Tinggalkan Komentar (
Humor Gereja

PENDETA DAN DESAINER
Submitted by Team i-Humor on Thu, 01/12/2012 - 16:01Seorang desainer terkemuka ingin membuat rancangan pakaian yang cocok dikenakan ke gereja. Selama ini, ia hanya merancang pakaian pesta. Ia lalu menemui pendeta untuk meminta masukan.
"Menurut Bapak, model pakaian yang cocok untuk dikenakan ke gereja tuh yang seperti apa?" tanyanya.
"Semua pakaian cocok, yang penting bersih dan rapi," jawab pendeta.
Sang desainer tidak puas. "Maksud saya, jenis potongan bagaimana yang cocok menurut Bapak?" tanyanya lagi.
Pendeta menjawab, "Semua potongan cocok. Asalkan arahnya tepat."
Si desainer bingung, "Maksud Bapak?"
Sang Pendeta menjelaskan, "Hindarilah potongan yang salah arah. Misalnya, potongan bagian atas, jangan dipotong semakin ke bawah. Sebaliknya, potongan bagian bawah, jangan dipotong semakin ke atas."

TIDAK MOOD
Submitted by Team i-Humor on Mon, 01/02/2012 - 11:37Seorang anak kecil berusia 4 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan pendeta di depan pintu. Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, "Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?" Anak itu tidak menjawab.
Pak pendeta mendekatkan kepalanya, "Umurmu berapa, Sayang?" tanyanya.
Si anak mengangkat empat jari tangannya. Pak pendeta tersenyum. "Itu berapa?" tanyanya lagi. Si anak diam. Pak pendeta bertanya lagi, "Nak, kamu bisa omong, tidak?"
Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, "Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?"
PENGALAMAN
Submitted by admin on Tue, 11/29/2011 - 13:05Seorang lelaki lolos dari bencana banjir. Sepanjang hidupnya, ia selalu menceritakan pengalamannya itu berulang-ulang kepada siapa saya yang ditemuinya. Kemudian dia mati dan masuk surga. Dia langsung menemui Petrus, meminta izin agar ia boleh menceritakan pengalamannya selama banjir kepada orang-orang di surga. Tak lama kemudian tampaklah ia dengan bersemangat sedang bercerita kepada para penghuni surga. Semuanya mendengarkan dengan penuh perhatian.
"Nah," katanya menyudahi ceritanya. "Bagaimana menurut kalian? Pengalaman yang luar biasa bukan?"
"Biasa-biasa saja," jawab seorang laki-laki yang duduk di kejauhan.
"Siapa orang itu?", dia bertanya kepada Petrus.
"Oh," jawab Petrus. "Itu Nabi Nuh."

TEMBOK YOSUA
Submitted by Team i-Humor on Fri, 10/21/2011 - 14:28Esther seorang guru sekolah minggu mengadakan praktik mengajar di sekolah minggu, di daerah terpencil. Dengan bersemangat ia bertanya pada anak-anak, "Anak-anak, siapa yang merobohkan tembok Yerikho?"
Dengan polosnya anak-anak serempak menjawab, "Bukan kami... Bukan Kami...". Esther sedih dan mengemukakan hal ini kepada Guru Sekolah Minggu di jemaat itu.
Guru-gurunya pun menjawab, "Ibu Esther, anak-anak memang begitu, mereka tidak mau mengakui perbuatan mereka. Nanti, kami tanyakan pelan-pelan pasti ada yang mau mengakuinya..." Ibu Esther makin sedih.
Malamnya ada rapat majelis, Esther mengemukakan kejadian pagi dan siang hari itu. "Saya Sedih karena anak-anak sekolah minggu bahkan guru-gurunya tidak ada yang tahu siapa yang merobohkan tembok Yerikho..." Sidang majelis berembuk sejenak, dan ketika ada keputusan, Ibu Esther dipanggil.
Ketua sidang berkata demikian, "Ibu Esther kami telah sepakat. Begini saja. Hitung saja berapa anggarannya nanti kami yang ganti."
Ibu Esther langsung pingsan.

CUMA INGAT JANDA
Submitted by Team i-Humor on Wed, 10/19/2011 - 17:26Yanto adalah bujangan yang sangat taat beribadah. Tetapi sampai usianya mencapai 42 tahun, dia masih saja belum menikah. Kebanyakan waktunya dihabiskan di kantor dan urusan-urusan gereja. Sementara temannya di gereja, seorang gadis yang bernama Santi, sebenarnya sudah lama tertarik pada Yanto, tetapi Yanto sendiri tidak pernah memberikan perhatian khusus.
Suatu hari pada acara KKR di rumah salah seorang jemaat, Yanto diminta membacakan doa makan. Dengan suara pelan Yanto mulai berdoa.
"Tuhan, Bapak kami yang di Surga. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengumpulkan kami di sini. Terima kasih juga Tuhan atas makanan yang telah tersedia ini. Sebelum kami menyantap makanan ini, kami ingat juga orang-orang miskin, janda-janda yang benar-benar janda yang mungkin belum mendapatkan makanan hari ini..."
"Gua aja enggak diperhatikan, kok janda-janda yang diingat. Pantas, sampai sekarang dia masih membujang terus," ujar Santi dalam hati.

BOLEHKAH?
Submitted by Team i-Humor on Mon, 10/03/2011 - 14:45Budi adalah anak yang malas. Ketika dia akan menghadapi ujian, dia berdoa pada saat gereja sedang sepi "Bunda Maria yang kudus, bolehkah besok saya menyontek Andi, teman saya yang selalu saja mendapatkan rangking 1 di kelas?"
Seorang Pastor yang kebetulan berada tepat di belakang patung Yesus dan Bunda Maria langsung menjawab doa Budi tanpa memperlihatkan wajahnya, "Tidak boleh!"
Dengan santai Budi berkata, "Tuhan, yang saya tanya 'kan Ibu-Mu..."

MEMBAWA HARTA
Submitted by Team i-Humor on Thu, 08/18/2011 - 16:53Dengan bersemangat Pak Pendeta mengkhotbahkan 1 Timotius 6:7, "Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar."
Lalu terdengar komentar Didik kepada Hari yang duduk di sebelahnya, "Wah ... Pak Pendeta seharusnya dengar dulu cerita saya. Orang mati tetap saja bawa harta."
Hari bertanya dengan heran, "Maksudmu apa?"
Lalu Didik menjawab dengan serius, "Ya kayak si Jack yang meninggal 6 bulan lalu, dia membawa uang saya 3 juta rupiah."

DOA SEBELUM TIDUR
Submitted by Team i-Humor on Fri, 06/17/2011 - 17:15Seorang guru sekolah minggu sedang mengobrol dengan salah satu muridnya yang baru berusia 6 tahun.
Guru SM: "Apakah ibumu selalu berdoa untukmu setiap malam?"
Anak: "Ya"
Guru SM: "Baik sekali ibumu... Bagaimana bunyi doanya?"
Anak: "Terima kasih Tuhan akhirnya dia tidur juga...."

TIDAK IKUT MAKAN
Submitted by Team i-Humor on Tue, 05/10/2011 - 14:17Seorang anak berusia empat tahun pergi ke gereja bersama-sama dengan ibunya. Minggu itu diadakan Perjamuan Kudus. Ketika air anggur dan roti diedarkan, ibunya berbisik kepadanya, "Kamu tidak usah ambil, kamu masih kecil, belum tahu apa-apa." Kemudian, tiba waktunya kantong kolekte diedarkan. Sang ibu berkata kepada anaknya, "Ayo, mana uang yang ibu beri tadi, masukkan ke kantong kolekte." Si anak menjawab dengan heran, "Ma, ... tadi saya tidak ikut makan... mengapa harus bayar juga?"

LAGU ANEH
Submitted by Team i-Humor on Tue, 03/29/2011 - 15:06Mama: "Tom, kamu pulang dari sekolah minggu kok malah cemberut gitu?"
Tomi: "Habis, ibu guru mengajarkan lagu yang aneh!"
Mama: "Aneh? Memangnya lagunya tentang apa?"
Tomi: "Aku disuruh jadi lilin kecil, padahal aku kan ingin jadi dokter."

BAGAIMANA KEBAKTIANNYA?
Submitted by Team i-Humor on Wed, 03/23/2011 - 13:53Pak pendeta menanyai seorang anak kecil yang baru pertama kali mengikuti kebaktian.
"Bagaimana kebaktiannya tadi?"
Jawabnya, "Musiknya oke, tapi iklannya membosankan".

TAKUT
Submitted by Team i-Humor on Thu, 03/17/2011 - 15:36Setelah acara sekolah Minggu selesai, Anik menghampiri ibunya yang masih kebaktian umum. Tepat di saat Anik masuk, Pendeta Yonathan sedang berkhotbah tentang orang Kristen. Sebagai penekanan, pak pendeta bertanya sambil menghantam mimbarnya, "Apakah orang Kristen itu!" Sekali lagi ia berseru, "Apakah orang Kristen itu!", dengan suara yang semakin menggelegar. Saking takutnya, si Anik menangis sambil berteriak, "Bu... kasih tau dia, Bu. Kasih tau dia..."

PIPI KIRI DAN KANAN
Submitted by Team i-Humor on Wed, 03/09/2011 - 17:37Setiap kali ke sekolah Minggu, Yohanes mendengarkan pesan gurunya yaitu, "Kasihilah sesamamu manusia, jika pipi kkananmu ditampar, berikan pipi kirimu." Sepulang sekolah Minggu Johannes ditampar temannya, Markus.
Setelah Markus menampar pipi kanannya, Yohanes berkata, "Markus... kamu lupa menampar pipi kiriku... Ayo, ini pipiku...!"
Markus: (Sambil berlari ketakutan Markus berpikir) Dia sakit ya...??

BOM
Submitted by Team i-Humor on Tue, 10/05/2010 - 16:45Ada seorang wartawan yang sedang mewawancarai seorang pendeta yang gerejanya dibom. Puji Tuhan ketika dibom gereja itu kosong sehingga tidak ada korban.
Wartawan: Bagaimana perasaan Bapak setelah gereja Bapak dibom?
Pendeta: Wah, Tuhan itu sangat baik Mas, dan saya sangat bersyukur.
Wartawan: Lho, mengapa Pak Pendeta malah senang?
Pendeta: Tenang dulu. Memang gereja itu sudah ingin kami renovasi, maka bom itu mememudahkan kami untuk membongkarnya.

KHOTBAH TENTANG DOSA KEBOHONGAN
Submitted by Team i-Humor on Tue, 05/11/2010 - 16:32Pengkhotbah memberitahu umatnya, "Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu Anda memahaminya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17."
Pada hari Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya, ia berkata, "Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus 17."
Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, "Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang dosa kebohongan."



Publikasi e-Humor adalah buletin mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dan dipublikasikan melalui sistem I-KAN (Internet- Komputer Alkitab Network), menyajikan humor-humor yang jauh dari unsur SARA dan pornografi lengkap dengan ayat-ayat pendukung dari setiap humor.