Panggilan Pelayanan
Waktu itu saya selesai kuliah dan sedang menjalankan wajib militer. Pada waktu kuliah, saya bertemu dengan Saudara Soung Tran, yang kemudian menjadi teman terdekat saya. Di tahun terakhir masa kuliah di Perancis Selatan, kami tidak pernah membicarakan agama secara serius. Tetapi setelah saya meninggalkan Perancis dan bekerja di Inggris selama enam bulan, Saudara Soung selalu datang mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Sejati Perancis karena ibunya adalah jemaat di gereja tersebut. Saudara Soung bercerita kepada saya bahwa gereja ini membawa damai sejahtera baginya dan saudara-saudarinya saling mengasihi. Saat saya kembali lagi ke Perancis, Saudara Soung memberitahukan bahwa dia telah memeroleh Roh Kudus, yang digambarkannya seperti air terjun yang dicurahkan ke dalam tubuh dan juga ditambahkan, "Itu sesuai dengan Alkitab, kamu harus datang!" Saya memercayai dia, tetapi setelah beberapa minggu, saya menjadi curiga. Saya ingin mengetahui apakah dia sedang dalam bahaya atau telah bergabung dalam sebuah sekte penganut ajaran sesat.
Pada bulan November 1995, saat pertama kali datang ke Gereja Yesus Sejati, saya mulai mencari tanda-tanda/ciri-ciri yang mencolok dari sebuah pemujaan, tapi saya hanya menemukan dinding putih. Saya coba perhatikan apakah gereja itu tamak akan uang, tapi saya menemukan tidak ada persembahan. Lalu saya mencari "Sang Guru" dan saya bertemu dengan seorang hamba Tuhan, yang sedang menyibukkan dirinya pada Alkitab. Saya perhatikan khotbahnya dengan baik, saya merasa bahwa khotbahnya sangat serius dan menarik. Tetapi pada saat berdoa, saya tidak dapat berkonsentrasi untuk berdoa karena suaranya berisik. Jadi saya memutuskan untuk menghadiri kebaktian tiga kali lagi untuk mendapat gambaran yang lebih baik. Saya pikir mungkin saja Yesus itu adalah Tuhan yang telah saya percayai selama ini. (Sebelumnya saya sudah percaya pada Tuhan, tetapi saya tidak tahu apakah Dia Yesus atau bukan?) Saya tahu bahwa hidup tanpa Tuhan adalah hampa dan tidak berarti. Saya memunyai perasaan bahwa saya sedang diuji oleh Tuhan. Kadang saya berbicara sendiri, "Malaikat, saya tahu engkau sedang mengawasiku." Saya selalu merasa bahwa hidup adalah suatu proses belajar dan harus melewati banyak ujian. Tetapi kepercayaan yang fanatik, ibadah yang berlebihan, dan kolekte yang memakai nama Tuhan telah mendiskreditkan agama Kristen di mata saya.
Ketika saya menghadiri kebaktian kedua kalinya, saya merasa sukacita ketika berdoa dan saya merasakan adanya suatu energi pada wajah saya. Saya melihat cahaya dan kepala saya seperti disoroti. Tadinya saya berpikir bahwa mereka memasang generator magnet di dinding. Tapi kemudian, saat saya berdoa di markas tentara, saya merasakan adanya pengalaman yang sama.
Lalu saya berpikir, mungkin Alkitab benar-benar berisi firman Allah. Saya ingin memastikan hal ini, jadi saya mengimani Matius 7:7, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu." Saya mulai berdoa dan membaca Alkitab.
Beberapa minggu kemudian, saya merasa bahwa saya masih lemah dalam iman, saya berdoa kepada Tuhan untuk menolong saya. Suatu hari, saat saya sedang duduk di meja kerja dan menutupi mata dengan tangan saya, saya mendapat penglihatan. Saya melihat sebuah gambar geometris yang besar seperti jaring yang indah. Langit penuh ribuan bintang berwarna biru, sebuah bintang hijau, sebuah bintang putih dan sebuah salib bernyalakan api. Awalnya saya tidak tahu, tapi kemudian saya mengerti bahwa api itu melambangkan Roh Kudus. Hari itu saya merasakan sesuatu yang hangat di atas kepala saya. Sesungguhnya perasaan itu selalu saya rasakan setiap kali saya memikirkan Yesus. Saya masih sering melihat cahaya itu ketika saya berdoa. Pada bulan Maret 1996, saya dibaptis bersama dengan Saudara Soung dan seorang saudari dari Jerman.
Saya mulai mengabarkan Injil kepada banyak orang di sekitar lingkungan saya, tapi kelihatannya tidak efektif. Setelah merenungkannya, akhirnya saya sadar bahwa saya masih belum menerima Roh Kudus, saya merasa bahwa saya bukanlah saksi Yesus. Saya menghentikan usaha saya untuk mengabarkan Injil, kemudian saya mendapat penglihatan lagi. Saya melihat sebuah kaki dari emas tapi saya tidak mengerti maksudnya. Satu minggu setelah saya berhenti mengabarkan Injil, pada hari Sabat, saya menerima baptisan Roh Kudus di rumah. Kemudian saya mengerti bahwa penglihatan kaki emas itu adalah melambangkan pesan Allah: "Betapa indahnya kaki-kaki yang mengabarkan kabar baik!" Oleh sebab itu, seharusnya kita tidak perlu bimbang untuk mengabarkan Injil selama kita memunyai kebenaran.
Kata Bijak
Buku
Buletin Warta Sejati Edisi 31/Juli -- Agustus 2002
Judul Kesaksian
Kesaksian Stephane
Penulis
Stephane
Penerbit
Departemen Literatur Gereja Yesus Sejati Indonesia, Jakarta
Halaman
29 -- 30
Keterangan Lain
--
Kelelahan otak, kelelahan saraf, depresi ... itulah yang biasa digambarkan misionaris Methodist, E. Stanley Jones tentang keadaannya yang memburuk. Dia pergi ke India dengan penuh semangat yang idealis, tetapi energinya menguap di tengah-tengah panas yang tak tertahan, permusuhan, dan kegelisahan. Dokternya menyarankan agar dia beristirahat selama setahun di Amerika, tetapi dia jatuh di atas kapal ketika berusaha berkhotbah pada pelayanan Minggu pagi di laut. Di sana, Jones mencoba beristirahat, tetapi sarafnya meletus seperti hubungan singkat sirkuit listrik. Dia berkeras untuk kembali ke India setahun kemudian, tetapi tidak lama di Bombay dia jatuh lagi dan dikirim ke gunung untuk beristirahat. Teman-temannya khawatir akan hidupnya. Suatu ketika, Jones berkeliling kota Lucknow untuk mengadakan serangkaian pertemuan.
Suatu malam ketika berdoa, tiba-tiba dia merasakan Tuhan berbicara padanya. Suara Tuhan jelas terdengar, Jones merasakan kata-kata ini: "Apakah dirimu siap untuk pekerjaan yang merupakan panggilan-Ku kepadamu ini?" Jawab Jones "Tidak, Tuhan, aku akan mati. Aku telah kehabisan sumber dayaku." Kembali Jones mendengar Tuhan berkata, "Jika kau serahkan pada-Ku dan kamu tidak mengkhawatirkannya, Aku akan mengurusnya." Maka Jones menjawab, "Tuhan, aku menutup penawaran di sini."
E. Stanley Jones kemudian berkata bahwa hati dan tubuhnya telah diliputi damai yang hebat. "Aku telah dapatkan hidup yang berkelimpahan. Aku sangat senang sampai-sampai aku hampir tidak menyentuh jalan ketika aku berjalan pulang malam itu. Hari-hari berikutnya, aku melewati hari-hari dengan bekerja sampai malam dan sampai pada waktu tidur aku bertanya-tanya mengapa di dunia ini aku harus pergi tidur padahal aku tidak merasakan kelelahan sedikit pun. Aku telah diberi kehidupan, kedamaian, dan ketenangan oleh Kristus."
Jones bekerja selama beberapa dekade, melayani lebih dari empat puluh tahun di India, berkhotbah di seluruh dunia. Berkhotbah tiga kali dalam sehari, menulis lusinan buku, dan menjadi salah satu misionaris yang paling terkenal dari generasinya. Sejak pertemuannya dengan Tuhan di Lucknow sampai hari kematiannya tahun 1973, E. Stanley Jones hidup dalam sinar kecukupan dari Kristus dan selalu memegang janji Tuhan.
Kata Bijak
Buku
Real Stories For The Soul
Judul Kesaksian
Serahkan PadaKu
Penulis
Robert J. Morgan
Penerbit
Bethlehem Publisher
Halaman
27 -- 28
Keterangan Lain
-

sabda.org |