Membaca Lebih Cepat dan Lebih Baik | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Membaca Lebih Cepat dan Lebih Baik


Kategori: Kiat-kiat

Bagi kebanyakan orang, belajar membaca cepat itu mudah. Kecepatan baca Anda hanyalah masalah kebiasaan. Untuk memulainya Anda harus mencoba mengubah beberapa kebiasaan dan mempraktikkan tip-tip berikut ini.

1. Saat membaca, berilah perhatian pada apa yang Anda baca, dan bacalah seolah-olah bacaan Anda itu suatu fakta.

Kebanyakan orang membaca dengan cara yang sama seperti mereka menonton televisi -- sambil lalu dan pasif. Membaca memerlukan usaha dan Anda harus berusaha. Seorang guru bijaksana, pernah memberi tahu saya bahwa Anda bisa belajar apa saja, jika Anda melakukan ketiga hal ini: memerhatikan, memerhatikan, dan memerhatikan.

Ada beberapa metode sederhana, yang dapat Anda gunakan untuk lebih memerhatikan dan mendapatkan banyak keuntungan dari waktu yang Anda gunakan untuk membaca. Beda penulis, beda juga istilahnya; namun banyak peneliti mengatakan bahwa, Anda dapat meningkatkan pemahaman dengan "membaca satu bagian buku secara sepintas" sebelum Anda duduk dan membaca kata per kata.

Untuk membaca sepintas lakukan hal-hal di bawah ini.

  1. Ambillah waktu 30 sampai 60 detik.
  2. Lihatlah seluruh judul bab.
  3. Lihatlah semua judul, subjudul dan bagian-bagian yang ditandai, huruf bercetak miring dan tebal.
  4. Lihatlah semua gambar, ilustrasi, grafik, atau diagram.
  5. Bacalah seluruh bagian secara sepintas, bacalah paragraf pertama dan terakhir, dan kalimat pertama paragraf-paragraf yang lain secara sekilas.
  6. Tutup buku dan tanyakan pada diri Anda sendiri: "Apakah ide pokok bab ini?", "Tulisan jenis apakah ini?", dan "Apa tujuan penulis?"

Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sedikit pemaparan dalam materi, tetapi jika Anda membaca sepintas dengan tepat, Anda pasti bisa mendapatkan ide-ide umum yang sangat bagus. Jika Anda memiliki ide umum tentang suatu bagian sebelum Anda membacanya, Anda akan memahami dan mengingat bagian tersebut jauh lebih baik.

Jika akhirnya Anda sadar bahwa Anda cukup lambat membaca suatu bagian, bacalah dengan cara "bertanya", seolah Anda sedang mencari sesuatu. Cara lain yang berguna adalah mengambil topik atau judul bab, dan mengubahnya menjadi sebuah pertanyaan. Sebagai contoh, jika topiknya berjudul "Sebab-Sebab Perang Saudara di Amerika", gunakan judul ini dan ubahlah menjadi sebuah pertanyaan seperti: "Apa Saja Penyebab Perang Saudara di Amerika?" Sekarang Anda memiliki tujuan -- sesuatu untuk dicari, sesuatu untuk diketahui. Pada saat Anda berorientasi pada tujuan, kemungkinan besar Anda akan mencapai tujuan itu. Setidaknya, Anda akan mengingat satu hal tentang isi bacaan yang baru saja Anda baca.

2. Berhentilah berbicara dengan diri sendiri saat Anda membaca.

Manusia berbicara dengan dirinya sendiri dalam 2 cara:

  1. Vokalisasi yaitu gerakan bibir saat Anda membaca.
  2. Subvokalisasi yaitu berbicara dengan diri Anda sendiri di dalam angan-angan, saat Anda membaca dalam hati.

Kedua cara ini akan memperlambat Anda dalam membaca. Suatu ketika Anda akan menyadari bahwa, Anda tidak dapat membaca secepat Anda berbicara. Berbicara merupakan suatu kegiatan yang relatif lambat; secara umum, kecepatan rata-rata berbicara adalah sekitar 250 kata per menit.

Membaca adalah kegiatan yang melibatkan mata dan otak. Vokalisasi mengaitkan proses membaca dengan berbicara. Saat membaca, cobalah membayangkan seolah Anda melihat panorama ide, bukan bebatuan di kaki Anda.

3. Bacalah dengan pemahaman "berkelompok".

Beberapa studi menunjukkan bahwa ketika kita membaca, mata kita pasti berhenti sejenak di sepanjang baris. Pembaca yang tidak efektif, melakukan lebih banyak fiksasi [perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan, Red.] daripada pembaca yang baik. Hal ini tidak hanya memperlambat Anda, tetapi juga menghalangi pemahaman. Makna lebih mudah diambil dari kelompok kata daripada kata per kata atau huruf per huruf. Cobalah membaca satu frasa dengan tiga atau empat kata, terutama dalam kalimat majemuk dan frasa preposisional. Pikiran Anda dapat memprosesnya di otak, seolah seluruh frasa itu seperti satu kata yang sangat kaya makna.

4. Jangan membaca frasa yang sama berulang-ulang.

Pembaca yang tidak efektif terbiasa membaca frasa yang sama berulang-ulang. Kebiasaan ini membuat waktu baca mengalami "kemunduran" dua atau tiga kali lebih lama, dan sering kali tidak menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Membaca satu kali dengan cermat dan penuh perhatian, mungkin tidak cukup untuk memperoleh pemahaman yang lengkap, tetapi sering kali lebih efektif. Dalam membaca, kita lebih baik memerhatikan bacaan dulu. Bacalah sepintas -- sebelum membaca cermat, lalu cobalah tip-tip di atas. Anda akan mengingat lebih baik tanpa harus membaca ulang.

5. Variasikan kecepatan Anda dalam membaca, sesuai dengan tingkat kesulitan dan jenis bacaan.

Pembaca yang tidak efektif selalu membaca dengan kecepatan baca yang lambat. Pembaca yang efisien mempercepat kecepatannya dalam membaca bacaan yang mudah, dan memperlambat kecepatan untuk bacaan yang sulit. Tidak semua karya tulis dimaksudkan untuk dibaca dengan cepat. Puisi dan drama dimaksudkan untuk dipentaskan, andaikan tidak dipentaskan pun, paling tidak diucapkan dengan keras. Hal ini tentu saja bertentangan dengan metode membaca yang melarang vokalisasi. Tulisan agamawi dan Kitab Suci, asal mulanya ditulis untuk dibacakan dan didengarkan oleh para pendengar, yang tampaknya pintar tetapi buta aksara. "Keindahan" puisi, drama, atau doa tidak bisa dirasakan jika Anda "membacanya dengan cepat". (t/Setya)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Glendale Community College
Alamat URL : http://english.glendale.cc.ca.us/speed1.html
Judul asli artikel : Reading Better and Faster
Penulis : Dennis Doyle
Tanggal akses : 10 Februari 2011

Komentar