Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are herePelayanan

Pelayanan


Melayani Tuhan vs Melayani Pekerjaan Tuhan

Oleh: Kenia Oktaviani

Semester ini hidup saya diwarnai dengan list pelayanan yang begitu panjang. Ada begitu banyak hal yang terjadi di luar prediksi saya, ketika menerima tanggung jawab pelayanan. Deretan list yang harus saya kerjakan setiap harinya membuat saya begitu lelah.

Inilah awalnya mengapa saya begitu bergumul tentang apa makna pelayanan yang sebenarnya. Siang itu, saya membaca artikel yang berisi pertanyaan : "Apakah saya melayani Tuhan atau melayani pekerjaan Tuhan?" Pertanyaan ini mengusik hati saya, membuat saya bergumul dan terus memeriksa hati saya. Sebenarnya apa yang selama ini saya kerjakan? Benarkah yang saya kerjakan pada hakikatnya adalah untuk menyenangkan Tuhan?

Apakah Ada Hari Esok

Oleh: Yon Maryono

Pada saat melihat tayangan TV, penyanyi Utha Lekumahuwa kembali ke pangkuan Bapa di Sorga, yang diiringi background soundtrack musiknya "esok ‘kan masih ada", terbesit pesan optimis dalam kehidupan esok bagi pribadinya. Lagu itu telah memberikan kenangan bagi penggemarnya yang sekaligus rasa duka mendalam. Pada akhir hidupnya, didasarkan pemberitaan diabdikan dalam pelayanan Gereja telah memberikan pesan lain bahwa hari esok sungguh telah dipersiapkan dan dipertanggungjawabkan dengan baik di hadapan Bapa. Pertanyaan bagi kita adalah: Apakah hari esok ada bagi kita? Apakah sisa waktu hidup kita telah diisi kehidupan sesuai kehendak Tuhan, dan memberi buah kepada sesama?

Kesuksesan

Oleh: Sion Antonius

Tidak ada satu orang pun yang ingin disebut gagal, semua orang ingin sukses. Tulisan berikut adalah meninjau tentang kesuksesan dalam hal kehidupan melayani Tuhan. Banyak orang melayani Tuhan ingin dikategorikan sebagai pelayan yang sukses atau berhasil. Ada yang mungkin tidak setuju dengan pendapat ini, tapi faktanya memang seperti demikian, karena sukses di sini adalah mengenai soal seseorang menjadi puas atas apa yang sudah di capai, di mana penilaiannya berdasarkan opini dari diri sendiri atau orang lain kepada kita.

Saya sudah mengatakan bahwa di dalam pelayanan gereja pun seringkali orang mau di kategorikan sukses, apa buktinya?

Kuat Versus Lemah

Oleh: Sujud Prasetio

Ada seorang anak kecil yang membutuhkan uang Rp. 300.000 untuk membeli sepeda baru. Ia sudah berhari-hari berdoa, tetapi belum ada jawaban. Akhirnya, dia memutuskan untuk menulis surat permintaan dan mengirimkannya kepada Tuhan. Pada sampul surat dia menuliskan "Kepada Yth. TUHAN di sorga." Tentu saja alamat ini membingungkan Pak Pos. Akhirnya, Pak Pos memutuskan untuk meneruskan surat itu kepada Presiden. Saat membaca surat itu, Presiden merasa terharu. Dia lalu memerintahkan stafnya untuk memenuhi permintaan itu. Tetapi staf Presiden memutuskan hanya akan memberi uang Rp. 100.000, mereka menilai bahwa uang sejumlah itu sudah cukup banyak untuk ukuran anak kecil.

Bertahan dalam Pelayanan

Oleh: Maslin Tumanggor Simbolon

Dari kitab 2 Korintus 4:17

Rasul Paulus menyuruh kita untuk tetap bertahan dalam pelayanan karena begitu banyak hal yang indah kita dapatkan saat kita terus bertahan dan melayani di mana kita ditempatkan oleh ALLAH kita. Sedikitnya ada 4 hal yang sangat penting yang harus saudara ketahui yaitu :

1. Kita dipanggil, dipilih, dan setia itu semua hanya oleh karena Kasih karunia BAPA bukan dgn kekuatan kita atau lebih tepatnya karena kemurahan ALLAH semata. (2 Korintus 4:1). Sebagai mantan penganiaya orang-orang Kristen, Paulus sadar betul bahwa dia tidak layak untuk menerima kasih karunia ALLAH tersebut.

Hikmat Roh Kudus

Oleh: Ling-Ling

Pada tgl. 24 Mei 2009, hari Minggu saya ada pelayanan tari di gereja. Pada tgl 23 Mei hari Sabtu saya berlatih dahulu dan mendapatkan kostum apa & acc rambut yang harus saya gunakan di hari Minggu, tentunya pada hari sabtu itu saya pulang ke rumah sudah malam dan langsung saya membereskan barang-barang kebutuhan pelayanan untuk esok hari Minggu tgl.24 Mei 2009.

Tinggal di dalam Kristus

Oleh: Sunanto

Yohanes 15:5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Sebuah ranting pohon anggur tidaklah memiliki kemampuan untuk berbuah. Yang perlu dilakukan ranting itu hanyalah tinggal di dalam pokok anggur sehingga dengan sendirinya ia akan menghasilkan buah. Kita tidaklah memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah. Bagian kita hanyalah melekatkan diri pada Kristus maka dengan sendirinya hidup kita akan berbuah berlimpah-limpah.

Menunggu "Panggilan"????

Oleh: Bill Wilson

Semakin saya dewasa, saya semakin menyadari bahwa jika seseorang ingin diubahkan, mereka harus mengubah pandangan mereka terhadap hidup ini.

Tinggal di dalam Kristus

Oleh: Sunanto

Yohanes 15:5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Sebuah ranting pohon anggur tidaklah memiliki kemampuan untuk berbuah. Yang perlu dilakukan ranting itu hanyalah tinggal di dalam pokok anggur sehingga dengan sendirinya ia akan menghasilkan buah. Kita tidaklah memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah.Bagian kita hanyalah melekatkan diri pada Kristus maka dengan sendirinya hidup kita akan berbuah berlimpah-limpah.

Gereja, Perpustakaan dan Minat Baca

Penulis : Weinata Sairin

Dalam perspektif kristen, gereja bukan hanya berarti bangunan tempat umat Kristen beribadah. Gereja adalah persekutuan yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang (I Petrus 2:9-10). Jadi gereja tidak semata-mata persekutuan biasa yang dibentuk, dipimpin oleh sekelompok orang. Gereja adalah persekutuan milik Allah yang diberi mandat oleh Allah untuk menebarkan syalom di tengah-tengah sejarah dunia. Ada aspek vertikal/transendental yang penting digarisbawahi ketika kita berbicara tentang gereja. Gereja ada oleh karena kuasa Allah. Gedung gereja dapat saja ditutup, dirusak/dibakar oleh siapapun, tetapi sebagai persekutuan milik Allah gereja tak pernah bisa dihabisi - kecuali atas kehendak Allah. Itulah sebabnya "gereja liar" tak pernah ada. Istilah itu amat menyinggung perasaan umat Kristus. Keresmian sebuah gereja sama sekali tidak pernah berada pada manusia, atau kuasa apapun, apalagi pada sebuah SKB; tapi pada Yesus Kristus Raja dan Kepala Gereja.

Tinggalkan Komentar