Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are herePelayanan Gereja

Pelayanan Gereja


Namanya Jono

Penulis: Kristian.N

Sebut saja dia Jono. Seorang guru agama Kristen di sebuah sekolah menengah negeri yang cukup terkenal. Beberapa tahun terakhir ini dia semakin giat dengan apa yang dia sebut sebagai panggilan pelayanan. Entah mengapa semakin banyak saja undangan untuk menyampaikan khotbah atau membawakan renungan di berbagai acara persekutuan dan gereja yang dia terima.

Pelayanan Gereja

Artikel-artikel tentang dunia pelayanan dan gereja

Workshop Music

Penulis : Tommyanto

Sabtu lalu, cukup beruntung bisa mengikut workshop paduan suara yg diselenggarakan di GKI Surya Utama.
Sejumlah point yg mungkin menarik: Dari pembicara bapak Tommyanto:


  • Peserta paduan suara musti mendapatkan nilai tambah setiap kali ada pengulangan suara.

  • Lakukan koreksi kesalahan sedini mungkin sebelum kita terbiasa melakukan sesuatu scr salah.

  • Ada dua tipe pelantun suara. yg membenamkan teks pada kepala dan mereka yg membenamkan kepala pada teks. teks lagu mestinya dibenamkan dalam kepala dan bukan sebaliknya. 'gunakan otak' utk secepatnya menghafal dan menguasai.

Gereja telah Menjadi Musuh Allah?

Penulis : Daniel Alamsyah

Tahun 2005 telah kita lewati separuhnya... Tanda-tanda transformasi yg dicanangkan oleh para pemimpin umat bahwa negeri ini akan terjadi transformasi pada tahun ini belum juga kunjung tiba! Kita semua patut merenungkan kembali, terlebih para pemimpin umat Tuhan, kenapa transformasi belum terjadi di negeri ini? Apa salah kita sehingga Tuhan belum melawat negeri ini?

100 Th GPM Bethel Ambon

Disensor Jepang sampai Kerusuhan Ambon

Tak terasa, 29 Mei 2004 merupakan saat Gedung Gereja Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethel Klasis Kota Ambon genap berusia 100 tahun. Hal ini juga menandakan 100 tahun sudah perjalan jemaat GPM Bethel dalan bersaksi dan melayani. Berdasarkan bukti- bukti sejarah, gedung Gereja yang dibangun sejak tanggal 29 Mei 1904 ini diberi nama Bethel. Selanjutnya, jemaat setempat juga dinamai Jemaat GPM Bethel sampai dengan sekarang. Demikian tulis Izaac Tulalessy untuk Sinar Harapan.

Sejarah Bait Suci dalam Alkitab

Sumber: Milis Sahabat Kristen

Manusia, sejak kejatuhan Adam dan Hawa, adalah mahluk fana yang tunduk pada tabiat dosa. Adam dan Hawa di usir dari taman Eden dan mulai beranak cucu. keturunan mereka pun tidak terlepas dari pengaruh dosa, sehingga semakin menjauhi Allah yang Maha Kudus (dosa = najis, tidak kudus). Itulah yang disebut sebagai dosa warisan. Semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) Namun Allah mengasihi manusia, dan memiliki rencana untuk menyelamatkan manusia dari jerat iblis, yaitu dosa dan maut. Allah berbicara kepada seseorang bernama Abram, mengubah namanya menjadi Abraham dan mengadakan perjanjian, bahwa keturunannya akan menjadi bangsa besar, dan mereka akan menjadi umat Allah yang benar (Kej 17:1- 27). Perjanjian Allah juga diadakan kepada keturunan Abraham, yaitu Ishak (Kej 26:2-5) lalu berlanjut pada Yakub yang diubah namanya oleh Allah menjadi Israel (Kej 35:10-12) yang berarti pangeran Allah. Allah adalah Raja dari kerajaan Sorga, dan Israel adalah anak- anakNya. Oleh karena itu, Allah yang benar disebut sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub, atau disebut juga sebagai Allah Israel.

Fundamentalisme dan Tanggapan Gereja Asia

Penulis : Henrikus Pedor

Fenomena fundamentalisme timbul sebagai produk modernitas yang telah menyebabkan situasi hidup manusia berubah. Fundemantalisme terkait erat dengan upaya kelompok atau masyarakat tertentu yang terkait dengan upaya pencarian identititas diri. Kelompok-kelompok fundamentalisme memiliki ciri tertentu antara lain: konservatif, liberal, etnosentris, integratif, dogmatik, fanatik, militan dan sebagainya. Akhir-akhir ini fundamentalisme menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kenyataan hidup religius di seluruh dunia. Beberapa dari antara kelompok fundamentalis yang terkenal adalah kaum muslim shiite di Iran, Sudan, Pakistan, Liberia, juga sekarang sudah masuk ke Indonesia; kelompok-kelompok fundamentalis Kristen Protestan seperti: Religious Right di Amerika Utara, Gush Emumin, champions of Hindutva di India, Soka Gokkai Budhis di Jepang, Temple Mount dan Heredim di Israel, Dukwah di Malaysia, Sikh di Punjabi.

Kesatuan dalam Persekutuan

Penulis : Saumiman Saud

Gereja bukan sekadar organisasi saja, namun Gereja merupakan kumpulan anggota gereja yang menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu yang lazim diantara mereka yankni hidup bersekutu mempelajari firman Tuhan. Apa beda Perusahaan (Organisasi) dan Gereja? Dalam suatu organisasi kalau salah satu departemennya "mogok" paling-paling yang mogok itu di PHK, kita cari orang lain yang menggantikan, sebab banyak yang sedang antri untuk bekerja. Tetapi di dalam Gereja kalau ada salah satu anggotanya mogok, kita akan usahakan supaya dia kembali. Kita akan berusaha memahami kesulitannya, kita akan mendoakan dia, kita akan menolong dia, kita akan besuk dia, kita akan turut simpati keadaannya.

Memaknai Relasi Gereja dengan Sekolah

Penulis : Weinata Sairin

PENDIDIKAN adalah salah satu aspek yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. Sebagai sesuatu yang khas dan spesifik bagi manusia, pendidikan berperan amat signifikan dalam membekali manusia untuk menyongsong masa depan yang akan dijalani yang diwarnai dengan berbagai tantangan dan perubahan. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tanggal 11 Juni 2003, merumuskan bahwa "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan prestasi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara."

Integritas Orang Percaya

Penulis : Saumiman Saud

Philipi 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Integritas orang percaya, realita atau ilusi?
Pertanyaan ini muncul karena di lapangan sulit sekali kita bertemu dengan orang percaya yang benar-benar dikategorikan berintegritas. Sering yang kita temukan adalah, orang percaya yang integritasnya polesan atau tempelan. Mengapa kita katakan demikian? Sebab kenyataannya kebanyakan orang percaya itu 'kelihatan' nya sebagai orang percaya hanya pada hari Minggu dan di gereja saja, sedangkan kalau berada di lokasi lain, sangat sulit dibedakan antara orang percaya maupun yang bukan?

Tinggalkan Komentar