Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK
Renungan
Dampak dari Salib
Submitted by waluyo on 28 March, 2012 - 14:16Kategori: Renungan
Kematian Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu bukan semata-mata tindakan heroik seperti yang dibayangkan oleh para tokoh agama yang idealis. Tidak juga semata-mata menunjukkan kelemahan. selengkapnya...»
Di Tempat Tertutup
Submitted by admin on 3 January, 2012 - 13:54Kategori: Renungan
Diringkas oleh: Sri Setyawati
Bacaan: Matius 6:5
Di hampir segala bidang kehidupan, ada tekanan yang tiada henti-hentinya untuk berprestasi; mungkin kecuali doa. Tidak ada aturan ataupun rapor untuk doa. Bukan seperti orang-orang Farisi yang berdoa untuk mengesankan orang, Yesus justru mengatakan bahwa doa bukanlah kompetisi. Doa tidaklah dicatat dalam evaluasi performa di surga untuk dibicarakan. selengkapnya...»
Gratis!
Submitted by admin on 23 November, 2011 - 11:55Kategori: Renungan
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16) selengkapnya...»
Penyerahan Diri Yesus Sendiri
Submitted by admin on 14 April, 2011 - 10:44Kategori: Renungan
Efesus 5:25-27
Sedemikian besar dan ajaib pekerjaan yang harus dilakukan Yesus bagi orang-orang berdosa, sehingga untuk itu Ia harus memberikan diri-Nya sendiri. Sedemikian besar dan ajaib kasih Yesus kepada kita, sehingga Ia benar-benar memberikan diri-Nya sendiri bagi dan kepada kita. Sedemikian besar dan ajaib penyerahan Yesus itu, sehingga apa yang diusahakan-Nya itu benar-benar dapat dan sepenuhnya terjadi pada kita. Karena Yesus, yang suci dan Mahakuasa itulah yang telah menanggung sendiri semuanya. Ia menyerahkan diri-Nya sendiri bagi kita. Sekarang yang perlu ialah kita harus mengerti dengan benar dan percaya dengan sungguh-sungguh akan penyerahan-Nya bagi kita. selengkapnya...»
Salib Setiap Hari
Submitted by admin on 5 April, 2011 - 13:36Kategori: Renungan
Diringkas oleh: Sri Setyawati
Fakta pengalaman [hidup] kekristenan menunjukkan bahwa kebanyakan orang percaya menjelajahi padang gurun, [seperti dalam] Roma 7, selama beberapa waktu. Mereka berada dalam perasaan yang campur aduk sebelum mereka masuk ke dalam hidup berkemenangan di dalam Kristus. Seorang rasul besar, Paulus, mengungkapkan kejatuhan rohaninya yang menyedihkan yang berlanjut pada pertobatannya. Hal ini terjadi ketika dia berseru dalam keputusasaannya yang mendalam (Roma 7:24). Kemudian dia belajar sesuatu yang selanjutnya dia tulis di Roma 6:11. Dia benar-benar mengerti bahwa Allah membebaskannya dari kehidupan yang dikuasai hawa nafsu yang menjijikkan bukan dengan resolusi, tetapi mengandalkan penyaliban yang diwakilkan oleh Yesus Kristus. selengkapnya...»
Ingat!
Submitted by admin on 20 December, 2010 - 11:31Kategori: Renungan, Natal
"Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: 'Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi'" (Matius 2:4-5)
Ada sebuah realitas ironis yang dikemukakan penulis Injil Matius dalam paparannya tentang masa kanak-kanak Yesus. Pihak yang paling dekat dengan Kitab Suci, tulisan sakral yang merekam wahyu ilahi tentang kelahiran sang Mesias, justru tidak menyambut dengan antusias berita Natal yang berkumandang di Yerusalem. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki Kitab Suci, para majus dari Timur, yang notabene adalah orang-orang kafir, justru tidak mau melewatkan kesempatan untuk meliput peristiwa yang cuma sekali di sepanjang sejarah tersebut! selengkapnya...»
Menghargai Natal di dalam Hati Kita
Submitted by admin on 6 December, 2010 - 14:52Kategori: Renungan, Natal
Oleh: James Montgomery Boice
Bacaan: Lukas 2:8-20
Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya.
Tetapi mungkin Anda sudah menjadi orang Kristen. Mungkin Anda sudah percaya kepada Tuhan Yesus. Kalau demikian, bagaimana seharusnya Anda merayakan Natal? selengkapnya...»
- 662 reads
Makna Kebangkitan Kristus
Submitted by admin on 23 February, 2010 - 13:50Kategori: Renungan, Paskah
Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 15:1-20
"Riwayat hidup" Yesus tidak berakhir pada saat kematian-Nya. Hari Jumat Agung disusul oleh Hari Paskah: pada hari yang ketiga Ia bangkit pula dari antara orang mati!
Ketika itulah ternyata, bahwa kematian Kristus menjadi kemenangan atas dosa, maut dan iblis. Dan oleh kebangkitan-Nya dinyatakanlah, bahwa Yesus itu Kristus, Anak Allah dan Tuhan kita (Roma 1:4; Kisah Para Rasul 2:32). Bahkan, juga harapan kita tentang masa-depan semata-mata berdasar pada kebangkitan Kristus (2 Korintus 1:9; 1 Petrus 1:3). selengkapnya...»
Kelirumologi Natal
Submitted by admin on 4 January, 2010 - 15:14Kategori: Renungan, Natal
Oleh: Pdt. Ayub Yahya
Tidak salah bahwa di dunia ini ada banyak sekali kekeliruan, seperti disinyalir oleh Jaya Suprana, pencetus "kelirumologi" itu. Tetapi karena hal itu sudah terlanjur biasa diucapkan dan didengar atau terlanjur sering dipakai sehingga itu tidak lagi dirasakan sebagai kekeliruan. Misalnya, anggapan bahwa Yunus ditelan ikan paus. Keliru. Selain paus bukan sejenis ikan, tetapi mamalia, dalam cerita Yunus di Alkitab juga tidak pernah disebutkan ikan paus; hanya disebutkan ikan besar (Yunus 1:17). Atau dalam pemakaian kata-kata. Misalnya kata acuh, kerap orang menyamakan dengan tidak peduli, cuek. Padahal acuh, artinya justru peduli alias tidak cuek. selengkapnya...»
Hadiah Terindah
Submitted by admin on 19 November, 2009 - 15:02Kategori: Renungan
Saya meletakkan gagang telepon dan berpaling ke arah orang tua saya. "Kata Dr. Wallwork, aku bisa pulang untuk merayakan Natal." Kami tersenyum bersama seakan-akan perkataan dokter itu adalah berita baik, tetapi kami tahu bahwa hal itu bukanlah berita baik.
Saat itu tanggal 22 Desember 1980. Sudah beberapa bulan ini kami tinggal di suatu tempat yang disebut Life Row. Gedung ini merupakan apartemen yang berdekatan dengan Rumah Sakit Stanford di Palo Alto. Di tempat inilah pasien seperti saya menunggu donor organ tubuh yang dapat digunakan untuk tranplantasi. Pada usia 18 tahun, saya menanti-nantikan jantung yang baru. selengkapnya...»



