Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Perkembangan Anak: Bayi Usia 1 - 2 Tahun

Hal yang penting untuk dikembangkan pada bayi usia 1-2 bulan adalah rasa "percaya". Rasa "percaya ini merupakan syarat penting bagi anak untuk mengembangkan dirinya sendiri. Jika anak "percaya" bahwa kebutuhannya selalu ditanggapi oleh orang tuanya, ia akan semakin berani untuk menjelajahi dunia yang lebih luas dan lebih berani mencoba hal-hal yang baru. Rasa "percaya" ini dapat dimiliki oleh anak yang mempunyai "kelekatan" (attachment) yang kuat dengan orang tuanya. "Kelekatan" itu harus dibina bukan saja pada saat bayi lahir tapi juga selagi masih dalam kandungan. BAYI 0 - 1 BULAN
"Kelekatan" hanya bisa tercipta jikalau anda mengenal bayi anda dan anda hanya bisa mengenal bayi anda jikalau anda mengurus sendiri bayi anda sejak awalnya. Jika anda sedang menantikan kelahiran bayi pertama, saya anjurkan untuk memilih "lahir normal" (jika memungkinkan). Sekalipun kedengarannya lebih mengerikan dibandingkan dengan operasi, kelahiran normal memberikan ‘memory’ tersendiri antara anda-suami-anak. "Memory" itu dapat mempererat hubungan anda dengan bayi anda dan juga antara suami dan bayi anda. Saya juga anjurkan anda untuk memilih tidur sekamar dengan bayi anda. Jikalau suami tidak keberatan, keberadaan ayah di tengah malam sangatlah menolong. Memang sangat melelahkan. Jikalau kelahiran bayi anda normal anda anda cukup sehat, usahakanlah untuk tidur bersama bayi anda. Paling sedikit ranjang bayi diletakkan di dekat kamar anda. Jangan biarkan baby sitter menikmati kenangan indah yang hanya beberapa bulan saja. Memang pada usia itu si bayi tidak terlalu perduli siapa yang mengurusnya, akan tetapi justru anda yang perlu perduli siapa yang anda urus. Anda perlu membina rasa ‘sayang’ kepada bayi anda melalui rasa lelah mengganti popok yang tak berkeputusan, "never ending night feeding" (menyusu terus-menerus) sampai sakit pinggang, menina bobokan si kecil yang matanya masih melotot selagi mata anda tinggal separoh, dll. Tanpa anda menyadari, anda sebenarnya sedang menanamkan bibit cinta kasih pada diri si bayi yang suatu saat akan memberikan respon balik yang positif pada anda.


Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengembangkan bakat dan memberikan suasana rohani pada bayi anda:

Nyanyikan lagu-lagu rohani yang riang (lagu-lagu sekolah minggu), jangan tawar hati jika si bayi tidak memberikan respond apa-apa. Suami saya senang menyanyikan lagu "Dengar Dia Panggil Nama saya" sambil bermain-main dengannya. Sekarang dia sangat peka kalau mendengar lagu itu. Hampir setiap kali ia mendengar lagu itu, ia memberikan reaksi tersenyum atau tertawa. Bahkan pernah saat dia tidur (usia 2 bulan), papanya menyanyikan lagu itu, ia mulai terbangun dan tersenyum.

Putarkan lagu-lagu klasik (Beethoven, Mozart, Bach, dll.) pada saat anda menyusui atau memandikan si bayi. Menurut Sinichi Suzuki, jika lagu-lagu sulit karya tertentu terus diputarkan dalam waktu lima bulan dia akan mengingat lagu tersebut dengan lengkap. Pada usia lima bulan ia akan tersenyum dan mulai bergerak mengikuti irama lagu yang ia kenal 1). Pada saat usia pendidikan musik dimulai, ia dapat dengan mudah menguasainya.

Berbicaralah atau karanglah lagu sendiri pada saat menggantikan popok, menjemur, memandikan, menidurkan. Si bayi tidak perduli kualitas lagu anda, yang dia perdulikan adalah suara yang sama yang terus berbunyi di dekatnya. Dalam perkembangan selanjutnya nanti dia akan lebih cepat memberikan respond (mengoceh) pada saat anda menyanyi atau mengajaknya berbicara.

Anda juga dapat mengajaknya berdansa. Gendonglah dengan posisi tegak dan saling berhadapan (seperti jika anda ingin membuatnya bertahak). Kemudian nyanyikanlah lagu-lagu rohani yang riang. Berdansalah dengan bayi anda. Pandanglah matanya selama anda berdansa. Kontak seperti ini akan mempererat hubungan anda dan bayi anda 2). Daya lihat bayi yang baru lahir sangatlah terbatas pada jarak yang dekat, yaitu jarak pasangan yang berdansa atau jarak ibu yang sedang menyusui 3). Bayi anda akan menikmati dan kadang-kadang ia tertidur sewaktu berdansa. Dan andapun akan bisa lebih menikmati kebersamaan dengan bayi anda.

Ucapkan doa-doa singkat dengan bersuara pada bayi anda dalam keadaan segar, khususnya pada saat anda menyusui atau memberi susu botol. Cara ini sekedar membentuk kebiasaan anda untuk mengajaknya berdoa senantiasa. Dengan berdoa, anda juga dapat menyusui dengan hati yang tenang. Menyusui adalah saat yang paling efektif untuk membina kelekatan dengan bayi. Kebanyakan ibu-ibu memekai 70% dari waktu untuk meyusui untuk memandang bayinya. Bayi belum bisa melihat wajah ibu secara lengkap, hanya garis besar yang buram. Akan tetapi gerakan muka dan mata ibu sangat menarik bagi bayi 4). Jika anda tidak bisa memproduksi ASI, andapun dapat tetap menyusui dengan botol dalam jarak yang dekat. Sekalipun menyusui dengan botol merupakan hal sederhana yang bisa dilakukan oleh baby-sitter, usahakanlah seseirng mungkin memberikan susu sendiri.

Usahakan untuk berdoa malam bersama suami di dekat bayi anda, setelah anda menidurkannya di malam hari.

Nyanyikanlah lagu-lagu rohani pada saat anda menidurkan bayi anda. Jika ini terus menerus dilakukan, bayi anda akan cepat merasa betah berada di gereja yang menyanyikan lagu-lagu yang sudah dikenalnya.
 
 
1) Sinichi Suzuki, "Mengembangkan Bakat Anak Sejak lahir", Jakarta: PT Gramedia, 1993. Hal. 7-8.
2) Band. Seri Ayah Bunda: Merawat Bayi, hal. 73.
3) Alison Clarke-Stewart & Joanne Barbara Koch, "Children Development Through Adolescence", New York: John Wiley & Sons, Inc., 1983. Ha. 108-9.
4) Ibid.
 
 
 
BAYI 1 - 2 BULAN

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan pada bayi anda sekitar usia ini: Sekitar usia 6 minggu, sistem penglihatan bayi sudah mulai berkembang. Pada level ini, bayi mulai memasuki level interaksi sosialnya. Ia mulai menatap wajah ibu dan mulai membesarkan matanya. Pada saat inilah untuk pertama kalinya ibu merasa si bayi memandangi wajahnya dan mulai berinteraksi lebih hangat lagi dengan si bayi.

Berikan mainan yang berbunyi di dekat mata bayi dan gerakan dari kiri ke kanan dan sebaliknya, jauh - dekat, dan sebaliknya. Hal ini melatih penglihatan bayi anda. Suatu waktu pada usia 2 bulan, anda akan menemukan bayi anda tersenyum manis pada anda. Bukan lagi senyum refleks pada saat tidur, tapi senyum yang memancing respond anda untuk membuatnya tersenyum lebih lebar. Pada saat inilah anda mengetahui bahwa tiba saatnya peran anda dibutuhkan untuk mulai pendidikan sosial bagi bayi anda. Sekalipun pada usia ini senyumannya belum terarah kepada orang tertentu (karena keterbatasan penglihatan), stimulasi anda sangatlah dibutuhkan. Pada sat bayi tersenyum, anda memberikan respond dengan mengajak berbicara, tersenyum kembali, atau menggelitik dagunya. Bayi akan tersenyum kembali, kadang lebih lebar atau bahkan tertawa dan mengeluarkan suara. Respond bayi ini akan mendorong anda untuk memberikan stimulasi kembali. Maka terjadilah interaksi atau komunikasi yang sederhana antara bayi dan anda. Diketemukan bahwa interaksi seperti ini mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak. Anak-anak yang mencapai nilai tinggi dalam test intelegensi telah mendapatkan stimulasi yang baik dari orang tua ketika mereka masih bayi: orang tua mengajak berbicara, tersenyum, bermain, mendengarkan, meniru, dan memberikan respon yang konstan kepada senyuman bayi. 1)

Pada usia 2 bulan bayi akan menggapaikan tangannya di hadapan mukanya. Pada saat seperti itu anda dapat membiarkannya sendiri di baby box, dan anda pergi mengerjakan hal-hal lain. Atau , letakkan boneka karet di hadapannya untuk disentuh-sentuh olehnya. Kadang-kadang, ketika anda kembali lagi, ia sudah tertidur. Telungkupkan bayi anda pada saat ia tidak tertidur. Pada usia dua bulan ia sudah bisa mengangkat kepalanya untuk beberapa detik. Jikalau ia berhasil mengangkat kepalanya, berikan tepukan tangan, ciuman, dan senyuman. Latihan seperti ini sangat baik untuk memperkuat otot-ototnya. Kadang-kadang dipertengahan usia 2 bulan bayi-bayi tertentu akan mulai memutar badannya untuk tengkurap sendiri dan mengangkat kepalanya lebih lama dan lebih stabil. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, dekatkan wajah anda pada wajah bayi sambil tersenyum dan memberikan semangat. Kadang-kadang, letakan mainan di depannya untuk diamati dan merangsangnya untuk mulai maju dan menyentuh mainan itu.

Letakkan mainan yang menarik di dekat tangannya. Biarkan dia menyentuh atau memukul-mukulnya. Bayi sangat senang melihat garis-garis muka manusia, binatang, atau boneka. Pilih mainan yang riangan dan tidak berbahaya (terbuat dari karet atau kain lembut). Hal ini melatihnya untuk berhubungan dengan obyek di luar dirinya. Di pertengahan atau akhir usia dua bulan, dia akan mulai memegang mainan sejenak dan melepaskan kembali. Anda dapat membantu mendekatkan mainan yang ringan pada telapak tangannya. Berikan senyum lebar padanya ketika ia dapat menggenggam mainan tersebut.

Bayi juga senang melihat tangan yang bergerak-gerak. Sekalipun ia belum bisa mempermainkan tangannya, anda bisa mulai menggerakkan tangan anda pada jangkauan pandangannya. Kepada bayi saya, saya mainkan tangan saya dan tangannya sambil menyanyikan lagu.

Sering-seringlah mendekatkan wajah anda sehingga mudah untuk dijangkau oleh tangannya. Dengan menjamah wajah anda, tersenyum pada anda, ia mulai menjalin kontak dengan anda. Kalau dulu anda yang lebih aktif, kini si bayi mulai aktif. Interaksi ini sangat penting untuk membina kelekatan antara anda berdua.

Ajaklah bayi anda ngobrol, pada saat ia tersenyum dan mengoceh. Bayi sangat senang berada di sekitar orang-orang yang mencintainya. Dengan banyak kasih sayang dan ketegasan halus yang ia peroleh, ia kaan menjadi orang yang ramah tamah dan tenggang rasa. 2)

Pada saat segar, pelihatkanlah buku Alkitab bergambar sambil bercerita dengan singkat. Si bayi tidak akan mengerti apa yang saudara ceritakan, akan tetapi ia kana senang memperhatikan warna dari gambar-gambarnya. Tidak usah ceritakan secara mendetail karena yang penting hanyalah membiasakan dia untuk mengenalkan Alkitabnya. Selain itu, ini merupakan persiapan bagi anda untuk membangun kebiasaan anda untuk menceritakan Firman Tuhan. Letakan gambar yang mempunyai nilai rohani di dekat meja pengganti popok atau di mana biasanya anda memandikan. Pada saat mandi dia bisa memandang dan mulai mengoceh dan memegang-megang gambar itu. Saya meletakkan gambar malaikat yang menjaga dua anak yang sedang menyeberangi jembatan yang rapuh. Setiap kali bayi saya menetap gambar itu, saya mennyanyikan lagu: "Timothy dijaga malaikat, malaikat dari Tuhan. Dijaga dari s’gala bahaya, Timothy dijaga Tuhan."

Jikalau bayi anda sehat, ajaklah jalan-jalan ke luar sore hari setelah mandi. Terlalu banyak menyekapnya dalam kamar tidak terlalu baik. Khususnya di akhir usia dua bulan, bayi perlu melihat lebih banyak objek-objek baru di luar. Ajaklah dia berbicara atau bernyanyi tentang benda-benda ciptaan Tuhan yang ada di luar. Daun-daunan yang bergerak, sedikit sinar sore, kicauan burung, sepoi-sepoi angin sore, semua itu memberikan pengalaman baru bayi bayi anda. Secara kognitif, dia tidak mengerti. Akan tetapi secara afektif, saya yakin ada sesuatu yang ia peroleh dari kegiatan rutin ini.

Ajak anak anda ke gereja (kalau anda terganggu, tidak perlu setiap minggu). Jika anda betul-betul ingin mengurus anak sendiri, anda harus melalui masa dimana anda tidak bisa mendengarkan khotbah denga lengkap dan tenang. Tapi masa-masa itupun akan segera lewat. Sekali-kali menitipkan bayi pada mertua atau teman dekat juga baik untuk kesehatan kerohanian anda.

Pada umumnya, setelah melalui bulan pertama, masa-masa melelahkan di tengah malam akan berlalu pula. Bayi anda akan terbangun hanya untuk minum lama, sekitar jam 02.00. Anda tidak perlu terburu-buru melatihnya untuk tidur malam. Nikmatilah saat-saat dimana si kecil mengoceh di tengah malam. Anda tidak perlu marah-marah, tersenyumlah, dan bersyukurlah untuk ocehan di malam hari yang tidak akan anda nikmati di bulan-bulan mendatang.


  1. Edwin Kiester, Jr. Dan Sally Balente Kiester, "New Baby Book", ________: Beter Homes and Gardens, 1985, hal. 126.
  2. Dr. Benjamin Spock, "Merawat Bayi dan Mendidik Anak", hal. 125.

 
 
No one who reaches the end of life has ever looked back and said, "Oh, I wish I had spent more time at the office instead of with my kids."

 
 
Greg Johnson and Mike Yorkey
Daddy’s Home
 
 
Sumber
Halaman: 
12
Judul Artikel: 
Merawat Bayi dan Mendidik Anak
Penerbit: 
--

Komentar