Bisnis dan Keuangan

Team i-Humor's picture

MEMBANTU ORANG

Suatu hari seorang pendeta berkunjung ke rumah jemaatnya. Ia disambut oleh Pak Dermawan dan istrinya. Mereka kemudian berbincang-bincang. Pak Dermawan bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang mengalami musibah.

Ia berkata, "Pak, di pinggir kota ini ada sebuah keluarga yang miskin. Sang kepala keluarga telah meninggal dunia. Sang ibu saat ini sedang sakit parah, sehingga tidak bisa pergi kerja. Anak-anaknya mulai kelaparan. Kalau sampai akhir minggu ini tidak ada orang yang membantu membayarkan uang sewa rumahnya, mereka akan kehilangan tempat tinggal mereka. Tidak punya tempat berlindung dari panas dan hujan. Padahal uang sewanya hanya 500 ribu."

Pak Pendeta tampak terharu, "Betapa menyedihkan. Dari mana Bapak tahu tentang cerita ini?"

Pak Dermawan menjawab, "Saya pemilik rumah sewa mereka."

Team i-Humor's picture

SUDAH BERHENTI KERJA

Seorang bos sedang minum kopi bersama karyawannya di kantin kantor. Ia menceritakan serangkaian lelucon yang baru saja didengarnya. Setiap orang yang mendengarnya tertawa keras-keras. Setiap orang kecuali Wrekso.

Ketika bos itu tahu bahwa Wrekso tidak bereaksi, ia bertanya, "Kenapa, So? Apa kau sedang kehilangan selera humor?"

"Tidak, Pak," jawab Wrekso. "Tapi saya tak perlu ikut tertawa, kan? Besok saya sudah berhenti kerja, kok!"

Team i-Humor's picture

TIDAK SESUAI RENCANA

Seorang Manajer Penjualan Air Segar yang kecewa kembali dari tugasnya di Israel.

Seorang temannya bertanya, "Mengapa kamu gagal menjual ke orang-orang di sana?"

Manajer Penjualan itu menjelaskan, "Ketika aku ditugaskan ke sana, aku sangat percaya diri akan membuat sebuah promosi penjualan yang baik. Tapi ada masalah, aku tidak bisa berbahasa Ibrani. Jadi, aku berencana untuk menyampaikan pesan lewat tiga poster."

Poster pertama: Seorang laki-laki tergolek di gurun pasir yang panas, benar-benar pucat dan kelelahan.

Poster kedua: Laki-laki itu sedang minum Air Segar.

Poster ketiga: Laki-laki itu sekarang benar-benar segar kembali.

Lalu ketiga poster itu ditempelkan di mana-mana.

"Luar biasa! Idemu pasti berhasil!" kata temannya.
"Jadinya malah parah!" kata si Manajer Penjualan.

"Tak ada yang memberitahuku bahwa orang-orang Israel membaca dari kanan ke kiri!" (t/dicky)

Team i-Humor's picture

ARTIS DAN DOKTER

Seorang agen mengatur pertemuan antara kliennya dengan seorang produser TV. Kliennya memunyai seekor anjing yang bisa berbicara dan bernyanyi. Setelah mengetes kemampuan sang anjing, sang produser TV merasa sangat gembira dan setuju untuk menandatangani kontrak pembuatan pertunjukan anjing ajaib tersebut. Namun sebelum sang produser menandatangani kontrak, tiba-tiba saja masuk seekor anjing yang lebih besar dan dengan segera membawa lari sang anjing ajaib.

"Apa yang terjadi?" tanya sang produser TV keheranan.

"Itu ibunya," jawab sang agen, "Ia tidak mau anaknya jadi artis, ia mau anaknya jadi dokter."

Team i-Humor's picture

I'M THE BOS

Suatu hari di dalam staf meeting, seorang bos komplain bahwa dia tidak mendapatkan respek dari staf-stafnya. Pagi itu si bos pergi keluar dan kembali lagi dengan membawa poster kecil bertuliskan "I'm the Bos". Dia menggantungkan poster kecil tersebut di depan pintu ruangan kantornya. Suatu hari, sepulang dari makan siang, si bos mendapatkan catatan kecil yang tergantung dekat poster itu, catatan itu bertuliskan "Tadi istri Bapak telepon ke kantor. Dia ingin agar Bapak segera mengembalikan poster miliknya".

Team i-Humor's picture

APA MENGGANGGU HOBIKU?

Seorang dokter baru saja menyelesaikan pemeriksaannya terhadap seorang pasien. Setelah selesai, sang dokter meminta pasien tersebut untuk masuk ke dalam kantornya.

"Silakan duduk, Pak Calvin. Setelah melihat hasil pemeriksaan tadi, saya menyarankan agar Bapak dioperasi sesegera mungkin."

Pak Calvin berpikir sejenak lalu kemudian bertanya, "Sejauh mana operasi ini dapat memengaruhi hobi saya, Dokter?"

"Apa hobi Anda?" tanya dokter.
"Menabung uang!"

Team i-Humor's picture

DATANG ATAU TIDAK

Seorang hartawan akan melangsungkan pesta pernikahan bagi anaknya. Ia memunyai seorang saudara miskin yang tidak ingin diundangnya, karena ia tahu bahwa saudaranya tidak mungkin mampu memberi sumbangan. Namun demi menghargai adat istiadat, ia tetap harus mengundang saudara miskin itu.

Hartawan itu mengirimkan kartu undangan dengan menambahkan dua kalimat di atasnya:

"Jika kamu datang, berarti kamu rakus. Jika kamu tidak datang, berarti kamu pelit."

Hartawan itu tertawa dalam hati, "Coba lihat kamu datang tidak?" demikian ia berkata dalam hati.

Pada hari H-nya, sang hartawan melihat saudaranya itu datang menghadiri pesta pernikahan anaknya.

Setelah mengucapkan selamat dan menyodorkan sebuah amplop merah (angpao/hongbao) pada sang hartawan, saudara miskin itu langsung menyantap makanan lezat yang tersaji dan duduk dengan santainya.

Sang hartawan membuka amplop yang diterimanya, di dalamnya hanya terlihat satu lembar uang RMB 1 dolar (sekitar Rp 1.350) dengan selembar kertas bertuliskan,

Team i-Humor's picture

JUJUR

Di sebuah shopping mall terdengar pengumuman:

PERHATIAN! PERHATIAN! PERHATIAN!

Ditujukan kepada Anda yang kehilangan segepok uang ratusan ribu yang diikat dengan karet gelang, harap menghubungi counter informasi dengan membawa kartu pengenal atau KTP, karena karet gelangnya telah diketemukan, terima kasih.

Team i-Humor's picture

LAPANGAN GOLF DI SURGA

Ketika Peter bermain golf bersama pendeta Brian, ia melontarkan sebuah pertanyaan teologis yang sangat penting.

"Pak Pendeta, apakah ada lapangan golf di surga?"

"Wah, sampai sekarang saya tidak tahu. Nanti kalau ada kesempatan saya akan menanyakan soal itu kepada Tuhan dan jawabnya pasti akan saya beritahukan ke kamu."

Minggu berikutnya mereka berdua bermain golf kembali dan Peter masih mengajukan pertanyaan yang sama.

"Pak Pendeta, apakah Anda sudah menemukan lapangan golf di surga?"

"Sudah, sudah. Lapangan golf di sana bagus sekali. Saya dengar kamu diundang untuk bermain di sana minggu depan."

Team i-Humor's picture

AKHIRI DENGAN "ME TOO"

Perdana Menteri Jepang akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat. Karena bahasa Inggrisnya tidak lancar, maka ia memanggil penerjemahnya untuk meminta petunjuk kalimat-kalimat pendek yang biasa diucapkan pada saat upacara penyambutan.

Penerjemah: Sebelum berjabat tangan, ucapkan salam: "How are you?" Setelah itu Presiden AS akan mengucapkan balasan standar, yaitu: "I am fine". Mengangguklah, seolah Anda mengerti. Setelah dia selesai bicara tutuplah pebicaraaan dengan: "Me too". Selanjutnya biarlah penerjemah yang mengurus pembicaraan bilateral.

Sesampainya di Gedung Putih, Presiden AS telah menunggu untuk upacara kenegaraan. Namun, Perdana Menteri tersebut salah mengucapkan salam yang telah dipelajarinya.

PM Jepang: Who are you?
Presiden AS: (Agak terkejut) I am Hillary's husband.
PM Jepang: Me too!

Team i-Humor's picture

SURVEI TEMPAT

Ada seorang pengusaha mata duitan yang bergerak di bidang jual beli tanah bertanya pada pak pendeta.

"Pak, apakah di surga nanti ada lahan yang bisa dijual, ya? Pasti pendapatannya sangat besar, soalnya banyak jemaat kita yang ingin tinggal di surga."

"Oh, begitu. Kenapa Bapak tidak survei tempat saja secepatnya?"

Team i-Humor's picture

KOMPENSASI SUBSIDI BBM

Daniel: Pak, saya kok gak dapat dana kompensasi BBM?

Pak RT: Loh, waktu pendataan kan Pak Daniel tidak masuk keluarga miskin.

Daniel: Wah ..., pendataan itu kan dilakukan sebelum BBM naik. Sekarang BBM sudah naik ... berarti saya jadi miskin donk, Pak!

Team i-Humor's picture

HASIL KERJA KERAS

Setelah 40 tahun bekerja keras, Smith pensiun dengan tabungan sejumlah $90.000. Uang itu ia peroleh dari keberanian, kerajinan, inisiatif, keterampilan, pengabdian pada tugas, penghematan, efisiensi, investasi yang cerdas, dan kematian pamannya yang meninggalkan uang sebesar $89.000 untuknya.

Team i-Humor's picture

TERNYATA

Seorang laki-laki dan teman-temannya baru saja selesai bermain golf di sebuah klub, dan ketika mereka sedang mengganti sepatu, sebuah telepon genggam di bangku berdering. Salah seorang dari mereka mengangkat telepon itu. "Hai sayang," kata seorang wanita yang menelepon.

"Hai sayang," jawab pria tersebut.

"Aku menelepon hanya untuk memberitahumu tentang jas bulu yang kulihat hari ini. Ini terbuat dari bulu serigala yang cantik dan kelihatan cocok sekali untuk kupakai. Jas ini juga diobral, benar-benar harga yang sangat murah. Harganya turun dari 4.000 dolar menjadi 2.000 dolar. Boleh aku membelinya?"

KUATIR DENGAN UANG

Seorang pria muda lulusan sekolah bisnis melamar pekerjaan setelah melihat suatu iklan lowongan akuntan. Sekarang, ia baru diwawancarai oleh seseorang yang baru saja membuka bisnisnya sendiri.

"Aku butuh seorang akuntan," kata si pemilik. "Terutama, aku mencari orang yang mengkhawatirkan dan memikirkan apa yang harus kulakukan."

Tinggalkan Komentar