Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Penggunaan Alkitab Dalam Bimbingan

Alkitab memberi kebijaksanaan kepada manusia untuk memperoleh keselamatan melalui iman dalam Yesus Kristus.

Firman Tuhan: "bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2Timotius 3:16; Ibrani 4:12). Masalah utama dalam pemakaian Alkitab untuk "Pastoral Counseling" adalah metode manakah yang akan digunakan agar pengajaran Alkitab tidak disamakan dengan pengharapan masyarakat yang berlainan. Firman Allah harus digunakan dengan wibawa Alkitab sendiri dan dengan pengharapan oleh Roh Kudus, tidak dengan bimbang seolah-olah menggunakan Alkitab sebagai khotbah pembimbing yang usang.

Karena pembimbing tidak dapat menentukan keadaan rohani klien dengan tepat, maka lebih baik apabila pembimbing memberi anjuran dengan menggunakan suatu bagian Alkitab. Menetapkan suatu tema lebih baik daripada mengambil satu bagian Alkitab secara asal-asalan, lalu menentukan hubungan antara Alkitab dengan klien. (Janganlah sembarangan menentukan jika memang belum benar-benar mengerti keadaan klien). Kalau pembimbing merasa membaca Alkitab malah seakan membuat klien merasa terancam, maka lebih baik ia mengutip Alkitab secara luar kepala, yaitu dengan cara menghafalnya terlebih dulu.

Kebanyakan klien yang membutuhkan "Pastoral Counseling", memang benar-benar karena mereka gelisah. Namun, gembala harus menolak apabila ia didesak untuk memberi keyakinan melalui Alkitab sebelum waktunya (terlalu pagi). Janji Tuhan dapat dipakai lebih efektif sesudah klien mendapat cukup kesempatan untuk mengemukakan kegelisahannya, yang mendorongnya untuk mencari pertolongan. Klien yang sudah tidak lagi mempunyai perasaan kuatir atau bersalah dalam sikapnya adalah mereka yang dapat menerima pengajaran/nasehat Alkitab dengan tepat. Prosedur ini hanya akan sesuai apabila pembimbing mempertimbangkan sikap asal-asalan yang disengaja oleh klien untuk menutupi dosanya atau persoalannya dengan cara lain. Nasihat dari Alkitab harus selalu diselubungi dengan kasih. Bagian nats Alkitab dengan konteks apa pun harus disertai kasih di dalamnya. Setiap pemakaian Alkitab harus disertai doa. Renungan pribadi berdasarkan Alkitab merupakan kualifikasi pembimbing yang paling baik dalam penggunaan Alkitab secara tepat. Klien dapat pula mengambil bagian dalam meditasi untuk menyelesaikan masalahnya. Meditasi ayat-ayat Alkitab yang telah dipilih, harus ada hubungannya dengan pokok persoalan klien. Prosedur yang disebut "pekerjaan rumah" ini harus diselesaikan dalam hubungan "Pastoral Counseling".

Alkitab merupakan referensi yang paling baik. Tidak semua klien dapat berkonsentrasi ketika menunggu pembimbing mencarikan beberapa ayat Alkitab yang penting. Peperangan di garis depan membutuhkan senjata- senjata yang berisi. Jangan pada saat terdesak baru meminta pertolongan dari gudang-gudang penyimpanan senjata. Ada suatu cara yang dapat memperdalam kesan terhadap Firman Tuhan, yaitu klien memegang Alkitab dan kemudian kita memintanya untuk membaca Alkitab yang telah kita kemukakan. Dengan memegang Alkitab dan membacanya dengan keras merupakan suatu pengalaman yang berkesan -- suatu cara yang Tuhan pakai untuk berbicara kepada pembacanya. Pembimbing harus memilih ayat-ayat dengan hati-hati, sebab mereka kurang memahami Alkitab sehingga daya penerimaan mereka terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya kita menganjurkan agar mereka memberi tanda pada Alkitabnya sendiri. Bimbingan dengan cara ini akan diberkati. Akhirnya, ulangilah nats-nats yang pernah dibaca atau telah ditandai.

"Alkitab memberikan segala jawaban."

Ayat-ayat yang telah dipilih yang dapat digunakan dalam pembimbingan adalah sebagai berikut.

Sebelum operasi : 1Timotius 1:12; Filipi 4:13; Matius
28:20; Yosua 1:9; Mazmur 23:4;
91:1,9,10; 46:1-3; 2Korintus 1:10
Maksud penderitaan : Yohanes 9:1-3; 11:3,4; Mazmur 66:10;
Ibrani 12:6; 2Korintus 1:3-5
Tidak berani dan bimbang : Mazmur 37:7; 138:8; Matius 11:28;
Roma 8:28; Yesaya 40:31
Takut akan kematian : Mazmur 23:4; Roma 8:37-38;
Yohanes 14:1-6; Yesaya 12:2; 41:10
Tidak dapat tidur : Mazmur 4:8; 30:5b; 46:10a; 1Petrus 5:7;
1Yohanes 4:18
Keyakinan akan Tuhan : Mazmur 27:1-3; 46:1-3; Efesus 3:20;
Roma 8:38-39; Ibrani 13:5
Perasaan bersalah/kegagalan : Mazmur 51:1; 7-9; Yesaya 1:18;
Yohanes 6:3; Lukas 15:17; 1Yohanes 1:9
Kesabaran : Mazmur 46:10; Yakobus 5:10-11;
Ayub 42:10; Filipi 4:13
Sumber
Halaman: 
71 - 73
Judul Artikel: 
Seri Diktat: Pembimbingan Penggembalaan
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1992

Komentar