Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel
You are herePelayanan Gereja
Pelayanan Gereja
Namanya Jono
Penulis: Kristian.N
Sebut saja dia Jono. Seorang guru agama Kristen di sebuah sekolah menengah negeri yang cukup terkenal. Beberapa tahun terakhir ini dia semakin giat dengan apa yang dia sebut sebagai panggilan pelayanan. Entah mengapa semakin banyak saja undangan untuk menyampaikan khotbah atau membawakan renungan di berbagai acara persekutuan dan gereja yang dia terima.
Pelayanan Gereja
Artikel-artikel tentang dunia pelayanan dan gereja
Pelayanan Berbasis Jemaat
Penulis : Gurgur Manurung
Ada isu yang mengatakan bahwa ada pendeta yang takut ke pedesaan. Ada isu yang mengatakan bahwa pendeta berebutan lahan basah. Ada isu bahwa masyarakat Batak itu sekitar 1 juta orang, jadi kalau menyumbang sekitar Rp 2.000.000 saja/orang/tahun itu berarti terkumpul triliunan rupiah. Uang triliunan rupiah kita gunakan membuat pabrik yang menyerap tenaga kerja yang banyak. Dengan demikian pengagguran teratasi.
Hal Ajaib Bernama Gereja
Penulis : JED-ReVoLuTiA
Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mengasihiku dan memeliharaku. Dia telah memeliharaku secara jasmani dan juga secara rohani. Dia telah memberikan aku sebuah keluarga jasmani yang rela dan tidak malu untuk merawat dan membesarkan seorang anak yang bermasalah sepertiku.
Lima Lampu Merah dalam "Gereja Yang Tidak Sehat"
Penulis : Mike Fehlauer
Belum ada gereja yang sempurna, namun Allah tidak menginkan anda ada di suatu tempat yang menyalah gunakan hal-hal rohani. Berikut adalah bagaimana anda bisa mengetahui bilamana harus berpisah dengan gembala saudara.
Mengembangkan Budaya Keramahan
Penulis : Andreas A Yewangoe
SALAH satu topik penting yang dibicarakan dalam Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) di Porto Alegre-Brazil adalah tentang pluralitas agama-agama dalam kaitannya dengan pemahaman diri kekristenan (Religious Pluralism and Christian Self-Understanding). Sudah tidak dapat diabaikan, bahkan hampir merupakan "hukum besi" di dalam perkembangan peradaban abad ini bahwa kita hidup di dalam pluralitas masyarakat, baik kebudayaan maupun agama-agama. Tidak ada lagi ruang di dunia ini di mana hanya terdapat satu kebudayaan dan agama yang tidak dipengaruhi oleh kebudaya- an-kebudayaan dan agama- agama lainnya.
Sukses dan Skandal
Penulis : Eka Darmaputera
David McCracken dalam bukunya "GOD´S EMERGING LEADERSHIP", menuliskan pengamatannya yang jujur mengenai situasi umum gereja-gereja di abad 20. Tapi kita tahu, "kejujuran" saja tidak cukup.
Mencintai Gereja Kita
Penulis : Wiempy
Nats Alkitab: I Ptr 2:9
Gereja selalu diibaratkan sbg tubuh Kristus dan anggota Jemaat diibaratkan sbg anggota tubuh. Antara kedua hal ini terjalin suatu hubungan erat. Ada 5 macam jabatan / amanat bagi kita selaku anggota gereja :
- Bangsa yg terpilih.
Allah yg menguasai alam semesta, yg Maha Tinggi telah memilih kita oleh karena kasihNya. Hal ini merupakan sesuatu yg amat mulia. Dipilih maksudnya: Kita menjadi milikNya, menyembah dan beribadah padaNya serta memuliakanNya. Dlm hukum taurat I merupakan kita hanya boleh menyembah Tuhan saja dan hukum taurat IV mengajar kita mengingat dan menguduskan hari Sabat. Kita beribadah dgn hormat dan taat, serta di dalam roh dan kebenaran, maka kita menikmati kasih yg tdk ada bandingannya (Ul 5:33). Kita telah dipilih, maka harus taat perintahNya, mengasihi gereja dan tdk kehilangan bagian yg terbaik ini.
Suara Jemaat
Penulis : Sari, berdasarkan laporan Eman, Bowo, Fanny, Sonny, Joko dan Wawan
Nampaknya, masalah kesenjangan kesejahteraan antara pendeta yang kaya dan miskin, tidak luput dari perhatian jemaat. Berikut ini komentar beberapa jemaat di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya yang berhasil dihimpun BAHANA.
Kristen Kupu-Kupu
Penulis : Martin L Peranginangin
Istilah Kristen kupu-kupu pertama kali saya dengar ketika retreat Mamre beberapa waktu lalu. Entah siapa yang pertama kali yang mempopulerkannya, tapi yang jelas istilah ini timbul semacam kritikan bagi jemaat gereja dewasa ini yang suka bergereja secara nomaden alias berpindah-pindah.


sabda.org