melalui pelayanan SABDA hari itu. Segala kemuliaan hanya bagi Dia!

*Yans adalah staf YLSA untuk divisi Multimedia yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pelayanan Tim SABDA di Persekutuan Forum Komunikasi Tunanetra

Mon, 09/22/2014 - 13:15

Oleh: Johan*

Pada Rabu, 27 Agustus 2014 yang lalu, tim SABDA mendapat kesempatan untuk melayani dalam acara persekutuan Forum Komunikasi Tunanetra yang bertempat di rumah Mbak Agatha, di daerah Jagalan, Solo. Tim SABDA yang diutus untuk terjun dalam pelayanan yang sangat berharga ini adalah Mbak Evie, Mbak Setya, Mas Yudo, Mbak Santi, dan dua staf magang, yaitu Yohanes dan saya, Johan. Kesempatan pelayanan ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami yang melayani kali ini. Mereka adalah pribadi­pribadi yang memiliki kebutuhan khusus. Pada pukul 15.30, kami sudah siap untuk berangkat, setelah terlebih dahulu berdoa bersama yang dipimpin oleh Mas Hadi.

Setibanya di sana, kami langsung disambut ibu Mbak Agatha selaku tuan rumah dan beberapa anggota yang sudah hadir. Sambil menunggu beberapa anggota yang belum datang, kami, tim SABDA menggunakan waktu untuk berkenalan dan berbincang-bincang. Saya terkesan terutama dengan Ibu Mbak Agatha yang menceritakan semangat anaknya yang begitu besar untuk terus mengembangkan diri meskipun beberapa tahun terakhir ini kehilangan penglihatannya karena penyakit glukoma.

Acara persekutuan dimulai dengan menyanyikan lagu pujian dan berdoa bersama yang dipimpin oleh Mbak Setya. Lagu­lagu dinyanyikan dengan penuh semangat oleh semua yang hadir. Setelah berdoa, acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat tentang pelayanan SABDA yang dibawakan oleh Mbak Santi.

Acara berikutnya adalah pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Mbak Evie. Mbak Evie mengawalinya dengan memperkenalkan cara belajar firman Tuhan menggunakan metode S.A.B.D.A, yaitu Simak, Analisis, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi. Kemudian, Mas Yudo memutarkan audio Alkitab yang terambil dari Matius 5:1­12 dari versi bahasa Indonesia Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), dan versi bahasa Jawa Suriname. Semua yang hadir tampak sangat senang setelah mendengarnya karena hal ini merupakan pengalaman pertama "membaca" firman Tuhan dengan mendengarkan, apalagi dalam beberapa versi dan bahasa. Setelah mendengar pembacaan Alkitab, kami dibagi dalam dua kelompok kecil untuk mendiskusikan apa yang telah kami pelajari. Saya sungguh kagum karena ada banyak anggota persekutuan yang menjabarkan firman Tuhan dengan baik. Setelah selesai berdiskusi dalam kelompok kecil, kami mendengar bersama pelajaran dari Sekolah Alkitab Audio yang membahas topik tentang "Ucapan Bahagia".

Acara diakhiri dengan sharing bersama dan beberapa pengumuman dari komunitas tunanetra. Selain itu, sempat juga dibahas keinginan mereka agar tim SABDA menolong kelanjutan persekutuan komunitas tunanetra setiap bulan sampai komunitas ini bisa berjalan sendiri.

Kami juga sangat bersyukur karena mendapat kesempatan melayani dan membagikan prototipe SD Card audio "Dengar Alkitab". Kami bahkan ikut mencoba melihat penggunaan Software SABDA 4.30 di laptop Mbak Agatha yang ternyata di dalamnya terdapat program JAWS, sebuah software khusus untuk membantu para pengguna yang berkebutuhan khusus dalam hal mendengar. Bersyukur juga melihat Mbak Setya mendapat kejutan karena bertemu dengan teman lama, yaitu Mbak Agatha, yang ternyata teman SMA yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Bagi saya, ini adalah suatu pengalaman yang mengharukan. Saya menjadi semakin bersemangat karena melihat orang­orang yang memiliki keterbatasan secara fisik memiliki kerinduan besar untuk belajar firman Tuhan, bahkan melampaui saya sendiri.

Harapan saya, pelayanan SABDA semakin menjadi berkat. Semoga saya tidak hanya senang menerima kemurahan dan kebaikan Tuhan, tetapi terlebih dapat membagikannya kepada lebih banyak orang.

Terima kasih. Salam IT for God!

*Johan adalah staf magang divisi ITS di YLSA periode Juli - Agustus 2014.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Komentar