Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel
You are heremanusia
manusia
Kubur Kosong
Saya rasa pasal ini merupakan pasal yang paling penting dalam tulisan Paulus, terutama bagi orang-orang yang telah kehilangan seseorang dalam hidup ini. Tidak lama setelah orang-orang yang kita kasihi pergi, maka akan timbul pertanyaan, "Akankah kita bertemu dengan mereka lagi?" Paulus menjawab pertanyaan ini, dan memberikan suatu penghiburan yang dapat kita temukan dengan sangat jelas yang tidak dinyatakan dalam ayat lain. Ketika kita membaringkan orang-orang yang kita kasihi yang telah pergi, adalah suatu penghiburan ketika kita mengetahui bahwa kita akan bertemu dengan mereka lagi dalam waktu yang tidak lama.
Eksistensi Sang Khalik
Oleh: Marolop Simatupang, A.Md
- Argumentasi Kosmologikal (kosmos): Dunia.
Fakta bahwa kosmos atau dunia itu ada. Sesuatu tidak dapat berasal dari yang tidak ada, maka harus ada Penyebab Utama (Primal cause) yang menyebabkan dunia ini eksis. Dari sudut pandang natural, Ia pastilah Seseorang. (Leander Keyser: The Fall of Unbelieve).Argumentasi ini mengatakan bahwa setiap akibat harus ada penyebabnya (Hukum Sebab Akibat). Salah satu tokoh utama yang memopulerkan argumen ini adalah Thomas Aquinas pada abad ke-12. Dunia ini eksis teratur karena ada Oknum Penyebab Utamanya, Sang Pencipta.
Berapa Nilainya Jiwa Anda?
Oleh: Mang Ucup
Cobalah renungkan oleh akal sehat anda, apakah anda bersedia sekedar hanya untuk melindungi dua ekor ayam, tetapi dilain pihak harus mengorbankan ribuan ekor ayam-ayam lainnya. Secara itung-itungan matematika ini sudah tidak logis dan tidak masuk diakal, tetapi hal inilah yang terjadi dan dilakukan oleh pihak Israel. Israel ingin melindungi dua jiwa warganya untuk ini mereka tanpa ragu-ragu bersedia mengorbankan ribuan jiwa lainnya dalam perang Libanon. Kebalikannya ketika jaman Hitler jiwa orang Yahudi itu tidak bernilai sama sekali, bahkan jutaan jiwa mereka diambil dengan cara begitu saja seperti layaknya membabat rumput.
Antara Usaha dan Anugerah
Penulis: Yogi Triyuniardi
Alkisah, ada seorang anak manusia yang sedang bergumul dengan Sang Penciptanya. "Tuhan", seru anak manusia itu. "Mengapa Engkau begitu jauh? Mengapa aku Kau buang di bumi ini?" Tidak ada jawaban.


sabda.org