Humor Sekolah

Team i-Humor's picture

IZIN MANGKIR

Seorang guru menerima telepon. Ia mengangkatnya dan berkata, "Ya?"

"Saya hanya ingin memberi tahu, Deni Santoso hari ini tidak bisa masuk sekolah."

"Ini siapa?" tanya guru.

Suara di seberang menjawab, "Ini Ayah saya."

Team i-Humor's picture

BEKAS LIPSTIK

Kepala sekolah sebuah SMA jengkel dengan kondisi kamar kecil para siswi. Gadis-gadis remaja itu rupanya suka meninggalkan bekas bibir berlipstik mereka di cermin kamar kecil. Peringatan agar mereka menghentikan kebiasaan ini diumumkan dengan pengeras suara setiap hari. Hasilnya, nihil!

Suatu hari kepala sekolah mengumpulkan gadis yang dicurigai dan memperkenalkan mereka kepada tukang kebun sekolah, Pak Karyo. Ia kembali meminta mereka menghentikan kebiasaan itu. Ia menjelaskan, betapa repotnya Pak Karyo harus membersihkan bekas lipstik itu.

Ia meminta Pak Karyo menunjukkan bagaimana caranya membersihkan bekas lipstik itu dari cermin. Pak Karyo maju, mengambil sikat bergagang panjang, mencelupkannya ke dalam lubang toilet, lalu menggunakannya untuk membersihkan cermin.

Sejak saat itu tidak pernah ada lagi bekas bibir di cermin kamar kecil siswi.

Team i-Humor's picture

PALING MALAS

Seorang ayah memarahi anaknya yang terkenal sangat malas. "Siapa agaknya yang paling malas di kelasmu?" sindir ayahnya.

Nanda: "Wah, saya tidak tahu."

Ayah: "Aku rasa kamu tahu. Kalau semua murid sedang belajar atau menulis pelajarannya, lalu ada yang hanya duduk-duduk saja tanpa mengerjakan sesuatu. Itulah si pemalas."

Nanda: (Dengan santainya) "Ooo..., itu saya tahu, guruku yang sering begitu."

Team i-Humor's picture

HAMIL

Pak Guru sedang memberikan pelajaran bahasa di sebuah SD kelas 1.

Guru: "Hary, coba buatlah kalimat yang menggunakan kata 'turun'!"

Hary: "Petugas pemadam kebakaran itu turun menggunakan tangga dengan hamil."

Guru: "Hary, kalimat apa itu? Apa kau tahu artinya 'hamil'?"

Hary: "Ya, Pak. Saya tahu. Hamil artinya membawa seorang bayi kecil."

Team i-Humor's picture

GIGI TERAKHIR

Di dalam pelajaran Biologi, seorang guru SMU bertanya kepada murid-muridnya.

"Gigi yang kita peroleh paling akhir dinamakan gigi apa, anak-anak?" tanya sang guru.

Seorang murid menjawab dengan lantang, "Gigi palsu!"

Team i-Humor's picture

KATAK YANG LAIN

Dalam pelajaran Biologi guru bertanya, "Binatang apa yang dapat hidup di air dan di darat?"

"Katak Bu Guru!" jawab mereka lancar.
"Lalu apa lagi," guru bertanya lagi.
"Katak-katak yang lain juga bisa, Bu!" jawab mereka semangat.

Team i-Humor's picture

PEMBAGIAN

Ibu Guru: "Anak-anak, hari ini Ibu akan mengajar tentang 'pembagian'."
Sambil menulis di papan 1 kg:20= ...

Ibu Guru: "Sudah jelas bukan. Nah, Rahmat, jika sekilo beras dibagi untuk dua puluh orang berapa bagian yang didapat masing-masing orang?"

Rahmat yang sedari tadi hanya menjahili teman-temannya dan ketawa-ketiwi, seketika itu juga keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya. Dengan sangat ketakutan dia menjawab,

"Semangkuk bubur, Bu Guru."

Team i-Humor's picture

SIAPA NAMAKU!

Seorang murid belajar semalaman untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian pelajaran biologi. Keesokan harinya, ketika memasuki ruang kelas, ia melihat 10 meja dengan 10 macam burung di atasnya. Setiap sangkar burung ditutupi sehelai kain dan hanya kaki burung-burung itu saja yang terlihat. Guru mengatakan bahwa ujian yang dilakukan adalah menentukan nama, habitat, dan spesies burung-burung yang ada dengan melihat kakinya.

Murid itu pun mulai memerhatikan kaki burung-burung tersebut tetapi semuanya tampak sama di matanya. Semakin ia mencoba mencari tahu, semakin pikirannya buyar. Akhirnya, ia mendatangi meja sang guru dan berkata, "Ujian macam apa ini?" Bagaimana seseorang bisa menentukan jenis burung hanya dengan melihat kakinya? Dengan perasaan jengkel, murid itu keluar kelas. Sang guru kaget.

Guru itu adalah guru baru dan ia belum bisa mengingat nama dari setiap murid. Maka ia pun memanggil murid yang keluar tersebut dan bertanya, "Siapa namamu!" Murid yang sangat marah itu kemudian menarik celana panjangnya, dan memperlihatkan kakinya sambil berkata, "Lihatlah kakiku, perkirakanlah siapa namaku!"

Team i-Humor's picture

JANGAN MAIN LAGI DENGANNYA

"Sayang, Mama tidak mau lagi mendengarkan kamu mengucapkan kata-kata tidak sopan seperti itu!" kata seorang ibu ketika mendengar anaknya yang masih SD mengucapkan "jalang" dan "binatang" berkali-kali.

"Tapi, Ma, Chairil Anwar juga mengucapkannya," kata si anak.

"Kalau begitu, kamu tidak boleh main sama dia lagi!"

Team i-Humor's picture

PENGENALAN UNIVERSITAS

Saat itu Joni sedang mengenalkan universitasnya pada anak-anak kelas III SMA yang akan lulus.

Joni: "Sekolah kami luasnya hampir sekota Yogyakarta. Tiap ruangan ber-AC. Di tengah-tengahnya ada taman yang luas dengan air terjun setinggi 5 meter dan sungai bening yang mengalir..."

Anak-anak kelas III: "Wah... hebat..."

Joni: "Eit,... belum lagi gedung kampusnya tingkat 10 dan menggunakan lift serta guru-gurunya ilmuwan dari Amerika."

Anak-anak kelas III: "Wah, hebat sekali, kami mau masuk sekolah Anda. Di mana letak sekolah itu?"

Joni: "Masih dalam rencana..."

Team i-Humor's picture

GURU KREATIF

Pak Arifin, seorang guru SD yang kreatif namun pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. "Anak-anak... Pada suatu hari di sebuah hutan, ada pemuda yang suka berburu. Ia bernama Malin Kundang..." Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Arifin keliru, sehingga ia menyela, "Maaf, Pak... Pemburu itu kan mestinya ..."

"Ssssttt... Jangan memotong dulu... Kalau mau bertanya nanti saja..." potong Pak Arifin. "Nah, saya teruskan ya... Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah, di tengah telaga itu dia melihat tujuh bidadari dari balik sebuah pohon besar."

Sementara murid-muridnya mulai senyam-senyum, sadarlah Pak Arifin bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide cemerlang...

"Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru: Hei Malin Kundang, ngapain kamu di situ? Seharusnya kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ..."

Team i-Humor's picture

KIRIM SURAT IZIN

Pardi sering tidak masuk sekolah tanpa alasan dan kabar yang jelas. Suatu hari dia dimarahi oleh gurunya.

Guru: "Pardi, kalau kamu tidak masuk sekolah karena sakit atau ada urusan lain, kamu kan bisa kirim surat!"

Pardi: "Dulu Pardi pernah kirim surat tapi tidak pernah dibalas, jadi malas untuk buat surat lagi..."

Team i-Humor's picture

JANJI BERTEMU

Seorang guru tertidur di sepanjang kelas, ketika terbangun ia menyuruh murid-muridnya bubar. "Tadi Pak Guru sudah berjanji dengan Pangeran Charles untuk bertemu di dunia mimpi," demikian alasan sang guru kepada murid-muridnya. Keesokan harinya, ternyata ada seorang murid tertidur di kelas itu. Pak guru membangunkannya dengan pukulan tongkat dan membentak, "Berani-beraninya kamu tidur di kelas!"

"Saya juga punya janji untuk bertemu dengan Pangeran Charles, Pak Guru," jawab murid itu.

"Oke, kalau begitu apa yang dikatakan Pangeran Charles kepadamu?" selidik Pak Guru.

"Dia bilang, 'Aku tidak bertemu dengan gurumu kemarin'," jawab murid itu dengan kalem.

Team i-Humor's picture

HASIL PRAKARYA

Pada waktu pelajaran prakarya tiba, Rini menyerahkan hasil prakaryanya kepada Pak Guru.

"Pak, ini hasil prakarya saya. Saya membuat rumah-rumahan, Pak."
"Kok hanya selembar triplek begini? Mana rumahnya?" tanya Pak Guru
"Sudah digusur, Pak. Jadi yang saya serahkan pada Pak Guru ya sebidang tanahnya saja."

Team i-Humor's picture

SUDAH TAHU

Ada anak baru (AB) dan anak lama (AL) sedang mengobrol saat pelajaran Fisika.

AL: "Eh, kamu anak baru ya?"
AB: "Iya."
AL: "Hati-hati sama guru Fisika, lho. Kalau salah sedikit bisa dimarahi habis-habisan."
AB: "Ooh... itu aku sudah tahu."
AL: "Iya, gurunya jelek dan nyebelin!"
AB: "Ooh... kalau itu sih aku juga sudah tahu."
AL: "Pokoknya nanti kalau dia pulang kita kerjain yuk! Eh, omong-omong kok kamu dari tadi bilang kalau sudah tahu sih?"
AB: "Aku kan anaknya."
AL: "!!"

Tinggalkan Komentar