Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are here


Mari Kirimkan Tulisan Anda! sticky icon

Shalom,

Redaksi mengajak para pengunjung untuk mengirimkan hasil tulisan Anda berwujud artikel, cerita, tip, dan sebagainya.

Caranya mudah, klik saja http://artikel.sabda.org/form_kirim_tulisan dan ikuti prosedur selanjutnya. Artikel kiriman Anda harus bernafaskan Kristiani. Mohon kesabaran Anda karena hasil tulisan masih menunggu moderasi dari redaksi untuk kemudian ditampilkan di situs e-Artikel. Redaksi juga mengucapkan terima kasih untuk para pengunjung yang telah bersedia menuangkan hasil tulisannya pada situs kami. Semoga tulisan yang kita buat dapat menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati. 

Syndicate content

Folk Suffering From Weak Credit Choose Ideal Loan Options

Awesome Advice For Folks Necessitating Internet Bad Credit Loans

Moral Kristen

Oleh: S.M.T Gultom
 
Di berbagai belahan dunia yang fana ini, manakala kelompok Kristennya tergolong minoritas dalam suatu masyarakat, tidak mengherankan bila selalu ditekan untuk menyesuaikan diri dengan ukuran-ukuran yang berlaku dari masyarakat tersebut. Sedangkan tekanan yang terus menerus pada setiap orang dapat mengikis standar moral mereka. Sementara itu, penyesuaian dengan standar moral dunia berarti melawan kekudusan. Bagaimana sesungguhnya mereka harus bersikap?
 
Orang Kristen diperintahkan untuk menjadi lain dengan dunia. Perintah ini dapat dipahami melalui nasehat Paulus dalam Roma 12:1-2, demikian:”Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Tuhan aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan; itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Tuhan: apa yang baik yang berkenan kepada Tuhan dan yang sempurna”. Inti dari nasehat ini adalah menjaga kekudusan.

Urusan Politis, Urusan Gereja

Oleh: Sefnat A. Hontong

Pengantar

Sebagai awal kata, saya harap artikel ini bisa berfungsi sebagai pengantar diskusi, yang bisa saja dianggap belum memadai. Selanjutnya, saya sadar betul bahwa judul seperti ini bisa dan pasti mengundang banyak kontroversial di antara kita. Namun jangan dulu terburu-buru menuding saya secara sinis, oleh sebab hanya judul artikel ini. Berikanlah kesempatan kepada saya untuk menguraikan apa yang saya pikirkan ketika membuat judul artikel ini.

Pertama, yang saya maksudkan dengan arti kata ‘politik’ di sini adalah seperti yang dimaknai oleh Robert P. Borrong, yakni kata politik berasal kata Yunani: (politeia), yang menunjuk pada prinsip-prinsip dan tindakan-tindakan yang bersangkut paut dengan kehidupan umat, masyarakat dan negara atau ‘pengelolaan hidup umat, masyarakat dan negara’. Dengan begitu, maka pengertiannya melebihi pengertian yang sempit dan praktis, sebagaimana orang pada umumnya membaca dan memberi makna terhadap kata ini (politik). Jika ia (politik) adalah sesuatu yang bersangkut paut dengan kehidupan umat, masyarakat dan negara, saya yakin, tidak ada seorangpun yang bisa lepas dari apa yang dinamai politik.

Emansipasi Wanita dalam “Misycle Syelomoh”

Oleh: Yon Maryono

Kitab Amsal dalam bahasa Ibrani ‘’misyle/masyal’’ adalah singkatan dari ‘’misyle syelomoh’’ ditulis 900 S.M. Dalam Amsal 31: 10-28 Nabi Salomo menuliskan seorang Wanita sebagai istri yang cakap, ia lebih berharga dari pada permata. Salah satu bentuk perhiasan yang dikenal sebagai suatu benda yang bernilai tinggi atau mahal nilainya hingga saat ini. Hal ini menunjukan suatu penggambaran "wanita yang berharga" - Woman of Worth.

Pandangan Salomo adalah suatu ide menempatkan seorang wanita pada kelas tertentu dalam masyarakat Israel saat itu. Pujian untuk seorang wanita yang kuat, berpengetahuan dan bijaksana dalam karyanya diberbagai aspek. Bidang ekonomi, Ia pekerja keras dalam perjuangan ekonomi keluarganya. Bidang sosial-politik, ia bermasyarakat melalui pertolongan dan bantuan kepada yang membutuhkan. Ia membantu yang tertindas, berhikmat serta lemah lembut dalam bertutur kata. Suatu yang dapat dimaknai saat ini sebagai “Emansipasi” yakni suatu proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah, dan dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang lebih maju. Salomo berpandangan seorang Istri tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sosok yang mandiri, tidak tergantung dari suami.

Always Positive Thinking!!!

Oleh: Ev. Sudiana

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

- Pertama: Jangan pernah menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.
- Kedua: Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Negative Thinking

Oleh: Ev.Sudiana

Negative Thinking atau berpikiran negatif adalah cara seseorang memberikan penilaian atau kesimpulan secara bertolak belakang dari kenyataannya.

Dalam bertindak orang-orang yang berpikiran negatif umumnya akan mendasarinya pada kecurigaan dan dugaan-dugaan - atau asumsi-asumsi yg belum tentu benar.

Akan tetapi orang tersebut masih terus memaksakan penilaiannya itu dengan segala argumentasinya dan ingin sekali agar orang lain membenarkan penilaiannnya itu.

Kita dapat belajar, betapa orang-orang yang memiliki pikiran negatif cenderung mempersulit keadaan, sulit untuk menerima kebenaran dan akhirnya bagi dirinya sendiri tidak akan pernah menjadi berkat bagi orang lain.

Persoalan negative thinking atau berpikiran negatif ini memang sudah ada sejak manusia jatuh dalam dosa.

Syndicate content

Tinggalkan Komentar