Humor Orangtua

UBAN BANDEL
Submitted by Tim i-Humor on Tue, 05/14/2013 - 11:24Pada suatu sore, seorang ayah dan anak laki-lakinya sedang menikmati pisang goreng. Melihat rambut sang ayah, si anak pun menceletuk, "Mengapa rambut Ayah ada ubannya?"

JANGAN PANGGIL AYAH LAGI
Submitted by Tim i-Humor on Thu, 04/18/2013 - 09:08Seorang ayah terlihat sedang menasihati anak lelakinya yang bandel. Nah, anaknya ini, sudah menunggak alias tidak naik kelas dua kali berturut-turut.

TANDA-TANDA PENUAAN
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 03/22/2013 - 16:40- Anda dan gigi Anda tidak tidur bersama-sama lagi.
- Anda berusaha meluruskan kerutan pada kaus kaki Anda, kemudian tersadar bahwa Anda tidak mengenakan kaus kaki.

TAK TAHU DIRI
Submitted by Tim i-Humor on Sat, 10/27/2012 - 10:34"Benar-benar tak tahu diri, pemuda kampung begitu, berani-beraninya melamar puteri seorang pengusaha kaya," ujar seorang ayah pada anak gadisnya.
"Jangan gitu dong, Yah. Dulu Mama toh menerima lamaran Papa, meskipun Papa datang memakai celana dan baju lusuh."

CEMBURU LEWAT CERMIN
Submitted by Tim i-Humor on Wed, 08/22/2012 - 16:56Di sebuah desa terpencil, di atas gunung, tinggallah seorang laki-laki tua dengan istrinya. Pada suatu hari, laki-laki tua itu mendengar ada pasar malam di kota terdekat. Oleh karena itu, pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke sana. Konon ceritanya, di sanalah laki-laki tua itu pertama kali melihat cermin. Dengan sukacita dia membeli cermin yang berukuran saku tersebut.
Tiba di rumah, berkali-kali dengan diam-diam, dia mengeluarkan cermin itu dari sakunya dan menatap cermin itu berlama-lama, lalu buru-buru menyimpannya. Tiap kali istrinya bertanya apa gerangan yang dilihatnya. "Bukan urusan perempuan!" bentaknya.
Tentu saja si istri curiga. Ketika suaminya tidur, pelan-pelan dia merogoh saku suaminya dan mengeluarkan cermin itu. Dia menatap benda itu lama sekali, lalu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dia berkata, "Betul 'kan, dugaanku... rupanya dia sudah punya wanita lain!"

JAWABAN TEPAT
Submitted by Tim i-Humor on Tue, 07/17/2012 - 15:50Ibu Roni heran melihat anaknya pulang, padahal masih pukul 09.00.
"Roni, sekarang baru pukul 09.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.
"Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Roni.
"Kamu hebat, apa pertanyaannya?"
"Bu guru bertanya, 'Siapa yang melempar kapur ke ibu?'"

DILAMAR
Submitted by Tim i-Humor on Wed, 05/16/2012 - 12:53Warni bercerita ke ibunya, "Bu, mas Bedhor itu sayang banget sama aku lho. Waktu Valentine yang lalu, dia membelikan aku HP yang mahal. Ulang tahunku kemarin, dia memberikan mobil mewah. Lusa, dia akan mencicilkan rumah tipe 70. Dan kemarin, dia melamar aku, 'Warni, bulan Mei ini kita harus nikah ya, jangan jawab maybe yes, maybe no.' Aku harus bagaimana, Bu?"
Ibunya terkesima, karena setahunya mas Bedhor itu baru kenal Warni belum 3 bulan.
"Nak, setidaknya kamu harus melihat ayahnya Bedhor dulu, sayang. Amati dan perhatikan baik-baik orang tuanya. Kemudian bertanyalah kepada dirimu sendiri, apakah kamu masih mau menikah dengan dia. Tiga puluh tahun lagi dia akan persis sama dengan ayahnya itu."
Warni menjawab kalem, "Itu rumus kuno yang diulang-ulang yang Ibu dapat dari nenek 'kan? Tapi mas Bedhor tidak akan tahan selama itu, Bu. Umurnya aja sekarang sudah 64."

ANAK HEBAT
Submitted by Tim i-Humor on Mon, 05/07/2012 - 11:45Ada seorang ibu yang membanggakan anaknya kepada seorang kenalan baru.
Ibu: "Anakku adalah anak yang luar biasa hebat!"
Teman: "Dia tidak merokok atau terlibat narkoba?"
Ibu: "Tidak, dia tidak merokok dan tidak terlibat narkoba."
Teman: "Dia tidak pernah pulang sampai tengah malam?"
Ibu: "Tidak, dia selalu ada di rumah."
Teman: "Dia tidak kecanduan main PS sampai larut malam?"
Ibu: "Tidak, dia selalu tidur lebih awal dan tidak main PS."
Teman: "Wow, aku pikir memang anakmu adalah anak yang luar biasa. Berapa usianya?"
Ibu: "Baru jalan 2 tahun!"

WANITA LAIN
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 04/20/2012 - 17:06Pak Bambang akhirnya meninggalkan istrinya hanya karena hadirnya wanita lain dalam rumah tangga mereka.
Wanita itu adalah ... ibu mertuanya!

JATUH DI SELOKAN
Submitted by Tim i-Humor on Tue, 04/10/2012 - 11:29Karto: Hari ini ada seorang anak yang jatuh di selokan. Semua temannya menertawakannya, hanya saya sendiri yang tidak ikut tertawa.
Ibu: Bagus. Kamu memang anak Ibu yang baik. Lalu siapa yang jatuh ke selokan itu?
Karto: Saya sendiri.

SARUNGKU JATUH
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/10/2012 - 16:45Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya. Pada suatu hari, nenek menyuruh cucunya yang baru pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.
Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu, sang nenek menyuruh cucunya.
Nenek: "Cucuku, tolong kamu panjatin pohon mangga di depan rumah, nenek ingin makan mangga."
Cucu: "Iya Nek, mau memetik berapa?"
Nenek: "Dua buah saja, cukup. Hati-hati ya!"
Dengan tetap memakai sarung, sang cucu memanjat pohon mangganya. Selang beberapa saat terdengar suara, "buk...!"
Sang nenek menghitungnya,
Nenek: "Satu..."
Beberapa saat kemudian terdengar lagi, "gedebuk...!"
Pikir Nenek, "Dua.... Tapi kok suaranya keras sekali?"
Nenek: "Cu, itu suara apa yang jatuh?"
Sambil meringis,
Cucu: "Sarungku yang jatuh, Nek!"
Nenek: "Kok keras sekali?"
Cucu: "Iya, sarungnya masih kupakai, Nek!"

KALAU MAMA MARAH
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/10/2012 - 16:35Sabtu larut malam. Dering telepon membangunkan seorang ibu. Dengan suara jengkel karena masih mengantuk, ia menjawab, "Halo?"
Penelepon di seberang sana tidak segera menyahut. Tidak lama kemudian, terdengar suara berbicara dengan terburu-buru.
"Ma, ini Santi. Maaf, Ma, bangunin Mama malam-malam. Mau kasih tahu, Santi pulangnya telat. Ban mobilnya bocor. Bukan salahku, lho, Ma. Baru beberapa menit keluar dari bioskop, bannya mendadak bocor. Jangan marah ya, Ma?"
Karena tidak memiliki anak perempuan, ibu itu langsung tahu kalau Santi salah nomor. "Maaf, Nak," jawabnya. "Kau menekan nomor yang salah. Saya tidak punya anak bernama Santi. Bahkan, saya tidak punya anak sama sekali."
Penelepon di seberang kembali terdiam beberapa saat.
"Aduh, Ma!" terdengar suara bergetar. "Masa sampai segitunya sih marahnya?"

SUDAH TAHU
Submitted by Tim i-Humor on Thu, 01/26/2012 - 13:52Seorang ibu sedang berusaha mengajar anaknya, yang masih berusia 6 tahun, mengenali suatu benda.
Ia bertanya, "Coba kamu sebutkan, ini benda apa namanya?"
Anaknya mengamati sejenak dan menjawab, "Kenapa? Apa Ibu tidak tahu namanya?"
Ibunya menjawab, "Bukannya Ibu tidak tahu. Apa kamu tahu benda apa ini?"
Si anak menjawab, "Iya, saya tahu."
Ibunya mulai kesal, "Kalau begitu, coba kamu sebutkan benda apa ini?"
Si anak menjawab, "Buat apa? Kan Ibu tahu benda apa itu. Saya juga tahu. Jadi, tidak usah dikatakan, kan?"

SALAH BELI
Submitted by Tim i-Humor on Mon, 12/19/2011 - 11:54Sepasang suami-istri lanjut usia sudah bersiap hendak tidur. Mendadak sang istri berkata, "Aku kok ingin sekali makan es krim, ya. Wah, tetapi es krim kita habis."
"Kau mau kubelikan?"
"Oh, sayang, kau memang baik sekali. Aku ingin es krim vanila dan cokelat, dengan ceri di atasnya. Catatlah, supaya tidak lupa."
"Tak akan," jawab suaminya. "Vanila dan cokelat."
"Dengan ceri di atasnya," tambah istrinya.
"Dengan ceri di atasnya," ulang suaminya.
"Makanya, sudah ditulis saja biar tidak lupa."
"Aku tidak lupa!" suaminya bersikeras. "Es krim vanila dan cokelat dengan ceri diatasnya. Ya kan?"
Benar saja. Ketika kembali, suaminya membawa bungkusan plastik, dan ketika dibuka, istrinya menemukan setangkup hamburger!
"Tuh, kan. Aku menyuruhmu mencatatnya!" hardik istrinya. "Lihat ini, mana saus tomatnya?"
LUPA TARUH DI MANA
Submitted by admin on Fri, 12/02/2011 - 09:44Sepasang suami istri yang telah menikah puluhan tahun belum juga dikaruniai anak. Tetapi mereka tetap berdoa kepada Tuhan memohon agar mereka dikaruniai seorang anak, walaupun mereka sudah lanjut usia. Akhirnya, apa yang mereka idamkan suatu hari terkabul, si istri hamil pada usia 65 tahun. Mereka pun tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah yang mereka terima.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, si istri melahirkan seorang bayi mungil dan lucu. Para kerabat pun berdatangan untuk mengucapkan selamat. Tetapi pada saat mereka ingin melihat bayinya, ibu tua itu menjawab, "Nanti saja ya..."
Mereka pun terheran-heran dan bertanya, "Mengapa nanti saja?"
"Ya, nanti saja kalau bayinya menangis..." jawab ibu tua itu.
"Mengapa harus menunggu bayinya menangis?" tanya mereka lagi.
Dengan wajah bingung ibu tua itu berkata, "Soalnya aku lupa bayinya kuletakkan di mana..."




Publikasi e-Humor adalah buletin mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dan dipublikasikan melalui sistem I-KAN (Internet- Komputer Alkitab Network), menyajikan humor-humor yang jauh dari unsur SARA dan pornografi lengkap dengan ayat-ayat pendukung dari setiap humor.