Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel
You are hereAnak
Anak
Little Sunshine of Mine
Oleh: Anne Natalia
Kamu tahu, saat-saat pertama mengetahui kehadiranmu itu luar biasa... perasaan antara senang, tak percaya, cemas, takut, semua menjadi satu.
Saat itu, hanya dengan melihat dua garis di tes kehamilan, muncul suatu harapan baru, adalah kamu tumbuh sehat, tak kurang suatu apapun, merasa diingini dan bahagia.
Saat kamu belum dapat merasakan sentuhan, tangan-tangan kami tak berhenti mengusap-usap kamu... saat kamu belum dapat mendengar dan mengenali suara, kami tak berhenti mengajak kamu bicara...
Saat pertama kali mendengar degup jantungmu, itu juga luar biasa. Mataku berkaca-kaca. Betapa agung Dia... menciptakan segala sesuatunya begitu sempurna...
Warisan yang Tuhan Haruskan
Oleh: Sion Antonius
Dua hari berturut-turut saya harus pergi ke sekolah anak kami. Undangan hari pertama untuk si sulung karena ada penjelasan tentang visi, misi, dan kurikulum dari sekolah. Undangan hari kedua untuk si bungsu, seminar mengenai "sex education". Untuk seminar mengenai "sex education" inilah saya ingin sedikit "share".
Mengapa saya ingin "share" tentang seminar ini? karena dalam seminar tentang sex untuk anak, biasanya yang dibahas adalah tentang bagaimana mendidik atau mengenalkan sex kepada anak kita. Tapi pagi hari ini (31 juli 2009) pembicara tidak membawa kita ke arah tersebut, dia beralasan pembicaraan seperti itu lebih banyak hanya membahas persoalan anatomi manusia. Pembicara seminar membawa kita melihat hal yang lain ketika kita mendidik persoalan sex pada anak kita yaitu pentingnya "kehidupan yang kudus". Lebih spesial lagi sorotan utamanya adalah untuk para ayah/suami. Jadi lebih tepat yang harusnya hadir mendengarkan seminar ini adalah para ayah, sayangnya (memang pada umunnya seperti demikian) yang hadir mayoritas adalah para ibu.
Perkembangan Anak dalam Menempuh Pubertas
Oleh: Bhinuko Warih Danardono
Perkembangan anak itu sebenarnya lebih cenderung pada perilaku yang ingin tahu tentang apa yang sudah dia lihat. Misalnya dalam dia melihat acara di TV yang ia gemari pada usia anak-anak memang tingkat dari sikap keingintahuan itu muncul sedikit demi sedikit. Menurut Dosen UI Bapak Sarlito mengatakan bahwa anak yang mengalami masa ingin tahunya anak pada obyek itu merupakan tingkat dari masa-masa pubertas atau tingkat menjadi remaja. Lalu persoalannya itu pada bagaimana menyikapinya terhadap obyek yang dia lihat apakah itu berupa sisi positif atau negatif.
Apa yang Kau Beri untuk Anakmu?
Oleh: Sion Antonius
Satu sore, anak saya yang pertama datang menghampiri dan kemudian berkata bahwa ia kehilangan kaos tim basketnya. Ia berkata bahwa kaos tersebut sudah dimasukkan kedalam tas, namun ketika diperiksa di rumah hanya ada celananya saja, kaos atasnya entah dimana. Ia menceritakan hal tersebut dengan gaya yang sedih dan bingung. Sebagai orang tua maka saya dapat mengerti apa yang diinginkannya, ia ingin supaya tidak dimarahi dan ingin ditolong, sebab beberapa hari kemudian ia harus ikut kompetisi bola basket antar sekolah, maka sangatlah tidak mungkin jika anak kami tidak memiliki kaos tersebut. Dengan kondisi seperti itu maka saya sebagai orang tua harus bijaksana dan menolongnya dengan serius.
Pesan yang Tak Terucapkan
Oleh : Mundhi Sabda Hardi Lesminingtyas
Ketika Dika duduk di kelas 4 SD, saya harus mondar-mandir berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolahnya. Pasalnya, menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan itu tercatat sebagai anak yang bermasalah.
Betapa Berartinya Keluarga
Sumber: Oliver N
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.(Lukas 11 : 17).
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya juga, saya tidak melihat Anda." Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Bagai Gendewa terhadap Anak Panah
Penulis : Eka Darmaputera
Kita telah membahas betapa keras, tandas, dan lugasnya perintah Tuhan kepada anak-anak agar menghormati orang tua mereka. Dijanjikan-Nya pahala paling mulia bagi yang mematuhinya, dan diancamkan-Nya hukuman paling mengerikan bagi para pelanggarnya. Ya!
Dapatkah Anak Kecil Datang Pada Kristus Untuk Diselamatkan?
Penulis : Henry Morris dan Martin Clark
Banyak kelompok Kristen maupun orang-orang skeptis bertanya dapatkah anak kecil diselamatkan. Pertanyaan skeptis tersebut muncul karena mereka meragukan keselamatan bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yg tidak mengerti teologi dengan segala kerumitannya. Orang tua Kristen pun seringkali was-was karena mereka memahami keselamatan namun harus menunggu sampai anak-anak mereka cukup dewasa untuk mengerti dan meyakini keselamatan tersebut.
Anak
Artikel-artikel tentang dunia anak, pendidikan anak, sekolah minggu, dll
Sejarah Sekolah Minggu
Penulis : Tise
Menurut sejarah, konsep Sekolah Minggu berawal dari Inggris di tahun 1780 dibawah seorang guru bernama Robert Raikes. Pada awalnya, Sekolah Minggu adalah merupakan sebuah sekolah sederhana untuk anak-anak miskin belajar menulis dan membaca, sehinga mereka bisa mengerti apa yang tertulis didalam Alkitab. Pelajaran tersebut juga termasuk menghafal ayat-ayat tertentu dan lagu-lagu rohani. Konsep ini ternyata sangat berhasil dan diikuti oleh banyak gereja. Kemudian suatu gerakan pendidikan muncul akibat dari Sekolah Minggu ini. Orang-orang semakin ingin belajar untuk membaca dan menulis.


sabda.org